Senin, 08 Desember 2014

Betapa tuduhan itu sangat mudah diutarakan

Teman, pernah dengar istilah "maling teriak maling"? Jika pernah, pasti tahu apa artinya. Tapi sekarang ini istilahnya semakin bervariasi. Misalnya, "teroris teriak teroris", atau "penjahat teriak penjahat".
Tulisan ini khusus untuk muslim yang mau berfikir.

Ramai di masyarakat tuduhan bahwa ISIS adalah teroris. Bila ada orang yang mendukung ISIS lalu dituduh pendukung teroris. Tapi coba kita berfikir.Teroris artinya orang atau kelompok yang melakukan teror. Teror sendiri berarti sesuatu yang meresahkan dan membuat takut masyarakat. Lalu, eror seperti apa yang dilakukan ISIS terhadap masyarakat Indonesia? Tidak ada kan? Kita di sini justru diteror, ditekan, ditakut-takuti oleh pemerintah kita sendiri. Jadi, teroris sebenarnya di negara kita adalah pemerintah kita sendiri.

Anda muslim? Mari berfikir. Pemerintah semakin menekan rakyat dengan berbagai cara. Salah satunya menaikkan harga BBM yang buntutnya akan meningkatkan kriminalitas. Sekarang belum sampai buntut, masih kepala. Supir angkutan umum lebih 'beringas' di jalanan. Alasan utama mereka adalah 'kejar setoran'. Hal itu membuat penumpang atau pengguna jalan lain berada dalam bahaya. Okelah jika ada yang berkata 'supir angkot mah dari dulu emang gitu'. Memang, tetapi sekarang mereka lebih 'gitu', karena jika pendapatannya sama dengan dulu, saat ini tidak akan mencukupi kebutuhan mereka. Sering juga penumpang dimarahi supir karena masalah ongkos.

Kriminalitas di negeri kita juga merupakan bentuk teror pemerintah. Pencuri, perampok, pembunuh, dsb dihukum dengan hukuman yang tidak seberapa. Setelah bebas dari penjara mereka kembali ke tengah masyarakat dengan kemungkinan melakukan kejahatan lagi. Kita juga pasti tahu kan ada beberapa oknum yang justru sengaja melindungi para kriminal. Sudah menjadi rahasia umum bahwa tukang parkir liar (banyak di antara mereka adalah preman) pasti memberikan setoran ke oknum aparat. Termasuk pungli di tempat ramai, itu pasti ada setorannya ke oknum. Kita tahu bahwa illegal logging itu berbahaya bagi lingkungan, menimbulkan ancaman longsor. Tetapi kita juga tahu ada pelaku illegal logging yang bekerjasama dengan oknum aparat. Adalagi beberapa kasus pemerasan oleh oknum juga. Misalnya, ketika melapor tentang kehilangan kendaraan ada oknum yang meminta uang jika ingin dicarikan. Jadi, orang berada dalam kondisi "sudah jatuh tertimpa tangga". Aparat yang diharapkan dapat membantu justru menambah kesulitan.

Belum lagi kerusakan moral anak-anak dan remaja yang seolah tidak diperhatikan oleh pemerintah. Suatu saat mereka akan menjadi orang dewasa. Dikhawatirkan mereka akan menjadi generasi penerus para kriminal. Anak SMP, SMA, pacaran di berbagai tempat. Apakah para orang tua tidak takut terjadi 'apa-apa' dengan anak mereka? Kita sering menemui berbagai kasus pemerkosaan bahkan oleh anak SMP. Itulah teror nyata yang dilakukan secara tidak langsung oleh pemerintah. Dengan kata lain, jika pemerintah memang peduli dan melakukan langkah-langkah pencegahan (mis. melarang pacaran) orang tua pun akan merasa tenang dan tidak takut.

Berapa banyak orang yang semakin sengsara oleh 'kebijakan yang tidak bijak' dari pemerintah? Ingat juga akibat yang ditimbulkan oleh koruptor kita. Jatah orang miskin sering diembat. Jadi, tak perlulah takut oleh ISIS yang tidak melakukan apa-apa terhadap kita. Apalagi sampai membuat tuduhan teroris. Kita berada di tengah teror pemerintah selama ini tapi tidak sadar. Ingat, tuduhan teroris kepada umat islam itu asalnya dari orang kafir. Jangan sampai kita menjadi bagian dari orang kafir yang justru menjadi musuh islam.
Andre Tauladan

Minggu, 07 Desember 2014

Agar tidak serampangan mengimplementasikan jihad

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


Tulisan ini saya publikasikan untuk merespon pernyataan orang ini. Tulisan ini dibuat sebagai bentuk kehati-hatian agar ketika menemui pernyataan dari seseorang kita mau memikirkan terlebih dahulu. Dengan demikian, pernyataan orang tersebut akan membuat kita semakin rajin  beribadah dan bersemangat untuk berjihad dengan memperbaiki ibadah kita. Namun, syarat dan ketentuan berlaku. Syarat dan ketentuannya akan saya bahas di sini.

link status 

Apa yang disampaikan orang ini memang baik. Tetapi jika kita memahami lebih lanjut, tujuannya adalah menggembosi semangat jihad. Persis seperti yang disampaikan oleh Sh. Khalid Yasin, seorang ulama Amerika. Yang disampaikan olehnya sangat logis dan dapat diterima oleh akal.

Hal pertama yang ingin saya tekankan. Orang ini salah satu dari sekian banyak yang menganggap bahwa jihad hanya di Palestina.

Mari kita bahas.
Orang ini mengatakan agar kita tidak serampangan mengimplementasikan jihad. BENAR! Kita jangan serampangan. Namun, di negeri sekuler yang sangat anti dengan syari'at islam semacam Indonesia, apakah kita akan belajar tentang jihad kepada ulama su'u yang sudah menjadi budak para thaghut? Ketika thaghut penguasa melarang rakyat melawannya padahal dia berbuat zhalim, ulama su'u pun akan mengikuti perintahnya dan akhirnya rakyat akan terus berada di bawah pemerintahan zhalim dan jauh dari syariat Allah.

Para saudara kita yang telah berhijrah, pergi ke syam untuk bergabung dengan mujahidin. Sedangkan kelompok mujahidin di sana bukan orang yang serampangan mengamalkan jihad. Untuk terlibat dalam jihad, mereka diseleksi dan dibina dalam hal aqidah, akhlak, dan ilmu islam lain yang esensial. Apakah belum pernah sampai ke telinga orang ini pernah ada seorang amir di sana yang diberhentikan hanya karena ucapan yang tidak pantas kepada orang tua? Apakah tidak sampai juga kepadanya gambar-gambar mujahidin yang sedang shalat atau tilawah? Ataukah orang ini memiliki akses yang terbatas untuk membuka internet sehingga tidak tahu bagaimana pendidikan anak-anak di daulah islam? Saya rasa tidak.

Shalat yang bolong, tahajud yang jarang, tilawah yang 'edan eling', dan berbagai keburukan kita di negara ini dalam hal beragama tidak pernah menjadi 'beban pikiran' pemerintah. Bahkan, pemerintah cenderung membawa rakyatnya ke arah yang sekuler. Sederhanyanya, di negara ini dosa didukung, ibadah diterlantarkan. Sehingga, ketika seseorang tidak melakukan ibadah, berbuat dosa, orang itu akan cuek karena tidak ada yang mengingatkannya kecuali ustadz yang dekat dengannya, itu pun belum tentu berpengaruh. Peluang untuk berbuat dosa di negara ini sangat besar. Acara tv yang vulgar, kesempatan yang lebar untuk korupsi atau riba, juga minuman keras, rokok, dan narkoba sangat mudah didapat. Pacaran bisa bebas, pezina dipenjara sampai dibebaskan tetap dipuja, pencuri yang tertangkap dipenjara lalu setelah bebas bisa mencuri lagi. Andaikan seseorang sadar dan mau bertobat, dalam hitungan jam, hari, atau bulan dia bisa terjebak lagi dalam dosa.

Akan berbeda halnya jika kita berada di lingkungan mujahidin, khususnya yang memiliki 'kuasa' pemerintahan. Dalam hal ini contoh yang paling real adalah Daulah Islam ( IS / ISIS ). Di wilayah daulah islam, tidak akan ditemui orang yang sedang berpacaran, gambar-gambar vulgar, minuman keras, atau hal lain yang memudahkan seseorang berbuat dosa. Syari'at islam benar-benar ditegakkan. Bahkan sampai hal kecil pun ada hukumannya. Baru-baru ini diberitakan sebuah toko ditutup selama dua hari karena pemiliknya meninggalkan shalat berjama'ah. Masyarakat didakwahi tentang cara shalat, mengaji, aturan jual beli, akhlak kepada orang lain, dan aturan islam lainnya. Jika kita berada di tempat seperti itu untuk berbuat dosa akan sangat sulit, ibadah akan terjaga. Bukankan kita sama-sama tahu hadits nabi tentang sifat seseorang yang tergantung lingkungannya?

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Selama kita berada di lingkungan semacam Indonesia saat ini, sampai kapan kita akan dapat terlibat dalam Jihad yang orang ini katakan sebagai puncak agama? Kasihan sekali umat Islam yang ada di Indonesia yang tidak akan pernah merasakan nikmatnya mencapai puncak agama. Apakah kita akan berada di siklus beribadah-berbuat dosa-tobat, beribadah-berbuat dosa-tobat dan begitu seterusnya? Apakah kita tidak akan menyesal jika kita meninggal di tengah lingkungan penolak syari'at Allah tanpa sempat bertobat? Apakah kita tidak menginginkan adanya orang yang selalu mengingatkan ketika kita berbuat dosa?
Saya katakan juga TIDAK!

Orang ini mengatakan bahwa isu ISIS ini adalah pengalihan isu untuk menutupi kekalahan israel. Okelah, jika memang ini pengalihan isu. Tetapi, izinkan saya mengatakan bahwa ini adalah kabar gembira bagi umat muslim. Karena di belahan bumi lain, ada sekelompok orang yang sedang berusaha mengembalikan kejayaan Islam. Saat sebagian besar muslim di Indonesia hanya mampu berdemo untuk melawan kezhaliman pemerintah, tidak mampu melaksanakan syari'at sepenuhnya, usaha dengan 'masuk' di parlemen tak banyak membuahkan hasil, dan maksiat bertebaran di mana-mana. Muslim Indonesia menjadi golongan yang hina. Berada di bawah garis kemiskinan, sebagian besar tidak terdidik, dan menjadi budak hawa nafsu dan selalu dikendalikan oleh orang kafir. Namun, ISIS telah mampu mendeklarasikan khilafah dan menjalankan roda pemerintahan berdasarkan syari'at Islam dalam semua aspek mulai dari kesehatan, pendidikan, jual beli, hukum, dsb. Para wanitanya dimuliakan, anak-anaknya dididik, kesehatan didukung, dan infrastruktur ditingkatkan. Rakyatnya berada dalam rahmat Allah. In syaa Allah. Contoh kecilnya, jika Rupiah saat ini tertekan oleh dolar Amerika, di wilayah Daulah Islam (masyarakat sebut ISIS) diberlakukan mata uang dinar yang tidak terpengaruh sama sekali oleh dolar.

Orang ini juga mengatakan bahwa "jika melihat dari senjata yang ada maka orang palestina tidak mungkin menang melawan Israel". Anda benar saudaraku. Semua terjadi atas kehendak Allah. Senjata hanya bagian dari ikhtiar dalam melawan zionis yahudi laknatullah a'aihim. Dengan logika itu, mari kita menilai dengan seimbang. Apa yang dialami oleh tentara ISIS juga demikian. Dengan persenjataan yang ada di sana, tidak mungkin mereka mendapatkan kemenangan dalam berbagai pertempuran. Segala kemenangan adalah bentuk rahmat Allah kepada orang-orang yang rela mati demi menjaga kemuliaan Islam sebagai agama yang diridhai oleh Allah. Dengan kenyataan itu, mari kita sepakat dengan pendapat bahwa tidak mungkin orang yang terlibat di sana adalah orang-orang yang serampangan mengamalkan jihad.

Kembali saya sampaikan, saya setuju dengan orang ini bahwa untuk mengamalkan jihad memang tidak boleh serampangan. Oleh karena itu kita harus berada di tengah orang-orang yang akidahnya lurus, yang mencintai Allah dan rasulNya, yang rela mati demi agama Islam, dan tidak terpengaruh oleh harta duniawi dan penguasa thaghut. Apakah di Indonesia bisa? Di belahan bumi manapun bisa. Di Indonesia ada kelompok mujahidin, di Filipina ada, di Pakistan ada, di Somalia ada, di mana pun ada. Kalaupun tidak berada di tengah mereka, berkumpullah dengan orang-orang yang mendukung mereka. Orang-orang yang cinta dengan jihad dan mujahidin. *Siapa tahu kita akan ketularan untuk bisa mencapai puncak agama. Jangan sampai kita menyesal di akhirat nanti. Firman Allah dalam Al Qur'an.

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً
“ Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29)

Terakhir, saya sampaikan pesan khususnya bagi diri saya pribadi. Kita hidup tidak hanya di dunia. Sebagai muslim kita harus meyakini adanya kehidupan akhirat. Lakukan yang terbaik bagi kehidupan dunia dan akhirat kita. Jangan hanya mengejar kebaikan hidup di dunia tetapi membawa penyesalan di akhirat. Kelilingi diri kita dengan orang-orang yang akan membawa kebaikan bagi kita di dunia dan akhirat. Sifat manusia akan selalu terbagi dalam dua sisi, ada baik dan buruk (jahat). Kita pasti akan menemui keburukan itu bahkan dalam diri orang-orang yang kerap disebut sebagai ulama. Kita ambil pelajaran dari peristiwa 'ulama yang korupsi', namun jangan kita tiru. Setidaknya peristiwa itu membuat kita lebih waspada dan berhati-hati dalam bergaul, memilih teman, atau mengikuti ulama mana yang baik dan akidahnya lurus.

Allahu a'lam bisshawwab.
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


Andre Tauladan

Jumat, 05 Desember 2014

Perkara Jihad Bukan Hal Tabu

Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Bismillahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillah, dengan perkembangan teknologi sekarang ini kegiatan dakwah dapat lebih mudah dilakukan. Mudahnya akses internet juga sangat mendukung dalam aktivitas dakwah. Dengan facebook, twitter, dan media sosial lainnya setiap orang dapat melibatkan diri dalam menyampaikan kebenaran dan informasi seputar agama islam. Dengan internet pula setiap orang dapat lebih mudah dalam mendapatkan jawaban ketika mereka mengalami kebingungan dalam hal ibadah. Situs-situs dakwah seputar fiqih, tarikh, aqidah, akhlak, dan lain sebagainya kini semakin banyak dan saling melengkapi.
jihad
gambar : islamicrenaissance.co.uk

Namun sebagai muslim yang meyakini bahwa agama Islam adalah agama yang sempurna dan mencakup seluruh aspek kehidupan hendaknya kita tidak berat sebelah. Sayangnya dari sekian banyak situs-situs islami, sebagian besar masih enggan untuk membahas tentang jihad khususnya jihad perang. Malah ada sebagian diantara mereka yang berusaha mengalihkan semangat jihad umat islam agar melunak hingga akhirnya tidak memiliki semangat jihad. Padahal, jihad adalah bagian dari perjuangan islam. Jihad juga menjadi salah satu perintah Allah yang ada dalam Al Qur'an. Sama halnya dengan ibadah lain seperti shalat dan puasa, jihad juga memiliki hukum yang berbeda tergantung kondisi. Jika dalam shalat kita mengenal shalat wajib dan shalat sunnah, demikian halnya dalam perkara jihad. Namun yang saya lihat sekarang, masih banyak ulama (yang kemudian membuat umat islam pada umumnya) enggan membahas perkara jihad dan menjadikannya hal tabu. Alasan yang paling umum adalah "islam adalah agama damai, kita tidak suka pakai kekerasan".

Berikut ini saya salinkan dalil-dalil tentang perintah berjihad dari dakwah.info :

1. Allah SWT berfirman:
(انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالاً وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيْلِ اللهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ) (التوبة: 14)
“Berangkatlah kamu untuk berperang baik kamu merasa ringan maupun kamu merasa berat dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (At Taubah: 41).

2. Allah SWT berfirman:
(وَقَاتِلُوْا الْمُشْرِكِيْنَ كاَفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كاَفَّةً وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ) (التوبة: 26)
“Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwa Allah itu beserta orang-orang yang bertakwa” (At Taubah: 36)

3. Allah SWT berfirman:
(وَقَاتِلُوْهُمْ حَتَّى لاَ تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَيَكُوْنَ الدِّيْنُ كُلُّهُ لِلَّهِ) (الأنفال: 40)
“Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah dan sampai agama itu semuanya untuk Allah.” (Al Anfal : 39)

4. Rasulullah SAW bersabda:
لاَ هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ فَإِذَا اسْتَنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوْا .)رواه البخاري.
“Tidak ada hijrah (dari Mekah ke Madinah) setelah pembebasan kota Mekah. Yang ada ialah jihad dan niat (yang baik). Maka oleh sebab itu bila kamu diseru untuk berjihad memerangi orang kafir maka keluarlah”[5] (HR Bukhari)

5. Hukum orang yang memerangi atau memusuhi Islam
إِنَّمَا جَزَاء الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَاداً أَن يُقَتَّلُواْ أَوْ يُصَلَّبُواْ أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم مِّنْ خِلافٍ أَوْ يُنفَوْاْ مِنَ الأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya balasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, ialah mereka dibunuh atau disalib atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang berat.” (Al Maidah: 33)

Untuk dalil lebih lengkap dan rinci silakan kunjungi Dalil-dalil perintah umum berjihad.

Peran jihad qital (perang) dalam perkembangan agama Islam sangat besar. Jika pada saat Abu Jahal menyerang umat islam di Badar umat islam tidak melayani (dengan alasan tidak ingin perang) mungkin  saat ini umat Islam hanya sedikit.

Adapun, situs-situs islam yang berkenan membahas perkara jihad, pembahasannya sebatas apa arti jihad yang selanjutnya diarahkan pada pembahasan jihad dalam perkara lain (bukan perang). Misalnya, dengan mengartikan kata "jihad" sebagai "bersungguh-sungguh" mereka menjuruskan pemikiran umat muslim bahwa dengan belajar, bekerja, atau beribadah dengan sungguh-sungguh adalah bentuk jihad. Memang tidak salah, namun kurang lengkap. Dengan pemikiran seperti itu dikhawatirkan umat islam tidak akan pernah memiliki keberanian berperang. Contoh mudahnya, ketika banyak umat islam yang dibantai di Mesir, demonstrasi sering dijadikan cara untuk melawan. Mereka bersungguh-sungguh menyuarakan perlawanan, tetapi melalui demo saja. Yang akhirnya para pendemo itu justru menjadi korban pembantaian berikutnya. Berbeda halnya ketika ada seorang pelaku bom isytisyhad (bunuh diri) yang rela mengorbankan nyawanya untuk meledak bersama salah satu pejabat yang berperan dalam pembantaian di sana. Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika mereka tidak berani berperang, mereka justru masuk ke dalam lingkungan musuh. Akibatnya, alih-alih melawan musuh dia malah menjadi bagian dari musuh.

Jika masyarakat memang mau memahami lebih dalam maksud dari kata "bersungguh-sungguh" seperti yang disampaikan oleh ulama tersebut efeknya akan berbeda. "Bersungguh-sungguh dalam belajar" sehingga tahu bahwa jihad perang adalah bagian dari agama Islam. "Bersungguh-sungguh dalam bekerja" sehingga tahu bahwa pengorbanan mereka untuk pekerjaan tidak ada artinya dibandingkan pengorbanan para mujahid. "Bersungguh-sungguh dalam beribadah" sehingga tahu bahwa para mujahid lebih sungguh-sungguh sehingga rela mengorbankan nyawa mereka. Sayangnya masyarakat pada umumnya hanya "bersungguh-sungguh" untuk kepentingan dunia saja. Belajar agar dapat nilai bagus, bekerja agar dapat uang banyak, beribadah agar dianggap orang shaleh.

Satu hal lagi yang membuat miris adalah di antara sebagian ulama yang tidak berani membahas perkara jihad, ada yang malah menghina para mujahid (pelaku jihad). Seperti saat ini, ketika para mujahidin sedang berusaha menjaga kemuliaan Islam di Irak dan Suriah. Namun, banyak ulama dunia yang menyebut mereka adalah khawarij, anjing neraka, lebih parah lagi ada yang memandang para mujahidin itu lebih rendah dari atheis.

Masyarakat pada umumnya telah terpengaruhi oleh pemikiran barat yang mencoba menanamkan di benak masyarakat bahwa mujahidin adalah teroris. Sayangnya, selain diracuni pemikirannya, masyarakat pun dibutakan matanya sehingga tidak mampu melihat siapa teroris sebenarnya. Ketika mujahidin menangkap dan membunuh salah satu tawanan orang kafir, masyarakat tahu. Namun, ketika pesawat Amerika membunuh puluhan orang Pakistan, masyarakat tidak tahu. Akibatnya, masyarakat yang seharusnya senang ketika melihat kemenangan kaum muslim atas kafir, malah cenderung membenci mereka. Ketika ada perintah jihad, informasi seputar jihad dan mujahidin mereka takut untuk menyebarkannya.

Beberapa usaha telah dilakukan oleh pecinta jihad seperti menyebarkan info yang benar seputar perjuangan mujahidin. Namun, lagi-lagi informasi tersebut hanya berputar di kalangan pecinta jihad. Sedangkan masyarakat umum tidak akan menerima apalagi menyebarkan berita tersebut karena takut dengan istilah teroris.

Sebagai penutup, saya sampaikan nasihat khususnya untuk diri saya sendiri dan untuk pembaca pada umumnya. Jika kita tidak mampu berperang melawan orang kafir, setidaknya kita memberi dukukan kepada para mujahidin dengan tidak menutup-nutupi informasi tentang mereka dan tidak menghina mereka. Janganlah merasa tabu terhadap informasi seputar jihad hanya karena kita tidak menyukai peperangan.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al Baqarah : 216)


Wallahu a'lam bishshawab.
Barakallahu lii wa lakum. Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

*Tulisan ini disampaikan sebagai bentuk usaha saya dalam berdakwah. Terbuka untuk segala kritik dan koreksi.
Andre Tauladan

Rabu, 12 November 2014

Emangnya elo siapa?

Tahu kan kemaren-kemaren PERSIB habis menang di ISL? Yah, sebenarnya saya nggak peduli dengan kemenangan PERSIB. Mereka kalah pun saya nggak akan peduli. Tapi ada sesuatu yang membuat saya ingin membahasnya. Pasca kemenangan PERSIB, jagad medsos diramaikan dengan postingan sebuah foto dari salah satu pembenci PERSIB yang sesumbar bahwa dia akan kawin dengan monyet. Menurut salah satu sumber, foto tersebut telah beredar sejak tahun lalu, namun kembali beredar setelah final ISL kemarin. Kenyataannya kemaren PERSIB menang, tapi apa dia bener jadi kawin sama monyet?

Saya nggak akan ngebahas identitas orang itu, saya cuma ngerasa bingung kenapa orang macam gitu selalu ada. pada musim pemilu presiden yang lalu jagad sosmed juga sempat diramaikan oleh banyaknya orang sesumbar semacam itu. Yang paling heboh saat itu adalah janji ahmad dani untuk potong kelamin jika Prabowo kalah. Ada lagi beberapa akun wanita yang janji akan bugil keliling monas dan keliling Jakarta jika Prabowo kalah. Pada akhirnya Prabowo memang kalah dan orang-orang yang sesumbar itu setahu saya tidak ada yang membuktikan ucapannya.

Sekali lagi saya nggak akan ngebahas siapa orang-orang itu. Tapi saya hanya ingin mengatakan "Emangnya elo siapa?". Saya bukan ingin tahu nama mereka, dimana mereka tinggal dan apa pekerjaannya. Tapi, memangnya mereka itu siapa kok berani banget ngomong sesuatu yang nggak masuk akal, hanya demi membela sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dibela sampai segila itu. Mereka seolah menjadi Tuhan yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan dan berkata seolah-olah apa yang dikatakannya pasti terjadi hingga berani bersumpah akan melakukan sesuatu jika apa yang dikatakannya tidak terjadi.

Mereka berbeda dengan pengamat yang menyampaikan sesuatu melalui sebuah analisa dan tidak mengucapkan sumpah ketika menyampaikan pendapatnya. Mereka juga bukan pemegang kekuasaan yang bisa mengatur banyak pihak untuk mewujudkan keinginannya. Yah, rupanya sampai saat ini masih banyak orang-orang yang suka sesumbar. Dan sepertinya suatu saat nanti saya akan menemukan lagi orang-orang seperti itu.
Andre Tauladan

Rabu, 29 Oktober 2014

Indonesia Bukan Negara Islam

Pernah waktu saya sedang buka situs blogger muncul sejenis post terbaru dari Gen-Q. Post tersebut judulnya "gallery". Ah, sebenarnya itu post lama, tapi aneh juga kok muncul di pembaruan ya? Karena penasaran saya klik aja linknya. Eh ternyata gallery-nya dihapus. Nggak sengaja saya baca komentar terbaru yang ada di sidebar blog itu. Komentar itu berbunyi "Indonesia bukan negara islam". Dari situlah saya jadi kepikiran buat nulis artikel ini.

Indonesia bukan negara Islam. Ya memang sih. Tapi kan Indonesia juga bukan negara kristen, bukan negara yahudi, bukan juga negara hindu atau budha. Jadi harus gimana? Coba kalo dia ditanya gitu, mau jawab apa? Mau pake sistem (adat) Jawa? Indonesia bukan negara Jawa. Pake sistem sunda? Bukan juga negara Sunda, bukan negara Batak, Bugis, Melayu, atau suku-suku lainnya. Oh iya, pasti dia jawab pake sistem Pancasila kan? Dengan slogan basi "Bhinneka Tunggal Ika". Jiaah...

Baca nih!
Kalo kamu bukan muslim, silakan aja berkata demikian. Tetapi kalo kamu muslim tapi nggak mau pake sistem Islam, Apa kata akhirat? Kamu nggak hidup di dunia doang. Setelah mati nanti kamu akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan perbuatan di dunia. Lalu, apa ada boneka tunggal ika itu di agama islam? TIDAK!

Indonesia memang bukan negara islam, terus kenapa kamu mau pake sistem yang dibuat oleh orang kristen, yahudi, hindu, budha, dsb? Berbeda-beda tapi satu? Omong kosong! Memangnya bisa seluruh agama di Indonesia ini menyembah satu Tuhan? Mau Tuhan agama mana? Nggak akan ada satu penganut agama mana pun yang mau menyembah Tuhan agama lain. Atau mau bikin agama baru biar tuhannya sama?

Eh, salah lu, bhineka tungga ika itu artinya kudu hidup rukun walau berbeda. Lha! Coba berfikir, sistem agama mana yang diterapkan dengan cara yang paling baik? Jawabannya sistem islam. Tapi kenapa kamu nolak? Coba kamu liat di Myanmar, gimana nasib muslim minoritas di tengah agama mayoritas di sana. Gimana nasib muslim di wilayah Palestina di tengah mayoritas yahudi. Gimana nasib muslim di negara-negara barat. Dan gimana juga nasib muslim di Indonesia dibawah sistem demokrasi. Tahu kisah muslim yang dibantai waktu April Mop? Tahu gimana Drakuli si haus darah menghabisi orang islam? Terus apa kalian pura-pura nggak tahu gimana tanggapan PBB terhadap pembantaian di Palestina oleh kaum yahudi?

Kalo udah tahu, kemudian tengok gimana nasib orang-orang kafir di zaman Rasulullah dan para sahabat. Beda 180 derajat. (kalo ga tau cari di google)

Indonesia bukan negara islam. Terus negara islam itu dimana? Kalo di peta dunia nggak ada satu negara pun yang bernama Islam, lantas mau ditegakkan dimana agama Islam yang diridhai oleh Allah ini? Kalo nggak ada negara bernama islam, berarti seluruh muslim di dunia harus tunduk ke pemerintah dan sistem kafir gitu?

Gini aja deh, buat penutup saya tanya lagi. Indonesia ini ciptaan siapa? Lebih luas lagi, dunia ini ciptaan siapa? Pertanyaan ini khusus umat muslim indonesia yang masih mengatakan "Indonesia bukan negara Islam, kalo mau pake hukum islam, jangan di Indonesia"
Andre Tauladan

Rabu, 13 Agustus 2014

Ketika Gereja Spanyol Menyiksa Siapapun Yang Berkata Kami Muslim

Pada tanggal 2 Januari 1492, cardinal Devider telah memasang salib di atas Istana Hamra; istana kerajaan Nashiriyah di Spanyol. Tujuannya berbuat demikian ialah sebagai bentuk proklamasi atas berakhirnya pemerintahan Islam di Spanyol.
alat penyiksaan muslim spanyol

Dengan berakhirnya pemerintahan Islam ini berarti saat itu lenyaplah peradaban besar yang pernah dikembangkan oleh Islam di eropa selama abad pertengahan. Kaum salib yang saat itu menang perang yang awalnya mereka melakukan kerjasama dengan pemerintahan Islam, beralih berusaha untuk menghancurkan kaum muslimin dan peradabannya.

Kaum muslimin dilarang menganut Islam, dan dipaksa untuk murtad. Begitu juga mereka tidak boleh menggunakan bahasa arab, siapa yang menentang perintah itu akan dibakar hidup hidup setelah disiksa dengan berbagai cara.

Beginilah selesai riwayat hidup berjuta juta kaum muslimin di Spanyol, tak ada seorang muslim yang tinggal yang tampil dengan agamanya saat itu.

Setelah empat abad dari kejatuhan Islam di Spanyol, Napoleon telah mengirim sepasukan tentara angkatan perang dan mengeluarkan satu instruksi tahun 1808 supaya menghapuskan dewan dewan mahkamah luar biasa (Dewan pengadilan dan pemberi hukuman) di Spanyol.

Berkata seorang panglima Prancis ; “ Kami pimpin satu angkatan bersenjata hendak menyelidiki satu gereja yang kami dengar disitu ada mahkamah luar biasa. Tapi kami disana tak menemui apapun, kami periksa semua kamar penyiksaan dan kami selidiki seluruh kawasan gereja, lorong lorong dan tabirnya, tak ada tanda tanda adanya mahkamah luar biasa. Hampir kami putus asa dan nyaris kami meninggalkan tempat itu. Dan saat itu pula ada seorang pendeta bersumpah untuk menguatkan kebenaran yang dikatakannya bahwa tuduhan terhadap gereja itu adalah tuduhan kosong belaka. Dan ketua mereka pun menegaskan bahwa pengikut pengikutnya tidak ada yang terlibat dengan masalah itu.

Dan dengan nada yang lembut dan menunduk serta linangan air matanya para pendeta mempersilahkan kami keluar dari situ. Tapi salah satu letnan kami , Letnan De lael menahan saya dengan berkata,”Maaf dan izinkan saya mengatakan bahwa tugas kita belum selesai”. Lantas kujawab, “Kita periksa sekeliling gereja ini, tapi tidak kita jumpai dengan suatu yang mencurigakan.” Kemudian kutanya kepada letnan,”Apa yang engkau maksudkan?” maka jawab letnan,” Saya mau periksa dibawah lantai kamar ini, sebab hati saya merasa seakan akan ada rahasia dibawahnya.”

Waktu itu para pendeta tadi terlihat sangat gelisah karena kami belum beranjak pergi, lantas saya izinkan para komandan untuk memeriksa, dan ketika itu kami perintahkan para tentara untuk menyingkap permadani di lantai dan diperintahkan menuangkan air sebanyak banyaknya di setiap kamar. Tiba tiba tampaklah pada salah satu kamar itu airnya meresap kebawah. Letnan De Lael bertepuk tangan tertawa sambil  berkata,”Inikah pintunya? Lihatlah ! kami semua lihat dan ternyata ada pintu yang bisa dibuka.

Rupanya setiap sambungan lantai kamar itu dapat dibuka secara rahasia; yaitu dengan satu alat kecil yang terletak di kaki meja ketua gereja. Para tentara pun memulai memecahkan pintu itu dengan bayonet , waktu itu wajah pendeta pun menjadi pucat karena rahasia mereka pasti terbongkar.
Ketika pintu itu dibuka, tampaklah kepada kami satu tangga yang bisa turun sampai ke dasar ruangan bawah tanah. Sayapun turun dan pergi menghampiri satu batang lilin besar yang panjangnya lebih kurang satu meter. Lilin itu menyala di hadapan satu gambar besar terpampang lukisan bekas pimpinan ketua Mahkamah Luar Biasa itu. Saya cuma menghampiri saja, lalu seorang pendeta Kristen memegang bahu saya sambil berkata,”Hai anakku jangan kau pegang lilin itu, tangan kau kotor dengan darah pembunuhan, sedangkan lilin itu sangat kudus sekali.” Lalu saya katakan kepadanya,”Masak saya tidak boleh menyentuhnya, bukankah lilin ini kau basahi dengan darah orang orang baik? Nanti kita lihat siapa yang mengotorkan dari kalangan kita ini dan siapa yang pembunuh sebenarnya.”

Kemudian saya turun melalui tangga itu dan terus diikuti oleh para tentara dengan pedang pedang yang terhunus. Lalu sampailah kami ke suatu pojok, dan disitu kami lihat ada satu kamar besar bersegi empat, disitulah dewan mahkamah bersidang, yang ditengah tengahnya terdapat lantai marmer. Di tangga itulah terdapat belenggu besar yang memakai rantai untuk mengikat orang orang hukuman. Dan di hadapan tangga itu pula terletak satu podium yang diduduki oleh ketua mahkamah dan para hakim untuk menghukum orang orang tak berdosa itu.

Setelah itu kami menuju pula ke suatu kamar besar dan panjang yang rupanya adalah tempat penyiksaan. Di situ saya melihat banyak benda benda yang menyeramkan dan membuat bulu bergidik sepanjang hidup saya. Saya melihat lubang lubang kecil sebesar tubuh manusia. Ada bentuk sempit dan tinggi, dan ada yang sempit tapi rendah. Di dalam petak petak itulah dikurungnya tawanan sambil berdiri sepanjang hidup dan sampai meninggal di situ. Dan mayat mayat orang tawanan itu dibiarkan hancur di situ, berulat dan hingga gugur dagingnya dan tulang tulangnya. Dan untuk mengurangi bau busuk dibuatkannya sebuah lubang ke udara luar.

Saya lihat dalam kamar itu juga ada tubuh tubuh manusia yang masih terikat dengan rantai. Orang orang kurungan itu ada lelaki dan wanita dari berbagai tingkatan umur, antara 14 tahun hingga 70 an tahun. Ketika itu sempat kami bebaskan beberapa orang tawanan yang masih hidup. Kami pecahkan belenggu belenggunya, orang orang yang masih hidup cenderung sekarat, sementara yang lain ada yang sudah menjadi gila, karena terlalu berat siksaannya. Dan tawanan tawanan tersebut seluruhnya telanjang, sehingga tentara kami yang hendak mengeluarkan mereka terpaksa memberi kain untuk menutupi tubuhnya. Kami iringi tawanan itu perlahan lahan ke tempat terang agar tidak merusakkan pandangan mata mereka. Mereka teriak gembira dan merangkul tentara yang membebaskannya dari siksaan tersebut.

Kemudian kami pindah ke ruangan lainnya, dan kami lihat beberapa keadaan yang menyeramkan, kami lihat ada alat alat penyiksaan seperti alat pematah tulang dan alat pengoyak badan. Mereka dimulai dengan membelah kaki, dicabutnya tulang, dibelah dada dan diambilnya tulang. Dibelah kepala dan tangan serta diambil tulang sedikit sedikit hingga hancurlah semuanya. Demikianlah diperlakukan terhadap orang orang yang teraniaya itu.
Dan kami lihat juga satu peti sebesar kepala manusia. Disitulah diletakkannya kepala orang yang hendak disiksa. Dimana setelah ia diikat kaki, tangan dengan rantai sehingga tidak dapat bergerak. Dan diatas peti itu dibuatnya satu lubang untuk menetes air secara teratur ke atas kepala orang yang di siksa itu. Akibat siksaan jenis ini banyak orang menjadi gila dan dibiarkan sedemikian hingga tawanan tewas.

Satu lagi alat penyiksaan ialah satu kotak yang dipasang mata pisau yang tajam. Mereka campakkan orang orang muda ke dalam kotak ini, bila dihempaskan pintu maka terkoyaklah badan yang disiksa tersebut.
Disamping itu ada mata kail yang menusuk lidah dan tersentak keluar, dan ada pula yang disangkutkan ke payudara wanita, lalu ditarik dengan kuat sehingga payudara tersebut terkoyak dan putus karena tajamnya benda benda tersebut.

Nasib wanita dalam siksaan ini sama saja dengan nasib laki laki, mereka ditelanjangi dan tak terhindar dari siksaan.

Cara cara penyiksaan wanita yang lain tidaklah saya bisa gambarkan, karena tempat tempat sensitif ditubuh wanita yang disiksa, dan cara cara yang sadis dan kotor yang dilakukan membuat saya malu untuk menuliskannya.

Penyiksaan ini dilakukan terhadap orang orang yang menentang kristenisasi. Mereka lakukan penyiksaan tersebut karena para tawanan tersebut tetap berpendirian dan tetap mengatakan bahwa mereka Muslimin.
- Petikan dari buku At Ta’asub Wat Tasamuh, Syaikh Muhammad Al Ghazali (hal 311-318)
Andre Tauladan Sumber

Jumat, 08 Agustus 2014

Korban Tradisi

Saya ingin menceritakan sebuah kisah tidak nyata.

Di sebuah kampung ada seorang anak yang sangat hebat main bulutangkis. Pukulannya bagus, keras, akurat, gerakannya lincah, dan staminanya kuat. Anak ini dilatih oleh orang tuanya sendiri. Sementara orang tuanya tidak pernah mengikuti kejuaraan bulutangkis. Selama ini dia juga hanya bermain bulutangkis di kampungnya. Rupanya orang sekampung itu juga tidak ada yang tahu aturan bermain bulutangkis. Saya ambil contoh, dalam permainan mereka biasanya servis tidak diharuskan menyilang. Mereka terbiasa dengan peraturan ini DARI DULU.

Singkat cerita, si Ayah ingin mengikutsertakan anaknya dalam sebuah pertandingan. Dengan penuh percaya diri dia mendaftarkan anaknya pada sebuah kompetisi tingkat kabupaten. Didaftarkanlah anak itu.

Hari pertandingan tiba. Si Anak sesuai dengan kebiasaannya melakukan servis dengan arah yang bebas, tidak selalu menyilang. Dia pun kalah karena banyak servis yang keluar. Sang Ayah akhirnya protes ke panitia. Dia marah sambil mengatakan "Saya di kampung dari dulu juga servis itu arahnya bebas!". Panitia menjawab "Tapi Pak, aturan yang benar itu ya servisnya harus menyilang. Itu sudah ada dalam buku peraturan bulutangkis internasional". Si Ayah malah menjawab "Heh, jangan suka ngerasa benar sendiri! Anda tidak menghargai jerih payah anak saya berlatih selama ini!". Akhirnya dengan tidak bisa menerima kekalahan, si Ayah pun pulang. Sejak saat itu si Ayah tidak mau mengikutsertakan anaknya dalam kejuaraan di luar kampungnya. Dan si Anak pun hingga dewasa hanya menjadi JAGO KAMPUNG saja. Dengan aturan permainan yang salah.

Pada akhirnya, sebuah usaha itu harus disertai dengan pengetahuan tentang aturan yang berlaku. Usaha si Anak dalam berlatih bulutangkis memang membuatnya menjadi orang yang hebat dalam bulutangkis. Namun sayang, karena tidak tahu aturan akhirnya kehebatannya pun tidak ada artinya.

Begitulah ceritanya. Sekali lagi, kisah ini tidak nyata. Hanya untuk diambil hikmahnya saja. Tentunya oleh orang yang pikirannya terbuka, bukan yang kampungan.

Andre Tauladan

Dari Dulu Udah Gitu

Ini adalah sebuah kisah rekasaya. Fenomena masyarakat yang saya reka.

Akhir-akhir ini kan semakin banyak orang-orang yang berjualan Jus. Jus buah tentunya. Tapi mau nggak kalo misalnya saya ngajak untuk mikir? Kata "Jus" asalnya adalah Juice (bahasa inggris). Juice artinya adalah sari buah. Jika kalian pernah melihat iklan mesin Juicer di tv, kalian akan melihat apa yang keluar dari mesin itu. Ya, yang keluar adalah ekstrak atau sari buah. Tidak ditambah air, gula, maupun es batu. Misalnya jus tomat. Beberapa buah tomat dimasukan ke dalam mesin juicer itu kemudian dari kerannya akan keluar sari buah tomat. Setelah itu barulah ditambahkan es. Sedangkan di masyarakat kita yang namanya es jus itu potongan buah dimasukan ke dalam sebuah mesin giling, ditambahi air, gula, susu, dan es. Padahal jika mau berfikir coba ingat-ingat lagi apa nama mesinnya. Blender. Blender asal katanya blend yang artinya campuran. Berarti blender adalah mesin untuk membuat campuran atau singkatnya pencampur. Jadi, sebenarnya apa yang dijual di masyarakat itu bukan jus, tetapi fruit blend atau buah campur. Juicer, wajarnya hanya dipakai untuk membuat jus. Sedangkan blender sekarang sudah ada yang bisa dipakai untuk menggiling rempah-rempah untuk dijadikan bumbu masak. Makanya, itulah fungsinya blender. Tetapi, mungkin akan sangat susah untuk mengubah pola pikir masyarakat. Mereka akan tetap menyebut buah yang dicampur itu sebagai jus. Walaupun pada kenyataannya tetap saja mereka tidak akan menyebut cabai yang digiling di mesin itu sebagai jus cabai, melainkan sambal. Yah karena "dari dulunya sudah gitu".

Ada lagi masalah lain. Banyak orang yang sudah terbiasa dengan penyebutan merek sebuah produk. Misalnya, fans sarimi menyebut semua mie instan itu sarimi, begitu juga dengan fans indomie. Lalu pasta gigi sering disebut odol atau pepsodent. Pipa air sering disebut pralon. Air mineral sering disebut aqua. Yah, masih banyak lagi contoh lainnya. Mungkin hal ini sulit diubah gara-gara "dari dulunya sudah gitu".

Coba jika suatu saat pergi ke negara lain yang tidak ada merek-merek tersebut? Mau gimana?
Andre Tauladan

Ketika Sang Ustadz Dianggap Sempurna

Ah... kasihan sekali orang-orang yang menjadi pemuja ustadznya. Sering me-retweet atau membagikan status seorang ustadz tidak mengharuskan kita mengikuti semua kehidupannya. Sah-sah saja jika saya membagikan nasihat dari Ustadz Felix tapi saya tidak setuju dengan ke-Hate I-annya. Saya juga terkadang membagikan nasihat dari YUsuf Mansur, tetapi tidak mengikuti VSI-nya. Begitu juga dengan nasihat-nasihat dari Aa Gym dan K.H. Arifin Ilham, saya bagikan tetapi saya tidak mengikuti dukukannya terhadap seorang capres. Karena setiap ustadz itu tidak sempurna.

Kader (atau apalah sebutannya) Hate I dalam sebuah tulisannnya yang berjudul "Ustadz Felix Siauw Yes, HTI No" mengkritik orang-orang yang sering mengikuti nasihat dari beliau tetapi tidak suka dengan ke Hate I annya. Penulis seperti mengharuskan pembaca untuk memiliki pola pikir "Kalo mau ngikut ust. Felix, ya ikut HTInya juga dong". Emh. Saya jadi kasihan sama mereka. Takutnya mereka mendewakan ust. felix dengan menganggapnya selalu benar. Apapun yang dilakukan ust. Felix harus diikuti. Padahal Ust. Felix sendiri rasanya tidak pernah menyuruh followernya untuk bergabung dengan HTI. Anyway, apakah orang HTI tidak ada yang suka dengan nasihat dari Aa Gym, Yusuf mansur, atau arifin ilham? Hm. Masa iya sih tidak ada sama sekali? Lantas apakah kalian mengikuti apa yang dinasihatkan oleh mereka? Mungkin respon kalian juga tidak akan jauh berbeda dengan para penolak HTI itu. Bagaimana jika pengikut Yusuf Mansur membuat tulisan berjudul "Yusuf Mansur yes, VSI No!"? Atau ada tulisan lain berjudul "Aa Gym yes, Milih prabowo no!"?

Biarlah follower Ust. Felix siauw bebas berpendapat. Mereka mau setuju dengan HTI atau tidak, ya tidak usah dipermasalahkan. Tidak usah membuat tulisan pembelaan yang membuat seolah Felix Siauw wajib diikuti segalanya. Takutnya itu akan menjadi syirik. Jika ingin membahas penolakan terhadap Hate I, ya tidak usah bawa-bawa nama beliau kan bisa? Follower beliau yang menolak HTI pasti sudah memiliki pemikiran sendiri tentang HTI. Tidak peduli siapa ustadznya mereka akan tetap menolak HTI.

Untunglah saya bukan fans buta ustadz Felix Siauw. Saya menyikapi semua da'i yang ada dengan seimbang. Ketika Felix siauw memberikan nasihat, saya terima karena kebanyakan nasihatnya seputar fenomena masyarakat. Tetapi tentang ke-Hate I-annya saya abaikan. Saya terima nasihat Ustadz Yusuf Mansur untuk bersedekah, shalat dhuha, tahajud, dsb. Tetapi ajakan untuk VSI atau bisnis busana Ma'e saya abaikan. Saya ikuti nasihat Aa Gym tentang manajemen qalbu, nasihat K.H. Arifin Ilham tentang kebiasaan berzikir. Tetapi saya abaikan rekomendasi mereka untuk memilih salah satu capres pada masa pemilu lalu. Saya mendukung FPI untuk menghilangkan maksiat di negara ini, tetapi saya menolak pemikiran FPI tentang Syi'ah. Sebagai penutup, saya anggap wajar saja jika ada orang yang berfikiran :
- Ustadz Felix Siauw Yes, HTI No!
- Aa Gym Yes, demokrasi No!
- Kh. Arifin Ilham Yes, Demokrasi No!
- Ust. YUsuf Mansur Yes, VSI no!
- FPI Yes, Syi'ah no!
- Pengkaderan Yes, PKS no!

Lha kalian juga banyak yang aneh pendiriannya. Khilafah Yes, asal dari kelompok sendiri. Buktinya, waktu ada khilafah ditegakkan di Iraq kalian pada nolak. Iya kan?
*ambil positifnya, abaikan negatifnya.
Andre Tauladan

Selasa, 22 Juli 2014

Namun kini kau beranjak pergi meninggalkanku

Jujur, aku sangat merindukan kedatanganmu. Aku dan banyak muslim lainnya. Bahkan sejak beberapa bulan sebelum kedatanganmu kami sudah mempersiapkan diri. Di saat banyak orang lain yang merasa gelisah takut engkau menyusahkan mereka, kami sejak awal tahu bahwa engkau justru akan membawa kebaikan bagi kami.

Akhirnya engkau datang. Kabar gembira pertama yang engkau sampaikan adalah khilafah telah tegak kembali. Di samping malam-malam mulia dengan tarawih dan tadarus, dan keutamaan lainnya ketika engkau hadir, kau datang dengan berita spesial. Walaupun engkau hadir di tengah ramainya sambutan terhadap piala dunia, tapi aku lebih mencintaimu. Engkau tidak hanya memberikan kesenangan dunia tetapi juga akhirat. Banyak orang lain yang tidak mempedulikanmu. Mereka menganggap kau hadir tapi tidak memberikan hidangan. Mereka sibuk dengan taruhan timnas mana yang akan menang. Ada juga yang sejak awal sudah berani tidak mengindahkanmu. Mereka tetap makan di siang hari.

Aku pun sedih. Di tengah kehadiranmu yang mulia, orang-orang banyak yang lebih peduli terhadap calon presiden pilihannya. Hingga akhirnya engkau pun dinodai denga sebuah pesta demokrasi. Tidak sedikit orang yang bertaruh nasib kehidupannya terhadap calon presidennya. Mereka hanya beda sedikit dengan para pejudi bola. Untuk menghormatimu, aku sobek satu surat suara. Aku lebih memilih untuk menghormatimu daripada mereka.

Di antara yang menyambut, ada saja yang salah. Engkau datang disambut dengan petasan dan kembang api. Bagiku itu sangat tidak sopan. Jika engkau datang dengan kabar pengampunan yang engkau bawa, tetapi mereka yang berdosa itu menyambutmu seperti itu, berarti mereka tidak menghormatimu. Amalan-amalan yang bid'ah pun masih mewabah di masyarakat. Di antara mereka ada yang memenuhi makam keramat. Mungkin suatu saat mereka juga akan mendatangi makam kera sakti, atau kera putih. Masih untung tidak ada yang kera sukan.

Engkau hadir tidak lama. Tapi banyak kemuliaan yang engkau bawa. Awalnya memang banyak yang menyambutmu. Tapi sepuluh hari kedua, mulai ada kemajuan dalam shaf tarawih. Sang imam pun semakin bersemangan membaca surat-surat pendek dalam shalat tarawih, buktinya kian hari kian cepat.

Tak terasa kini waktumu hampir habis. Sebentar lagi kau akan pamit. Hari-hariku akan kembali seperti biasa. Amalan sunnah dihitung sunnah, yang wajib hanya dihitung 1 wajib. Tapi di 10 hari terakhir ini sebelum kau pergi kau memiliki harta karun yang sangat berharga. Kami tidak tahu kapan datangnya malam lailatul qadr. Yang kami tahu malam itu ada di malam ganjil 10 hari terakhir. Oleh karena itu banyak di antara kami yang memburunya. Sebuah masjid di dekat kampusku tiba-tiba penuh. Dikala masjid lain semakin sepi karena ditinggal mudik, masjid ini justru didatangi oleh jamaah dari berbagai daerah.

Tapi, hatiku sering kotor. Terkadang ketika di sana banyak yang hanya tidur dan aku tadarus aku sering merasa lebih baik dari mereka. Ketika aku tadarus kemudian ada orang lain yang tadarus lebih nyaring tensi darahku naik. Apalagi jika ada orang lain yang mampu membaca lebih cepat. Hatiku juga sering kotor, ketika sedang asyik bertadarus lalu ada bunyi musik dari sebuah ponsel. Ah... aku tak tahu apakah aku bisa memanfaatkan saat-saat terakhir besamamu untuk mencari ridha Allah atau tidak.

Maaf ramadhan, aku belum bisa berbuat banyak untuk menegur orang lain atau bahkan memerangi mereka yang tidak menghargaimu. Akupun belum mampu memuliakanmu seperti yang rasulullah contohkan. Ya, sebenarnya aku sangat merindukanmu. Tapi karena tidak ada persiapan, aku hanya bisa menyuguhimu sekedarnya. Terimakasih atas kedatanganmu. Semoga dengan adanya dirimu doaku yang di hari biasa tidak terkabul nanti bisa terkabul. Tilawah, shalat, dan sedekah yang hanya sedikit bisa menjadi berlipat ganda karena ada engkau. Terakhir, aku berharap kepada Allah swt agar tahun depan aku bisa bertemu lagi denganmu. Dan semoga di saat itu aku memiliki persiapan yang matang agar kedatanganmu tidak sia-sia bagiku.
Andre Tauladan
Follow Us

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Cuit-cuit

Today's Story

Nggak ada cerita apa-apa
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates