Tampilkan posting dengan label orang tua. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label orang tua. Tampilkan semua posting

Minggu, 29 November 2015

Pengaruh Orang Tua Terhadap Anak


Al-Imam Ibnul Qayyim rohimahulloh mengatakan,

“Betapa banyak orang yg mencelakakan anaknya –Belahan hatinya– di dunia dan di akhirat karena tidak memberi perhatian dan tidak memberikan pendidikan adab kepada mereka .

Orangtua justru membantu si anak menuruti semua keinginan syahwatnya . Ia menyangka bahwa dengan berbuat demikian berarti dia telah memuliakan si anak , padahal sejatinya dia telah menghinakannya.

Bahkan dia beranggapan, ia telah memberikan kasih sayang kepada anak dengan berbuat demikian.

Akhirnya, ia pun tidak bisa mengambil manfaat dari keberadaan anaknya . Si anak justru membuat orang tua terluput mendapat bagiannya di dunia dan di akhirat.

Apabila engkau meneliti kerusakan yg terjadi pada anak , akan engkau dapati bahwa keumumannya bersumber dari orangtua.”
(Tuhfatul Maudud hlm. 351)

Beliau rohimahulloh menyatakan pula,

“Mayoritas anak menjadi rusak dengan sebab yg bersumber dari orangtua , dan tidak adanya perhatian mereka terhadap si anak, tidak adanya pendidikan tentang berbagai kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya .

Orangtua telah menyia-nyiakan anak selagi mereka masih kecil, sehingga anak tidak bisa memberi manfaat untuk dirinya sendiri dan orang tuanya ketika sudah lanjut usia.

Ketika sebagian orangtua mencela anak karena kedurhakaannya, si anak menjawab ,

‘Wahai Ayah…
engkau dahulu telah durhaka kepadaku saat aku kecil , maka aku sekarang mendurhakaimu ketika engkau telah lanjut usia . Engkau dahulu telah menyia-nyiakanku sebagai anak, maka sekarang aku pun menyia-nyiakanmu ketika engkau telah berusia lanjut’.”
(Tuhfatul Maudud hlm. 337)

(Diambil dari Huququl Aulad ‘alal Aba’ wal Ummahat hlm. 8—9, karya asy-Syaikh Abdulloh bin Abdirrohim al-Bukhory hafizhohulloh)
Andre Tauladan

Minggu, 02 September 2012

Nikah Muda

Oleh : Gus Ulil

gambar nikah muda
Nikah memang punya banyak makna. Ia bisa berarti menegakkan sunnah Rasul. Bisa juga sebagai pemenuhan tuntutan fitrah. Juga, sebagai penyambung keberlangsungan hidup umat manusia. Ada hal lain buat mereka yang nikah di usia muda. Nikah juga bermakna perjuangan.

Hampir tak satu pun manusia yang betah membujang. Selalu saja ada hasrat untuk hidup berpasangan. Pria rindu ingin bersama wanita. Dan wanita kangen disayang pria. Hasrat-hasrat alami itu akan punya nilai tinggi dalam taman indah yang bernama nikah.

Masalahnya, bagaimana keindahan taman itu jika ikatannya terjalin di saat muda. Muda usia, muda pengalaman, muda pendidikan, dan muda penghasilan. Saat itulah terjadi pertarungan yang lumayan sengit: antara idealita dengan realita. Antara cita-cita tinggi dengan kenyataan hidup yang mesti dilakoni. Dan pertarungan itulah yang kini dialami Jaka.

Dua tahun sudah calon bapak ini mengarungi bahtera rumah tangganya. Seribu satu suka dan duka ia nikmati bersama isteri tercintanya. Kadang ia berkesimpulan bahwa nikah itu anugerah indah. Sedemikian indahnya, sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Tapi, tak jarang kesimpulan sebaliknya bisa hinggap. Jaka juga kerap berkesimpulan bahwa nikah merupakan perjuangan yang teramat berat.

Awalnya, bayang-bayang indah pernikahan lebih dominan dari perjuangannya. Walau baru setahun lulus sekolah menengah atas, Jaka sudah punya tekad bulat: “Saya harus nikah, insya Allah!” Dan, tekad itu benar-benar menggulir walau mesti melalui rel yang tidak mulus.

Mungkin, banyak pihak di sekitar Jaka yang geleng-geleng kepala. Ada apa dengan anak ini? Apa ia tergolong hiper seks. Atau, jangan-jangan sudah terjadi kecelakaan. Atau…? Masih banyak lagi dugaan yang tidak enak didengar oleh seorang Jaka yang juga aktivis rohis di sekolahnya.

Dan yang tidak kalah sengitnya adalah orang tua Jaka sendiri. Ayah ibunya bingung. Kok, anak saya jadi begini. Apa ini pengaruh dari ajaran rohis? Orang tua Jaka yakin seratus persen kalau Jaka tidak mungkin melakukan penyimpangan. Jangankan hubungan gelap, hubungan terang saja tak pernah diperlihatkan Jaka. Boro-boro dua-duaan, ketemu wanita saja Jaka sudah alergi: pandangannya tertunduk, wajahnya pucat, tubuhnya banjir keringat. Lalu?

“Saya bertekad nikah karena ingin segera dapat surga dunia dan akhirat,” jawab Jaka tenang. Kontan saja, kedua orang tua Jaka tertegun. Hampir tak ada celah buat menjegal tekad Jaka. Sejak SMP, Jaka memang sudah rajin dagang. Ia memang bukan tipe anak yang suka berlidung di balik kantong orang tua. Semua biaya sekolahnya hampir seratus persen mengucur dari kocek sederhananya. Termasuk, biaya buat walimahan.

Saat itu, tak ada bayang-bayang pun yang melintas di benak Jaka kecuali keindahan. Betapa sejuknya hati ketika menatap senyum isteri. Betapa semangatnya hidup ketika cinta tak pernah redup. Betapa tenangnya pandangan mata ketika syahwat tak lagi terpenjara. Dan, betapa mantapnya iman ketika nafsu tak lagi gampang dipermainkan setan.

Berlangsunglah masa-masa indah kehidupan Jaka. Hari berganti hari dan bulan pun menjumpai tahun. Ternyata, hidup tak selamanya penuh pesona wewangian taman bunga. Ada kalanya hidup penuh bara api dan asap tebal yang menyesakkan. Idealita sering tak cocok dengan realita. Dan nada-nada itulah yang kini bersenandung mengiringi keluarga Jaka.

Bisnis serabutannya tak lagi lancar seperti dulu. Ada saja masalahnya. Madu yang biasa dilakoni Jaka kurang diminati pelanggan. Pedagang koran pun mulai bertebaran. Kian banyak saingan di sektor ini. Sementara, biaya kuliahnya kian naik. Biaya kontrak rumah pun mulai melonjak. Isteri mulai ngidam. Tubuhnya lemas, perutnya mual-mual, kepalanya sering pusing-pusing. Tentu saja, sang isteri tak lagi sempurna menunaikan urusan rumah tangga dan kampus. Apalagi mencari penghasilan sampingan.

Mulailah irama ketidakstabilan mengiringi hidup Jaka. Konflik pun kian bermunculan. Seperti saat ini saja, Jaka bingung mau pinjam duit ke siapa lagi. Bulan lalu sudah pinjam ke teman kampus. Minggu lalu pinjam ke teman pengajian. Sementara, kebutuhan terus mengalir dan tak kenal penundaan. Ke orang tua?

Ini yang paling dijaga Jaka. Seberat apa pun beban hidup, Jaka tak mau berurusan dengan orang tua. Ia bukan ragu tentang kemurahan orang tuanya. Bukan juga takut. Tapi, Jaka tak mau kalau idealismenya luntur hanya karena soal makan. Terlebih setelah Jaka janji tak mau ngerepotin orang tua.

Kadang, suasana kejepit seperti itu menumbuhkan bayang-bayang masa lalu. “Kamu yakin nggak akan menyesal, Jaka?” pertanyaan-pertanyaan ibunya dua tahun lalu tak jarang menggoda ketegarannya. Kenapa nggak selesai kuliah dulu. Kenapa nggak cari kerja yang enak dulu.Kenapa nggak beli rumah dulu.

“Benarkah saya menempuh rute jalan yang salah?” sebuah pertanyaan menukik tajam ke lubuk hati Jaka. Ah, benarkah? Sikap tegar Jaka kian sengit bertarung dengan kegelisahannya. Kadang tegar menguasai keadaan. Dan tak jarang, gelisah menyetir suasana. Dalam pertarungan imbang itu, sikap kritis Jaka kerap menjadi penengah. Mestikah roda hidup selalu bergulir secara seri dan linier? Tidakkah mungkin ada lompatan-lompatan?

Ketegarannya mulai menguasai keadaan. Masih kuat dalam benak Jaka kisah teladan Rasul dan para sahabat. Sebuah fragmen hidup masa lalu yang tak kunjung kering dari air pelajaran. Siapa yang mengira kalau seorang penggembala yatim bisa menjadi pemimpin besar umat ini. Siapa yang menyangka kalau seorang budak, Bilal bin Rabbah, bisa tampil menjadi pemimpin yang disegani. Siapa yang menyana kalau seorang budak buangan, Zaid bin Haritsah, bisa melahirkan seorang panglima perang yang ditakuti.

Hidup memang perjuangan. Suka dan duka pasti akan menjambangi setiap manusia. Tak peduli apakah manusia itu menganggap hidup sebagai perjuangan atau tempat bersantai. Jaka tersadar dengan keadaannya. Kini, bukan saatnya lagi mempersoalkan halte hidup yang telah terlewati. Ada dua resep yang akan ditebus Jaka: hadapi hidup apa adanya, dan jangan coba-coba lari dari kenyataan perjuangan.

Kesusahan dan kemudahan tak ubahnya seperti dua muka kepingan uang logam. Satu sama lain tak akan berpisah jauh. Bersama kesusahan ada kemudahan. Sungguh, bersama kesusahan ada kemudahan. Kesusahanlah yang menguatkan bahwa menikah itu perjuangan. Dan kemudahan, insya Allah, kian menguatkan warna-warni indahnya pernikahan.
Andre Tauladan

Anak Zaman Sekarang (Mayoritas)

-Pacarnya sakit khawatir tpi Ibunya sakit cuek

-Pacarnya Ulang tahun di kadoin tpi Ibunya Ulang tahun BOMAT

-Pacarnya belum makan di ingetin tpi Ibunya belum makan biasa aja

-Pacarnya marah sedih tpi Ibunya marah balas marah

-Btuh pacar setiap waktu tapi butuh Ibu klo ada Maunya

Tapi klo lagi begini:

-Lagi sakit Manggil IBU
-Lagi sedih ke IBU
-Di marahin ayah ngadu ke IBU
-Minta apa saja bilangnya ke IBU

-Giliran IBU meninggal baru NANGIS!!!

BY:GUS ULIL
Andre Tauladan

Minggu, 08 Juli 2012

Seperti Apakah Orang Yang Dinamis Itu?

jenis kepribadian

Carilah di sekeliling Anda di kantor, di toko, di lingkungan tempat tinggal, di rumah atau di mana saja Anda berada; orang yang paling bersemangat, paling kreatif, paling bahagia yang dapat anda temukan; dan Anda akan melihat seorang yang dinamis.

Seorang yang dinamis memiliki banyak kemampuan, suasana hati (mood) dan bakat. Ia tidak mau mengikat pikirannya dengan satu gagasan, proyek, pikiran atau pendapat untuk waktu yang lama. Ia tetap bebas, suka mengangani beberapa proyek sekaligus. Makin rumit problem yang dihadapinya, makin menyenangkan untuk dipecahkan. Ia menghindari hal-hal rutin seakan-akan lubang kubur. Ia adlah orang yang di belakang meja yang mencoret-coret sehelai kertas; atau pemilik rumah makan yang mencoba sebuah resep baru; wartawan yang mengajak istrinya menoonton sandiwara Shakespeare; akuntan yang pergi berkemah bersama keluarganya; atau nyonya rumah yang berteriak, "Ganyang Wasitnya!" dalam sebuah pertandingan bola.

Seorang yang dinamis ialah seorang yang selalu ingin tahu. Ia ingin tahu alasan segala sesuatu, tidak peduli apakah itu urusannya atau bukan. Ia ingin tahu bagaimana cara barang itu dibuat, terbuat dari apa, siapa yang membuatnya, dan apa yang menyebabkannya bekerja. Ia mengumpulkan fakta seperti orang lain mengumpulkan perangko. Ia tidak pernah merasa cukup. Ia ingin mempelajari bidang-bidang dan minat baru, membaca artikel atau buku baru, menonton atau mendengarkan program baru. Ia senang mempelajari keterampilan baru, bertemu dengan orang-orang baru, dan pergi ke tempat-tempat asing. ia besedia mencoba apa saja, paling tidak satu kali.

Ia BERHENTI, bila ia merasa bahwa ia bergerak terlalu cepat dalam kehidupan ini, sehingga tidak dapat meluangkan waktu untuk menjadi seorang yang lebih dinamis dan menarik. Ia berhenti untuk memperhatikan matahari tenggelam atau awan yang tebentuk indah atau menolong seseorang memecahkan problem. Ia behenti, tetapi hanya untuk memperbarui semangatnya. Ia tidak suka menunda-nunda sesuatu.

Ia MELIHAT, ke kanan dan ke kiri dan juga ke depan. Ia menyadari bahwa pandangannya hanya terbatas oleh kemampuannya untuk membuka matanya terus. Ia memandangsebuah lukisan untuk mengetahui apa yang ingin dikatakan si seniman; ia memandang orang-orang di sekitarnya untuk mengetahui apa yang dapat dipelajarinya dari mereka.

Ia MENDENGARKAN orang-orang yang lebih tua dan bijaksana daripada dirinya untuk menarik manfaat dari pengalaman mereka yang berharga. Ia mendengarkan orang-orang yang lebih muda karena dari mereka ia dapat menemukan kebenaran yang begitu jelas, tetapi mungkin diabaikan selamanya oleh dunia orang dewasa. Ia mendengarkan si tukang mimpi, salesman yang ulung, orang yang marah, yang sakit hati dan terutama yang kesepian. Ia mendengarkan kerabat dan teman-temannya. Ia mendengarkan orang yang bodoh dan membosankan, karena seperti yang dikatakan ahli filsafat "Mereka, juga mempunyai kisah mereka sendiri untuk kita dengarkan."

Seorang yang dinamis adalah orang yang selalu gelisah. Ada berjuta-juta hal yang dihasilkan oleh pikirannya yang subur untuk dicapainya,dan ia tahu bahwa ia harus bekerja giat untuk menyelesaikan semua itu. Bila dibiarkan memilih ia lebih suka mempunyai waktu daripada uang, karena ia tahu bahwa waktu adalah jauh lebih berharga.

Ia suka mengolah gagasan-gagasan, kadang-kadang dengan tujuan yang pasti, kadang-kadang hanya iseng belaka. Walau mungkin mendapat kesenangan lebih besar dengan mengolahnya saja. Ia suka melontarkan, mengatur kembali, menggabungkan, menghapus, menimbun, menguraikan, melempar, menangkap, menenggelamkan, membagi dua, mempersatukan atau memulas gagasan. Ia tertarik kepada kegagalan seperti juga kepada sukses, karena dari kegagalan ia juga mempelajari suatu pengetahuan.

Seorang yang dinamis mengadkan pendekatan dengan kesederhanaan anak-anak. Ia antusias tentang segalah sesuatu yang baru dilihatnya. Ia tidak menyukai kepura-puraan untuk memblokir atau menolak gagasan. Ia menghadapi problem dan gagasan baru tanpa memperdulikan segala rintangan dan bersedia berbuat apa saja untuk menelaahnya sendiri, daripada menmbiarkan orang lain memberikan keterangan yang terselaput oleh keterbatasan serta prasangka mereka. Pikirannya selalu terbuka kepada siapa saja, khususnya orang yang paling disukainya, anak yang masih kecil.

Seorang yang dinamis adalah orang yang bebas. Ia tidak selalu memegang peraturan yang sama. Kadang ia suka menyendiri. Ia menyukai orang-orang (dan mereka menyukainya), tetapi ia tidak pernah benar-benar menjadi bagian dari mereka. Ia kadang tidak mengikuti pertandingan sepakbola atau bahkan pertemuan penting, hanya sekedar untuk merenung di suatu tempat yang jauh dari kesibukan dan tekanan tugas rutin.

Ia bebas tetapi tidak keras kepala. Ia menghargai pendapat orang lain, tetapi ia memilih proyek dan tujuannya tanpa terlalu mempertimbangkan pendapat-pendapat itu. Ia tahu bahwa jika mereka yang mengatur dunia, hanya akan ada sedikit sekali penemuan. Seorang yang dinamis ialah seorang yang percaya kepada kemampuannya untuk memecahkan problem dan mencapai tujuan. Biasanya ia seorang yang keras hati.

Seorang yang dinamis kaya akan daya khayal dan penemuan. Ia memiliki kegemaran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru, atau mendolong seseorang menciptakannya. Ia senang memecahkan problem dengan cara atau metode yang lebih baik atau mengubah sesuatu yang dimilikinya untuk mengerjakan pekerjaannya. Seorang yang dinamis ialah seorang yang penuh dedikasi. Ia sungguh-sungguh menyukai pekerjaannya, kehidupannya, lingkungan hidupnya; dan ia mencurahkan banyak waktu, energi serta kemampuan untuk menjadikannnya suatu bagian dari dirinya sendiri. Ia ahli dalam bidang yang disukainya dan ia berusaha keras untuk mempertahankan posisinya.

Seorang yang dinamis menetapkan tujuan, cita-cita dan gagasan seawal mungkin. Mula-mula ia belajar percaya kepada dirinya, kemudian kepada gagasan dan tujuannya. Ia tekun dan menaruh perhatian besar kepada segala sesuatu, tetapi khususkya kepada keluarga, lingkungan tempat tinggal, teman-teman, negara dan agamanya. Seorang yang dinamis menetapkan prioritas. Ia sadar bahwa ia tidak dapat melakukan segala hal sekaligus, karena itu ia mengatur dirinya dan orang-orang yang bekerja untuk dia, serata yang disekelilingnya agar mengutajakan ahl0hal yang perlu diutamakan. Ia bukan seorang yang mengatur waktu dengan ketat, tetapi ia menghargai waktu sepantasnya.

Seorang yang dinamis biasanya keras kepala. Ia tidak menyerah dan mati-matian mempertahankan gagasan atau tujuannya. Jika ia merasa saatnya sudah tiba, ia menggerakan bumi dan langit serta hampir semua orang di sekitarnya untuk meyakinkan mereka akan nilai sesuatu. Tetapi jika ia menyadari bahwa saatnya belum tiba, ia akan membekukan hal itu selama beberapa bulan, atau tahun; tetapi ia tidak pernah menyerah. Ia adalah orang yang menarik. Ia menyenangkan untuk diajak berbicara karena ia mempunyai banyak bahan percakapan. Menyenangkan untuk berada di dekat orang seperti dia karena semangatnya memancar ke mana-mana. Menyenangkan untuk bekerja dengan atau bagi dia, karena ia membuat semuanya tampak bertujuan dan berharga.

Lihatlah di sekitar anda, dan anda akan mengetahui bahwa Anda dikelilingi oleh orang yand inamis, wlaupun banyak di antara mereka tidak menyadari kenyataan itu.

Sekarang lihatlah ke cermin. Apakah Anda melihat seseorang yang sangat dinamis sedang memandang anda kembali? Kebetulan yang aneh bukan? Seorang yang dinamis ialah orang seperti Anda!!!

Dikutip dari buku "13 Langkah Menuju Kepribadian Yang Dinamis"

Minggu, 26 Februari 2012

Tua-Tua Berotot

Tak ada kata terlambat untuk belajar. Tak ada kata tua untuk berlatih, selalu ada kesempatan untuk bisa lebih baik. Menjadi lebih baik dalam berbagai hal, salah satunya kesehatan. Normalnya manusia yang mendekati usia 50 tahun, keadaan fisiologisnya akan berangsur-angsur menurun. Oleh karena itu banyak lansia (lanjut usia) yang mulai tidak aktif beraktifitas, hal ini akan berpengaruh pada keadaan psikologisnya, diantaranya menjadi minder karena merasa tidak berguna.

Tetap menjadi manusia yang kuat di usia lanjut menjadi suatu kebanggaan tersendiri, karena setidaknya akan terhindar dari satu masalah psikologis seperti yang saya sebutkan di atas. Berikut ini daftar lansia yang punya keinginan kuat untuk terus berlatih sehingga keadaan fisik mereka berbeda dibandingkan lansia pada umumnya.

Dr. Jeffry Life
Dr. Jeffry Life
Usia 60 tahun (kiri) Usia 59 tahun (kanan)
Pada umurnya yang ke-59 (1997) setelah 30 tahun ia berkarir sebagai dokter keluarga, ia merenung. Dr. Life merasa kualitas kesehatannya amat jauh menurun. Dengan perut buncit dan kelebihan berat badan, susah bernapas serta otot dan persendian yang terus menerus terasa sakit, ia lalu memikirkan untuk mengubah kondisi tersebut.

Sebuah artikel di majalah telah membuatnya bertekad untuk mengubah segalanya, pola makan, pola istirahat dan olahraga secara teratur. Dr. Life melakukan low-fat diet, tidak pernah lagi begadang sampai pagi, bangun secara teratur di pagi hari, melakukan olahraga dibawah bimbingan seorang PT (private trainer) dan minum suplement vitamin.

Hasilnya pada tahun 1998, pada umurnya yang ke-60 (kira-kira hanya 12 minggu) setelah ia merenung dan bertekad mengubah hidupnya, Dr. Life menjadi pemenang utama (Grand Champion) dalam Bill Phillip’s 1998 Body-for-LIFE ! Hanya dalam 12 minggu telah terjadi transformasi luar biasa . (annunaki)

Jeffry Life

Tsutomu Tosuka

Tsutomu Tosuka

Pada umumnya ketika menginjak usia 70-an para lansia lebih suka duduk-duduk santai, sambil mengingat-ingat masa mudanya dulu. Tetapi seorang lansia asal Jepang, Tsutomu Tosuka, membuktikan bahwa tak ada kata "terlalu tua" untuk mempunyai tubuh yang kuat.

Kamis, 02 Februari 2012

Surat Untuk Calon Menantu

surat calon menantu
Duhai gadis, yg baru ku kenal.

Tahukah kau, dia putraku, lahir dr rahim suciku, kupertaruhkan hidupku u memilikinya, anak kesayanganku yg sepanjang hidupnya ku besarkan dgn segenap rasa cintaku..

Tangan renta ini yg mengankat tubuh mungilnya, menyuapinya, menyeka air matanya, dan memeluknya dlm dekapanku..

Duhai gadis, tahukah kau betapa besar rasa cintaku padanya? Bahkan aku tak mampu membayangkan bila ada yg merebutnya dr dekapku..

Tahukah kau gadis? Betapa bangga ku rasakan ketika dia mulai beranjak dewasa? Menatapnya tumbuh mjadi laki2 tegap dan tampan.. Seulas senyumnya mengingatkanku pd senyuman ayahnya yg sgt ku cinta..

Betapa hati ini terus diliputi rasa bangga dan buncahan cinta padanya.. Kebangganku.. Putraku..

Berbagai prestasi dia ukir dan memahatnya bangga tak terperi dalam lubang rasaku.. Dan ku slalu mrasa puas menyebutnya putraku..

Tak sdktpun dia prnh mengecewakanku.. Tak pernah..

Gadis, tahukah kau, betapa haru hatiku, ketika ku melihat perubahannya, mencoba mengenal Diennya lebih dalam dr yg kami ajarkan padanya.. Dia menjadi laki2 sejati, laki2 yg dirindukan syurga.. Aku smakin sayang padanya. Putraku, kini yg malah mengajarkanku bnyk hal.. Mendakatxku padaNya, pada Rabbku yg slama ini ku kenal dg sederhana krn kebodohanku. Tp ku tak malu, mamun sebaliknya, aku smakin bangga pdnya.. Putraku, cahayaku..

Namun, smua rasa itu berubah mjadi takut, cemas dan khawatir..

Ketika dia mnyampaikan pdku keinginannya. Dia ingin menyempurnakan agamanya..

Yah.. Dia ingin membngun rumah tangganya sendiri..

Dan, dia telah memilih, kaulah gadis beruntung itu..

Gadis, tahukah kau? Betapa cemburuku padamu? Yah, aku sgt takut kehilangan putra kesayanganku. Takut kau merebut smua perhatiannya dariku. Takut kbradaanmu, memalingkannya dariku.. Kau akan merebutnya, dan aku cemburu..

Namun, kmbli ku sadari, putraku tak akan memilih wanita sembarang.. Ku yakin kau punya kelebihan yg membuatnya memilihmu, dan ku mulai menata hatiku..

Duhai gadis pilihan putraku..

Ku harap kau memiliki tangan yg lbh lembut dariku, krn ku tak mau kau melukai putraku..

Ku harap kau mpunyai senyum yg lebih sejuk dariku.. Krena kelak, dia akan dtg padamu dalam tiap galaunya, u mencari ketenangan..

Ku harap, kau memiliki pelukan yg lbh hangat dariku.. Krn ku ingin hatinya selalu damai dlm dekapanmu..

Ku harap, kau mempunyai tutur kata yg seindah embun, krn ku tak ingin dia mendengar kata2 kasar dlm hidupnya..

Duhai gadis pilihan putraku.. Jadilah anakku.. Agar tak pernah ku mrasa kehilangan putraku krn kehadiranmu..

Jadilah sahabatku.. Agar kau dpt mencurahkannya rasamu padakku kelak..

Jadilah rekanku.. Agar bersama2 qt membahagiakan laki2 yg sama2 qt cintai..

Untukmu gadis pilihan putraku.. Selamat datang d istana kami.. Penuhilah dgn cinta dan kasih.. Semoga kau bahagia mjadi bagian dari kami..

Padamu gadis pilihan putraku.. Akupun akan mencintaimu..

^_^

Rabu, 25 Januari 2012

10 Jenggot (Janggut) Unik



Janggut adalah rambut yang tumbuh pada daerah dagu, pipi, dan leher pria. Rambut di daerah di atas bibir kadang juga dikelompokkan sebagai "janggut" walaupun secara spesifik lebih sering disebut kumis. Ilmu yang mempelajari janggut disebut pogonologi. Sepanjang sejarah, pria berjanggut telah diasosiasikan dengan berbagai atribut seperti bijaksana, maskulin, atau berstatus tinggi, tapi kadang juga diasosiasikan sebagai kurang rapi atau eksentrik. Nah, gimana kalo jenggot itu dibentuk sedemikian rupa hingga terlihat unik? Sampaikan pendapatnya lewat kolom komentar. Berikut ini adalah 10 Jenggot Unik yang saya dapat dari 9gag.com dan saya crop sendiri.

Jenggot Unik 1Jenggot Unik 2Jenggot Unik 3Jenggot Unik 4Jenggot Unik 5Jenggot Unik 6Jenggot Unik 7Jenggot Unik 8Jenggot Unik 9Jenggot Unik 10

Ada yang minat untuk menyaingin 10 Jenggot unik ini? Hehehe..

Kamis, 12 Januari 2012

Galeri Foto Bai Fang Li

Terkait dengan artikel Tukang Becak Penyumbang Ratusan Juta Rupiah, ini galeri tentang Bai Fang Li. Saya cuma punya segini. kalo ada tambahan, sertakan linknya di form komentar.

  • Bai Fang Li sedang menghitung pendapatannya
  • Entah apa yang ditunjuknya
  • Bai Fang Li dengan kerabatnya
  • Orang-orang yang simpati terhadap Bai Fang Li
  • Menyeka keringat di wajah
  • Terbaring di Rumah Sakit

Sumbangan Ratusan Juta Dari Tukang Becak

Harta kadang membuat seseorang lupa diri. Ketika dia kaya, dia tidak pernah peduli kepada orang miskin. Merasa paling hebat, dan mampu membeli segalanya. Keinginan untuk membantu yang kurang mampu hampir tidak ada. Apalagi kalau miskin, jangankan untuk membantu orang lain, yang ada harta orang lain diambil. Begitulah kenyataan umum dalam kehidupan manusia.

Tetapi artikel ini, akan sedikit memberi tahu kita, bahwa ada orang yang miskin, yang mau peduli pada kehidupan orang lain. Namanya Bai Fang Li, seorang tukang becak di China. Bai Fang Li berbeda.  Hidupnya sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya tinggi. Pergi pagi pulang malam mengayuh becak mencari penumpang yang bersedia menggunakan jasanya. Ia tinggal di gubuk sederhana di Tianjin, China.

Bai Fang Li Bai Fang Li
Gambar Bai Fang Li saat sedang bekerja.

Ia hampir tak pernah beli makanan karena makanan ia dapatkan dengan cara memulung. Begitupun pakaiannya. Apakah hasil membecaknya tak cukup untuk membeli makanan dan pakaian? Pendapatannya cukup memadai dan sebenarnya bisa membuatnya hidup lebih layak. Namun ia lebih memilih menggunakan uang hasil jerih payahnya untuk menyumbang yayasan yatim piatu yang mengasuh 300-an anak tak mampu.

Tersentuh
 Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6 tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat upah dari para ibu yang tertolong jasanya.

Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat sampah untuk makannya. Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk mengisi perutnya. Ketika ia tanya, ternyata si anak tak mau mengganggu uang hasil jerih payahnya itu untuk membeli makan. Ia gunakan uang itu untuk makan kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana mereka tinggal. Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya entah di mana.

Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya tersentuh. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu di mana di sana ada ratusan anak yang diasuh. Sejak itu Bai Fang Li mengikuti cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya untuk kehidupan sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim piatu tersebut.

Tak Menuntut Apapun
Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya. Pada tahun 2001 usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih. Ia bilang pada pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi mengayuh becak karena kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa sumbangan terakhir sebanyak 500 yuan atau setara dengan Rp 675.000. 

 
Bai Fang Li sedang sakit

Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000 yuan atau setara dengan Rp 472,5 juta. Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu kalau selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut. Tahun 2005, Bai Fang Li meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.

 
Pemakaman Bai Fang Li

Melihat semangatnya untuk menyumbang, Bai Fang Li memang orang yang luar biasa. Ia hidup tanpa pamrih dengan menolong anak-anak yang tak beruntung. Meski hidup dari mengayuh becak (jika diukur jarak mengayuh becaknya sama dengan 18 kali keliling bumi), ia punya kepedulian yang tinggi yang tak terperikan.(kaskus)

Hikmah : Kekayaan yang dikuasai hawa nafsu, kemiskinan yang dikuasai hawa nafsu, biasanya membawa kehancuran, tapi kemiskinan atau kekayaan yang disertai kedermawanan, akan membawa kebahagiaan. Secara fisik Bai Fang Li sudah mati, tapi sosok dermawannya, selalu hidup di hati anak-anak yang disantuninya. (Andre Tauladan)

Jumat, 02 Desember 2011

Kisah 4 Bayi Yang Berbicara

Kisah bayi yang dapat berbicara berdasarkan hadits-hadits dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

 http://happynature.files.wordpress.com/2011/04/baby1.jpg

 1. Isa bin Maryam alaihissalam.
2. Bayi dalam kisah Juraij si ahli ibadah.
3. Bayi yang sedang bersama ibunya.
4. Bayi yang akan dilempar ke dalam api.

Adapun 3 bayi yang pertama, tersebut dalam hadits Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau telah bersabda:

“Tidak ada bayi yang dapat berbicara ketika masih berada dalam buaian kecuali tiga bayi:

(1) Isa bin Maryam, Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa". Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!" Jibril berkata: "Demikianlah. Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan." Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan". Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini". Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina", maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?" Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (Maryam: 16-34)

(2) dan bayi dalam perkara Juraij.” Juraij adalah seorang laki-laki yang rajin beribadah. Ia membangun tempat peribadatan dan senantiasa beribadah di tempat itu. Ketika sedang melaksanakan shalat sunnah, tiba-tiba ibunya datang dan memanggilnya; ‘Hai Juraij! ‘ Juraij bertanya dalam hati; ‘Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, melanjutkan shalatku ataukah memenuhi panggilan ibuku? ‘ Akhirnya ia pun meneruskan shalatnya itu hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya. Keesokan harinya, ibunya datang lagi kepadanya sedangkan Juraij sedang melakukan shalat sunnah.

Kemudian ibunya memanggilnya; ‘Hai Juraij! ‘ Kata Juraij dalam hati; ‘Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, memenuhi seruan ibuku ataukah shalatku? ‘ Lalu Juraij tetap meneruskan shalatnya hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya. Hari berikutnya, ibunya datang lagi ketika Juraij sedang melaksanakan shalat sunnah. Seperti biasa ibunya memanggil; ‘Hai Juraij! ‘ Kata Juraij dalam hati; ‘Ya Allah, manakah yang harus aku utamakan, meneruskan shalatku ataukah memenuhi seruan ibuku? ‘ Namun Juraij tetap meneruskan shalatnya dan mengabaikan seruan ibunya. Tentunya hal ini membuat kecewa hati ibunya. Hingga tak lama kemudian ibunya pun berdoa kepada Allah; ‘Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia mendapat fitnah dari perempuan pelacur! ‘ Kaum Bani Israil selalu memperbincangkan tentang Juraij dan ibadahnya, hingga ada seorang wanita pelacur yang cantik berkata; ‘Jika kalian menginginkan popularitas Juraij hancur di mata masyarakat, maka aku dapat memfitnahnya demi kalian.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun meneruskan sabdanya: ‘

Maka mulailah pelacur itu menggoda dan membujuk Juraij, tetapi Juraij tidak mudah terpedaya dengan godaan pelacur tersebut. Kemudian pelacur itu pergi mendatangi seorang penggembala ternak yang kebetulan sering berteduh di tempat peribadatan Juraij. Ternyata wanita tersebut berhasil memperdayainya hingga laki-laki penggembala itu melakukan perzinaan dengannya sampai akhirnya hamil. Setelah melahirkan, wanita pelacur itu berkata kepada masyarakat sekitarnya bahwa; ‘Bayi ini adalah hasil perbuatan aku dengan Juraij.’ Mendengar pengakuan wanita itu, masyarakat pun menjadi marah dan benci kepada Juraij.

Kemudian mendatangi rumah peribadatan Juraij dan bahkan menghancurkannya. Selain itu, mereka pun bersama-sama menghakimi Juraij tanpa bertanya terlebih dahulu kepadanya. Lalu Juraij bertanya kepada mereka; ‘Mengapa kalian lakukan hal ini kepadaku? ‘ Mereka menjawab; ‘Kami lakukan hal ini kepadamu karena kamu telah berbuat zina dengan pelacur ini hingga ia melahirkan bayi dari hasil perbuatanmu.’ Juraij berseru; ‘Dimanakah bayi itu? ‘

Kemudian mereka menghadirkan bayi hasil perbuatan zina itu dan menyentuh perutnya dengan jari tangannya seraya bertanya; ‘Hai bayi kecil, siapakah sebenarnya ayahmu itu? ‘ Ajaibnya, sang bayi langsung menjawab; ‘Ayah saya adalah si fulan, seorang penggembala.’ Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: ‘Akhirnya mereka menaruh hormat kepada Juraij. Mereka menciuminya dan mengharap berkah darinya. Setelah itu mereka pun berkata; ‘Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu ini dengan bahan yang terbuat dari emas.’ Namun Juraij menolak dan berkata; ‘Tidak usah, tetapi kembalikan saja rumah ibadah seperti semula yang terbuat dari tanah liat.’ Akhirnya mereka pun mulai melaksanakan pembangunan rumah ibadah itu seperti semula.

(3) Dan bayi ketiga, Ada seorang bayi sedang menyusu kepada ibunya, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang gagah dan berpakaian yang bagus pula. Lalu ibu bayi tersebut berkata; ‘Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah anakku ini seperti laki-laki yang sedang mengendarai hewan tunggangan itu! ‘ Ajaibnya, bayi itu berhenti dari susuannya, lalu menghadap dan memandang kepada laki-laki tersebut sambil berkata; ‘Ya Allah ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! ‘ Setelah itu, bayi tersebut langsung menyusu kembali kepada ibunya.

Abu Hurairah berkata; ‘Sepertinya saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan susuan bayi itu dengan memperagakan jari telunjuk beliau yang dihisap dengan mulut beliau.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meneruskan sabdanya: ‘Pada suatu ketika, ada beberapa orang yang menyeret dan memukuli seorang wanita seraya berkata; ‘Kamu wanita tidak tahu diuntung. Kamu telah berzina dan mencuri.’ Tetapi wanita itu tetap tegar dan berkata; ‘Hanya Allah lah penolongku. Sesungguhnya Dialah sebaik-baik penolongku.’ Kemudian ibu bayi itu berkata; ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu! ‘ Tiba-tiba bayi tersebut berhenti dari susuan ibunya, lalu memandang wanita tersebut seraya berkata; ‘Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah aku sepertinya! ‘

Demikian pernyataan ibu dan bayinya itu terus berlawanan, hingga ibu tersebut berkata kepada bayinya; ‘Celaka kamu hai anakku! Tadi, ada seorang laki-laki yang gagah dan menawan lewat di depan kita, lalu kamu berdoa kepada Allah; ‘Ya Allah, jadikanlah anakku seperti laki-laki itu! Namun kamu malah mengatakan; ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! Kemudian tadi, ketika ada beberapa orang menyeret dan memukuli seorang wanita sambil berkata; ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu! ‘ Tetapi kamu malah berkata; ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu! ‘ Mendengar pernyataan ibunya itu, sang bayi pun menjawab; ‘Sesungguhnya laki-laki yang gagah itu seorang yang sombong hingga aku mengucapkan; ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! ‘ Sementara wanita yang dituduh mencuri dan berzina itu tadi sebenarnya adalah seorang wanita yang shalihah, tidak pernah berzina, ataupun mencuri. Oleh karena itu, aku pun berdoa; ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu!” (HR. AL-Bukhari no. 3181 dan Muslim no. 4626)

(4) Sementara bayi keempat tersebut dalam hadits Shuhaib bin Sinan radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Dulu, sebelum kalian ada seorang raja, ia memiliki tukang sihir, saat tukang sihir sudah tua, ia berkata kepada rajanya: ‘Aku sudah tua, kirimlah seorang pemuda kepadaku untuk aku ajari sihir.’ Lalu seorang pemuda datang padanya, ia mengajarkan sihir kepada pemuda itu. (Jarak) antara tukang sihir dan si raja terdapat seorang rahib. Si pemuda itu mendatangi rahib dan mendengar kata-katanya, ia kagum akan kata-kata si rahib itu sehingga bila datang ke si penyihir pasti dipukul, Pemuda itu mengeluhkan hal itu kepada si rahib, ia berkata: ‘Bila tukang sihir hendak memukulmu, katakan: ‘Keluargaku menahanku, ‘ dan bila kau takut pada keluargamu, katakan: ‘Si tukang sihir menahanku.’ Saat seperti itu, pada suatu hari ia mendekati sebuah hewan yang besar yang menghalangi jalanan orang, ia berkata, ‘Hari ini aku akan tahu, apakah tukang sihir lebih baik ataukah pendeta lebih baik.’ Ia mengambil batu lalu berkata: ‘Ya Allah, bila urusan si rahib lebih Engkau sukai dari pada tukang sihir itu maka bunuhlah binatang ini hingga orang bisa lewat.’ Ia melemparkan batu itu dan membunuhnya, orang-orang pun bisa lewat. Ia memberitahukan hal itu kepada si rahib.

Si rahib berkata: ‘Anakku, saat ini engkau lebih baik dariku dan urusanmu telah sampai seperti yang aku lihat, engkau akan mendapat ujian, bila kau mendapat ujian jangan menunjukkan padaku.’ Si pemuda itu bisa menyembuhkan orang buta dan berbagai penyakit. Salah seorang teman raja yang buta lalu ia mendengarnya, ia mendatangi pemuda itu dengan membawa hadiah yang banyak, ia berkata: ‘Sembuhkan aku dan kau akan mendapatkan yang aku kumpulkan disini.’ Pemuda itu berkata: ‘Aku tidak menyembuhkan seorang pun, yang menyembuhkan hanyalah Allah, bila kau beriman padaNya, aku akan berdoa kepadaNya agar menyembuhkanmu.’ Teman si raja itu pun beriman lalu si pemuda itu berdoa kepada Allah lalu ia pun sembuh.

Teman raja itu kemudian mendatangi raja lalu duduk didekatnya. Si raja berkata: ‘Hai fulan, siapa yang menyembuhkan matamu? ‘ Orang itu menjawab: ‘Rabbku.’ Si raja berkata: ‘Kau punya Rabb selainku? ‘ Orang itu berkata: ‘Rabbku dan Rabbmu adalah Allah.’ Si raja menangkapnya lalu menyiksanya hingga ia menunjukkan pada pemuda itu lalu pemuda itu didatangkan, Raja berkata: ‘Hai anakku, sihirmu yang bisa menyembuhkan orang buta, sopak dan kau melakukan ini dan itu.’ Pemuda itu berkata: ‘Bukan aku yang menyembuhkan, yang menyembuhkan hanya Allah.’ Si raja menangkapnya dan terus menyiksanya ia menunjukkan kepada si rahib. Si raja mendatangi si rahib, rahib pun didatangkan lalu dikatakan padanya: ‘Tinggalkan agamamu.’ Si rahib tidak mau lalu si raja meminta gergaji kemudian diletakkan tepat ditengah kepalanya hingga sebelahnya terkapar di tanah. Setelah itu teman si raja didatangkan dan dikatakan padanya: ‘Tinggalkan agamamu.’ Si rahib tidak mau lalu si raja meminta gergaji kemudian diletakkan tepat ditengah kepalanya hingga sebelahnya terkapar di tanah.

Setelah itu pemuda didatangkan lalu dikatakan padanya: ‘Tinggalkan agamamu.’ Pemuda itu tidak mau. Lalu si raja menyerahkannya ke sekelompok tentaranya, raja berkata: ‘Bawalah dia ke gunung ini dan ini, bawalah ia naik, bila ia mau meninggalkan agamanya (biarkanlah dia) dan bila tidak mau, lemparkan dari atas gunung.’ Mereka membawanya ke puncak gunung lalu pemuda itu berdoa: ‘Ya Allah, cukupilah aku dari mereka sekehendakMu.’ Ternyata gunung mengguncang mereka dan mereka semua jatuh. Pemuda itu kembali pulang hingga tiba dihadapan raja. Raja bertanya: ‘Bagaimana kondisi kawan-kawanmu? ‘ Pemuda itu menjawab: ‘Allah mencukupiku dari mereka.’ Lalu si raja menyerahkannya ke sekelompok tentaranya, raja berkata: ‘Bawalah dia ke sebuah perahu lalu kirim ke tengah laut, bila ia mau meninggalkan agamanya (bawalah dia pulang) dan bila ia tidak mau meninggalkannya, lemparkan dia.’ Mereka membawanya ke tengah laut lalu pemuda itu berdoa: ‘Ya Allah, cukupilah aku dari mereka sekehendakMu.’ Ternyata perahunya terbalik dan mereka semua tenggelam. Pemuda itu pulang hingga tiba dihadapan raja, raja bertanya: Bagaimana keadaan teman-temanmu? ‘

Pemuda itu menjawab: ‘Allah mencukupiku dari mereka.’ Setelah itu ia berkata kepada raja: ‘Kau tidak akan bisa membunuhku hingga kau mau melakukan yang aku perintahkan, ‘ Raja bertanya: ‘Apa yang kau perintahkan? ‘ Pemuda itu berkata: ‘Kumpulkan semua orang ditanah luas lalu saliblah aku diatas pelepah, ambillah anak panah dari sarung panahku lalu ucapkan: ‘Dengan nama Allah, Rabb pemuda ini.’ Bila kau melakukannya kau akan membunuhku.’ Akhirnya raja itu melakukannya. Ia meletakkan anak panah ditengah-tengah panah lalu melesakkannya seraya berkata: ‘Dengan nama Allah, Rabb pemuda ini.’ Anak panah di lesakkan ke pelipis pemuda itu lalu pemuda meletakkan tangannya ditempat panah menancap kemudian mati. Orang-orang berkata: ‘Kami beriman dengan Rabb pemuda itu.’

Kemudian didatangkan kepada raja dan dikatakan padanya: ‘Tahukah kamu akan sesuatu yang kau khawatirkan, demi Allah kini telah menimpamu. Orang-orang beriman seluruhnya.’ Si raja kemudian memerintahkan membuat parit di jalanan kemudian disulut api. Raja berkata: ‘Siapa pun yang tidak meninggalkan agamanya, pangganglah didalamnya.’ Mereka melakukannya hingga datanglah seorang wanita bersama anaknya, sepertinya ia hendak mundur agar tidak terjatuh dalam kubangan api lalu si bayi itu berkata: ‘Ibuku, bersabarlah, sesungguhnya engkau berada diatas kebenaran.“ (HR. Muslim no. 5327)

sumber

Senin, 12 September 2011

Tanda-tanda Kehancuran Masyarakat Barat

 
Firman Allah Azza wajalla:
ومن أعرض عن ذكري فإن له معيشة ضنكا ونحشره يوم القيامة أعمى
“Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingatKu, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit dan Kami bangkitkan dia pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (Thaha 124)
Siapa saja yang mengamati kehidupan masyarakat Barat, apalagi mereka yang tinggal lama di sana dan tidak larut dalam kehidupan Barat, akan mengetahui bahwa masyarakat tersebut sedang mengalami krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.
Mereka tengah berjalan menuju arah keruntuhan dan kehilangan fondasi kemanusiaan. Itu disebabkan karena mereka tenggelam dalam arus materialisme sebagai Tuhan baru di dunia Barat. Nilai-nilai Robbani tercabut dari hati manusia yang tidak hidup di atas hidayah. Mereka akhirnya hidup dalam kegelapan yang mencekam. Berjalan sebisanya, kadang membentur ke kanan dan ke kiri. Persis seperti manusia mabuk dan sempoyongan.
Berikut ini beberapa fenomena kehancuran kehidupan masyarakat Barat yang penting dicermati:
Anjing sahabat setia
Sudah menjadi kultur masyarakat Barat, akrab dengan hewan yang namanya anjing. Berbagai jenis anjing mereka pelihara sesuai dengan selera masing-masing. Sepintas lalu, orang terkagum-kagum pada masyarakat Barat dalam soal yang satu ini. Mereka menilai bahwa ini merupakan kemajuan masyarakat Barat yang sayang kepada hewan.
Sesungguhnya, penilaian seperti ini muncul karena tidak menelusuri jalan hidup mereka dengan dunia yang serba gemerlap dengan materialisme. Keterikatan mereka pada anjing sudah sedemikian rupa sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa 'No life without dog' (tak ada kehidupan tanpa anjing). Padahal untuk memelihara anjing di sana, memerlukan biaya yang tak sedikit. Daging yang dikonsumsi anjing mereka lebih mahal dari daging yang dimakan manusia.
Jika kita amati lebih mendalam, kita akan dapati bahwa keakraban mereka dengan anjing adalah salah satu malapetaka kemanusiaan yang dialami insan Eropa, dimana mereka sudah tak percaya lagi bersahabat dengan manusia. Bahkan tidak percaya pada anak sendiri.
Mereka merasa lebih percaya kepada anjing daripada manusia. Mereka lebih mau memelihara anjing dan hidup bersama anjing daripada hidup serumah dengan anak atau suami. Jadi memelihara anjing adalah pelarian alias frustrasi pada manusia.
Kenapa? Karena dari pengalaman hidupnya, mereka merasakan hidup bersama dengan manusia, hanya menimbulkan banyak persoalan yang tidak sederhana, baik dengan pasangan hidup maupun anak keturunan sendiri. Yang didapat bukan ketenangan, justru kesengsaraan. Inilah krisis kemanusiaan di Barat.

Berapa banyak orang-orang berusia tua tinggal bersama anjingnya di rumah. Anjing itu betul-betul menjadi teman hidup. Bahkan dibawa tidur bersama. Ini karena kultur di Barat, anak-anak yang sudah besar tidak mau tinggal bersama orang tuanya. Orangtua tinggal sendiri di rumahnya. Anak-anaknya tinggal terpisah dengan keluarganya sendiri, di luar kota atau dalam satu kota.
Penulis sering sekali menjumpai nenek (kira-kira di atas 70 tahun) yang berjalan naik kereta sendirian berkunjung ke rumah anaknya yang tinggal di kota lain. Akibat kesepian seperti ini, orang yang sudah berusia lanjut merasa sedih dan kesepian tinggal sendirian.
Grandpa_2
Secara materi, orang-orang tua yang sudah tidak bekerja lagi memang mendapatkan santunan (benefit) dari negara yang cukup untuk keperluan hidupnya. Tetapi, ada aspek lain dari hidupnya yang tak terpenuhi, yaitu kejiwaan dan ruhiyahnya.
Sesungguhnya, batin mereka berontak. Hati mereka merindukan hidup dengan anak dan cucunya. Namun itu tak mungkin terjadi dalam kultur mereka. Inilah yang menyebabkan pelarian kerinduan kepada binatang seperti anjing.

Kenapa harus anjing? Itu juga pertanyaan menarik. Karena hewan ini memang memiliki unsur kesetiakawanan yang baik dengan tuannya. Jadi, si nenek tadi mencurahkan kasih sayangnya kepada anjing, karena ia tidak dapat mencurahkannya kepada manusia, sekalipun itu anak atau cucunya sendiri.
Ada yang lebih parah dari itu, anak menitipkan orangtuanya di Panti jompo, bersama orang-orang tua lanjut usia lainnya. Panti ini dibayar dan di sana ada pegawai yang bekerja melayani dan menjaga mereka. Kalau di antara mereka ada yang mau ke toilet, ada yang menuntun. Kalau mau mandi, ada yang memandikan. Kalau ingin sesuatu, ada yang melayaninya. Tetapi apakah dengan begini, batin mereka terpuaskan? Tidak. Jelas tidak.
Program di Panti itu, ialah senam dan musik yang sesungguhnya bukan membantu menenangkan jiwa, tetapi justru menambah keruh pikiran mereka. Apa yang mereka butuhkan, tidak sesuai dengan apa yang mereka dapatkan. Kadang pikiran kita bertanya-tanya, kenapa begitu teganya seorang anak menitipkan orangtuanya di Panti jompo? Apakah ia tidak merasa bahwa orang tua seperti itu membutuhkan kasih sayang anak?
Sekedar kelakar, tapi ini bisa juga merupakan hakikat sebenarnya, bahwa dulu waktu si ibu masih muda, ia punya anak atau bayi yang masih kecil. Ia titipkan buah hati dan kesayangannya ke penitipan anak. Saat anak masih bayi sedang merindukan kasih sayang ibu, tetapi karena tuntutan dunia dan mengejar materi, sang ibu tega meninggalkan anaknya di penitipan.
Apa yang terjadi setelah waktu berlalu puluhan tahun? Maka pada saat si ibu sudah tua renta, giliran ia dititipkan oleh anaknya di Panti Jompo. Jadi impas (seri), bukan? Na'zu billah min zalik. Sesuatu yang harusnya tidak boleh terjadi, jika manusia berada di atas jalan Hidayah.
love-islam
Rasul Saw pernah bersabda :
من لا يرحم لا يرحم
Barangsiapa yang tidak mengasihani, ia tidak dikasihani.
Dan sabda Beliau Saw:
ارحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء
“Sayangilah orang yang ada di bumi, niscaya kamu disayangi oleh yang ada di langit”.
Membalas kasih orang tua
Firman Allah Subhanah wata’ala:
وقضى ربك ألا تعبدوا إلا إياه وبالوالدين إحسانا إما يبلغن عندك الكبر أحدهما أو كلاهما فلا تقل لهما أف ولا تنهرهما وقل لهما قولا كريما.
“Dan Robbmu telah menetapkan agar kamu tidak menyembah kecuali hanya Dia, dan kepada dua orangtuamu berbuat baiklah. Jika salah seorang dari mereka sudah lanjut usia atau kedua-duanya, maka janganlah engkau katakan padanya ‘Ah’, dan jangan bersuara keras kepada mereka, dan ucapkanlah perkataan yang mulia.” (Al-Isra’:23)
Berbeda total dengan pandangan hidup Barat, Islam menanamkan rasa kasih sayang kepada anak sejak ia masih kecil. Ibu mencurahkan kasih sayangnya kepada bayinya, dengan menyusui, mengurus dan membesarkan. Waktu si Ibu memang dihabiskan untuk mengurus anaknya. Bahkan penderitaan sudah dirasakan ibu sejak janin dalam kandungan.
Firman Allah Swt.
حملته أمه وهنا على وهن وفصاله في عامين.
(ia dikandung oleh ibunya dalam penderitaan demi penderitaan, dan memisahnya dalam usia dua tahun).
Ketika si ibu sudah tua, maka anaknya yang sudah dewasa gantian ingin membalas jasa si ibu. Giliran Ibunya diurus oleh si anak. Ibu tinggal menumpang di rumah anaknya, hidup bersama cucu-cucunya. Ketawa dan gembira bersama mereka.
Bila sakit, ia dirawat oleh anaknya. Ketika terasa jenuh di rumah anak yang satu, ia pindah ke anak yang lain. Ia diperlakukan sama oleh anak dan cucunya yang lain. Ia disambut, dilayani dan diurus oleh anak dan cucunya.
Mereka bersama-sama menghambakan dirinya kepada Allah Swt. Betapa indahnya hidup di bawah naungan ajaran Islam. Andaikan orang di luar Islam mengetahuinya, niscaya mereka akan cemburu pada ajaran mulia ini.
Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk mulia, seharusnya menjadi sahabat dan teman untuk menjalankan hidup sesama komunitas manusia, saling membantu, menolong, saling bertukar pikiran, bahkan saling menunjang untuk mencapai tujuan hidup mengabdi kepada Allah Robbul alamin.
Manusia seharusnya mencari temannya sesama manusia, bukan saling menjauhi.
Di masyarakat barat, anjing diperlakukan seperti manusia, layaknya teman, diajak bicara, diperintah, dititipi pesan, dan seterusnya. Mereka mengasuhnya seperti mengasuh anak, dimandikan, dikasih makanan. Bahkan, daging yang dimakan anjing, tidak sembarangan. Ada standar khusus, harganya lebih mahal dari harga daging biasa yang dikonsumsi manusia.
Anjing harus dibawa berjalan keluar rumah sampai 3 kali sehari. Jika tidak, ia mengalami stress. Anjing dimandikan, dibawa tidur, mendampingi tuannya terus menerus, hingga dibawa piknik, naik mobil, kereta, dan tiketnya dibelikan khusus, dihitung sebagai penumpang.
Ini semua merupakan fenomena kehancuran kemanusiaan di Barat. Manusia tidak percaya lagi kepada anaknya, dia lebih suka membesarkan dan merawat anjing dari merawat anaknya. Ini juga merupakan bukti bahwa manusia membutuhkan makhluk yang hidup bersama dengannya. Ketika makhluk itu tidak didapatkan dari jenis manusia, anjing pun tak mengapa sebagai penggantinya. La hawla wala quwwata illa billah.
Gereja kosong

     
  St. George - inside
Fenomena lain yang tak kalah mengherankan di barat ialah kosongnya tempat ibadah (gereja). Gereja hanya dikunjungi untuk tiga acara, pertama kelahiran anak, kedua ketika seseorang menikah, dan yang terakhir, ketika ada yang meninggal. Selain itu mereka tidak lagi datang ke gereja.
Gereja mirip museum, tempat peninggalan benda-benda tua bersejarah. Yang datang ke gereja, jikapun ada, hanyalah kakek-kakek dan nenek-nenek tua bertongkat dan jalan terpapah-papah.
Ini menunjukkan insan barat sudah meninggalkan agamanya secara massal. Jika kalangan mudanya ditanya, “What is your religion?” (apakah agama Anda?). Mereka menjawab : 'football’ (bola kaki).
Mereka meninggalkan gereja, karena agamanya dirasakan tidak memberi kepuasan bagi hidup mereka dan tidak lagi mereka butuhkan. Hal itu seiring dengan arus materialisme yang semakin deras di barat, arus hedonisme yang makin kencang.
Manusia disibukkan dengan kegiatan mengejar uang dan memburu materi untuk kesenangan hidup atau untuk memenuhi kebutuhan hidup. Semakin banyak tuntutan hidup yang dibutuhkan, semakin menuntut kerja keras untuk membayar kebutuhan itu. Mulai dari sewa rumah yang sangat tinggi, misalnya di London, kawasan pinggiran saja besarnya sewa rumah sekitar £1000 sebulan.
Begitu pun dengan kebutuhan transport, makanan, pakaian, perhiasan, pendidikan, piknik, dst, menyebabkan manusia harus habis-habisan berjuang mendapatkan pembayar kebutuhan hidup itu.
Lain lagi kesenangan syahwat dan hawa nafsu yang semakin menyebabkan mereka meninggalkan agamanya. Karena mahalnya living cost di negara-negara barat, sehingga mendorong mereka untuk hidup dengan pasangannya tanpa ikatan pernikahan.
Menurut mereka, nikah mememunculkan tuntutan-tuntutan dan kewajiban. Sementara, mereka tidak ingin diikat dengan kewajiban, namun hawa nafsunya terlampiaskan dengan lawan jenis yang berpandangan serupa. Akhirnya mereka menemukan pasangan hidup yang sejalan dengan pola pikirnya, lalu merekapun hidup serumah tanpa ikatan pernikahan. Saling memuaskan dan tidak saling memberatkan.
Kekeluargaan yang rapuh
Sungguh memilukan, ikatan kekeluargaan di barat sangat rapuh. Perceraian gampang terjadi. Salah satu yang mendorong mereka untuk hidup kumpul kebo, adalah rapuhnya kehidupan berumah tangga. Jika terjadi perselisihan di antara satu pasangan lelaki dan perempuan, maka mereka dengan mudah saja bubar. Lelaki pergi ke utara dan perempuannya ke selatan. Tinggal angkat koper saja.
Adapun jika mereka menikah secara resmi dengan perjanjian yang disahkan oleh negara, maka ketika terjadi perpecahan, harta yang mereka cari akan dibagi dua, seperti rumah, kendaraan dan lain sebagainya. Urusannya juga tak gampang, berhubungan dengan pengadilan dan seterusnya.
Bahkan mereka yang resmi menikahpun, sering melakukan perjanjian tertulis, tentang jumlah anak yang disepakati. Bahkan, ada juga yang sama-sama berjanji untuk tidak punya anak. Jadi secara umum, kultur masyarakat barat masa sekarang ini cenderung tidak menginginkan anak. Kalaupun mau, sangat mereka batasi, cukup satu atau maksimal dua.
Pikiran mereka ini didasarkan pada ideologi pragmatis dan individualis. Dengan punya anak, seseorang akan merasa direpotkan. Mulai anak itu dalam kandungan, ketika lahir, kemudian membesarkannya, menyekolahkannya, sampai anak tersebut beranjak dewasa.
Mereka menganggap kehidupan seperti itu sungguh merepotkan. Sementara mereka tidak mau repot. Merasa enjoy hidup sendiri. Memasak untuk sendiri, bekerja untuk dinikmati sendiri, lapar tanggung sendiri. Kalaupun mereka punya pasangan, pasangan itupun memiliki visi serupa juga.
Demikianlah mereka hidup. Bandingkan dengan Islam yang memandang pernikahan sebagai sarana meraih ketenangan, damai dan kemesraan. Firman Allah Swt:
ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون.
“Di antara tanda-tanda kebesaranNya, Ia menjadikan untuk kamu dari dirimu pasangan agar kamu mendapatkan ketenangan darinya. Dan Ia menjadikan di antara kamu kasih sayang dan belas kasihan. Sesunggunya dalam demikian itu terdapat ayat bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Ruum: 21)
Lalu pada masa yang akan datang, akan tiba waktunya kepunahan populasi orang Eropa. Sebab mereka yang hidup sekarang, tidak diteruskan oleh generasi penggantinya. Alhamdulillah, alladzi hadana ilal Islaam. (Segala puji bagi Allah yang menunjuki kita hidup di dalam Islam).
****
 sumber : Eramuslim

Selasa, 06 September 2011

Ditinggal Pacaran, Balita Tewas di Kolam Renang

Minggu, 04/09/2011 01:01 WIB

SRAGEN—Nasib malang menimpa Fadli (3). Balita asal Sanggrah RT 1 RW I, Jambangan, Gundi, Grobogan itu ditemukan tewas mengambang di Kolam Renang Kwangen Indah Sambirejo, Gemolong, Sabtu (3/9) pukul 15.15 WIB. Tragisnya, bocah mungil itu tenggelam saat ditinggal pamannya, Dwianto (20) berpacaran sehingga lepas dari pantauan.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, menyebutkan insiden nahas itu bermula ketika bocah laki-laki itu diajak oleh Dwianto untuk berlibur Lebaran dengan bermain air di Kolam Renang Kwangen Indah. Saat itu, Dwianto membawa serta satu teman yang tak lain adalah pacarnya. Semula korban sempat diajari berenang dan dipandu untuk berenang di kolam yang dangkal. Kebetulan pengunjung sore kemarin lumayan padat, hingga kolam penuh oleh anak-anak. Melihat keponakannya riang dan berenang bersama anak-anak lain, muncul niat Dwianto untuk berdua dengan kekasihnya.
Menurut penuturan pengelola kolam, Bambang Irawan, paman korban memang terlihat berpacaran dengan temannya di dekat kamar ganti. Di saat ditinggal berduaan itulah, si bocah diduga nyelonong ke kolam yang lebih dalam sebelum akhirnya ditemukan mengambang. Mengetahui keponakannya tenggelam, Dwianto sempat panik. Bocah malang itu kemudian dibawa ke RS Yakssi Gemolong namun sudah tidak tertolong.
Kapolres Sragen AKBP IB Putra melalui Kasubag Humas AKP Mulyani mengatakan berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

Sumber : Disini

Sabtu, 11 Juni 2011

Malam Minggu (Artikel Propaganda)

Sebelum ke artikel inti, saya ingin menyajikan beberapa berita negatif dengan malam minggu. 

Berita 1
Malam Minggu Ajang Mesum Tiga Pasangan

"...Informasinya sebelum digerebek, Mus membawa masuk seorang gadis ke dalam toko menjelang tengah malam. Bahkan sampai dinihari, tidak juga keluar dari TKP hingga mengundang kecurigaan sejumlah pengintai.
“Usai menerima informasi dari warga, ada satu pasangan diduga berkhalwat sudah diamankan warga, mengindari amuk massa, ke duanya langsung kami amankan ke kantor...."
  
Berita 2
Gadis ABG nyaris digilir berasalan

"...Upaya kebiadaban pelaku terhadap MM berawal ketika ia diajak lima pemuda yang belum lama dikenalnya untuk menikmati suasana malam Minggu. Tak curiga, pelajar kelas I SMP ini mau saja diajak pergi.Rupanya ia diajak ke tepi danau. Di tempat ini pula, MM dipaksa menenggak minuman keras (miras)..."
  
Berita 3
Malam Minggu Jadi Tempat Kencan 

"...Mereka yang datang adalah pasangan muda, insan berlainan jenis. Sayangnya, lokasi yang dianggap sakral ini malah dimanfaatkan hal yang tidak-tidak. “Malah sering dijadikan tempat janjian atau kencan para anak muda,” ujar Jojon, pengelola TPU ini ketika ditemui Radar, kemarin.
Biasanya, orang lebih banyak takut ketimbang berani nongkrong sampai malam-malam di areal pemakaman. Namun, kata Jojon, hal itu sudah tak berlaku lagi bagi segelitir kawula muda yang berpasangan...."
Itulah sedikit berita negatif dari malam minggu. Kenapa saya membuat artikel tentang malam minggu? Karena banyaknya status di situs jejaring sosial Facebook yang berkaitan dengan malam minggu. Entah itu yang kesepian karena tidak kencan, entah itu yang malam malam minggu kelabu, dsb.  Lantas apa yang salah jika seseorang ingin bermalam minggu? Tidak ada yang salah dengan malam minggu, yang salah adalah kegiatan malam minggu itu, yang sebenarnya pada malam-malam lain pun tidak jarang dilakukan.

Ada orang yang memasang status "malam minggu sepi" atau kalimat sejenis. Entah kenapa hanya malam minggu saja yang dijadikan spesial? Sedangkan jika di malam lain dengan keadaan yang sama (sepi) jarang sekali ada orang yang memasang status seperti itu (misalnya, malam selasa sepi, dsb).

Setiap waktu (masa) adalah sama. Setiap orang punya waktu 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Begitu juga hitungan lainnya (detik dan menit). Bagi seorang muslim waktu harus benar-benar dihargai. Karena tidak ada satu pun makhluk-Nya yang bisa memutar balik waktu bahkan memperlambat pun tidak ada yang bisa. 

Bagi seorang muslim, penggunaan waktu dengan baik sangatlah diutamakan. Seperti yang dinyatakan dalam Al-Qur'an dan Hadits.
Dalam surat al-‘Ashr, Allah swt. berfirman: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian.
Ingatlah pesan Nabi Muhammad saw: “Jadilah engkau di dunia ini seperti seorang musafir atau bahkan seperti seorang pengembara. Apabila engkau telah memasuki waktu sore, janganlah menanti datangnya waktu pagi. Dan apabila engkau telah memasuki waktu pagi, janganlah menanti datangnya waktu sore. Ambillah waktu sehatmu (untuk bekal) waktu sakitmu, dan hidupmu untuk (bekal) matimu.” (H.R. Bukhari). (link)
 Dalam Al Qur'an maupun hadist, (saya) tidak menemukan satu pun keutamaan malam minggu. Tapi justru mereka yang menunggu malam minggu, adalah orang islam (di Indonesia mayoritas Islam). Mereka menunggu malam minggu karena ada istilah "malam minggu malam yang panjang". Malam panjang karena, pada hari selanjutnya adalah hari libur. Lalu, "malam yang panjang" itu oleh kebanyakan pemuda-pemudi dipakai untuk berkencan / pacaran / dating. Bahkan dalam melakukannya banyak yang pergi tanpa izin dari orang tua. 

Sebetulnya baik dengan izin atau tanpa izin orang tua pun tetap saja buruk. Jika orang tua mengizinkan, maka orang tua bertanggung jawab pada apapun yang terjadi pada anaknya pada malam itu. Jika orang tuanya tidak mengizinkan, maka orang tua juga tetap harus menerima jika ada "apa-apa" pada anaknya. Dan berita tentang peristiwa buruk yang terjadi antara dua orang yang berlainan jenis tidaklah sedikit. 

Lalu bagaimanakah seharusnya seseorang melalui malam minggu? Agar terhindar dari hal-hal buruk? Berikut ini ada sedikit saran dari saya.
Sedikit Saran
Gunakan "malam panjang" itu untuk beristirahat. Kebanyakan orang menggunakan malam minggu untuk refreshing melepas kepenatan dari hari-hari sebelumnya. Lantas jika malam minggu digunakan untuk bergadang, kapan istirahatnya?

Berkumpul dengan keluarga. Pada hari-hari biasa kebanyakan orang tua yang masih aktif bekerja akan merasa lelah di waktu malam. Sebagian besar pegawai libur pada hari Sabtu. Maka gunakanlah malam hari untuk bisa berkumpul bersama keluarga. Jika di hari biasa tidak bisa berkumpul dengan keluarga, dan malam minggu para pemuda pergi untuk kencan, lantas bagaimana orang tua bisa dekat dengan anak?

Evaluasi. Evaluasi adalah hal yang sangat baik untuk membuat rencana kegiatan di pekan selanjutnya. Seseorang yang memiliki manajemen waktu yang baik, harus tahu, kegiatan apa yang telah dilakukannya pekan ini? Berapa persen kegiatan yang bermanfaat? Berapa persen kegiatan yang tidak bermanfaat. Sehingga tahu apa yang harus dilakukan pekan depan agar seluruh waktunya efektif.
Hargailah waktu dengan baik. Karena waktu bukan berputar, tapi terus maju. Malam panjang juga sangat baik untuk beribadah, berdo'a kepada Allah, bersyukur atas waktu yang telah diberi, meminta maaf atas segala dosa yang telah dilakukan dalam sepekan itu, meminta bimbingan kepada Allah, agar pekan depan bisa lebih baik. Dengan begitu tidak akan ada malam minggu kelabu. Insya Allah. Allahu 'alam.

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. (Q.S Al Furqon : 62)

Minggu, 20 Februari 2011

Sujiwo Tejo - Demokrasi (lirik)

Mohon maaf, ternyata saya salah posting,, yang ini lirik dari lagu "demokrasi" bukan  "doa di kerja". Saya akan coba carikan lirik dari lagu yang dimaksud.

Hello bloggers, 
Sekarang-sekarang ini saya lagi suka banget dengerin lagu-lagunya Mbah Sujiwo Tejo. Saya bagi-bagi liriknya aja ya,,, Lagunya? Pesen sendiri ke Mbah,, hehe,,,

G: Guru, M: Murid
G: Duh bocah ayu tutwuria lagu kang mau
M: Kawulo nuwun punopo kang mekaten
G: E lha… lha kok beda
M: Pundi to kang benten
G: Bedane swarane pungkase kowe ora ngene
G: Coba baleni nulad lagu kang mau kae
M :Kawula nuwun punapa kang mekaten
G: Ee.. Lha mekso beda
M: Pundi to pundi to ingkang taksih benten
G: Bedane pungkasane kowe ora ngene
G: Sepisan baleni lagu kang pungkasan
M: Kawula nuwun punapa kang ngaten
G: E tobil jebule kowe mekso beda
M: Kawula nuwun ingkang benten sinten
G: Sliramu kang beda…
Koor: Hip ho! Ha hip ho! Hip ho! Ha hip ho!
Solo.
G: E… lha kae neng awang-awang keh mega-mega
Yen… tak sawang beda-beda swara ora ala malah becik
Nadyan kowe beda
Kula nyuwun duka
Ora uasah nyuwun duka…
G: Duh bocah bagus tutwuria lagu kang mau
M: Kawulo nuwun punopo kang mekaten
G: E lha… lha kok beda
M: Pundi to kang benten
G: Bedane swarane pungkase kowe ora ngene
G: Coba baleni nulad lagu kang mau kae
M :Kawula nuwun punapa kang mekaten
G: Ee.. Lha mekso beda
M: Pundi to pundi to ingkang taksih benten
G: Bedane pungkasane kowe ora ngene
G: Sepisan baleni lagu kang pungkasan
M: Kawula nuwun punapa kang ngaten
G: E tobil jebule kowe mekso beda
M: Kawula nuwun ingkang benten sinten
G: Sliramu kang beda…

Ya,, memang bahasa jawa, saya sendiri nggak terlalu ngerti per kata, cuma ngerti intinya aja,, hehe,, 
yang mau jadi follower Mbah Sujiwo Tejo, silakan twit, @sudjiwotedjo,,
Jangan lupa komen  Facebook Happy Smiley FaceFacebook Happy Smiley FaceFacebook Happy Smiley Face

Jumat, 07 Januari 2011

Kasih Ibu Sepanjang Masa

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu."

Kalimat di atas adalah salah satu ayat yang ada dalam Al Qur'an, masih banyak ayat lain yang menerangkan betapa berartinya seorang ibu dalam kehidupan seseorang. Kasih sayang dari seorang ibu tidak akan habis sepanjang masa. Seorang ibu tidak akan pernah tega melihat anaknya merasa kelaparan atau kesakitan. Banyaknya artikel, puisi, lagu, dan berbagai karya lainnya yang dibuat sebagai penghargaan atas kebaikan seorang ibu. Melalui postingan ini, saya ingin berbagi sebuah lagu dalam bahasa jawa. Saya suka lagu ini karena lagu ini bergenre rap atau hip hop yang dipandang sebagai aliran lagu anak berandalan atau anak nakal lainnya. Tapi di lagu ini kisah yang diceritakan sangat mengangkat derajat seorang ibu, menunjukkan bakti dari seorang anak kepada ibunya. Saya sendiri yang hanya mengerti sedikit tentang bahasa jawa bisa sampai nangis dengerin lagu ini, apalagi kalau yang mengerti bahasa jawa.


Selamat Mendengarkan. Jangan lupa kasih komentar ya...

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates