Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Mei 2017

TABAYYUNLAH ! ATAU KALIAN AKAN MENYESAL

oleh: Abu Usamah JR

tabayyun
tabayyun

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman!, jika seseorang yang fasiq datang kepadamu membawa suatu berita,maka telitilah kebenarannya,agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan),yang akhirnya kamu menyesali perbuatan tersebut". (QS Al Hujurat:6).

Meneliti kebenaran suatu berita yang sampai atau tersebar di tengah kaum muslimin adalah sesuatu yang sangat penting. Karena tersebarnya suatu berita di tengah masyarakat akan menimbulkan reaksi.Apakah reaksi tersebut positif atau negatif tergantung pada berita yang tersebar.Bahkan menyebarkan berita bisa berkonsekwensi pada hukum syariat.

Jika berita yang disebarkan oleh seseorang itu benar tetapi ia adalah aib dari saudara sesama muslim,berarti ia masuk kategori menyebarkan aib. Dan bagaimana kemudian jika ternyata orang yang disebarkan aibnya telah tobat dari perbuatannya?. Dan jika berita tentang aib tersebut dusta,maka itu artinya menyebarkan fitnah dan menuduh tanpa bukti.

Begitu besarnya dampak dari sebuah berita,sehingga ia sering disalah gunakan untuk melakukan kejahatan. Ia bisa digunakan untuk melakukan pembunuhan karakter,menyebarkan isyu yang meresahkan masyarakat hingga memanipulasi antara kebenaran dan kebatilan. Dan sudah dimaklumi bahwa propaganda berupa penyebaran isyu termasuk sarana efektif untuk memenangkan peperangan. Sehingga pihak yang unggul dalam propaganda telah memenangkan sebagian dari peperangan.

Demikian besarnya dampak dari penyebaran berita yang bisa berujung pada hancurnya martabat seseorang hingga peperangan antar kelompok. Sehingga Allah mewajibkan orang-orang beriman untuk melakukan tabayyun (meneliti/check and balance) ketika mereka mendengar suatu berita. Salah satu peristiwa terbesar di dunia pada abad ini yang sangat membuat marah kaum kafir adalah kembalinya khilafah islam/daulah islam. Berbagai upaya dilakukan oleh kaum kafir untuk menghancurkan daulah islam,salah satunya melalui pemberitaan.

Melalui kekuatan media massa, kaum kafir menyebarkan berita yang menfitnah dan mencitrakan buruk tentang daulah islam. Tujuan dari penyebaran berita tersebut adalah untuk menjauhkan kaum muslimin dari mendukung daulah islam. Dan membentuk opini bahwa daulah islam adalah organisasi kejahatan yang membahayakan semua umat manusia. Karenanya bisa dibenarkan ketika umat manusia (kafir dan yang mengaku muslim) bersatu padu untuk menghancurkan daulah islam.

Dan hasil dari penyebaran berita dusta oleh kaum kafir cukup efektif untuk menjauhkan kaum muslimin dari daulah islam. Akibatnya kaum muslimin menuduh daulah islam dengan tuduhan yang sama dengan yang diopinikan oleh kaum kafir. Bahkan kaum muslimin yang tertipu mengambil posisi yang sama dengan kaum kafir,yaitu memusuhi daulah islam. Tanpa sadar banyak kaum muslimin yang kemudian justru membantu kaum kafir dalam memerangi kaum muslimin.

Dengan keberpihakan kaum muslimin bersama kaum kafir dalam memerangi daulah islam berkonsekwensi pada kekafiran pada pelakunya. Sebab ia telah membantu kaum kafir dalam memerangi kaum muslimin. Itulah akibat mereka meninggalkan petunjuk Alloh yang mewajibkan kaum beriman untuk meneliti berita yang sampai kepada mereka. Jika berita dari kaum fasiq (muslim yang berdosa) saja diwajibkan untuk melakukan tabayyun,tentu harus lebih waspada jika yang menyampaikan berita adalah kaum kafir. Dan Alloh telah mengungkap hakikat sifat kaum kafir dengan firman-Nya:

"Dan orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan rela kepada kamu sampai kamu mengikuti agama mereka...". (QS Al Baqarah:120).

Ayat ini menyebutkan bahwa orang kafir memiliki kebencian yang sangat besar kepada kaum muslimin. Mereka memiliki misi untuk memurtadkan kaum muslimin sehingga berpindah keyakinan mengikuti agama mereka. Jika misi ini tidak berhasil maka mereka berusaha untuk menghancurkan kaum muslimin dengan berbagai macam cara. Pada intinya kaum kafir tidak pernah punya niat baik kepada kaum muslimin.

Sudah bisa dipastikan kaum kafir akan berusaha keras agar kaum muslimin tidak mendapatkan kebaikan. Sehingga tidak mungkin mereka akan jujur dalam memberitakan hal-hal yang terjadi dalam dunia islam, jika itu adalah hal yang baik. Namun jika ada sesuatu yang dianggap buruk tentang kaum muslimin maka mereka akan menyebarkan dengan ditambahi seribu kedustaan untuk tambah memperburuknya.

Maka sangat disayangkan jika kaum muslimin kemudian menerima mentah-mentah setiap berita yang bersumber dari media-media kafir. Padahal berita-berita tersebut membawa kepentingan untuk menyesatkan kaum muslimin. Maka tidaklah mungkin media-media kafir akan memberitakan hal-hal yang baik tentang daulah islam. Juga tidak mungkin mereka akan memberitakan kemajuan dan kemenangan daulah islam.

Hari ini banyak kaum muslimin yang percaya bahwa daulah islam membunuh kaum muslimin, menghancurkan masjid dan membuat banyak kerusakan di iraq dan syuriah. Sebagian lagi menuduh daulah islam berpaham khawarij. Adanya anggapan dan tuduhan tersebut dikarenakan mereka termakan dengan berita yang disebarkan oleh kalangan kafirin dan munafikin.

Percaya dengan berita dusta tanpa tabayyun akan berakibat penyesalan.Sebab berawal dari berita yang salah akan menimbulkan reaksi yang salah pula. Dan reaksi yang salah akan menimbulkan konsekwensi di dunia dan di akhirat yang harus dipertanggung jawabkan. Di saat Itulah akan timbul penyesalan yang tidak ada gunanya.

Ketika seorang muslim percaya dengan opini yang diberitakan oleh kaum kafir tentang daulah islam, maka ia akan menimbulkan reaksi seperti yang diharapkan dari opini tersebut. Maka sikap mereka (kaum muslimin yang tertipu) terhadap daulah islam adalah tidak simpati,membenci dan berprasangka buruk. Dan maksimalnya adalah turut memusuhi dan memeranginya dengan perkataan maupun dengan perbuatan.

Jika kemudian akibat percaya dengan pemberitaan kaum kafir tentang daulah islam, lantas kaum muslimin turut memerangi daulah islam, maka celakalah dia. Kelak jika Allah memenangkan daulah islam dan kebenarannya nampak di mata manusia, maka dia akan menjadi pihak yang diperangi oleh daulah islam. Atau jika kelak di hari kiamat ia dihisab oleh Alloh dan ditampakkan perbuatan dia yang telah membantu kaum kafir memerangi kaum muslimin, tentu ia lebih menyesal lagi. Dan penyesalan tersebut tidak berguna sama sekali.

Itulah diantara dampak yang mengerikan yang menimpa umat islam pada hari ini akibat percaya dengan pemberitaan kaum kafir. Hal tersebut terjadi karena umat ini telah meninggalkan petunjuk Alloh ketika menerima berita. Padahal jika seseorang melakukan tabayyun ia akan bisa menyelamatkan dirinya dan menyelamatkan saudaranya muslim dari kedzalimannya.

Fenomena meninggalkan kewajiban melakukan tabayyun juga terjadi dikalangan mereka yang mengaku sebagai aktifis islam. Tidak sedikit para ikhwan yang lekas percaya dengan suatu berita yang disampaikan oleh ikhwan yang lainnya. Apalagi kemudian jika yang menyampaikan berita adalah orang yang ditokohkan seperti ustadz. Padahal tidak ada jaminan bahwa seorang ustadz terjaga dari kesalahan.

Sering terjadi di kalangan ikhwan tersebar berita yang menyebut bahwa si fulan misalnya adalah jasus. Kadang berita tersebut muncul dari praduga yang tidak disertai bukti dan saksi.Ada kalanya hanya karena seseorang berinteraksi dengan anshor thoghut lantas dituduh jasus. Padahal boleh jadi ikhwan tersebut berinteraksi dengan anshor thoghut karena urusan muamalah.

Saya sendiri sudah berulang kali mengalami ada orang yang menyampaikan berita bahwa beberapa ikhwan adalah jasus. Dan masyaa Allah... beberapa orang yang disebut jasus tersebut sebagiannya telah gugur dibunuh anshor thoghut karena terlibat amaliyah jihad. Sebagian dari mereka yang pernah dituduh jasus ada juga yang kini berada di penjara thoghut juga karena terlibat amaliyah jihad. Sedangkan orang yang menuduh tetap hidup nyaman tidak diganggu thoghut karena enggan berjihad.

Menyebarkan berita dan menuduh seorang ikhwan sebagai jasus sama artinya dengan menvonisnya kafir dan menghalalkan darahnya. Sebab seorang muslim yang menjadi jasus bagi thoghut maka ia telah kafir keluar dari islam serta halal harta dan darahnya. Dan menuduh seorang muslim sebagai orang kafir adalah kedzaliman dan dosa besar. Yang pasti ia akan dimintai pertanggung jawaban kelak di hadapan Allah. Dan bagaimana dia akan bertobat jika kemudian orang yang dituduh jasus telah mati?.

Dan alangkah celakanya jika tuduhan jasus kepada seorang ikhwan dilatar belakangi karena kebencian atau kedengkian. Apalagi kalau tujuannya untuk pembunuhan karakter agar orang-orang menjauhi si tertuduh dan berpihak kepada diri dan kelompoknya. Tentu ini adalah cara yang sangat keji dan mirip prilakunya para politikus kafir.

Allah 'azza wa jalla membimbing dan memperingatkan kita ketika mendengar berita dengan firman-Nya:

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).".(QS An nisa:83)

Pada ayat di atas Alloh mencela orang-orang yang ketika mendapatkan berita tentang keamanan atau ketakutan langsung menyebarkannya tanpa terlebih dahulu meneliti kebenarannya. Dan Alloh membimbing orang-orang beriman agar menyerahkan kabar berita tersebut kepada Rasul dan ulil amri. Sehingga ketika ada pihak yang ingin tahu kebenaran berita tersebut bisa merujuk kepada mereka. Menyerahkan informasi yang beredar kepada pihak yang memegang urusan agar tidak terjadi kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat. Serta agar informasi tersebut diteliti kebenarannya.

Berpartisipasi dalam menyebarkan suatu berita bohong termasuk dosa besar yang diancam oleh Alloh dengan azab. Hal ini dikarenakan begitu besarnya dampak yang ditimbulkan dari berita bohong. Ia bisa berupa hancurnya martabat seseorang,keresahan dan teror di masyarakat hingga terjadinya pertumpahan darah. Maka Alloh mengancam kepada orang yang turut serta menyebarkan berita bohong dengan firman-Nya:

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
"Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu dari kalangan kamu (juga). Jangan kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapatkan balasan dari apa yang diperbuatnya.Dan barang siapa diantara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya),dia mendapat azab yang besar pula".(QS An Nur:11).

Alloh 'azza wa jalla mengancam dengan azab kepada setiap orang yang memiliki peran dalam menyiarkan berita bohong. Besarnya azab tergantung besarnya peranan setiap orang dalam penyebaran berita bohong. Ayat ini menghati-hatikan kita ketika mendapatkan suatu berita,sebab boleh jadi berita itu dusta. Maka tabayyun adalah cara yang selamat agar tidak jatuh ke dalam dosa besar. Tabayyunlah sebelum anda menyesal!.


Wallahu a'lam
01 jumadilakhir 1438H

📢 @maktabahmufidah 📢
Andre Tauladan

Selasa, 07 Juni 2016

Isbal, Ditolak Ahlu Sunnah, Dibela Ahlu Bid'ah

isbal

Hidup sebagai seorang muslim berarti secara langsung harus patuh terhadap segala aturan dalam agama islam, termasuk dalam perkara berpakaian. Tidak peduli anda dari golongan atau ormas apapun. Salah satu perkara yang masih dianggap remeh saat ini adalah isbal. Isbal artinya menjulurkan pakaian melebihi mata kaki. Isbal bagi laki-laki terlarang dalam Islam, hukumnya minimal makruh atau bahkan haram. Terdapat beberapa dalil yang menjelaskan tentang haramnya isbal. Beberapa dalil yang paling sering dibahas adalah dalil-dalil berikut :
“Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ
“Barangsiapa yang melabuhkan pakaiannya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” [Hadits Riwayat Bukhari 5783, Muslim 2085]
Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi bersabda :
مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِى النَّارِ
“Apa saja yang di bawah kedua mata kaki di dalam neraka.” [Hadits Riwayat Bukhari 5797, Ibnu Majah 3573, Ahmad 2/96]
“Waspadalah kalian dari isbal pakaian, karena hal itu termasuk kesombongan, dan Allah tidak menyukai kesombongan” [Hadits Riwayat Abu Dawud 4084, Ahmad 4/65. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah: 770]
Dari beberapa hadits di atas sudah jelas bagi kita bahwa isbal hukumnya minimal makruh bahkan haram. Namun, masih ada di antara kaum muslimin yang terjerumus oleh syubhat para penentang sunnah. Salah satu syubhat yang saat ini melanda kaum muslimin adalah "boleh isbal asal tidak sombong". Sekilas, memang syubhat tersebut memang bisa diterima logika karena pada dalil yang ada terdapat kata "sombong". Tetapi, jika kita berfikir lebih kritis maka syubhat tersebut justru sangat lemah dari sisi logika. Berdasarkan tiga hadits di atas balasan bagi orang yang isbal adalah Allah tidak akan melihatnya di hari kiamat (jika dilakukan dengan sombong), masuk neraka (dilakukan dengan kesombongan maupun tidak), dan tidak akan disukai oleh Allah (jika dilakukan dengan kesombongan). Kesimpulannya adalah, isbal itu tetap dilarang, sedangkan hukuman setiap orang yang melakukan isbal itu berbeda tergantung sombong atau tidaknya.

Di kalangan masyarakat umum saat ini memang sunnah ini masih kurang dikenal sehingga jika ada orang-orang yang mengamalkan sunnah ini dianggap nyeleneh. Walaupun begitu, saya bersyukur masih ada orang-orang yang berusaha melakukannya dan mendakwahkannya. Selain berdakwah di majelis ilmu, buletin, atau media lainnya orang-orang tersebut juga berdakwah dengan mempraktekkannya.

Sayangnya ada pihak tertentu yang menganggap bahwa pengamalan sunnah oleh sebagian kaum muslimin adalah bentuk kesombongan. Di sebuah situs disebutkan bahwa "Zaman Sekarang, celana isbal justru lebih dekat kepada sombong". Memang bisa seseorang memiliki sifat sombong atau pamer dalam ibadahnya, tetapi hal ini bersifat umum, tidak hanya dalam perkaran non-isbal tetapi juga dalam perkara lain. Kita memang tidak bisa menganggap semua orang baik, tetapi tidak bisa juga menganggap semua orang sombong. Salahnya lagi, admin situs tersebut menggunakan gambar syekh saudi sebagai perbandingan padahal syekh saudi bukan patokan sebuah kebenaran. (Saya pribadi masih heran, mengapa masih sering ditemui orang saudi yang isbal).

Jika seseorang menjadi sombong dengan ibadahnya berarti yang harus diperbaiki adalah hatinya, bukan ibadahnya. Jangan sampai karena ingin mengkritik kesombongan pada diri orang lain justru mengakibatkan ibadah tersebut menjadi ditinggalkan, lebih parah lagi jika orang yang mengkritik justru tidak mengamalkan sunnah tersebut. Alasan mereka pun tidak syar'i, yaitu menganggap orang yang tidak isbal sebagai orang yang na'if karena tidak menghargai desainer atau terlihat ganjil.

Pembahasan lengkap bisa dibaca di :
- Sumber 1
- Sumber 2
- Sumber 3
- Sumber 4
- Sumber 5


Andre Tauladan

Selasa, 19 Januari 2016

Hukum Berdiam di Masjid Bagi Wanita Haidh


Hukum Berdiam di Masjid Bagi Wanita Haidh

Oleh: Abu Mujahidah Al-Ghifari, M.E.I

Wanita dalam Islam sangat dimuliakan. Surat an-Nisa yang berarti wanita dalam al-Qur’an salah satu bukti bahwa Islam memberikan perhatian khusus untuk wanita. Secara umum hukum-hukum di dalam Islam untuk orang-orang beriman, baik laki-laki maupun wanita. Jika terdapat hukum khusus untuk laki-laki atau wanita maka Islam telah memberikan penjelasannya. Salah satu kekhususan wanita dan memiliki hukum khusus adalah haidh.

Diantara hukum terkait dengan haidh adalah hukum berdiam di dalam masjid ketika sedang haidh. Mayoritas ulama mengqiyaskan apa-apa yang dilarang bagi seorang yang junub maka dilarang pula bagi yang sedang haidh.

Alloh Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Nisa ayat 43:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّى تَغْتَسِلُوا

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian sholat, sedang kalian dalam keadaan mabuk, sehingga kalian mengerti apa yang kalian ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kalian mandi.” (QS. al-Nisa: 43)

Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang junub diharamkan berdiam di dalam masjid hingga dia mandi dari junubnya kecuali jika sekedar melewatinya. An-Nawawi rohimahulloh berkata dalam kitab minhaj at-Tholibin, “Diharamkan bagi haidh apa-apa yang diharamkan bagi junub.” Ibn Qudamah rohimahulloh berkata dalam kitab al-Mughni, “Dilarang berdiam di dalam masjid dan thawaf di ka’bah karena haidh satu makna dengan junub.” Jadi, ulama yang berpendapat melarang wanita haidh berdiam di dalam masjid karena meng-qiyaskan haidh dengan junub.

Dalil lain yang digunakan oleh ulama yang melarang wanita haidh berdiam di dalam masjid adalah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab sunannya:

Dari Aisyah rodhiallahu anha, beliau berkata bahwa Rosulalloh shollallahu alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya saya tidak halalkan masjid bagi wanita haidh dan orang junub.” (HR. Abu Dawud No.232)

Hadits di atas didho’ifkan oleh al-Bani rohimahulloh dalam kitab Dho’if Sunan Abu Dawud dan dalam Irwa al-Gholil No.193. Sebab dho’ifnya hadits ini adalah karena di dalam sanadnya terdapat Jasrah ibn Dijajah yang didho’ifkan oleh al-Bukhori dan al-Bahaqi memberikan isyarat akan kedho’ifannya. Al-Baihaqi rohimahulloh berkata, “Dan hadits ini jika shahih maka diterapkan pada junub yang berdiam di dalam masjid bukan lewat dengan landasan dalil al-Qur’an.” (Irwa al-Gholil al-Bani, hlm.210)

Al-Kasani rohimahulloh seorang ulama mazhab Hanafi menjelaskan hukum yang dilarang bagi wanita haidh dan nifas, beliau berkata, “Adapun hukum haidh dan nifas yaitu tidak diperbolehkan shalat, puasa, membaca al-Qur’an, memegang mushaf kecuali dengan sampul, masuk masjid dan thawaf di ka’bah.” (Bada’i al-Shana’i 1/163)

Ibn Rusd rohimahulloh seorang ulama mazhab Maliki dalam kitab Bidayah al-Mujtahid yang membahas fikih lintas mazhab, beliau menjelaskan bahwa perselisihan pendapat ulama terkait hukum berdiam di masjid bagi wanita haidh sama dengan orang yang junub: Ada yang mengharamkan secara mutlak yaitu mazhab Malik. Ada juga yang melarang kecuali hanya lewat saja yaitu mazhab al-Syafi’i. Dan ada juga yang membolehkan semuanya baik diam maupun lewat yaitu mazhab Dawud. (Lihat, Bidayah al-Mujtahid, hlm.57-58)

Dalam kitab fikih Asy-Syafi’i disebutkan bahwa apa-apa yang diharamkan bagi orang junub diharamkan pula bagi wanita haidh. Maka, hukum berdiam di dalam masjid tidak dibolehkan bagi wanita haidh. Hanya saja ulama mazhab Syafi’i berbeda pendapat bagi wanita haidh yang aman dari mengotori masjid seperti menggunakan pembalut dibolehkan atau tidak melewati masjid. Yang tepat adalah dibolehkannya melewati masjid jika aman sebagaimana junub boleh jika sekedar lewat. Dan jika tidak aman yaitu akan mengotori masjid maka diharamkan. (Lihat al-Siraj al-Wahaj Hlm.34 dan Kifayah al-Akhyar 1/114)

Muhammad ibn al-Khotib al-Syarbini rohimahulloh menjelaskan alasan diharamkannya wanita haidh melewati masjid jika dikhawatirkan mengotori masjid, beliau berkata:

Sebagai bentuk penjagaan masjid dari najis. Dan jika aman maka boleh baginya melewati masjid sebagaimana orang junub, akan tetapi hukumnya makruh sebagaimana dalam kitab al-Majmu. (Mughni al-Muhtaj 1/153-154)

Beliau juga menjelaskan hukum tersebut sama pada setiap yang dikhawatirkan najisnya seperti bagi orang yang sedang tertimpa penyakit beser, istihadhoh dan orang yang sandalnya terkena najis basah.

Al-Ghozali rohimahulloh berpendapat bahwa berdiam di dalam masjid hukumnya haram, sedangkan jika sekedar melewati maka dibolehkan jika aman dari mengotori masjid. (al-Wajiz fi Fiqhi Mazhab al-Imam al-Syafii, Hlm.23)

Muhammad Az-Zuhri al-Ghomrowi rohimahulloh berkata, “Diharamkan melewati masjid jika dikhawatirkan mengotorinya. Yaitu darah haidh yang mengenainya. Jika tidak dikhawatirkan maka dibolehkan baginya melewati masjid sebagaimana junub.” (Umdah al-Salik Hlm.45)

Dari penuturan ulama mazhab Asy-Syafi’i, dapat disimpulkan bahwa berdiam di dalam masjid di haramkan. Sedangkan jika sekedar melewatinya dibolehkan jika aman dari kemungkinan terjatuhnya darah haidh, dan jika tidak aman maka diharamkan.

Dalam kitab fikih Hambali al-Uddah syarh al-Umdah disebutkan bahwa ada sepuluh yang tidak diperbolehkan bagi wanita haidh, salah satunya adalah berdiam di dalam masjid. Ibn Qudamah rohimahulloh menerangkan dalam kitab al-Mughni bahwa orang junub, haidh dan orang yang selalu berhadats tidak diperkenankan berdiam di dalam masjid. Akan tetapi diperbolehkan melewati masjid untuk suatu keperluan seperti hendak mengambil sesuatu atau memang jalan yang harus dilewati adalah masjid.

Muhammad ibn Sholih al-Utsaimin rohimahulloh berkata:

Seorang wanita yang haidh tidak boleh berdiam di dalam masjid. Adapun sekedar melewati masjid maka tidak mengapa dengan syarat aman dari mengotori masjid disebabkan darah yang keluar.” (Majmu Fatawa wa Rosa’il 1/273)

Dari pemaparan di atas, dapatlah disimpulkan bahwa jumhur ulama ahli fikih mengharamkan berdiam di dalam masjid bagi wanita haidh sebagaimana diharamkan bagi seorang yang junub kecuali jika hanya sekedar lewat. Diantara ulama salaf yang membolehkan melewati masjid untuk suatu kebutuhan adalah ibn Mas’ud, ibn Abbas, ibn al-Musayyab, ibn Jubair, al-Hasan, Malik dan al-Syafii rahimahumullah.

Sebagian ulama yang lain seperti Abu Muhammad ibn Hazm rohimahulloh dan Dawud rohimahulloh membolehkan bagi wanita haidh berdiam di dalam masjid. Musthofa al-Adawi seorang ulama kotemporer memperkuat pendapat ini dengan alasan tidak adanya dalil shahih yang melarang wanita haidh masuk masjid dan tidak diterimanya qiyas haidh dengan junub karena orang yang junub bisa bersuci kapan saja yang dia kehendaki, sedangkan wanita haidh tidak bisa. (Jami Ahkam al-Nisa, hlm.45-51)

Dengan demikian, maka masalah ini memang masalah yang diperselisihkan oleh ulama, dan jumhur ulama mengharamkan wanita haidh berdiam di dalam masjid. Adapun, yang lebih selamat adalah tidak duduk-duduk di dalam masjid bagi wanita haidh sebagai bentuk kehati-hatian dan keluar dari perselisihan pendapat. Jika memang ada kebutuhan seperti menghadiri kajian maka sepertinya cukup di luar masjid seperti di teras karena sekarang sudah terdapat sound system yang bisa mengantarkan suara terdengar dari luar masjid.

Allohu Ta’ala A’lam

Andre Tauladan | Fajrifm

Jumat, 01 Januari 2016

The success of Man in Dawah

By : Abu Waleed UK

 
The Success of the Man in Dawah for the sake of Allāh, calling for the Haq and confronting all false ideological ideas today requires a likeminded spouse in his corner for him to be successful, what advise can we give to such sisters, remember this is not for anyone, not for the wives of bank managers etc, but a unique individual and for them is a unique partner.

For them is the following examples amongst many which We could of made;

Make Khadeejah (ra) your example and leading role model who was a strong right hand for her husband and a firm gentle touch to our Messenger which enabled him to carry his message to mankind. Khadeejah supported him, believed in him, covered him and said to him her famous statement: ‘By Allaah! Allaah will never let you down because you are the one who maintains the blood relationship, carry heavy responsibilities, help the needy, support the weak, command the good and forbid the evil and challenge all the corruption in society.’

Wake up in the night time and throw the arrows of the dark night at sehri time by supplicating to your Lord and ask him to protect your husband and all the daa’ies and to make them firm, victorious, have ‘izzah and support.

Keep yourself busy by nurturing the children of your husband, provide the best knowledge and good deeds that makes them full of taqwaa and Eemaan and plant in them that the conviction their father stands for is the truth, and encourage them to do the same thing as their father.

Dear Muslim sisters, if your husband is a daa’ie be proud that your husband carries the truth and be confident that the banners of Haq he carries will never fall down even if he does.

Andre Tauladan

Sabtu, 12 Desember 2015

Sifat-sifat Hijab Syar’iy

Sifat-sifat Hijab Syar’iy

Alih Bahasa: Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

(download dalam bentuk selebaran format pdf di sini)

Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya. Amma Ba’du:

Sesungguhnya wanita muslimah telah mendapatkan kedudukan yang tinggi di dalam Islam, dan syari’at yang hanif ini telah memperhatikannya dengan perhatian yang lebih khusus lagi menjamin baginya gar terjaga kesuciannya, di mana Allah Ta’ala telah mewajibkan atasnya untuk berhijab (menutupi diri) dari pria lain demi menjaga kemuliaannya dari noda keburukan. Dan Allah Ta’ala telah menetapkan syarat-syarat bagi hijab ini yang harus dipenuhi semuanya supaya menjadi hijab yang syar’iy, sehingga bila SALAH SATU dari syarat ini tidak terealisasi maka hijab itu bukan hijab syar’iy dan tidak diridloi oleh Allah Ta’ala.
Apakah syarat-syarat hijab wanita muslimah itu?

Syarat-syarat (sifat-sifat) hijab syar’iy wanita muslimah itu ada delapan sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama:

Syarat Pertama: Ia itu harus tebal yang tidak menampakkan bayangan apa yang ada di baliknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صنفان من أهل النار لم أرهما بعد : رجال معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ، ونساء كاسيات عاريات مائلات مميلات على رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة ، لا يدخلن الجنة ولا يجد ريحها ، وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا ” رواه أحمد ومسلم في الصحيح

“Dua macam penghuni neraka yang belum aku lihat, kaum yang membawa cemeti bagaikan ekor-ekor sapi yang dengannya mereka memukuli manusia, dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, yang membuat (orang lain) menyimpang (dari kebenaran) lagi miring (kepada keburukan), kepala-kepala mereka itu bagaikan pundakan-pundakan unta yang miring, para wanita itu tidak masuk surga dan tidak mendapatkan wanginya, padahal sesungguhnya wangi surga itu didapatkan dari jarak segini dan segitu.” (Riwayat Muslim).

An Nawawiy berkata: Hadits ini adalah tergolong mu’jizat kenabian, di mana dua macam orang ini telah telah terjadi – dan keduanya ada sekarang -, dan di dalam hadits ini terdapat celaan bagi dua macam orang ini. Sedangkan makna “Kaasiyaat” adalah wanita menutup sebagian badannya dan membuka sebagian yang lain, dan ada yang mengatakan bahwa maknanya adalah dia memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna kulit badannya.”(Syarah Shahih Muslim).

Syarat Kedua: Hijabnya itu harus lebar lagi tidak sempit.

قال أُسامة بن زيد: ((كساني رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قبطيةً كثيفة مما أهداها له دحية الكلبي، فكسوتها امرأتي، فقال: مالك لم تلبس القبطية ؟ قلت: كسوتها امرأتي، فقال: مُرها فلتجعل تحتها غلالة، فإني أخاف أن تصف حجم عظامها )) أخرجه أحمد

“Di mana telah diriwayatkan dari Usamah Ibnu Zaid radliyallahu ‘anhu, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan pakaian kepadaku berupa kain qibthi yang tebal – yang mana ia itu di antara bagian yang dihadiahkan Dihyah Al Kalbiy kepadanya- maka sayapun memberikan kain itu kepada isteri saya sebagai pakaian, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada saya: Kenapa aku tidak melihatmu memakai kain qibthiyyah itu? Maka saya berkata: Wahai Rasulullah saya telah memakaikannya kepada isteriku,” maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: Suruhlah isterimu memakai ghilalah (rangkapan), karena aku khawatir kain itu menampakkan lekuk tulangnya.” (Riwayat Ahmad dan dihasankan oleh Al Arna-uth).

Qubthiyyah adalah semacam pakaian yang berasal dari Qibthi Mesir.
Ghilalah adalah pakaian yang dipakai sebagai rangkapan bagi pakaian lain.
Asy Syaukaniy berkata: “Hadits ini menunjukkan bahwa wanita itu wajib menutupi seluruh badannya dengan pakaian yang tidak membentuk lekuk badannya, dan ini adalah syarat menutupi aurat.” (Nailul Authar).

Syarat Ketiga:Hijab itu menutupi seluruh anggota badan termasuk wajah dan kedua tapak tangan.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Al Ahzab: 59).

Di dalam ayat ini Allah Ta’ala memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam agar memerintahkan semua wanita, dan memulai dengan memerintahkan isteri-isterinya dan puteri-puterinya karena kemuliaan mereka dan dikarenakan mereka adalah para wanita yang lebih berhak daripada yang lain, untuk menutupi wajah-wajah mereka dengan mengulurkan jilbab-jilbab dari atas kepala mereka. Sedangkan JILBAB adalah adalah kain yang dipakai sebagai rangkapan luar pakaian berupa rida (kain untuk badan bagian atas), izar (kain untuk badan bagian bawah) dan kerudung serta yang serupa itu. (Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir As Sa’diy).

Syarat Keempat: Hijab itu tidak boleh yang merupakan pakaian ketenaran.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ) . رواه أبو داود)

“Barangsiapa memakai pakaian ketenaran di dunia maka Allah memakaiakan kepadanya pakaian kehinaan di hari kiamat kemudian Dia menyalakan api padanya.” (Diriwayatkan Abu Dawud dan yang lainnya serta dinilai hasan oleh Al Mundziriy).

Maksud pakaian ketenaran adalah pakaian yang mengundang keheran-heranan orang lain atau dianggap buruk oleh manusia (yang muslim tentunya, pem), atau dengan ungkapan lain ia adalah: pakaian yang menyebabkan pemakainya menjadi bahan olok-olokan dan perbincangan manusia, karena keanehan warnanya, sifatnya, atau cara menjahitnya. Dan pakaian ketenaran ini bisa berbeda-beda antara satu zaman dengan zaman lainnya dan antara satu tempat dengan tempat lainnya, di mana bisa saja manusia pada zaman tertentu menganggap suatu pakaian itu sebagai pakaian ketenaran namun di zaman lain mereka tidak menganggapnya demikian, dan bisa saja di suatu negeri pakaian itu dianggap sebagai pakaian ketenaran namun di negeri lain tidak dianggap demikian, sesuai dengan adat kebiasaan.

Syarat Kelima:Tidak boleh menyerupai pakaian wanita kafir.

Di mana di antara landasan paling penting dien ini adalah menyelisihi orang-orang kafir dan kaum musyrikin, dan landasan pokok ini ada lagi bagu di dalam Al Kitab dan As Sunnah Ash Shahihah, di antaranya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abdullah ibnu ‘Amr Ibnu Al ‘Ash radliyallahu ‘anhu di saat ia mengenakan dua pakaian yang mu’ashfar (yang dicelup warna merah):

إن هذه من ثياب الكفار فلا تلبسها ) رواه مسلم)

“Sesungguhnya ini adalah termasuk pakaian orang-orang kafir, maka jangan kamu memakainya.” (Riwayat Muslim).

Di antara pakaian para wanita kafir adalah apa yang dipakai oleh para wanita Nashrani, Yahudi, Sekuler dan Paganis.

Syarat Keenam: Tidak boleh menyerupai pakaian kaum pria.

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, berkata:

(وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: “لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الرجل يلبس لبسة المرأة والمرأة تلبس لبسة الرجل” . (رواه أبو داود

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat pria yang memakai pakaian wanita, dan (melaknat) wanita yang memakai pakaian pria.” (Riwayat Abu Dawud dan yang lainnya, dan dishahihkan oleh Asy Syaukaniy dan Al Hakim serta Adz Dzahabiy mengakuinya).

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ليس منا من تشبه بالرجال من النساء و لا من تشبه بالنساء من الرجال “

“Bukan termasuk golongan kami wanita yang menyerupai kaum pria dan pria yang menyerupai kaum wanita.” (Riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh Al Arna-uth).

Syarat Ketujuh: Ia itu tidak boleh mengandung hiasan (motif) yang menarik perhatian

Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ

“Dan janganlah mereka itu menampakkan perhiasan mereka” (An Nur: 31).
Dan firman-Nya Ta’ala:

وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

“Dan janganlah kalian bertabarruj seperti tabarrujnya wanita jahiliyyah pertama” (Al Ahzab: 33).

Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

ثلاثة لا تسأل عنهم رجل فارق الجماعة وعصى إمامه ومات عاصيا وأمة أو عبد أبق فمات وامرأة غاب عنها زوجها قد كفاها مؤنة الدنيا فتبرجت بعده فلا تسأل عنهم

“Tiga macam orang yang jangan ditanyakan tentang (nasib) mereka: orang yang meninggalkan jama’ah dan maksiat kepada imamnya serta mati dalam keadaan maksiat, hamba sahaya baik pria maupun wanita yang melarikan diri dari tuannya terus ia mati, dan wanita yang ditinggal pergi suaminya sedangkan si suaminya telah memberikan kecukupan kebutuhan dunia, terus ia malah tabarruj setelah suaminya pergi, maka jangan engkau tanyakan tentang (nasib) mereka.” (Riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh Al Haitsamiy dan Al Anauth).

Bila ternyata hijab si wanita ternyata mengandung hiasan (corak/motif), maka ia itu tidak disebut hijab (syar’iy), karena sesungguhnya alasan dalam pensyari’atan hijab itu adalah pelarangan penampakan hiasan kepada pria lain, sehingga tidak masuk akal-lah kalau hijabnya itu malah merupakan hiasan! MAKA WAJIB atas wanita muslimah yang ingin merealisasikan syarat ini agar dia memperhatikan pakaiannya supaya kosong dari MOTIF HIASAN APAPUN dan hendaklah warnanya itu tidak menarik perhatian kaum pria.

Syarat Kedelapan: Tidak mengandung wangi-wangian atau parfum.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«أيما امرأة استعطرت فمرت على قوم ليجدوا ريحها، فهي زانية»

“Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian, terus ia melewati kaum pria supaya mereka mencium bau harumnya, maka ia itu berzina.” (Diriwayatkan oleh An Nasai dan yang lainnya, dan At Tirmidziy berkata: Hadits Hasan Shahih).

Dan bersabda shallallahu ‘alaihi wa sallam:

” إذا خرجت إحداكن إلى المسجد فلا تقربن طيبا “

“Bila salah seorang di antara kalian (wanita) keluar menuju mesjid, maka jangan sekali-kali ia menyentuh wewangian.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Al Arnauth).

Ibnu Daqiq Al ‘Ied berkata: “Di dalamnya terdapat keharaman memakai wewangian bagi wanita yang ingin keluar menuju mesjid, karena dalam tindakan itu terdapat hal yang merangsang syahwat kaum pria.” (Faidlul Qadir milik Al Munawiy).

Saudariku Muslimah:

Ini adalah sifat-sifat hijabmu yang syar’iy yang haram atasmu menyelisihi salah satu darinya di hadapan pria yang bukan mahram. Sedangkan kaum pria yang merupakan mahram bagi seorang wanita yang tidak ada dosa atasnya bila ia tidak berhijab dari mereka adalah orang-orang yang telah Allah sebutkan di dalam surat An Nuur ayat 31, di mana Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ

“Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.”(An Nuur: 31).

Sehingga bukan termasuk mahram-mu wahai wanita yang suci kaum pria ini: saudara suamimu (saudara ipar), saudara-saudara sepupumu dan kerabat-kerabatmu lainnya.

Maka janganlah engkau membuka hijab di hadapan mereka, karena Nabi-mu shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

“إياكم والدخول على النساء قيل يا رسول الله أفرأيت الحمو قال الحمو الموت الحمو الموت”

“Janganlah kalian masuk menemui wanita” Maka seorang pria bertanya: Wahai Rasulullah bagaimana dengan saudara ipar (yaitu saudara suami)? Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Saudara ipar itu kematian.” (Muttafaq ‘Alaih).

An Nawawiy berkata: Al Ahmaa -bentuk jamak dari hamwu- adalah karib kerabat suami, dan hadits mensifati mereka dengan kematian, itu dikarenakan khalwat dengan dengan kerabat suami itu lebih sering terjadi dari khalwat dengan selainnya dan keburukan yang bisa muncul darinya pun lebih banyak dari yang lainnya, karena adanya kemudahan baginya untuk bisa menemui si wanita itu dan khalwat bersamanya tanpa ada pengingkaran, beda halnya dengan pria lain. (Syarh Shahih Muslim)

Ya Allah jagalah wanita kaum muslimin dan karuniakanlah kepada mereka ketertutupan dan kesucian.

Dan limpahkanlah Ya Allah shalawat kepada Nabi kami Muhammad, keluarganya serta semua sahabatnya.

============

Sabtu Tanggal 5 Dzul Hijjah 1436H
Millahibrahim
Andre Tauladan

Rabu, 09 Desember 2015

Fabricated Hadeeth Series

Fabricated Hadeeth Warning

This hadeeth has been classed as maudoo (FABRICATED).

Like the Farewell Sermon, some have attributed false sources to this, saying it is found in Bukhaaree (No. 6:19) and Tirmidhee (No. 14:79).

It is found in neither, but can be found in Silsilatul-Ahaadeeth ad-Da’eefah wa al-Mawdoo’a (No. 3274) of Imaam al-Albaanee, where he said:

“Verily when a man looks at his wife and she looks at him, Allaah will look at them both with glance of Mercy, when he takes her hand their sins will be wiped away through their fingers”

(This is) fabricated, reported by ar-Raafi’ee in his Taarikh (2/47) commenting on Maysara bin ‘Alee in his Mashaykha with its chain of narration from al-Hussain bin Mu’aadh al-Khurasaanee who narrated from Ismaa’eel bin Yahya at-Taymee from Mis’ar bin Kidaam from al-‘Awfee from Abee Sa’eed al-Khudree who said: The Messenger of Allaah (sallallaahu ‘alayhi wa sallam): and then he mentioned the hadeeth.

I [al-Albaanee] say (regarding this hadeeth):

“This is fabricated, damaged by this at-Taymee; he is known to fabricate ahadeeth and he has false and troublesome narrations which some of it were already mentioned, and Hussain bin Mu’aadh is almost like him. Al-Khateeb said (regarding him): ‘He is not trustworthy and his hadeeth is fabricated.’”

Be warned, lying upon the Prophet (sallallaahu ‘alayhi wa sallam) will result to entering the Hell-Fire (if Allaah wills)!

The Prophet (sallallaahu ‘alayhi wa sallam) said:

“Whoever (intentionally) ascribes to me what I have not said then (surely) let him occupy his seat in Hell-fire.”

[Saheeh al-Bukhaaree]
Andre Tauladan

Selasa, 08 Desember 2015

PENGKHIANATAN PARA PEMIMPIN HARAKAH ASY-SYABAB

Oleh: Abu Maisarah asy-Syami
Alih Bahasa: Usdul Wagha
Sumber: http://justpaste.it/pim0


Segala puji bagi Allah yang Maha Besar dan Maha Tinggi, shalawat serta salam tercurah kepada adh-dhahuk al-qattal (yang murah senyum namun tegas berperang), juga kepada keluarganya yang baik dan suci, wa ba’du:

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

“إِذَا اطْمَأَنَّ الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ ثُمَّ قَتَلَهُ بَعْدَمَا اطْمَأَنَّ إِلَيْهِ نُصِبَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِوَاءُ غَدْرٍ“

“Apabila seorang laki-laki telah percaya kepada seorang laki-laki lain namun kemudian orang yang dipercaya ini membunuhnya setelah dia dipercaya, maka kelak pada hari Kiamat akan dipancangkan baginya bendera pengkhianatan” [Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Amr ibn al-Hamiq dan dia berkata; “Ini adalah hadits dengan sanad shahih namun belum ditakhrij oleh keduanya (al-Bukhari dan Muslim).” Dan berkata adz-Dahabi: “Shahih.”

Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam banyak hadits bahwa apabila Allah telah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan yang akan datang pada hari Kiamat, maka akan ditancapkan di belakang setiap pengkhianat sebuah bendera yang dapat dikenali dan akan diangkat sesuai kadar pengkhianatannya, kemudian akan dikatakan; “Ketahuilah ini adalah pengkhianatan Fulan ibn Fulan!” [“Bab Haramnya Pengkhianatan” – Shahih Muslim]. Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

“وَلَا غَادِرَ أَعْظَمُ غَدْرًا مِنْ أَمِيرِ عَامَّةٍ“

“Dan tidak ada pengkhianat yang lebih besar pengkhianatannya dari pada seorang pemimpin umat.” [Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Sa’id].

Maka hendaklah para muwahhid mujahid dan seluruh manusia baik di timur maupun di barat mengetahui bahwa para pemimpin Harakah asy-Syabab – yang berbai’at kepada Zhawahiri si dungu thaghut Akhtar Manshur – bahwa para pemimpin ini, yang telah rusak dan membuat kerusakan, yang sesat lagi menyesatkan, telah berlaku melampaui batas kepada para junud khilafah di Somalia, mereka mengkhianati dan menumpahkan darah haram mereka, membunuh jiwa suci mereka tanpa haq.

Ya, setelah para muhajirin dan anshar berdatangan kepada para junud khilafah di Somalia, untuk mendengar seruan khilafah dan bersegera untuk bergabung ke dalam ikatan jama’ah, para pemimpin Harakah asy-Syabab kemudian mengirimkan tiga mata-matanya kepada Syaikh Mujahid Abu Nu’man al-Yintari (taqabbalahullah) yang telah datang bersama keluarganya dan putra-putra keluarganya kepada barisan khilafah dan menyingkir ke dalam hutan, lalu para mata-mata harakah asy-Syabab ini mengaku ingin melakukan pertemuan bersama Syaikh Abu Nu’man dan teman-temannya untuk berbai’at kepada Khalifah, maka datanglah Syaikh Abu Nu’man bersama lima teman karibnya untuk berkumpul bersama mereka, dan di akhir majlis, para mata-mata Harakah asy-Syabab ini membunuh mereka dengan darah dingin, keji dan licik! Dan setelah melakukan ightiyal, mereka mengirimkan surat kepada Ar-Raymi (Seorang tentara Akhtar di Yaman) dan memberikan kabar bahwa mereka baru saja melakukan amaliah dan mengklaim bahwa mereka telah membunuh seorang amir Daulah yang diutus dari Libya! Mereka telah berkhianat dan berdusta!

Ya, mereka juga telah melakukan ightiyal kepada Syaikh Mujahid Husain ‘Abdi Jaidiy (Taqabbalahullah) dengan penuh khianat sebagaimana yang mereka lakukan kepada Syaikh Abu Nu’man, di mana mereka mengirimkan seorang laki-laki yang dahulu dipercaya oleh Syaikh sebagai seorang supir dan sekaligus penjaganya, pengkhianat ini mengaku ingin bergabung ke dalam khilafah, namun ketika berkumpul bersama syaikh, dia pun melakukan ightyal kepada syaikh itu dan dua orang temannya!

Mereka juga membunuh (ightiyal) seorang muhajir mujahid Muhammad Makaqi Ibrahim Muhammad (Hudzaifah as-Sudani – taqabbalahullah) seorang buronan tentara Salib Amerika sejak 2008 karena ikut serta dalam pembunuhan John Granville, seorang diplomat Salibis AS di Sudan, dan setelah Hudzaifah ditahan di penjara Kobar, dia bersama teman-temannya berhasil melarikan diri dalam sebuah operasi yang diberkahi, bahkan pihak Amerika mempersiapkan dana lima juta dolar bagi siapa yang bisa menunjukkan orang ini. Dan barangkali mereka mengirimkan dana ini kepada para pemimpin Harakah asy-Syabab!

Dan sebelumnya, para mata-mata Harakah asy-Syabab menahan sepuluh sahabat Syaikh Mujahid Abdul Qadir Mu’min (Tsabbatahullah) yang membuat syaikh bersegera mengumumkan bai’atnya dengan harapan Allah akan memberikan petunjuk kepada para amir gerakan itu kepada kebenaran, atau semoga saja mereka menjadi malu untuk menumpahkan darah seorang muslim tanpa hak.

Mereka memenjarakan siapa saja dari kalangan anshar dan muhajirin yang mereka anggap memiliki sikap wala` (loyalitas) kepada Khilafah, menyita apa yang mereka miliki dan menakut-nakuti keluarga mereka, bahkan tidak selamat dari kejahatan mereka kalangan umum kaum muslimin yang mereka curigai bahwa mereka adalah penolong para tentara Khilafah atau simpatisan, seolah-olah menolong khilafah adalah sebuah tindak kriminal, yang mana “undang-undang” Harakah asy-Syabab akan menghukum siapa saja yang berbai’at atau menolong atau melindungi atau terindikasi hal itu…

Mereka juga tidak membedakan antara yang muda maupun yang tua, mereka menahan seorang yang telah beruban al-akh Abu Anas al-Mishri di kota Jamaame setelah keluar dari shalat maghrib dan akan kembali ke rumahnya. Dan ditahan bersamanya al-akh Abu Abdur Rahman al-Maghribi, dan ketika Syaikh Abdul Aziz Ruqayyah mengingkari akan perbuatan mereka, mereka pun menghinakannya, menahan dan memperlakukannya seperti orang-orang sebelumnya, mereka juga menahan Mu’awiyah al-Malaizi dan Uwais al-Anshari seminggu kemudian.

Mereka juga menculik Abdullah Yusuf (Salah seorang mantan komandan Harakah asy-Syabab) dan seorang temannya ketika dalam perjalanan dari kota Konborwa dan Jilib, dan sebagaimana kebiasaan mereka, yang mengkhianati keduanya dengan dalih ingin duduk-duduk bersama keduanya untuk berbincang-bincang saja!

Mereka juga menculik wakil pemimpin dewan ulama Badruddin al-Anshari. Juga menculik Abu Tsabit al-Muhajir dalam sebuah operasi pengkhianatan yang membunuh Hudzaifah as-Sudani (taqabbalahullah).

Dan setelah mereka ditahan dan juga orang-orang lainnya yang tidak diketahui jumlahnya kecuali oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, terputuslah berita tentang mereka dan tidak terdengar info apa pun mengenai mereka, semoga Allah meneguhkan dan membebaskan mereka, tuduhan yang sebenarnya atas mereka semua tidak lain adalah niat untuk masuk ke dalam jama’ah kaum muslimin dan keluar dari perpecahan buta dan untuk loyal kepada Khilafah yang baru kembali dan berlepas diri dari thaghut thaliban dan si dungunya, laa haula wa laa quwwata illa billah.

Dan di antara kejahatan para amir Harakah asy-Syabab adalah mereka mengirimkan utusan resmi kepada setiap front harakah ini dan kantor-kantornya dan mengabarkan kepada para amir dan tentara bahwa mereka akan memerangi dan membunuh siapa saja yang berusaha “memecah belah barisan!” mereka juga mengundang para ulama untuk melakukan pertemuan rahasia dan mengancam mereka dengan pembunuhan apabila berusaha menolong siapa saja yang akan “memecah belah barisan.” Seolah-olah jama’ah kaum muslimin adalah kelompok Harakah asy-Syabab yang berbai’at kepada si dungu azh-Zhawahiri pelayan Thaghut Thaliban!

Dan di tengah operasi pengkhianatan terhadap para junud khilafah di Somalia, dan sejak beberapa katibah dari Harakah ini menyatakan bai’at kepada Khilafah, para pemimpin Harakah asy-Syabab mengarahkan kebanyakan tentaranya dan usaha mereka untuk memburu para junud khilafah untuk dibunuh atau dibantai, bukannya menyerang kepala kekufuran Amerika yang menjadi tujuan utama mereka seperti yang diklaim oleh Zhawahiri. Bahkan mereka terus berdamai dengan milisi murtad, kemurtadannya sangat jelas, kelompok ini berlokasi di kota Gobowen selatan Somalia dekat Kismayo. Pemimpinnya biasa dipanggil Barri Hirali yang tidak diragukan lagi kemurtadannya, Barri Hirali adalah mantan menteri pertahanan dalam pemerintahan murtad dukungan Salibis dan anggota yang sangat semangat dalam “permainan” demokrasi. Para pemimpin Harakah asy-Syabab tidak menjadi milisi ini sebagai target serangan meskipun milisi ini memiliki basis militer di lokasi tersebut, dan mengizinkan orang-orang murtad ini untuk keluar-masuk ke lokasi-lokasi yang dikuasai Harakah dan tidak membolehkan siapapun untuk membunuh mereka atau menjadikan harta mereka sebagai ghanimah, mereka berdamai dengan orang-orang murtad ini dan berkompromi di saat mereka memenjarakan dan membunuh siapa saja yang mereka anggap berwala` kepada khilafah, mereka seolah ingin menyamai Abu Mush’ab Abdul Wadud yang ingin bergabung bersama gerakan nasionalis untuk membebaskan Azwad, atau Khalid al-Bathir yang memiliki fikiran untuk menyerahkan kota Mukalla kepada thaghut Dewan Nasional Hadramaut, dan selain keduanya yang berbuat baik kepada kaum murtadin dan memerangi kaum muwahhidin.

Ya, sesungguhnya berhala golongan dan patung kesombongan (‘ujub) telah merusak hati para pemimpin Harakah asy-Syabab, sampai-sampai mereka tidak lagi mengenal seusatu yang ma’ruf dan mengingkari sesuatu yang munkar, bahkan mereka diam dari kesesatan thaghut Akhtar dan orang dungunya azh-Zhawahiri. Apakah mereka akan tetap berpegang kepada baiat atas seseorang yang menganggap thaghut Qatar sebagai saudara kandung? Dan kaum Rafidhah Khurasan dan seluruh dunia sebagai ikhwan? Apakah mereka akan tetap memegang bai’at kepada seseorang yang berwala` kepada Shahawat Saluliah (baca: Saudi_pent), nasionalisme, demokrasi, atheis, dan bukan kepada muhajirin dan anshar? Apakah mereka akan tetap berpegang kepada bai’at atas seseorang yang berpaling dari al-wala` wal-bara` dan melarang kelompoknya dari itu, mendekat kepada pemerintahan murtad Pakistan dan angkatan bersenjatanya serta dinas intelijennya. Apakah mereka akan mempertahankan bai’at kepada seseorang yang berperang demi nasionalisme Afghanistan dan berdamai dengan kaum murtad pemerintah Afghanistan demi hal itu?

Maka hendaklah mereka tahu, seandainya mereka tidak mengetahui keadaan imam mereka Akhtar dan si dungu Azh-Zhawahiri maka itu adalah musibah! Dan jika mereka tahu maka musibahnya lebih parah!

Dan kepada para junud Khilafah di Somalia, Allah Ta’ala telah berfirman: { dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal} [Asy-Syura: 39-40] dan berfirman; { Oleh sebab itu barangsiapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu} [Al-baqarah: 194] { Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu} [an-nahl: 126].

Maka harus ada hukuman kepada para pelaku kerusakan di muka bumi ini dengan hukuman yang setimpal atau lebih berat, maka bunuhlah para pemimpin hizbiyah dan perpecahan dengan senjata peredam, sabuk peledak atau bom, hingga terpisahlah barisan-barisan itu dan manusia akan mengetahui di barisan manakan para pemimpin ini, apakah bersama Akhtar dan Zhawahiri? Ataukah bersama Tauhid dan Jihad? Dan sesungguhnya di dalam barisan Harakah asy-Syabab terdapat jumlah yang sangat banyak orang-orang yang ingin masuk ke dalam Jama’ah kaum Muslimin, namun mereka dihalangi oleh sikap keras para pemimpin Harakah asy-Syabab dan para agen intelijen mereka, hanya kepada Allah kita meminta pertolongan.

Dan terakhir, kepada para amir Harakah asy-Syabab, jika kalian menginginkan keselamatan maka berlepas dirilah dari Akhtar kalian, Zhawahiri kalian, sikap hizbiyah kalian, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan sehingga kalian akan ditimpa apa yang telah menimpa Jabhah Jaulani, berupa kerugian di dunia dan juga di akhirat.

Ditulis oleh: Abu Maysarah asy-Syami – semoga Allah mengampuninya.

Alih Bahasa: Usdul Wagha 26 Shafar 1437H – 08/12/2015

sumber : https://millahibrahim.wordpress.com/
Andre Tauladan

Minggu, 06 Desember 2015

REALITA DI INDONESIA : MUWAHIDIN DIMUSUHI, MUSYRIKIN DAN MUNAFIQIN DISAYANGI

Oleh : Abu Usamah. JR.

Kini kita tengah hidup pada akhir zaman yang penuh dengan fitnah. Bahkan fitnah yang meliputi kita hari ini bagaikan potongan-potongan malam yang gelap gulita dan saling bertindihan. Akibatnya tidak sedikit orang yang melihat tiba-tiba menjadi buta dan orang yang berilmu spontan seperti orang dungu akibat fitnah ini. Inilah hari-hari dimana para pendusta dipercaya, penjahat dianggap sebagai pahlawan, si pandir dijadikan ulama bahkan iblis dipuja bak tuhan. Hampir-hampir tidak ada hamba yang selamat kecuali mereka yang dirahmati oleh Allah.

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah memperingatkan :

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu dengan mengangkatnya dari hati para hamba, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama, sampai ketika Allah tidak menyisakan seorang ‘alim pun maka manusia mengangkat orang-orang bodoh sebagai pemimpin-pemimpin mereka. Maka orang-orang bodoh tersebut ditanya, lalu mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka pun sesat dan menyesatkan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyalllahu’anhuma]

Juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam :

سيأتي على الناس سنوات خداعات يصدق فيها الكاذب و يكذب فيها الصادق و يؤتمن فيها الخائن و يخون فيها الأمين و ينطق فيها الرويبضة قيل : و ما الرويبضة ؟ قال : الرجل التافه يتكلم في أمر العامة

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, dimana pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah dan orang yang amanah dikhianati, dan berbicara di zaman itu para Ruwaibidhoh.” Ditanyakan, siapakah Ruwaibidhoh itu? Beliau bersabda, “Orang bodoh yang berbicara dalam masalah umum.” [HR. Al-Hakim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’, no. 3650]

Mereka yang mengklaim sebagai seorang muslim tidak sedikit yang justru perilakunya lebih mendekati kepada yahudi dan nasrani daripada perilaku yang diajarkan oleh Nabinya. Kamus untuk menentukan kebaikan dan keburukan bukan lagi Al-Qur’an tapi siapa yang berkuasa. Maka kemudian gelar pahlawan dan penjahat ditentukan oleh siapa yang berkuasa. Jika yang tertipu adalah orang awam tentu kita tidak risau tapi kenyataannya tidak sedikit mereka yang dianggap sebagai orang berilmu dan pejuang juga turut terseret arus ini.

Fenomena diatas semakin nampak seiring deklarasi Khilafah dan perkembangannya yang makin kuat dan meluas biidznillah. Sifat hasud dari sebagian individu dan kelompok terhadap Daulah Islam telah menyeret mereka pada perilaku layaknya kafirin dan munafiqin. Dimana mereka telah menampakkan loyalitas kepada kafirin dan menampakkan permusuhan kepada para muwahidin. Bahkan mereka tidak kalah aktif dengan para kafirin dan munafiqin dalam menyerang Daulah Islam.

Keadaan mereka sangat mirip dengan apa yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab, “Sesungguhnya orang-orang yang keberatan dengan masalah takfir (muayyan) itu,bila kamu amati mereka ternyata kaum muwahidin adalah musuh mereka, dimana mereka membenci dan merasa dongkol dengan mereka, sedangkan kaum musyrikin dan kaum munafiqin itu justru adalah kawan dekat mereka yang mereka sangat akrab dengan mereka itu….”. (Ad Durar As Saniyyah 10/91)

Syaikh Muhammad mengatakan kalimat diatas lebih dari seratus tahun yang lalu, namun ternyata apa yang digambarkan oleh beliau adalah fenomena yang terus terjadi pada setiap zaman dan tempat. Lihatlah hari ini keadaan para pendengki Daulah Islam yang diantara Aqidah mereka adalah tidak mau mengkafirkan pendukung demokrasi, tidak mengkafirkan pendukung ideologi kufur dan menganggap muslim para thoghut dan ansor-anshornya yang ber-KTP Islam. Para pendengki sangat gencar melemparkan syubhat dan hujatan kepada Daulah Islam, jika diingatkan keadaannya seperti, ”Jika dikatakan kepada mereka, “janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi!,mereka menjawab, “sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.“ (QS Al-Baqarah :11) Ya, para pendengki menganggap bahwa fitnah, hujatan dan sematan buruk mereka terhadap Daulah Islam adalah kebaikan dan kewajiban yang memiliki keutamaan. Sebab menurut klaim hawa nafsu mereka itu adalah upaya menyelamatkan umat dari paham khawarij. Namun hal yang sama tidak mereka lakukan terhadap ajaran kafir demokrasi. Mereka tidak gencar mengingatkan umat dari tipu daya dan bahaya riddah dari ajaran demokrasi. Para mujahidin yang berjuang menegakkan syariat Islam tidak selamat dari lisan mereka sementara itu kaum musyrikin dianggap tidak berbahaya dengan ideologi kemusyrikannya yang didakwahkan di tengah umat Muhammad.

Keadaan mereka seperti yang Allah sebutkan tentang yahudi, ”Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari alkitab?, mereka percaya kepada jibt dan thoghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih baik jalannya dari orang-orang yang beriman.“ (QS An-Nisa : 51)

Lihatlah! bukankah mereka percaya apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir dan para thoghut bahwa Daulah Islam bukan Islam, membunuh kaum muslimin, sadis, antek Amerika, antek Yahudi dan sederet tuduhan-tuduhan lainnnya? Bahkan secara tidak langsung mereka meyakini bahwa para thoghut agamanya lebih baik daripada mujahidin yang berjuang menegakkan syariat Islam. Lihatlah media sampah mereka yang menyatakan turut berbahagia dengan kemenangan Erdogan thoghut Turki sebagai Presiden melalui cara demokrasi. Dan bandingkan dengan hujatan mereka terhadap Ustadz Aman Abdurrahman fakallahu asrah dengan menyebutnya sebagai thoghut dan arbab. Duhai bencana macam apa yang menimpa orang-orang sakit ini? thoghut dianggap pemimpin kaum muslimin sementara Da'i jujur yang menyeru Tauhid disebut sebagai thoghut dan arbab, apakah otak kalian telah berpindah ke lutut-lutut kalian?

Kelahiran Daulah Islam yang mewujudkan berlakunya hukum syariat Islam menjadi duri dan kedukaan bagi mereka, sementara itu kemenangan thoghut yang mempertahankan hukum kafir menjadi hari bahagia dan kemenangan mereka. Wahai kalian yang berakal, dari mana kalian mengambil agama dan petunjuk?

Para pendengki menampakkan permusuhan yang sangat terhadap Daulah Islam, sebaliknya kurang peduli dengan kejahatan orang-orang kafir. Mereka lebih gencar menyebarkan berita yang menfitnah Daulah Islam yang mereka sebut sebagai kekejaman daripada memberitakan kesadisan tentara salibis yang membantai warga Daulah Islam di Iraq dan Syam (Suriah). Mereka lebih bersemangat membongkar apa yang mereka sebut sebagai kesesatan Daulah Islam namun bisu dan malu-malu mengupas tuntas kekafiran demokrasi dan pancasila beserta para pembelanya.

Seorang Da’i Su’u (Ulama jahat penyeru ke pintu jahannam) yang sejak berada dalam penjara telah bersemangat menampakkan permusuhannya terhadap Daulah Islam, belum lagi sampai di rumahnya dia sudah menggonggong akan mendebat para pendukung Daulah Islam agar bertobat dari kesesatannya. Sementara si dungu ini telah bebas dari penjara dengan pembebasan bersyarat yang mengharuskan dia menandatangani syarat kekafiran di dalamnya. Orang ini seperti penderita HIV/AIDS yang merasa jijik dengan penderita panu dan memperingatkan orang lain agar tidak mendekati si penderita panu tersebut. Belum sampai hitungan bulan mantan mujahid ini sudah berencana akan mengadakan dialog terbuka tentang Khilafah di kota Semarang. Apakah dia akan melampiaskan dendamnya terhadap Khilafah ini dengan dendam yang belum terlampiaskan ketika di penjara? ataukah dia akan bertobat dari kesesatannya? kita tunggu saja. Namun pantas kita bertanya kepada si penanda tangan PB dengan syarat kekafiran tersebut, kenapa dia tidak segera mengingatkan umat dari bahaya kekafiran demokrasi dan pancasila yang bahayanya menghilangkan iman seorang hamba? Oh, saya lupa.… bukankah ia juga tidak peduli dengan keselamatan imannya sendiri sehingga rela membubuhkan tandatangan menerima syarat kekafiran?

Fenomena permusuhan terhadap muwahidin juga gencar disuarakan oleh kelompok mujahidin majelis, mujahidin tabligh akbar dan mujahidin seminar. Kelompok yang pernah mengeluarkan fatwa mubah untuk berpartisipasi dalam pesta syirik demokrasi dengan ikut serta dalam pencoblosan termasuk salah satu kelompok yang bersemangat menanamkan permusuhan terhadap Daulah Islam. Bahkan tokoh kelompok ini gencar bersafari melakukan seminar untuk menebar fitnah terhadap Daulah Islam agar umat membenci dan memusuhinya. Tokoh yang pernah menjadi kandidat presiden NKRI bersyariah ini belum pernah kita dapatkan mengadakan seminar untuk membongkar kesesatan demokrasi maupun kesesatan pancasila. Pengusung idiologi kafir selamat dari lisan dan tulisan Ustadz Ajib ini, namun penegak syariat Islam yang telah mengorbankan ribuan tentaranya menjadi musuh utamanya. Mungkinkah ia enggan mengkafirkan ajaran demokrasi dikarenakan ia masih berharap kelak ia bisa menjadi presiden NKRI bersyariah? jika iya maka mungkin umat ini kelak akan melihat aksinya di panggung kampanye mengenakan jubah dan sorban berorasi dengan ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi.

Wujud NKRI bersyariah yang dicita-citakan oleh ustadz dari kelompok mujahidin majelis ini entah seperti apa, penulis sendiri bingung menggambarkannya. Apakah yang dimaksud adalah ketika terwujud NKRI bersyariah maka seluruh jalan protokol di Jakarta akan berganti nama menjadi nama malaikat seperti jalan Jibril, jalan Mikail, jalan Izroil dan Jalan Isrofil? Ataukah teks pancasila dan KUHP akan berubah menjadi bahasa Arab, para Menteri berjenggot dan istana negara dihiasi dengan kaligrafi? wallahu a’lam, entah seperti apa gambaran NKRI bersyariah versi orang-orang sakit tersebut.

Maka melihat segala tingkah polah dari pendengki Daulah Islam semakin lama semakin memperjelas kerusakan manhaj mereka. Tidak ada yang mereka untungkan dari seminar, tulisan dan ceramah-ceramah yang berisi fitnah dan hujatan terhadap Daulah Islam yang mereka gencarkan kecuali kafir salibis, yahudi dan para penguasa murtad di barat dan timur. Dan tidak ada pihak yang dirugikan dari aksi-aksi bejat mereka kecuali para mujahidin dan kaum muslimin. Dan nampaklah siapa sesungguhnya musuh yang mereka benci dan mereka dongkol kepadanya, tiada lain muwahidin dan mujahidin. Dan semakin terang juga siapa sebenarnya pihak yang mereka cenderung untuk dijadikan kawan, tiada lain adalah para thoghut dan anshor-anshornya, orang-orang musyrik demokrasi dan orang-orang yang rusak manhajnya.

Sebagai penutup aku sampaikan kepada siapa saja yang memiliki kedengkian, dendam dan permusuhan terhadap Daulah Islam, bertaubatlah kalian kepada Allah, tengoklah kembali Tauhid dan manhaj kalian, sebab sangat jelas penyimpangan kalian. Jangan sampai penyesalan mendatangi kalian tatkala tangan dan kaki kalian terikat serta wajah kalian tertelungkup di tanah lapang sementara senapan AK-47 Tentara Daulah Islam menempel di pelipis kalian dan memaksa kalian untuk berteriak “DAULAH ISLAM BAAQIYYAH“.

Jika kalian enggan dengan pilihan pertama maka berbuatlah sesuka kalian jika tidak malu, sebab Alhamdulillah semakin kalian menggonggong semakin nampak kebodohan dan kesesatan kalian. Bersamaan dengan itu kami semakin yakin bahwa Daulah Islam kami yang benar dan yang akan menang biidznillah.

Allahu musta’an

[Shoutussalam]
Andre Tauladan

Senin, 30 November 2015

Ini adalah suatu kewajiban!


mujahidin and wife
pic : https://www.artefactmagazine.com/2015/03/11/women-and-isis/
Saudaraku fillah, Allah telah menguji umat dengan berbagai berhala yang menjauhkan manusia dari Din yang haq, lalu Sunnah diabaikan dan bid’ah merajalela, dan panggilan fitrah telah diselewengkan dan Jihad fi sabilillah dianggap perbuatan konyol dan perjudian yang ceroboh di mata kebanyakan Muslim; dan setan dari kalangan manusia dan jin berkerumun di jalan yang akan dilalui seorang Muslim, untuk memalingkannya dari Jihad fi Sabilillah dengan berkata padanya, “Apakah engkau hendak pergi berjihad di Jalan Allah, sehingga membuat kamu terbunuh sia-sia? Atau membuat isterimu menjadi janda? Atau membuat anak-anakmu menjadi yatim? Kepada siapa nanti engkau akan ‘menitipkan’ isterimu yang cantik itu untuk dinikahi orang? Siapakah yang akan merawat ibumu yang sudah tua? Siapakah yang akan membesarkan anak-anakmu yang masih kecil? Siapakah yang akan menyantuni ayahmu yang sudah uzur? Dan bagaimana mungkin engkau mengabaikan pekerjaanmu, karirmu, bisnismu? Bagaimana mungkin engkau mengabaikan rumahmu yang megah?”

Tetapi jika engkau katakan pada mereka bahwa engkau pergi bukan untuk berjihad, tetapi engkau hendak pergi berlibur musim panas, atau mengambil beasiswa studi ke luar negeri, maka engkau akan menyaksikan wajah mereka cerah bersinar, dan mereka akan datang membantumu dengan waktu mereka, uang mereka, serta berbagai dukungan yang lain. Mungkin bahkan mereka menawarkan diri untuk menyertaimu.

“Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu Keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu….” (At Tawbah 42)

[ Dinukil dari Wahai orang-orang yang bimbang : ini adalah suatu kewajiban ! Abu Dujanah Al Khurosani ]
Andre Tauladan

Sedikit bercanda


pic : http://www.slideshare.net/khomsyasholikha/jangan-asal-bercanda
Umar berkata, ”Barangsiapa yang banyak tertawa maka sedikit kemuliaannya, barangsiapa yang bercanda maka dia akan diremehkan.”

Umar bin Abdul Aziz berkata, ”Bertakwalah kepada Allah dan waspadalah terhadap canda. Sesungguhnya canda dapat mewariskan kedengkian dan membawanya kepada keburukan.”

Imam Nawawi di dalam kitabnya itu mengatakan bahwa para ulama berkata, ”Sesungguhnya canda yang dilarang adalah yang kebanyakan dan berlebihan karena ia dapat mengeraskan hati dan menyibukkannya dari dzikrullah dan menjadikan kebanyakan waktu untuk menyakiti, memunculkan kebencian, merendahkan kehormatan dan kemuliaan.“

Adapun canda yang tidak seperti demikian maka tidaklah dilarang. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedikit melakukan canda untuk suatu kemaslahatan, menyenangkan dan menghibur jiwa. Dan yang seperti ini tidaklah dilarang sama sekali bahkan menjadi sunnah yang dianjurkan apabila dilakukan dengan sifat yang demikian. Maka bersandarlah dengan apa yang telah kami nukil dari para ulama dan telah kami teliti dari hadits-hadits dan penjelasan hukum-hukumnya dan hal itu karena besarnya kebutuhkan terhadapnya. wa billah at Taufiq.
(Fatawa al Azhar juz X hal 225)

Wallahu A’lam.
Andre Tauladan

Minggu, 29 November 2015

When Umar R.A made Takfeer..

 
In the time of Muhammad (saw) Umar ibn Khattab had made takfeer on the one who disagreed with the judgment of Muhammad (saw), not only was his takfeer consented to by the Messenger (saw) but confirmed by Allah, Allah (swt) said,

“By your lord, they are not believers until they refer to you in all their disputes and find no hardship therein, and they must submit fully.” [4: 65]

This ayah was revealed concerning two men, Utbah ibn Dumrah narrated
“My father told me, ‘two men came to Muhammad (saw) for arbitration, he judged to one of them who had Haq, over the one who had no Haq, the man said “I disagree”, the other man said, “what do you want?” he said, “let us go to Abu Bakr” they went to Abu Bakr and told him that they arbitrated to Muhammad and that they disagreed, Abu Bakr said, “both of you are on the judgment that Muhammad (saw) gave you.” The man said, “I disagree” the other man said, “What do you want?” he said, “let us go to Umar ibn Khattab.” They went to Umar, they told Umar about their arbitration to Muhammad and Abu Bakr and that they disagreed and came to him for arbitration, Umar said, “Wait here, I will come back to give you my judgment,” he went out and returned with his sword, he killed the one who wanted to judge, and the other one ran and Umar chased him. The men went to Muhammad (saw), and said, “Umar killed my friend, and if I did not make it hard for him, he would have killed me, I was running away until he had nearly killed me,” Muhammad (saw) said, “I never thought that Umar could be brave to kill a Mu’min.” (He was very upset) Allah (swt) revealed the ayah, “By your lord, they are not believers until they refer to you in all their disputes and find no hardship therein, and they must submit fully.” [4: 65]

Muhammad (saw) said to Umar, “Allah purified you from your killing” and he (saw) hugged him.’”

Abu Waleed UK.
Andre Tauladan

Pengaruh Orang Tua Terhadap Anak


Al-Imam Ibnul Qayyim rohimahulloh mengatakan,

“Betapa banyak orang yg mencelakakan anaknya –Belahan hatinya– di dunia dan di akhirat karena tidak memberi perhatian dan tidak memberikan pendidikan adab kepada mereka .

Orangtua justru membantu si anak menuruti semua keinginan syahwatnya . Ia menyangka bahwa dengan berbuat demikian berarti dia telah memuliakan si anak , padahal sejatinya dia telah menghinakannya.

Bahkan dia beranggapan, ia telah memberikan kasih sayang kepada anak dengan berbuat demikian.

Akhirnya, ia pun tidak bisa mengambil manfaat dari keberadaan anaknya . Si anak justru membuat orang tua terluput mendapat bagiannya di dunia dan di akhirat.

Apabila engkau meneliti kerusakan yg terjadi pada anak , akan engkau dapati bahwa keumumannya bersumber dari orangtua.”
(Tuhfatul Maudud hlm. 351)

Beliau rohimahulloh menyatakan pula,

“Mayoritas anak menjadi rusak dengan sebab yg bersumber dari orangtua , dan tidak adanya perhatian mereka terhadap si anak, tidak adanya pendidikan tentang berbagai kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya .

Orangtua telah menyia-nyiakan anak selagi mereka masih kecil, sehingga anak tidak bisa memberi manfaat untuk dirinya sendiri dan orang tuanya ketika sudah lanjut usia.

Ketika sebagian orangtua mencela anak karena kedurhakaannya, si anak menjawab ,

‘Wahai Ayah…
engkau dahulu telah durhaka kepadaku saat aku kecil , maka aku sekarang mendurhakaimu ketika engkau telah lanjut usia . Engkau dahulu telah menyia-nyiakanku sebagai anak, maka sekarang aku pun menyia-nyiakanmu ketika engkau telah berusia lanjut’.”
(Tuhfatul Maudud hlm. 337)

(Diambil dari Huququl Aulad ‘alal Aba’ wal Ummahat hlm. 8—9, karya asy-Syaikh Abdulloh bin Abdirrohim al-Bukhory hafizhohulloh)
Andre Tauladan

Hukum Mempercayai Pawang Hujan


Alloh Subhaanahu wa ta'ala berfirman :

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَ‌ٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan Dialah yg meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung , Kami halau ke suatu daerah yg tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan . Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yg telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (Qs. al-A'rof : 57)

1. Yg menggerakkan angin, cuaca, hujan dan lain sebagainya hanyalah Alloh . Manusia hanya bisa memprediksi dari tanda-tanda alami (kauniyah) yg mana prediksi tsb bisa salah dan bisa benar . Maka prediksi cuaca seperti ini yg bersandar pada tanda-tanda alami adalah tidak mengapa, selama tidak diiringi dengan keyakinan kebenarannya. Jadi, hanyalah prediksi belaka…

2. Pawang hujan yg diklaim bisa memindahkan hujan atau menahan hujan , maka sejatinya mereka ini adalah DUKUN yg seringkali bekerjasama dengan jin, sebagaimana dukun-dukun lainnya.

3. Kata para ulama, DUKUN dan TUKANG SIHIR adalah THOGHUT dan PARA PENDUSTA .

Alloh Subhaanahu wa ta'ala berfirman :

{هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنزلُ الشَّيَاطِينُ، تَنزلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ، يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ}

“Maukah Aku beritakan kepada kalian, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak berbuat jahat/buruk (para dukun dan tukang sihir). Syaitan-syaitan tersebut menyampaikan berita yg mereka dengar (dengan mencuri berita dari langit, kepada para dukun dan tukang sihir), dan kebanyakan mereka adalah para pendusta.“
(QS asy-Syu’araa’: 221-223)

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa para pendusta dalam ayat di atas adalah DUKUN dan yg semisal dengan mereka .

4. Mendatangi pawang hujan sama hukumnya dengan mendatangi DUKUN .

Hukumnya diperinci sebagai berikut :

● Mendatangi dan bertanya kpd mereka TANPA MEMBENARKANNYA, maka ini hukumnya dosa yg sangat besar dan tidak diterima sholatnya selama 40 hari .
(( Bukan artinya tidak perlu sholat, karena sholat itu kewajiban yg tidak boleh ditanggalkan )) = SYIRIK ASHGHOR

● Mendatangi mereka dan MEMBENARKANNYA maka ini adalah KAFIR –Wal'iyadzubillah– = SYIRIK AKBAR

5. Apabila yg dilakukan DUKUN itu terjadi dan nyata seperti yg diklaim. Maka jangan tertipu , sebagaimana Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- ketika ditanya tentang al-kuhhaan (para DUKUN) , Beliau menjawab ,

“Mereka adalah orang-orang yg tidak ada artinya.”

Salah seorang sahabat berkata,

“Sesungguhnya para DUKUN tersebut TERKADANG MENYAMPAIKAN KEPADA KAMI SUATU (BERITA) YANG (kemudian ternyata) BENAR.
Maka Rosululloh bersabda,

“Kalimat (berita) yg benar itu adalah yg dicuri (dari berita di langit) oleh jin (syaitan), lalu dimasukkannya ke telinga teman dekatnya (yaitu dukun dan tukang sihir), yg kemudian mereka mencampuradukkan berita tersebut dengan 100 kedustaan”
(Muttafaq alaihi)

Wallohu a’lam.

Andre Tauladan

[VIDEO] TURKI, DAN API NASIONALISME


AL-HAYAT MEDIA CENTER
Mempersembahkan:
تركيا و نار القومية
TURKI, DAN API NASIONALISME
(SUBTITLE BAHASA INDONESIA)
========================
Alih Bahasa: Usdul Wagha






DOWLOAD LINK:
Andre Tauladan

Bantahan Untuk Kebodohan & Kemunafikan Para Pengikut buta MMI & Arrahmah Yang Pendengki

Bantahan Menggelegar Terhadap Kebodohan & Kemunafikan Para Pengikut buta MMI & Arrahmah Yang Pendengki
Oleh : Abu Ismail al-Indonesiy

Segala puji bagi Allah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah yang telah diutus dengan pedang sebagai rahmat semesta alam, keluarga, para sahabat dan siapa yang loyal kepada mereka

Salah satu pengikut buta Jel Fathullah (salah seorang pimpinan Ormas munafik MMI) yang sangat bodoh sekarang sudah menjadi pembela Demokrasi padahal dulu ormas MMI adalah anti demokrasi tapi sekarang lihatlah.. Jel fathullah dan pengikutnya yang bodoh itu telah menjadi pembela diin kafir Demokrasi dan pelakunya.

Salah seorang pengikut buta Jel Fathullah bernama Abu Ibrahim Al Khalil (https://www.facebook.com/musab.azzarqawi/posts/970035206401069) di statusnya membela HAMAS si kera Demokrasi dengan memposting berita dari situs pendengki yang bernada berpihak pada HAMAS dibawah ini :

http://www.arrahmah.com/news/2015/07/02/isis-lebih-memilih-tantang-hamas-perang-di-gaza-daripada-melawan-israel.html

Bantahan saya terhadap berita tersebut adalah wajar jika Daulah Islamiyah nanti akan memerangi HAMAS si kera demokrasi nasionalis yang juga bersahabat dengan Syiah Rafidah Iran karena Daulah Islamiyah akan memerangi seluruh pelaku syirik akbar Demokrasi Nasionalis.

Yang jadi masalah adalah ormas MMI dan media Arrahmah yg dulunya adalah anti HAMAS karena syirik akbar Demokrasinya sekarang berbalik arah menjadi pembela kera Demokrasi dan Sekutu Salibis Amerika seperti si Murtadin Erdogan dan HAMAS ataupun sekutu Salibis Amerika Thaghut Salul (Saudi).

Apakah kaum muslimin mau bukti bahwa media yang jadi acuan ormas munafik MMI (arrahmah) ini dulunya adalah anti HAMAS dan membongkar pengkhianatan HAMAS terhadap islam ?

ini buktinya :
http://www.arrahmah.com/read/2009/08/20/5407-syahidnya-syekh-maqdisi-dan-pengkhianatan-hamas.html

untuk kaum muslimin :

Lihatlah buktinya .. Arrahmah kala itu membongkar habis pengkhianatan HAMAS si kera demokrasi yang kafir lagi murtad terhadap Islam. HAMAS membantai mujahidin Jundu Ansharullah tahun 2009 lalu yang kala itu memproklamirkan Imarah Islam Palestina. HAMAS yang juga mesra dengan Syiah Rafidah Iran ini membantai habis mujahidin Jundu Ansharullah yang ingin menegakkan Syariat Islam secara kaffah di Palestina.

HAMAS si kera demokrasi yang kafir lagi murtad yang juga bersahabat dengan Syiah Rafidah Iran itu membantai habis mujahidin muwahidin Jundu Ansharullah yang sedang berada di dalam mesjid Ibnu Taimiyah di Rafah Palestina.

INGAT INI WAHAI KAUM MUSLIMIN..! INGATLAH INI..! HAMAS YANG MUSYRIK LAGI NAJIS ITU MEMBANTAI KAUM MUSLIMIN YANG SEDANG BERADA DI DALAM MESJID..! DI DALAM MESJID..!, DI DALAM MESJID..!

berikut videonya :


Selain membantai kaum muslimin di dalam Mesjid, HAMAS si kera Demokrasi yang kafir lagi murtad ini juga mesra dan bersahabat dengan Syiah Rafidah Iran.

Mau bukti ?

Ini buktinya :

https://khilafahdaulahislamiyyah.wordpress.com/2015/03/13/bukti-nyata-persahabatan-hamas-dan-iran/

https://khilafahdaulahislamiyyah.wordpress.com/2014/12/31/terkait-hubungan-iran-dengan-hamas-ismail-haniyeh-hubungan-hamas-dengan-iran-islamiyah-berlangsung-lama-dan-solid/

Cabang kelompak HAMAS di Kamp Yarmuk menyiksa kaum muslimin dengan menjual sembako dengan harga tinggi. Pada tahun 2014 seorang ibu di Kamp Yarmuk meluapkan rasa sakit hatinya pada kera Demokrasi HAMAS, Ibu tersebut mengatakan :

” TAKUTLAH KEPADA ALLAH WAHAI ANJING-ANJING!!”

Videonya :


Begitu besar kebencian kaum muslimin Palestina di Kamp Yarmuk terhadap HAMAS.

Apa yang terjadi setelah Kamp Yarmuk dikuasai dan dibebaskan oleh Daulah Islamiyah dari cengkraman orang-orang zalim yang munafik dan pendusta besar seperti Aknaf Bait Al-Maqdis (cabang HAMAS di Kamp Yarmuk)..?

Lihat video yang sangat mengharukan dibawah ini untuk mengetahuinya :




Kenapa HAMAS gak kalian sebut khawarij hai MMI & Arrahmah yang sangat zalim dan munafik..? bukankah HAMAS si kera Demokrasi Nasionalis yang mesra dengan Syiah itu membantai habis mujahidin Jundu Ansharullah di dalam mesjid ? bukankah mereka (HAMAS) telah memenuhi kriteria untuk disebut khawarij menurut kaidah kalian..? Kenapa lisan kalian hari ini malah menikam mujahidin muwahidin di Daulah Islamiyah yang telah menegakkan Syariat Islam secara kaffah dengan jalan tauhid dan jihad fisabilillah? kenapa kalian sekarang berdiri satu barisan dengan HAMAS si kera demokrasi nasionalis yang telah membantai mujahidin Jundu Ansharullah di Palestina ? dulu kalian membela Mujahidin Jundu Ansharullah sekarang malah kalian bela para pembantai Mujahidin Jundu Ansharullah… subhanallah.. alangkah jelasnya dan terangnya kemunafikan kalian ini kecuali bagi orang yg telah buta bashirohnya..! kecuali bagi para pengikut buta MMI dan Arrahmah yang jahil murakkab..!

Kenapa kalian hari ini menjadi pembela kera Demokrasi seperti HAMAS dan Thaghut Murtad Erdogan? kenapa kalian sekarang menjadi pembela dan pengangkat pamor dan memuji2 thaghut murtad Erdogan & Thaghut murtad Salul (Saudi) yang hari ini berkoalisi dengan Salibis Amerika & Salibis Perancis dalam membantai kaum muslimin di Iraq & Suriah? dimanakah al wala wal bara? Kenapa sekarang kalian membela2 dan memuji2 Thaghut Murtad Salul (Saudi) musuh Al Qaedanya Syaikh Usamah..? bukankah media Al Qaedanya Syaikh Usamah sempat merilis video yang membongkar kekafiran dan kemurtadan dari Thaghut Salul (Saudi)..? (bukti video https://www.youtube.com/watch?v=jBWDO7caRdc)

Kenapa hari ini kalian membela dan memuji2 thaghut Murtad Salul (Saudi)..? Bukankah Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy yang hari ini kalian puji karena telah berada satu barisan dengan kalian dalam kedengkian terhadap Daulah Islamiyah pernah membongkar kekafiran dan kemurtadan dari Thaghut Saudi yang berlipat2 itu?

Membongkar kekafiran Thaghut Saudi oleh Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy :

1. https://millahibrahim.wordpress.com/2010/01/18/seri-pertama-kekafiran-negara-saudi/
2. https://millahibrahim.wordpress.com/2010/01/18/seri-kedua-kekafiran-negara-saudi/
3. https://millahibrahim.wordpress.com/2010/01/19/seri-ketiga-kekafiran-negara-saudi/
4. https://millahibrahim.wordpress.com/2010/01/20/seri-keempat-kekafiran-negara-saudi/
5. https://millahibrahim.wordpress.com/2010/01/20/seri-kelima-kekafiran-negara-saudi/
6. https://millahibrahim.wordpress.com/2010/01/21/seri-keenam-kekafiran-negara-saudi/
7. https://millahibrahim.wordpress.com/2010/01/21/seri-terakhir-kekafiran-negara-saudi/

Jika link diatas gak bisa dibuka maka ini alternatif link :

1. https://justpaste.it/ThaghutSalul1
2. https://justpaste.it/ThaghutSalul2
3. https://justpaste.it/ThaghutSalul3
4. https://justpaste.it/ThaghutSalul4
5. https://justpaste.it/ThaghutSalul5
6. https://justpaste.it/ThaghutSalul6
7. https://justpaste.it/ThaghutSalul7

Kenapa kalian hari ini menjadi pembela dan memuji HAMAS dan Thaghut Murtad Erdogan yang musyrik kafir lagi murtad itu? apa karena ormas kalian MMI yang sekarang telah menjadi penyeru kekafiran dan kesyirikan (Demokrasi) makanya kalian hari ini membela dan memuji kera Demokrasi seperti HAMAS dan si Murtadin Erdogan..? apakah kalian mau mengajak umat dan anggota ormas kalian ke Neraka Jahanam bersama kalian dengan seruan kekafiran/kesyirikan (demokrasi) tersebut..?

Ormas munafik MMI adalah ormas yg dulunya adalah anti Demokrasi yang sekarang telah menjelma menjadi ormas pembela penganut dien kafir Demokrasi dan telah menjelma menjadi ormas Thaghut yg menyeru pada kekafiran dan kesyirikan (Demokrasi). Bagi kaum muslimin yang ingin selamat dunia dan akhiratnya maka meloncatlah keluar dari kereta api bernama MMI seperti Ustad ABB yang telah lama meloncat keluar dari MMI karena MMI sekarang sedang meniti jalan di rel setan (thaghut) demokrasi yang sedang menuju ke Neraka.

Mau bukti kalau dulunya ormas munafik MMI adalah anti Demokrasi dan mewajibkan umat utk golput karena Demokrasi itu adalah kekafiran besar & kesyrikan besar yg mengeluarkan dari Islam..?

ini buktinya :

2009 –> MMI cs termasuk Jel Fathullah [si munafiq pembela sekutu salibis Amerika (thaghut murtad Erdogan)] sepakat demokrasi adalah syirik akbar dan kufur akbar dan menjatuhkan para pelakunya pada kemusyrikan.

bukti :
http://www.arrahmah.com/read/2009/03/27/3729-hukum-demokrasi-dan-golput-dalam-pandangan-islam.html

2014 –> MMI berbalik arah menjadi penyeru diin kafir Demokrasi dan menyerukan umat agar ikut pesta syirik akbar demokrasi padahal 2009 lalu mewajibkan golput karena demokrasi itu syirik akbar dan kufur akbar yg bisa mengeluarkan dari Islam (murtad). Tetapi pada 2014 malah menyerukan umat utk ikut pada pesta kekafiran dan kesyirikan tsb dan menyeru umat utk mengangkat thaghut lewat jalan setan (thaghut) demokrasi.

bukti :
http://www.muslimdaily.net/berita/nasional/majelis-mujahidin-jangan-pilih-partai-yang-menolak-syariat-islam.html

http://www.muslimdaily.net/berita/nasional/tausiyah-politik-majelis-mujahidin-tentang-pemilu-dan-parlemen.html

Untuk memuluskan agenda mereka (MMI) yang sekarang telah berada dan sedang meniti jalan setan (thaghut) demokrasi maka dibuatlah syubhat yang lemah dan rapuh lalu disebar lewat media pendengki Arrahmah agar umat mengikuti mereka di jalan setan (thaghut) demokrasi tersebut. Syubhat lemah dan rapuh bak jaring laba-laba tsb langsung dibantah oleh seorang ustad di negeri ini yang istiqomah mendakwahkan Tauhid yaitu Ustad Abu Sulaiman Ar Arkhabiliy (fakallahuasrah).

bantahan tersebut bisa dibaca dilink di ini :

https://millahibrahim.wordpress.com/2013/09/09/membantah-penyesatan-irfan-s-awwas-yang-disebarkan-oleh-situs-arrahmah-com/

atau di alternatif link berikut :

https://justpaste.it/MembantahMMI

Jadi jelas, MMI sekarang telah berada di jalan setan (thaghut) demokrasi dengan menyerukan umat utk ikut pesta Syirik akbar Demokrasi dengan cara membuat syubhat2 bathil yang lemah lagi rapuh untuk membenarkan jalan setan (thaghut) demokrasi yang mereka serukan dan telah mengajak umat utk ikut ke Neraka Jahanam bersama mereka.

Salah satu kezaliman lain yang teramat keji dari ormas munafik MMI ini adalah memfitnah Daulah Islamiyah dengan mengatakan bahwa Daulah Islamiyah adalah hasil rekayasa Syiah seperti yang terlihat di foto di bawah ini :

Padahal kita tahu semua bahwa Syiah adalah salah satu musuh yang sudah sejak dari dulu diperangi oleh pionir Daulah Islam Syaikh Abu Mushab Al Zarqawi rahimahullah dan itu terus berlanjut pada zaman Amirul Mukminin yang pertama Daulah Islam Iraq Syaikh Abu Umar Al Baghdadiy rahimahullah dan terus berlanjut pada masa Amirul Mukminin Daulah Islam Iraq yang kedua Syaikh Abu Bakar Al Baghdadiy hafidzahullah yang kemudian menjadi Daulah Islam Iraq & Syam dan kemudian menjadi Khilafah Islamiyah. Alangkah keji dan zalimnya fitnah dari ormas munafik MMI ini terhadap Khilafah Islamiyah dengan mengatakan Khilafah Islamiyah yang dipimpin oleh Khalifah Abu Bakar Al Baghdadiy adalah hasil dari rekayasa Syiah. Rupanya ada kesamaan antara MMI & Arrahmah ini dengan Syiah Rafidah yaitu mereka sama-sama pendusta & tukang fitnah, Nauzu billahi min zalik.

Para pendengki munafik di MMI dan di Arrahmah ini mengatakan bahwa Daulah Islamiyah hasil rekayasa syiah padahal MMI & Arrahmah ini lah yang sejatinya adalah kepanjangan lidah dari Syiah Rafidah dengan membela-bela HAMAS si kera demokrasi yang musyrik lagi najis yang tak lain adalah sahabat dari Syiah Rafidah Iran..!

Bukti persabahatan HAMAS dengan Syiah Rafidah Iran

https://khilafahdaulahislamiyyah.wordpress.com/2015/03/13/bukti-nyata-persahabatan-hamas-dan-iran/

https://khilafahdaulahislamiyyah.wordpress.com/2014/12/31/terkait-hubungan-iran-dengan-hamas-ismail-haniyeh-hubungan-hamas-dengan-iran-islamiyah-berlangsung-lama-dan-solid/

Subhanallah.. fitnah MMI & Arrahmah terhadap Daulah Islamiyah ternyata faktanya MMI dan Arrahmah lah yang telah menjadi pembela Syiah dengan membela-bela HAMAS si kera demokrasi sahabatnya Syiah Rafidah Iran..!

http://www.arrahmah.com/news/2015/07/02/isis-lebih-memilih-tantang-hamas-perang-di-gaza-daripada-melawan-israel.html

Jadi wajar jika nanti Daulah Islamiyah akan memerangi HAMAS si kera demokrasi yang musyrik lagi najis yang juga menjalin persahabatan dengan Syiah Rafidah Iran..! Memerangi HAMAS yang musyrik juga berarti memerangi Yahudi karena HAMAS adalah sahabat sejati Syiah Rafidah Iran dan Syiah Rafidah Iran adalah anak dari Yahudi..!

Kalian hai MMI & Arrahmah terkhususnya si munafik Jelita Donal (Jel Fathullah) dan para pengikut butanya yang jahil murakkab, kalian mencari-cari bermacam-macam uzur sesuai hawa nafsu kalian serta berhati-hati dari mengkafirkan para thaghut & anshar thaghut yang musyrik lagi najis yang juga merangkap sekutu salibis Amerika dalam memerangi tauhid dan kaum muslimin tetapi kalian begitu mudahnya mengkafirkan Ahlut Tauhid Al-Mujahidin di Daulah Islamiyah dan kalian tidak mencari uzur bagi Ahlut Tauhid Al-Mujahidin di Daulah Islamiyah. Si Munafik Jelita Donal (Jel Fathullah) mengatakan di sebuah komentarnya di Facebook bahwa dia sangat hati-hati dan tidak ingin berhujjah semberono dalam memvonis kafir si Thaghut Murtad Erdogan (Kera Demokrasi dan sekutu salibis Amerika) tetapi dia begitu sangat tidak hati-hati dan sangat semberono dalam berhujjah terkait vonis khawarijnya pada Daulah Islamiyah.

Alangkah samanya kalian hai MMI & Arrahmah yang pendengki yang mesra dengan thaghut & anshar thaghut dengan orang yang dikatakan oleh Mujaddid besar abad ke 7 Hijriah Syeikh al-Islam al-Imam Muhammad bin `Abdul Wahab rahimahullah, Syaikh Muhammad bin `Abdul Wahab rahimahullah berkata:

“Sesungguhnya mereka orang-orang yang keberatan dengan masalah takfir, bila engkau mengamati mereka, ternyata orang-orang muwahhid itu musuh-musuh mereka, mereka membencinya dan dongkol dengannya, sedangkan orang-orang musyrik dan orang-orang munafiq adalah kawan dekat mereka yang mana mereka bercengkrama dengannya. Tapi realita ini telah terjadi pada kami dari orang-orang yang ada di kota Dir’iyyah dan ‘Uyainah yang (akhirnya) murtad dan benci akan dien ini”. (Ad Durar: 10/92)

MMI bisa mesra dengan thaghut & anshar thaghut sedangkan pada muwahidin mereka menampakkan permusuhan dan kebenciannya. Subhanallah… alangkah samanya MMI dengan orang yang dikatakan Syeikh al-Islam al-Imam Muhammad bin `Abdul Wahab rahimahullah diatas.

Untuk kaum muslimin yang saya cintai

Orang-orang seperti munafikun MMI dan Arrahmah inilah yang sangat dikhawatirkan oleh Rasulullah shahallahu alaihi wasallam dari pada sosok Dajjal itu sendiri karena mereka orang munafik yang pintar berbicara.

“Sesungguhnya yang paling kukhawatirkan dari umatku ialah setiap munafik yang pandai berbicara” [Shahih: HR. Imam Ahmad dari ‘Umar].

Munafik yang pandai berbicara ini termasuk para ustad atau dai atau ulama yang menyesatkan yang disebutkan dalam hadits lain. Abu Dzar radiallahuanhu meriwayatkan bahwa ketika ia berjalan bersama dengan Nabi shalallahu alaihi wasallam Nabi berkata tiga kali, “Sesungguhnya, ada yang lebih kutakutkan atas umatku melebihi Dajjal.” Abu Dzar bertanya kepada beliau, “Apa yang lebih engkau takutkan atas umatmu daripada Dajjal?” Beliau menjawab, “Para imam yang menyesatkan” [Shahih: HR. Imam Ahmad dari Abu Dzar]

Dari Huadzaifah ibnul Yaman berkata :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

” يَكُونُ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ , مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا ” ,
قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ , صِفْهُمْ لَنَا ,
قَالَ : ” هُمْ قَوْمٌ مِنْ جِلْدَتِنَا , يَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا ” ,
قُلْتُ : فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ ؟
قَالَ : ” فَالْزَمْ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ , فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ , فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا , وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ , وَأَنْتَ كَذَلِكَ “

“Akan ada para penyeru diataas pintu-pintu Jahannam, siapa yang menyambut seruan mereka, maka akan dilemparkan ke dalamnya”

Aku berkata : “Wahai Rosulullah, terangkanlah ciri-iri mereka”

Beliau berkata : “Mereka adalah orang-orang dari bangsa kita sendiri dan berbicara dengan lisan kita”

Aku berkata : “Apa yang engkau perintahkankepadaku jika aku menemui hal itu”

Beliau menjawab : “Maka lazimilah Jama’atul Muslimin dan imam mereka. Dan jika tidak ada jamaah dan imam, maka jauhilah firqoh-firqoh itu, meskipun engkau menggigit akar pohon hingga maut menghampirimu sedangkan engkau dalam kondisi demikian”

Bukankah MMI & Arrahmah itu sebangsa dan sebahasa dengan kita wahai kaum muslimin? dan lihat seruannya dan pembelaannya kepada siapa? pada pelaku kekafiran dan kesyirikan Demokrasi, bukan? itulah seruan diatas pintu-pintu Jahanam.

Mengenai perintah Rasulullah untuk melazimi Jama’atul Muslimin dan Imam mereka, Imam yang Satu dan Jamaah yang Satu tentu tidak perlu saya jawab siapa Imam yang satu itu dan dimana Jama’atul Muslimin dengan Imam mereka yang satu sekarang ini berada karena pasti udah tahu jawabannya bagi para pendukung Khilafah Islamiyah, bukan begitu ? :)

Mujaddid besar abad ke 12 Hijriah Syeikh al-Islam al-Imam Muhammad bin `Abdul Wahab rahimahullah mengatakan :

فالله الله يا إخواني تمسكوا بأصل دينكم، وأوله وآخره وأسه ورأسه : شهادة أن لا إله إلا الله.. واعرفوا معناها، وأحبوها وأحبوا أهلها ، واجعلوهم إخوانكم ، ولو كانوا بعيدين ، واكفروا بالطواغيت وعادوهم وابغضوهم ، وابغضوا من أحبهم أو جادل عنهم أو لم يكفرهم أو قال ما علي منهم أو قال ما كلفني الله بهم ، فقد كذب هذا على الله وافترى ، فقد كلفه الله بهم وافترض عليه الكفر بهم والبراءة منهم ..فالله الله ، تمسكوا بذلك لعلكم تلق
ون ربكم لا تشركون به شيئا ، اللهم توفـنا مسلمين ، وألحقنا بالصالحين

“Allah Allah wahai saudara-saudaraku, berpegang-teguhlah pada pokok Din kalian, awal dan akhirnya, pondasi dan kepalanya, yaitu syahad LAA ILAHA ILLALLAH ketahuilah maknanya, cintailah pemeluknya, jadikanlah mereka saudara-saudara kalian meskipun mereka jauh. Kufurlah terhadap thoghut, musuhi mereka, bencilah siapa yang mencintai mereka atau yang membela mereka atau tidak mengkafirkan mereka atau mengatakan Allah tidak memerintahkanku untuk mengkafirkan mereka, maka dia berdutsa dan mengada-ada atas nama Allah. Justeru Allah telah memerintahkannya untuk mengkafirkan mereka dan mewajibkannya, bara’-lah dari mereka meskipun mereka itu saudara-saudaranya dan anak-anaknya. Takutlah kepada Allah dan takutlah kepada Allah, peganglah pokok agama kalian, semoga kalian bertemu dengan Rabb kalian dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Ya Allah wafatkanlah kami dalam kondisi muslim dan gabungkanlah kami dengan orang-orang yang shaleh” [Ad-Duror As-Saniyyah 2/119 – 120]

Mujaddid besar abad ke 7 Hijriah Syeikh al-Islam al-Imam Muhammad bin `Abdul Wahab rahimahullah juga berkata :

هذا من أعظم ما يبين معنى لا إله إلا الله فإنه لم يجعل التلفظ بها عاصماً للدم والمال بل ولا معرفة معناها مع لفظها بل ولا الإقرار بذلك بل ولا كونه لا يدعوا إلا الله وحده لا شريك له بل لا يحرم دمه ولا ماله حتى يضيف إلى ذلك الكفر بما يعبد من دون الله ، فإن شك أو توقف لم يحرم دمه ولا ماله فيا لها من مسائل ما أعظمها ، وأجلها ، ويا له من بيان ما أوضحه وحجة ما أقطعها للمنازع

“Dan ini termasuk yang paling agung yang dijelaskan makna Laa Ilaaha illallah karena dengan mengucapkannya saja tidak menjadikan seseorang terjaga harta dan darahnya. Bahkan tidak juga sekedar mengetahui maknanya, tidak juga hanya sekedar mengakuinya, bahkan tidak pula hanya dengan tidak berdoa kecual hanyakepada kepada Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, bahkan tidak menjadi haram darah dan hartanya hingga menambahkan itu dengan sikap kufur terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah. Jika ia masih ragu maka darah dan hartanya tidak menjadi haram. Duhai betapa agungnya masalah ini! Betapa jelasnya keterangan ini! Betapa qath’inya hujjah ini” [Kitabut Tauhid hal 26].

Hanya dengan timbangan kalimat tauhid laa ilaaha illallah dan al wala wal bara’ bisa terlihat kemunafikan dari Ormas MMI dan Arrahmah ini, oleh karena itu untuk kaum muslimin marilah kita mempelajari tauhid, al wala wal bara, had syirik, pembatal-pembatal tauhid, faham hujjah & tegak hujjah dan kaitannya dengan penamaan musyrik, takfir muayyan terhadap pelaku syirik akbar, permasalahan udzur jahil terhadap pelaku syirik akbar yang sering didengung2kan oleh penganut aqidah ghulat murjiah, dll. Karena hanya dengan mengkaji tauhid, pembatal-pembatal tauhid & al wala wal bara inilah kita harapkan mudah-mudahan kaum muslimin tidak tertipu oleh seruan dari dai seperti di MMI dan yang sejenis dengan mereka yang menyeru ke neraka jahanam.

Untuk kaum muslimin yang ingin selamat di dunia akhirat dan dari fitnah yang ditimbulkan oleh MMI dan Arrahmah (dan yang sebarisan dengan mereka dalam kedengkian dan fitnah) maka larilah darinya seperti lari dari anjing koreng dan jangan menoleh ke arahnya, meskipun engkau melihatnya berpura pura islam atau menampak nampakkan keislamannya ataupun berpura pura menangis… Karena itu hanyalah air mata serigala dan tipuan belaka.

Wallaahu Akbar

Kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mu’min, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.

sumber :https://justpaste.it/PengikutButaMMIArrahmah

Andre Tauladan

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates