Tampilkan postingan dengan label khilafah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khilafah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Februari 2016

Pergeseran Paradigma Musuh Terhadap Daulah Islamiyah

Oleh John Cantlie dalam majalah DABIQ edisi 8

Pasca bulan September yang mengeretakkan gigi, muncul kenyataan pahit yang mau tidak mau harus diterima oleh banyak politisi barat bahwa Daulah Islam sangat berbeda dari pandangan mereka sebelumnya. Dan mereka harus meresponnya dengan cara yang berbeda pula.

Pertama, surat protes. Selalu ada bahaya di belakang saya dalam mengabarkan perkembangan terakhir dan bahwa beberapa observasi laporan berita yang saya berikan sudah basi. Tapi adakah dari anda semua yang memperhatikan perubahan krusial dari para pimpinan Amerika dan sekutunya dalam mendiskusikan tentang Daulah Islam akhir-akhir ini?

Dari raungan tak bergigi Obama dalam pidato kenegaraannya pada 10 September, dimana ia menyatakan bahwa Daulah Islam adalah “organisasi teroris murni dan biasa”. Sepertinya beberapa penasehat dekatnya, beberapa tokoh selain NATO dan media secara umum tidaklah sepakat dengan penyederhanaan deskripsi ini, meskipun ‘terorisme’ sangat tidak diragukan lagi sebagai salah satu taktik yang digunakan untuk menghalang kemajuan Daulah Islam dan jihadnya.
hagel - dempsey
Duo Salibis Hagel dan Dempsey
 Mantan menteri pertahanan Obama, Chuck Hagel mengatakan bahwa “ini adalah masa paling menantang dalam sejarah kepemimpinan Amerika”.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS, Hagel mengatakan bahwa, ”Kami tidak pernah menemui organisasi seperti ISIL (Daulah Islam) yang sangat teroganisir, sangat terlatih, terdanai dengan baik, strategis, sangat brutal, penuh kekerasan. Kami tidak pernah menemui hal seperti ini dalam sebuah institusi. Mereka menyatu dalam sebuah ideologi. Kecanggihan program sosial media mereka adalah sesuatu yang tidak pernah kami temui sebelumnya. Semua itu disatukan dan terciptalah satu ancaman kekuatan baru yang sangat dahsyat,”.

Bagi seorang mantan menteri pertahanan, penggunaan bahasa yang bersifat memuji saat membincangkan musuh menjadi pertanda yang sangat jelas bahwa Washington sangat tidak yakin dengan perlawanan mereka menghadapi sebuah “organisasi biasa”. Dan Hagel tidak sendirian dalam pernyataan yang penuh kesopanan ini. Jendral Martin Dempsey, kepala staf joint chief mengakui di televisi bahwa “pertama, cara militer bukan satu-satunya solusi untuk menghadapi ISIL (Daulah Islam). Dan kedua, kekuatan udara saja juga bukan solusi baik di Irak ataupun Syria,”.
Dan kutipan-kutipan jurnalis dunia tidak berarti sama sekali, karena banyak dari mereka justru menambah besar pemberitaan tentang pencapaian dan pemekaran Daulah Islam.

Beberapa ungkapan kemustahilan menjadi mungkin saat ini. Ingatlah beberapa waktu lalu saat para pemimpin Amerika sibuk meletakkan dasar-dasar untuk landasan situasi dewasa ini. Kita mundur sedikit, dahulu tema utamanya adalah tentang menghabisi “teroris” yang sulit dikendalikan di Iraq dan Afghanistan secara “mengejutkan dan mengagumkan” dengan kekuatan mesin perang Amerika. Tapi saat ini pejabat-pejabat itu terpaksa mengakui bahwa mungkin (hanya mungkin) mereka agak terlalu dini menganggap Daulah Islam sebagai “organisasi teroris murni dan biasa”. Dan itu hanya berjarak tiga bulan sejak kampanye mereka.

Saya bukanlah ahli dalam masalah ini dan pandangan saya sangat awam, tapi secara umum sebuah “organisasi biasa” tidak mungkin dapat mengepung kota-kota atau memiliki kekuatan polisi sendiri. Anda tentu tidak akan pernah menyangka bahwa sebuah “organisasi biasa” dapat memiliki tank-tank dan artileri, tentara bersenjata berkekuatan sepuluh ribuan, dan memiliki drone sendiri. Tak seorangpun akan menyangka bahwa ”organisasi biasa” mempunyai rencana mencetak mata uang sendiri, sekolah dasar bagi kaum muda dan sistem peradilan yang berjalan dengan baik.

Ini semua tentulah ciri-ciri sebuah negara.

Media memakainya secara sporadis, awalnya perlahan tapi selanjutnya jadi langkah bersama. Apakah Daulah Islam, Khilafah yang dideklarasikan pada Juni lalu, benar-benar sebuah Negara?

“ISIS (Daulah Islam) akan ambil alih kota-kota, makin banyak teritori digabungkan, benar-benar menjadi sebuah Negara yang kita tidak inginkan,” kata Letnan Kolonel (purn) Bill Cowan di Fox News pada Oktober 2014.

Karena kurang nyaman didengar oleh telinga barat, maka Islamic State (Daulah Islam) tidak mereka anggap sebagai sebuah negara. Negara dapat saja lahir dalam sehari atau beberapa jam dengan sebuah kudeta, ataupun semenit dengan penandatanganan dokumen. Hal ini telah terjadi selama berabad abad. Jadi tidak beralasan mengatakan tidak mungkin sebuah negara lahir dengan cara seperti itu. Dan kalau Daulah Islam bukanlah sebuah negara, lalu apa?

Tentunya, wilayah-wilayah yang telah dikuasai Daulah bukan lagi milik Bashar Al Asad yang sembunyi di Damaskus bersama tentaranya setelah bertahun-tahun membunuh muslim Syria. Tidak pernah ada legitimasi terhadap rezim tiraninya, dan kekuasaannya tak akan pernah kembali.

Apakah ia juga milik pemerintah boneka di Iraq, yang bersembunyi di Baghdad sedangkan tentaranya sedang menjilat luka-luka akibat serangan mujahidin pada musim panas lalu? Jelas tidak. Dan itu pastinya bukan milik the Free Syrian Army, yang telah bertahun-tahun memilih menghisap rokok Gauloises, minum teh, dan mengeluh bahwa tak ada yang bisa dilakukan tanpa bantuan serangan jet NATO. Baiklah itulah mereka sekarang, mereka masih di titik nol.

Anggap saja jika seseorang telah mengklaim daratan sepanjang Iraq dan Syria, atau bagian-bagian lain dari Daulah Islam telah direbut. Dia tidak akan punya motivasi untuk mengurusnya, atau mengerahkan militer untuk mempertahankannya.

Meskipun barat mungkin tidak pernah menerima itu, ada saja politisi barat yang mulai menerima kenyataan ini. Dan sedikit demi sedikit kita melihat perubahan bahasa, perubahan paradigma yang ditandai dengan bagaimana para pemimpin berbicara tentang Daulah. Sebab jika disebut negara –diakui atau tidak (Daulah islam tak perduli)- maka akan terjadi perubahan secara dramatis.

Anda tidak bisa begitu saja menghapus kata “organisasi teroris”, sebab itu tidak akan merubah opini publik. Sebagaimana anda tidak bisa menjatuhkan bom-bom dan berharap itu berlalu begitu saja. Tidak. Dan anda tidak bisa berharap pada tentara tak berguna yang minim disiplin -bahkan lebih buruk- untuk melakukan pekerjaan yang tidak ingin anda sentuh. Mereka semua akan gagal.

Pada saatnya nanti, anda akan menginginkan menghadapi Daulah Islam sebagai sebuah negara dan mungkin mempertimbangkan solusi gencatan senjata. Dan jika bukan hanya cara non-militer yang dapat ditempuh untuk menghadapi Daulah Islam, anda akan mencoba mendekati lagi suku Sahwah lain untuk melawan Daulah dengan melakukan provokasi kemana-mana, guna memotong sokongan finansial atau sekedar menutup media mereka (yang telah menghabiskan dana AS lebih dari 1,3 billiun dollar dan gagal total) sampai pada satu titik dimana hanya tersisa satu pilihan, yaitu menawarkan gencatan senjata.

Dengan harus menelan harga diri, menerima kenyataan bahwa bendera hitam Khilafah berkibar di kaki langit Afrika, Arabia, dan Asia. Maka pergeseran paradigma barat terhadap Daulah menjadi tak terelakkan lagi.

Adakah jalan lainnya? Meluncurkan serangan udara ke enam negara sekaligus? Mereka harus menghancurkan setengah wilayah jika begitu caranya. Saya di Kobane pada Oktober tahun lalu dan menyaksikan lebih dari 170 serangan udara AS yang merupakan “Serangan terberat sejak kampanye serangan udara dimulai,” menurut koresponden CBS Holly Williams. Serangan ini dimaksudkan untuk menghadapi serangan artileri yang dimulai Daulah Islam, hanya manghasilkan hancurnya sebagian besar kota menjadi reruntuhan puing. Terhitung ada lebih dari 600 serangan, dan sekarang habis tak ada yang tersisa disana.
Serangan udara AS di kobane
Serangan udara AS di kobane

Saat kejadian itu, saat serangan udara besar besaran dalam kegelapan malam beberapa waktu lalu, saya yakin anda tidak mengatakan “hore.. Itu angkatan udara Amerika,”. Pintu-pintu berguncang dari engselnya dan dinding retak terkena getaran, anda akan dipenuhi dengan kegeraman. 20 menit kemudian terdengar suara tangisan bayi ketakutan, para ibu menenangkan anak anak mereka dan sirine ambulan mengusung korban luka ke rumah sakit. Itulah sisi “cermatnya“ pengeboman yang tidak pernah nampak di dunia barat.

Apakah gencatan senjata menjadi sesuatu yang realistis? Saat ini, hal itu terlalu dini. Skenario yang dibuat adalah operasi militer besar-besaran terhadap Daulah Islam yang dilakukan oleh milisi Iran (tentara Iraq) dan dilatari oleh AS. Tapi ketika itu gagal karena milisi Shiah takut dibakar hidup-hidup, ketika serangan roket pasukan khusus telah dikerahkan untuk membantu kegagalan tentara Iraq, dan ketika mujahidin mulai memenggal tentara-tentara barat, maka setiap pilihan akan dipertimbangkan segera. Gencatan senjata akan menjadi salah satu pilihannya.

BERAPA BANYAK LAGI TENTARA BARAT YANG AKAN MATI?

Untuk saat ini, maka jawabannya adalah BANYAK. Perancis, Belgia, Denmark, Australia, dan Kanada semua menjadi target serangan Mujahidin dalam lebih dari tiga bulan terakhir. Dengan semakin banyaknya pejuang pejuang islam dari berbagai kelompok di berbagai negara berbai’at kepada Daulah Islam, pastilah menambah banyak serangan-serangan dengan eksekusi yang lebih sempurna.

“Para pejuang berdatangan dari berbagai penjuru dunia, dari Eropa, Amerika, Australia, dan lain lain bertemu di Syria” ungkap Obama dalam wawancara di ’60 minutes’. “Ini menjadi titik tolak Jihadis seluruh dunia. Dan ini menjadi tantangan bagi kami. Dimana kita mendapati sebuah negara yang gagal dan terjerumus dalam perang sipil, namun organisasi (Daulah) ini berkembang dengan pesat,”.

Seberapa lamanya opsi ini akan diambil, tapi fakta perubahan bahasa di barat tak terhindarkan lagi. Hanya berjarak 8 bulan dari kampanye mereka, beberapa figur politisi senior di AS mulai mengakui bahwa Daulah Islam tidak seperti musuh manapun yang mereka temui dulu, dan bahwa penyelesaian secara militer saja adalah tidak mungkin.

Akhirnya, saya melihat secara lebih sederhana, yang mungkin tidak merefleksikan besaran kompleksitas peperangan modern dan pembangunan Negara. Gencatan senjata antara barat dan Daulah Islam akhirnya akan mengarah pada berakhirnya dukungan Arab dan boneka tiran non-Arab di kalangan dunia muslim. Ini juga akan menjadi akhir dukungan kepada Israel. Itu hanya pembuka, apa yang tidak mungkin bisa saja terjadi.

Perang sepenuhnya dapat diprediksi, hanya ada satu dari dua kemungkinan, salah satu muncul sebagai pemenang sementara yang lain dikalahkan, atau tercapainya gencatan senjata. Itulah jalan untuk mengakhiri peperangan, Amerika dan sekutunya takkan pernah memenangkan perang ini. Mereka tahu itu dan semua orang juga tahu itu.

Sampai pada satu keadaan, satu-satunya pilihan yang berlaku untuk Amerika dan barat adalah memilih pilihan yang ‘bijak’.

—-

Catatan Editor: Berhentinya peperangan antara Muslim dan kufar takkan permanen. Perang terhadap kufar adalah kewajiban tetap bagi Muslim yang hanya terhenti sejenak untuk tujuan syar’i yang lebih besar. Sebagaimana gencatan senjata dari Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dengan musyrikin Mekah di Hudaibiyah. Jangka waktu Perjanjian Hudaibiyah adalah sepuluh tahun. Ketika gencatan sejata disepakati, maka berlakulah ia. Tapi bila diingkari kufar maka akan dihukum dengan keduanya yaitu shar’ (jihad) dan qadar Alloh. Penghianatan musyrikin mekah terhadap perjanjian Hudaibiyah yang disepakati oleh Nabi shallahu alaihi wassalam berakibat langsung pada keberhasilan muslim dalam pembukaan Mekah yang gemilang (sebagaimana diurai dalam sirah/sejarah).

Seperti juga penghianatan salibis Romawi terhadap perjanjian dengan Muslim berakibat Muslim menguasai Romawi.


Abdullah ibn Hawalah berkata: “Rasulullah mengatakan
Kamu akan menaklukkan Sham, Romawi, dan Parsi,
sampai seseorang diantaramu punya sejumlah onta, sejumlah
sapi dan sejumlah kambing, sampai seseorang yang diberi 100 dinar,
dan ia akan membelanjakannya,” kemudian beliau meletakkan tangannya di kepalaku
dan berkata “Wahai Ibn Hawalah, jika kau melihat Khilafah telah sampai ke bumi yang diberkahi [Sham], kemudian terjadi gempabumi, kesengsaraan dan hal hal besar telah datang
Hari kiamat akan lebih dekat pada hari itu kepada manusia daripada jarak
antara tanganku ke kepalamu.”
[Sahih: Imam Ahmad ,Abu Dawud, dan Al Hakim]

Andre Tauladan

Pergeseran Paradigma (Bagian 2)

pergeseran paradigma dabiq 12

“15 bulan pasca deklarasi Khilafah, kampanye militer yang dipimpin AS untuk melawannya telah meluas melebihi sebelumnya, akan tetapi kini di Barat banyak yang mengakui bahwa Daulah Islamiyyah adalah negara yang layak untuk dihuni. “

Pada tanggal 31 Maret, saya menulis sebuah artikel di majalah Dabiq edisi 8 dengan judul “Pergeseran Paradigma”, menganalisa bagaimana media Barat menggambarkan Daulah Islamiyyah serta perkembangan politiknya dari hanya sebuah “organisasi” menjadi sebuah entitas nyata. Dan saya menyebutnya sebagai sebuah negara. Saya tidak mengetahui apa-apa terkait pembangunan sebuah bangsa. Dan kebodohan membuat saya bahkan tidak pernah berhasil duduk sampai ke bangku universitas. Tapi setelah penolakan beberapa hal dari yang saya tulis di masa lalu sebagai “propaganda ISIS”, banyak wartawan dan dosen di Barat kini justru menyetujui kesimpulan saya. Mereka berkata, Daulah Islamiyyah adalah sebuah negara yang orisinil dengan segala perangkatnya.

Realitas akan Khilafah ini telah dikonfirmasi oleh banyak hal, diantaranya orang-orang dapat hidup di bawah satu pemerintahan. Untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun, umat Islam hidup dalam keadaan aman serta mereka dapat menjalankan kehidupannya dengan lancar.

Sistem Zakat telah didirikan dan terus berjalan, dengan mengambil beberapa persen dari harta orang-orang kaya dan membagikannya kepada fakir miskin. Koin Dinar emas yang diperkenalkan setahun yang lalu sekarang sedang dicetak, sebagai persiapan sebelum diedarkan. Pengadilan Syariah telah didirikan di setiap kota untuk mengadili dengan hukum Islam. Korupsi yang merupakan sebuah fakta yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan di Iraq dan Suriah, kini telah dibabat habis hingga hampir mencapai titik nol, sementara tingkat kejahatan menurun drastis. Sementara itu, seluruh negara-negara Teluk sedang berada dalam kekacauan. Mereka terpecah oleh perselisihan keagamaan dan permusuhan antar suku.

“Timur Tengah telah dirusak oleh amarah dan tak lagi berfungsi dengan baik karena perbuatan mereka sendiri, sehingga itu memberikan arti baru untuk kata ‘putus asa,’ sebagaimana yang ditulis oleh Aaron David Miller, Dosen Kebijakan Luar Negeri pada tanggal 11 September.

“Timur Tengah terkoyak dan terpecah belah oleh masalah sektarian, politik, kebencian agama dan konfrontasi yang tampaknya telah melampaui kapasitasnya yang tidak mungkin diperbaiki oleh pihak luar.”

Justru alasan seperti inilah yang menjadikan Daulah Islamiyyah muncul dan berkembang dengan begitu cepat dan dalam waktu yang relatif singkat. Disana Hanya ada satu sekte Sunni Islam, dan Khalifah hanya dari suku Quraisy. Di sini, di Kekhalifahan, tidak ada ruang bagi pluralisme. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh The Telegraph pada tanggal 8 Juni, Ruth Sherlock menulis: “Jihadis telah ber-evolusi menjadi sebuah birokrasi yang sangat teliti: memaksakan pajak [dia mengacu kepada zakat], membayar gaji tetap dan menetapkan hukum standar dalam perdagangan [dia mengacu pada pelarangan transaksi haram] dalam upaya untuk membangun ekonomi yang sehat. Banyak pengusaha Suriah yang melihat ISIS sebagai satu-satunya pilihan jika dibandingkan dengan anarkisme yang berlaku di wilayah yang dikuasai oleh pemberontak lainnya, termasuk kelompok yang didukung Barat.”

Ruth, kata-katamu itu jauh dari sifat barbar yang umumnya digunakan untuk menggambarkan Daulah Islamiyyah agar dapat diabadikan dalam sebuah citra dengan entitas jahat, sebuah gambaran yang akan dijadikan sebagai dasar propaganda pemerintahan Barat. Apa lagi, Ruth?

“Dokter dan insinyur, terutama mereka yang mengelola Kilang Minyak yang dikendalikan ISIS, mereka dibayar dengan mahal -setidaknya dibayar ganda, dan seringkali beberapa kali lipat daripada gaji yang ditawarkan di negara lain,” lanjutnya.

“Pelaku bisnis memilih untuk memindahkan industri mereka ke daerah-daerah ISIS”.

Bukan saya (John Cantlie) yang berbicara, tapi penulis di salah satu koran “terbaik” di Inggris. Dan sentimen ini -pernyataan bahwa Daulah Islamiyyah itu nyata, dan merupakan Negara yang sedang tumbuh- tengah meningkat di Barat. Setelah satu tahun serangan udara mereka, semua bukti menunjukkan tidak adanya “kemunduran” dari para mujahidin, dan setiap penurunan kekuatan perang, baik logistik maupun personel mereka disuplai dengan cepat dari hasil rampasan perang dan rekrutan baru. CIA memperkiraan pasukan tetap di Daulah Islamiyyah telah mencapai 32.000 personel tentara, tetapi beberapa tokoh mengisyaratkan dapat mencapai hingga 70 ribu atau bahkan 100.000 tentara yang siap dipanggil jika diperlukan. Seorang pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada Associated Press bahwa intelijen AS telah “melihat tidak adanya degradasi/ penurunan yang berarti dalam jumlah mereka”.

Satu tahun mereka telah berperang dan tidak ada yang berubah. Dan ini merupakan masalah serius bagi koalisi. Menurut Barry Posen (Dosen Profesor Ilmu Politik di Universitas MIT, Amerika Serikat), militer Iraq sudah tidak ada wujudnya, dalam artian sebagai kekuatan tempur dalam segala maknanya. Mereka banyak digantikan oleh Unit Mobilisasi Rakyat (Hasyad Sya’biy), sebuah milisi Syiah dengan anggota hingga 100.000 pria bersenjata yang disuplai oleh Iran. Merekalah yang memimpin serangan di Tikrit pada bulan April dan yang bertanggung jawab atas banyaknya tindak kekejaman di beberapa daerah Sunni. Tapi setelah pengambil alihan Tikrit, tidak ada lagi penaklukan besar oleh Koalisi, dan pertempuran di Iraq tidak berjalan dengan baik, sejauh ini Letnan Jenderal Robert Neller dari USMC, ketika ditanya oleh senator John McCain tentang bagaimana pertimbangannya terkait kampanye militer yang akan datang? Ia menjawab, “Saya pikir kita melakukan apa yang harus kita lakukan sekarang… Saya percaya bahwa kini mereka berada di jalan buntu.” Dan itu jauh dari “kemunduran” para mujahidin, Daulah Islamiyyah tetap menguasai wilayah dan bahkan terus meluas, dan ini dapat dibuktikan dengan pengambil alihan wilayah-wilayah baru di Iraq dan Suriah. Merupakan tuntutan dari pemerintah Amerika dan sekutunya untuk meremehkan Daulah Islamiyyah dalam pandangan publik dengan menjadikannya hanya sebagai sebuah “kelompok” teroris. Benar, bahwa negara itu berjalan dan menggunakan teror sebagai alat. Tetapi jika itu hanya disebut sebagai sebuah “organisasi” dan prajurit yang berjuang untuknya hanya teroris, maka ini hanya memberikan pengait kepada publik untuk menggantungkan topi mereka.

Ketika orang memahami kata-kata “teroris” atau “jihadis”, maka sebagian besar akan mendukung setiap tindakan militer terhadap mereka. Tetapi hal itu akan kehilangan urgensinya ketika Anda melawan tentara dari sebuah negara. Dan itu tidak akan dapat menyulap gambaran dari pidato politisi yang mengatakan mereka sangat berbahaya. Berperang melawan sekelompok teroris adalah suatu hal kecil, tapi memerangi sebuah negara, bahkan jika negara itu berdiri dan bangga lewat taktik teroris, ini merupakan lain hal.

Tapi mengakui bahwa Daulah Islamiyyah memang sebuah negara dalam setiap komentar akan menjadi sebuah pengakuan kemenangan bagi mereka, sehingga tidak ada pemimpin politik saat ini yang siap menyebutnya sebagai negara. Jadi mereka dengan sengaja terus memanggil Daulah Islamiyyah dengan “apa yang diklaim” sebagai negara, ISIL, IS, ISIS, Daesh dan julukan lain yang merupakan sebuah langkah untuk menunjukkan, “Ah.. Itu hanya omong kosong! Kami bahkan tidak tahu nama mereka. Kami juga telah memiliki senapan di tangan.” Itulah yang mereka katakan di depan umum. Tapi apa yang mereka katakan di belakang pintu tertutup bersama Sekretaris Pertahanan serta kepala Intelijen mereka, saya yakin hal itu akan sangat berbeda. Menurut laporan Barat, ada sekitar 7 juta orang yang tinggal di Khilafah, di daerah yang lebih besar dari Inggris dan dengan populasi yang lebih banyak dari Denmark, dan banyak dari mereka yang mengatakan bahwa kehidupan sekarang lebih baik daripada di bawah pemerintahan rezim Assad di Suriah dan Syiah di Iraq, dan juga jauh lebih baik daripada daerah kekuasaan FSA yang korup dan penuh kekacauan. Ini bukanlah apa yang diduga dapat dilakukan oleh sekelompok teroris “barbar berambut liar”.

Dalam berita di New York Times tanggal 21 Juli, Tim Arango menulis, “[Daulah Islamiyyah] telah mengalahkan pemerintah korup Suriah dan Pemerintah Iraq sebagaimana yang dikatakan oleh warga dan para pakar ahli. ‘Kamu dapat melakukan perjalanan dari Raqqah ke Mosul, dan tidak akan ada yang berani menghentikanmu sekalipun kamu membawa uang sebesar 1 juta Dollar Amerika,” ungkap Bilal yang tinggal di Raqqa (yang secara de facto adalah ibukota Daulah Islamiyyah di Suriah). ‘Dan Tidak satu orangpun yang berani mencuri walau hanya satu dolar’.”

Arango melanjutkan, dengan mengatakannya sebagai Daulah Islamiyyah maka kita telah meletakkannya di tempat yang lebih dari sekedar ukuran pemerintahan, termasuk kartu identitas untuk penduduk, menyebarkan pedoman dalam memancing untuk melestarikan alam, mensyaratkan mobil untuk dilengkapi dengan peralatan dalam keadaan darurat, dan tentu saja mengikuti dan melaksanakan syari’ah.

“[Seorang pemilik toko di Raqqa] mengatakan, ‘Di sini mereka menerapkan aturan Allah. Seorang pembunuh akan dibunuh. Pezina dirajam, dan pencuri dipotong tangannya’.”

Stephen M. Walt, seorang Dosen Profesor Hubungan International di Harvard, sebagaimana yang dikutip dalam artikel yang sama mengatakan, “Saya pikir tidak perlu ada lagi yang dipertanyakan tentang cara kita untuk memandangnya sebagai organisasi negara revolusioner.” Sebuah organisasi negara revolusioner? Kedengarannya tidak hanya sekedar “sekelompok” teroris sama sekali. Sangat penting untuk diingat, bahwa Walt telah menjelaskannya ditempat lain, negara-negara yang baru dibentuk sepanjang sejarah, membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum mereka diakui oleh negara-negara lain. Dia menyebutkan sebagai contoh, bahwa Eropa menolak untuk mengakui Uni Soviet secara resmi selama bertahun-tahun setelah revolusi Bolshevik pada tahun 1917, dan AS juga tidak melakukannya sampai tahun 1933. Demikian juga Amerika yang tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat China sampai tahun 1979, dan itu terjadi sekitar 30 tahun setelah China didirikan. “Jika Daulah Islamiyyah berhasil mempertahankan kekuasaannya, mengkonsolidasikan posisinya, dan menciptakan sebuah negara de facto di wilayah yang sebelumnya bagian dari Iraq dan Suriah.” Stephen Walt menyimpulkan, “Maka negara-negara lain perlu bekerja bersama untuk mengajarkannya tentang fakta-fakta kehidupan dalam sistem Internasional”. Tapi, tidaklah cukup sampai disitu. Karena Daulah Islamiyyah memegang prinsip bahwa “sistem internasional” adalah thoghut, sesuatu yang jahat dan memaksakan hukum positif atas manusia.

Mereka tidak pernah “belajar” untuk “bekerja sama” dengan hal itu. Tapi gencatan senjata dengan negara-negara Barat selalu menjadi pilihan di dalam Hukum Syari’ah.

Dan ada satu hal lagi, masa Assad sudah hampir selesai, dengan keruntuhan pemerintahannya yang kejam, sekarang ia hanya mengendalikan seperempat dari wilayah Suriah. Iraq terpecah belah karena kabilah-kabilah suku yang bergerak tak teratur dan tidak akan pernah pulih kembali sejak invasi Amerika. Daulah Islamiyyah kini mengangkangi kedua negara itu sebagai sebuah kerajaan Muslim, sebuah negara dimana tidak ada bentrokan konflik antar suku maupun agama. Hanya ada satu sekte dan satu keyakinan. Tempat ini dijalankan, diatur, dan dilindungi oleh Mujahidin Sunni, dan sekarang benar-benar menjadi fragmentasi unik, tidak seperti di Timur Tengah yang penuh dengan pertikaian dan kekacauan. Ini adalah singularitas, dan menjadi model yang lebih baik untuk stabilitas wilayah di masa depan daripada negara-negara Teluk yang didukung atau dibentuk oleh intervensi Barat yang kemudian menyatakan perang atasnya.

Sekali lagi, bukan hanya saya yang mengatakan ini. Yang akan menyebutnya sebagai “Propaganda ISIS”, dan kita tidak akan bisa memilikinya sekarang, atau bisakah kita? Brigadir Jenderal Ronald Magnum membuat beberapa komentar menarik dalam sebuah makalah yang diterbitkan oleh Institut Kajian Strategis Georgia Kaukasus pada 29 Mei. “Daulah Islamiyyah telah memenuhi semua persyaratan untuk diakui sebagai sebuah negara,” katanya. “Ia memiliki struktur pemerintahan, wilayah yang terkontrol, populasi yang besar, ekonomi yang dinamis, kekuatan militer yang besar dan efektif serta memberikan pelayanan kepemerintahan pada masyarakat umum seperti perawatan kesehatan untuk penduduknya. Berurusan dengannya dan menganggapnya seolah-olah hanya sebuah gerakan teroris adalah seperti berlomba di pacuan dengan kuda yang lumpuh. Daulah Islamiyyah adalah sebuah negara dan jika Barat ingin mengalahkannya maka mereka harus menerima salah satu diantara dua hal: 1) Daulah Islamiyyah adalah ancaman yang cukup bagi perdamaian dunia atau regional, dan Barat dapat memeranginya, atau 2) Biaya perang terlalu besar dan Barat harus berencana untuk menahan diri dan membatasi Daulah Islamiyyah kemudian bernegosiasi dengannya sebagai sebuah negara yang berdaulat.” Kegagalan upaya Koalisi untuk “membendung” Khilafah adalah berita lama. Tapi untuk bernegosiasi? Itu adalah bom waktu. Baru-baru ini Obama mengatakan bahwa “tidak akan ada negosiasi” dengan Daulah Islamiyyah, dan ini sebuah fakta yang tidak akan hilang atas teman satu sel saya dulu. Tapi kemudian ia mengubah kebijakannya setelah kejadian itu, jadi mungkin dia atau presiden berikutnya harus mengubah kebijakan mereka tentang hal ini.

Dalam sebuah kutipan yang diterbitkan di “Foreign Policy” pada tanggal 10 Juni di bawah judul “Apa yang Harus Kita Lakukan jika Daulah Islamiyyah Menang?” Profesor Stephen Walt menyarankan bahwa kemenangan bagi Mujahidin tidaklah diukur dengan keberhasilan mereka dalam menancapkan bendera hitam di atas gedung-gedung baru, tetapi diukur jika mereka mampu mempertahankan wilayah yang mereka kontrol serta tidak adanya “kemunduran ataupun kehancuran”. Dan sejauh ini, mereka telah mencapai hal ini. Hingga akhirnya mereka berubah dari “sampah” menjadi mitra, khususnya ketika kepentingannya mulai beriringan dengan negara lain,” tulisnya. “Mungkin kehadiran mereka akan merepotkan di politik dunia, tetapi tidak lagi dikucilkan. Jika daulah Islamiyyah masih bertahan, maka itulah yang saya harapkan.”

Dan sekali lagi, Walt telah membuat asumsi kotor, Mujahidin tidak akan pernah menerima kemitraan dengan Barat. Tetapi jika negara-negara Barat menginginkan gencatan senjata, mereka benar-benar harus berpikir tiga kali sebelum membuang kesempatan itu.

Barat harus terus menjatuhkan bom dan membujuk berbagai kelompok Syiah untuk masuk ke dalam zona kematian setidaknya selama satu atau dua tahun sebelum mempertimbangkan dengan benar agar gencatan senjata dapat tercapai. Tapi itu adalah sebuah prospek yang menarik ketika Barat bernegosiasi dengan Daulah Islamiyyah. Apakah hal itu benar-benar mungkin terjadi?

Jonathan Powell adalah kepala negosiator di Irlandia Utara pada pemerintahan Tony Blair, dan pada tanggal 12 Agustus, ia berbicara kepada BBC tentang permasalahan ini. “Jika Anda ingin menghancurkan Daulah Islamiyyah, Anda tidak akan dapat melakukannya dari udara. Namun nampaknya tidak ada satupun negara Barat yang siap untuk menginjakkan kakinya disana. Jadi tidak ada strategi militer untuk menghancurkan ISIS. Yang diperlukan adalah sebuah strategi politik. Dalam pandangan saya, kita perlu untuk melibatkan mereka dalam negosiasi,” katanya.

“Kami telah berbicara dengan IRA, dan itu bukan karena mereka memiliki senjata, tapi karena mereka memiliki sepertiga suara dari Katholik. Jika Anda berhadapan dengan kelompok yang tidak memiliki keinginan berpolitik, seperti gangster, Anda tidak akan bisa bernegosiasi karena tidak ada pertanyaan politik disetiap masalah. Tapi bagi saya mungkin ada pertanyaan politik di jantung Suriah dan Iraq. Saya telah melihat konflik lebih dari 30 tahun terakhir, saya berpendapat bahwa jika ISIS memiliki keinginan berpolitik, maka kita dapat berbicara kepada mereka. Dan mungkin mereka akan memudar seperti salju di musim semi, tetapi keadaan semacam ini sedikit sekali terjadi dalam sejarah. Inilah hipotesis saya bahwa masih ada harapan dari sisi politik. Dan ide dari Islam ekstrimis tampaknya menjadikan kita cukup kesulitan dalam menanggulanginya, tapi kita masih memiliki opsi politik pada tahap tertentu, tidak hanya dengan kekuatan senjata.”

Powell menyimpulkan dengan mengatakan bahwa Barat harus membuka jalan “negosiasi” di masa depan dengan”membangun dasar komunikasi”. Lebih dari satu tahun sejak awal operasi udara terhadap Daulah Islamiyyah dan belum ada hasilnya, jenderal bintang 4 Martin Dempsey yang bertanggung jawab atas kampanye militer yang dipimpin AS ini pastilah bertanya-tanya, berikutnya apa? Setiap orang di Barat selalu menuntut hasil dan tidak sabaran. Seperti halnya di Vietnam, perang melawan Daulah Islamiyyah nampak terlihat hanya seperti perang dengan gesekan untuk mencoba mengurangi jumlah musuh tanpa di ikuti dengan tujuan yang jelas.

Bom-bom itu sudah pasti membunuh banyak Mujahidin, tapi lebih banyak Mujahidin yang datang (daripada yang syahid) untuk mengambil tempat mereka setiap hari, masing-masing dari mereka ingin menjadi seperti mereka yang terakhir sebelumnya mati syahid di jalan Allah. Bombardir juga sudah pasti menghancurkan banyak tank dan kendaraan tempur Daulah Islamiyyah yang diambil dari rampasan perang dari tentara Iraq (hanya ada satu persneling di tank tentara Iraq) tapi Mujahidin telah memperoleh lebih banyak tank dan senjata dari pasukan yang melarikan diri. Para prajurit dari kekhalifahan ini telah terbukti menjadi kekuatan mengejutkan yang dapat bertahan dari pecahan dan ledakan bom atau rudal Hellfire.

Dan sementara itu, Daulah Khilafah terus tumbuh dan matang dengan andil mujahidin yang berjuang dan mati ketika mendukungnya. Mujahidin menikmati pertempuran, tetapi mereka telah terbukti sangat baik dalam beradaptasi dengan masyarakat sekitar dan pemerintah. Mereka mendirikan negara dan mengatur suatu tatanan baru di Timur Tengah, maka apa yang mungkin terjadi beberapa tahun ke depan itu terserah kepada Daulah Islamiyyah dan bukan tekanan dari luar. Opsi pertama adalah mereka akan terus memperluas perbatasan Khilafah di seluruh wilayah sampai mereka dihentikan oleh keterbatasan ekonomi atau militernya, dan setelah itu mereka akan mengonsolidasikan posisi mereka. Tapi harapan sangat buruk bagi Barat karena tidak terlihat ada keterbatasan pada kekhalifahan. Opsi kedua adalah mereka menghalau Barat dan meluncurkan serangan darat secara totalitas, sehingga memasuki perang terakhir antara Muslimin dan pasukan Salib sebagaimana yang telah dinubuwahkan akan terjadi di Dabiq Suriah, karena ketika Amerika dan sekutunya melakukan operasi di luar negeri maka mereka tidak memiliki pilihan lain selain mengirim pasukan. Saya hanya menebak bahwa “elang” Amerika mungkin dengan senang hati datang ke Dabiq tanpa Daulah Islamiyyah perlu meledakkan bom di Manhattan.

Dalam sebuah kutipan yang diterbitkan oleh The Independent pada tanggal 21 Juni yang berjudul “Kami Tidak Bisa Menghancurkan ISIS, Jadi Kita Harus Belajar Untuk Hidup Bersamanya”, Richard Barrett, mantan kepala kontra-terorisme untuk MI6 menulis, “Iraq dan Suriah tidak akan pernah kembali sebagaimana semula, dan siapapun yang menang di dalamnya, maka entitas baru telah muncul yang akan tetap ada dalam beberapa bentuk. Untuk saat ini, entitas tersebut sangatlah agresif, tidak toleran dan tanpa kompromi, ISIS menawarkan kepada mereka untuk hidup di bawah kekuasaan pemerintahan yang lebih baik dalam beberapa hal daripada yang mereka terima dari negara sebelumnya. Korupsi turun drastis, dan penetapan keadilan lebih cepat dan merata meskipun brutal.”

Tidak ada keraguan lagi, konsolidasi yang cepat dan kecerdasan pemerintah Daulah Islamiyyah atas wilayahnya telah mengejutkan para pemimpin dunia ketika mereka dengan secepat kilat menaklukkan Mosul. Jika Anda mengatakan hal ini kepada seorang politisi di New York pada Juni 2014 bahwa Daulah Islamiyyah akan mencapainya pada bulan Oktober 2015, dia pasti akan tertawa tepat di depan wajah Anda. Sama halnya akan adil juga mengatakan bahwa politisi yang sama tidak akan tertawa pada hari ini.

Andre Tauladan

Minggu, 24 Januari 2016

[Ninawa] Tembaklah, Aku Tebusannya

[Raqqah] – Mereka Adalah Musuh Maka Waspadailah Mereka 3

[Al Khayr] Pertolongan dari Allah dan Kemenangan yang Dekat – 3

Sabtu, 09 Januari 2016

[Barqah] Dan Tidak Akan Menang Tukang Sihir Itu, Dari Mana Saja Ia Datang 08 Jan

Pesan Untuk Paris

Senin, 04 Januari 2016

[VIDEO] Kewarganegaraan Alu Sa’ud Di Bawah Telapak Kakiku


Bismillahirrahmanirrahim

KDI MEDIA

Menghadirkan

Terjemahan Audio Dari

Syaikh Faaris Ash-Shuweil / Faaris Az-Zahrani – taqabbalahullah-
Kewarganegaraan Alu Sa’ud
di bawah Telapak Kakiku

Alih Bahasa & Editor : KDI MEDIA



Link : Download

Syaikh Faaris Alu Syuwail -taqabbalahullah- berkata :
“Agar dapat diketahui oleh siapa saja yang berbaris menghakimi-ku (eksekusi) bahwa darah-ku kan mengalir bagai bara dan gunung berapi yang akan membakar tirani thagut”.
***
Kementrian Dalam Negeri Saluliyah (Arab Saudi) Umumkan Pelaksanaan Eksekusi Irhabiyyin (Muwahidin Jihadis) diantara mereka adalah Syaikh Faaris Alu Syuwail ak. Syaikh Faaris Az-Zahrani. Syaikh Abdul Aziz Ath-Thawalei dan Syaikh Hamd bin Abdullah bin Ibrahim Al Humaidi dan Para Ulama Muwahidin Mujahidin serta Penuntut Ilmu lainnya.
Semoga Allah Menerima mereka dalam barisan Syuhada.
#Bayan_Mendagri_Salul
#Saudi_Eksekusi_Muwahhid_Jihadis
Link Pernyataan Kemendagri Saluliyah : ‏http://www.tmm24.org/97643


Andre Tauladan

Jumat, 01 Januari 2016

[Hims] Maka Nantilah Sungguh Kami Bersama Kalian Juga Menanti

[Al Janub] Alu Salul Tidak Ada Wala’ dan Bara’

[Al Furat] Mereka Itulah Musuh Maka Waspadailah Mereka

Rabu, 30 Desember 2015

Media Al Buraq : Nasyid Khilafah "Kami Miliki Hati yang Lembut"


Bismillahirrahmanirrahim
.
MUASSASAH AL BURAQ
.
Menghadirkan:
.
Video Nasyid :
“KAMI MILIKI HATI YANG LEMBUT”
.
Alih Bahasa & Editing Video : KDI Team


Video Nasyid Kami Miliki Hati Yang Lembut von KDI_Channel

Andre Tauladan

Pecundang Itu Bernama Shohawat

Pecundang Itu Bernama Shohawat

oleh :   Al Akh Abu Usamah JR

” Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui”. (QS Almaidah :54).

Allah ‘azza wa jalla seperti pada ayat diatas menetapkan adanya sunnah ibtidal (pergantian ) pada masa-masa yang dikehendakiNya. Artinya jika pada suatu masa suatu generasi dari umat ini telah murtad,atau telah meninggalkan urusan pembelaan terhadap dien ini, atau menelantarkan dien ini dan umatnya maka Allah akan mengganti kaum tersebut dengan kaum yang lebih baik.

Maka jika suatu generasi umat ini pada suatu masa digantikan oleh Allah dengan generasi yang lainnya maka berarti ia generasi terjelek yang ada pada masa tersebut. Dimana generasi tersebut tidak layak untuk dijadikan pemegang urusan atas umat ini.

Tiadalah suatu generasi dari umat ini disingkirkan oleh Allah dari pentas perjuangan melainkan karena ia telah menjadi pecundang.

Bukan karena semata-mata ia tidak berhasil mencapai hasil perjuangan berupa tegaknya syariat Allah. Sebab Allah tidak pernah menugaskan kita harus berhasil dalam perjuangan. Dan juga kemenangan suatu perjuangan tidak melulu diukur dengan tercapainya suatu cita-cita di dunia. Namun kemenangan memilki arti yang lebih luas,seperti halnya kekalahan juga memiliki cakupan makna yang luas pula.

Melihat fenomena kembali tegaknya khilafah ‘ala minhajin nubuwwah pada zaman ini, maka tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa generasi pilihan yang dihadirkan sebagai pemenang pada zaman ini adalah daulah islam. Kemenangan dalam seluruh cakupan maknanya telah berhasil diraih dan dipertahankan hingga kini oleh daulah islam.

Maka senang atau tidak senang, kita harus jujur mengakui bahwa kini kita memasuki era daulah islam sebagai pemegang kemudi bagi perjalanan perjuangan umat islam. Bahkan kini umat ini sudah seharusnya bersatu berada dalam sebuah gerbong yang ditarik oleh sebuah lokomotif bernama daulah islam.

Jika daulah islam adalah generasi pilihan yang dijanjikan oleh Allah dan pemilik kemenangan dalam seluruh maknanya pada zaman ini, maka siapakah generasi pecundang yang tersingkirkan dari pentas perjuangan?

Sang pecundang tersebut tiada lain adalah para shohawat yang pada hari ini memilih berseberangan front dengan daulah islam. Kenapa demikian? ,karena seluruh makna kekalahan telah terkumpul tanpa tersisa dalam diri para shohawat. Sehingga sangat wajar jika kini mereka mengalami keterpurukan dalam semua sisi.

Mungkin sebagian orang yang kurang akalnya akan bertanya, “atas dasar fakta apa disebutkan bahwa para shohawat adalah generasi pecundang yang telah menderita kekalahan dalam seluruh maknanya? “.

Perlu saya jelaskan yang dimaksud dengan shohawat dalam tulisan ini adalah setiap kelompok atau individu yang hari ini memusuhi daulah islam dikarenakan kedengkian dan perbedaan manhaj(*1). Dengan penjelasan ini maka siapa yang mengikuti setiap peristiwa setelah deklarasi khilafah akan mengetahui individu dan kelompok yang disebut dengan shohawat.

Lantas kekalahan apa saja yang diderita para shohawat sehingga ia disebut sebagai generasi pecundang yang tergantikan? ,jawabannya, ia menderita kekalahan dalam seluruh maknanya, yaitu:

1.Kekalahan dalam masalah prinsip.
Yaitu, mereka telah kalah dengan menanggalkan aqidah yang benar dan menggantinya dengan aqidah yang batil.Prinsip-prinsip islam telah mereka tinggalkan demi maslahat sesaat. Diantara kekalahan nyata dalam masalah ini adalah mereka yang menjadikan demokrasi sebagai manhaj perjuangan dengan meninggalkan manhaj yang diajarkan oleh Rasulullah.

Ketika seorang pejuang atau suatu kelompok sudah mengalami kekalahan dalam masalah ini maka ia akan mengalami kekalahan-
kekalahan berikutnya dalam perjalanan selanjutnya.

Contohnya nyata dalam hal ini adalah Ikhwanul Muslimin (baca:musyrikin) atau IM mesir. Ketika mereka telah mengalami kekalahan dengan penerimaan mereka dengan ajaran demokrasi maka perjalanan selanjutnya dari IM adalah perjalanan yang dipenuhi dengan kekalahan.

Digulingkannya thoghut Mursi dengan hina, pembantaian terhadap anggota IM sampai penangkapan tanpa perlawanan para pendukungnya, berlanjut pemenjaraan dan vonis mati hanyalah hukuman atas kekalahan pertama mereka, yaitu meninggalkan islam dan beralih ke demokrasi. Inilah sesungguhnya kekalahan hakiki dan kekalahan terbesar bagi individu atau kelompok perjuangan yang mengatasnamakan islam.Bukankah Allah ‘azza wa jalla berfirman,

” Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (QS Albaqarah:217).

Maka perhatikanlah, adakah kekalahan yang lebih besar bagi seorang pejuang melebihi kekalahan berupa ketergelinciran dari jalan islam lalu masuk kedalam jalan kekafiran? .

Dan termasuk adalah kekalahan juga adalah berupa keberpalingan dari manhaj ahlussunnah yang shahih menuju manhaj kompromi dan mudahanah.

Contoh dalam hal ini adanya keyakinan bahwa Rafidi yang awam tidak bisa dikafirkan yang disampaikan oleh seorang doktor pemimpin tandzim syahawat. Pernyataan ini yang menggambarkan manhaj tandzimnya adalah pernyataan ganjil dan sesat.Sebab Rafidi awam maupun yang intelek sama-sama terbiasa lebih senang dalam do’a menyeru “yaa ali,yaa zahra, yaa zainab dan yaa husein ” daripada kalimat Yaa Allah.

Dan bukankah Si Rafidi awam dan rafidi intelek sama-sama meyakini bahwa Abu Bakar AsShiddiq, Umar bin Khattab,Utsman bin Affan,Aisyah dan Hafsah adalah kafir dan berada di neraka?.Dan mereka juga sama-sama meyakini bahwa mencaci dan melaknat para sahabat dan sahabiyah tersebut adalah bentuk ibadah dan taqarrub kepada Allah.

“Lalu bagaimana engkau bisa mengatakan yang satu kafir dan yang satu muslim, wahai doktor?”.

Maka yang dimaksud dengan kekalahan prinsip dalam tulisan ini adalah berupa penanggalan tauhid, keimanan dan manhaj, lantas mengganti atau mencampurnya dengan ajaran kemusyrikan semisal demokrasi dan manhaj bid’ah semacam khawarij, murji’ah atau jahmiyah.

Jika seseorang atau suatu kelompok, diawal ataupun ditengah perjalanan telah tergelincir dalam masalah ini maka bisa dipastikan perjalanan selanjutnya adalah kekalahan,sebab ia telah menempuh jalan para pecundang sejak awal perjalanan. Dan kekalahan dalam hal ini juga adalah kekalahan dari menghadapi tipu daya setan. Berupa ketundukan mengikuti bimbingan dan arahan setan dengan meninggalkan petunjuk Rabbnya, sebagaimana firmanNya,

” Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS Albaqarah :208).

2.Kekalahan dari hawa nafsu. Hawa nafsu lebih cenderung kepada kebatilan daripada kepada kebenaran kecuali nafsul muthmainnah. Dan orang yang dikalahkan oleh hawa nafsunya adalah orang yang menuruti egonya daripada tuntutan Allah ‘azza wa jalla.

Contoh dalam hal ini diantaranya adalah orang yang dikuasai oleh sifat dengki, sombong dan bangga diri yang menyebabkan dirinya menolak mengikuti kebenaran. Hawa nafsu yang diperturutkan akan menjadikannya sebagai tuhan, sebagaimana yang Allah firmankan,

” Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”. (QS Al Jatsiyah:23).

Dan pada hari ini tatkala khilafah islam telah tegak dan semakin kuat biidznillah, masih saja banyak orang dan kelompok yang enggan untuk menerimanya. Berbagai alasan dikemukakan yang kesemuanya di atas landasan dalil yang lemah dan dipaksakan. Dan semua dalih yang mereka ungkapkan pada hakikatnya bersumber dari hawa nafsu.

Sebagian dari para penentang berdalih dengan senioritas. Mereka beranggapan bahwa Syaikh Abu Bakar Al Baghdady hafizhohullooh tidak layak menjadi khalifah dikarenakan masih banyaknya orang yang lebih senior dalam jihad dari beliau.Yang lain enggan mengakui khilafah yang ada dikarenakan merasa tidak dimintai pendapat dalam penegakannya sementara ia merasa orang yang lebih senior dan layak diambil pendapatnya. Sebagian lagi merasa dengki karena khilafah yang hadir bukan berasal dari tandzimnya.

Sementara itu sebagiannya lagi secara terang-terangan menolak khilafah yang ada karena khilafah yang ada ditentang oleh penguasa yang menggajinya. Dan mereka yang rusak manhajnya menentang khilafah karena keberadaannya telah membuka kepalsuan pengakuannya dan membongkar kebatilan manhajnya. Apapun alasan para penentang khilafah,yang pasti semuanya adalah atas dasar hawa nafsu.

Inilah fakta bahwa para pendengki dan shohawat telah menjadi pecundang dikarenakan mereka takluk menjadi pengikut hawa nafsu dan enggan tunduk pada syariat. Dikarenakan kedengkian,kesombongan dan rasa bangga diri telah menghalangi mereka menjadi pengikut kebenaran dan justru satu barisan bersama kafirin, munafiqin dan murtadin. Ya,mereka satu barisan dalam permusuhan dan kebencian dengan orang-kafir terhadap khilafah meskipun mereka tidak senang disebut demikian. Adakah kekalahan yang lebih besar,melebihi tersingkirnya seseorang dari barisan kaum muslimin dan kemudian tergabung dengan kaum kafirin? .Wahai shohawat! ,kalianlah pecundang yang memalukan! .

3. Kekalahan dengan rusaknya tujuan perjuangan. Telah saya jelaskan dalam tulisan sebelumnya, bahwa perjuangan tidak disebut jihad kecuali harus dilandasi oleh tauhid dan dengan tujuan tauhid (tingginya kalimat Allah ).

Dan wujud tingginya kalimat Allah adalah dengan tegaknya syariat islam dibawah naungan khilafah islamiyah. Dan inilah yang selama hampir seratus tahun diperjuangkan oleh para mujahidin di segenap penjuru dunia dan dirindukan oleh setiap muslim di segenap ufuk.Dan inilah yang dulu diklaim oleh setiap tandzim jihad, bahwa mereka berjihad untuk tegaknya khilafah islam.

Dan kini dimanakah mereka yang dahulu mengklaim sebagai pejuang untuk tegaknya khilafah tatkala khilafah telah tegak hari ini?.

Bukankah para shohawat dan pendengki pada hari ini seperti seorang ayah yang dahulu merindukan kelahiran anak laki-laki, namun tatkala anak laki-laki tersebut telah lahir lantas ia hendak membunuhnya dikarenakan si anak lebih tampan dan lebih pintar sehingga ditakutkan akan menyaingi dirinya dalam pengaruh? .Si Ayah yang seperti ini tentu akan kita katakan sebagai ayah yang gila.

Dan memang para shohawat seperti orang gila karena sudah tidak lagi menggunakan akal sehatnya. Jika dahulu mereka mengklaim telah berjuang segenap tenaga untuk tegaknya khilafah, maka lihatlah kini!.Pada hari ini tatkala khilafah telah tegak mereka memang tetap berjuang, tetapi bukan untuk memperkuat khilafah yang ada, tapi berjuang untuk menghancurkan khilafah yang baru saja ditegakkan. Mereka pergunakan lisan, tulisan,harta dan senjata mereka untuk menghancurkan khilafah.

Bukankah itu semua adalah kekalahan?.Itulah kekalahan telak,karena mereka telah berubah haluan tujuan perjuangan. Jika dahulu mereka berjuang untuk tegaknya khilafah maka kini mereka berjuang untuk runtuhnya khilafah islam,waiyya dzubillah.

Dan dengan permusuhan mereka terhadap khilafah maka tidak ada pihak yang mereka untungkan selain kafirin. Serta tidak ada pihak yang paling pertama dirugikan dengan kerugian paling besar dari maklumat perang para shohawat terhadap khilafah kecuali kaum musliminlah pihak tersebut . Apakah ini bukan kekalahan bagi shohawat?.

Bukankah seorang atlet lari yang jatuh tersandung beberapa meter dari garis finish sehingga ia batal menjadi pemenang adalah pecundang? .Mereka telah menempuh perjalanan panjang untuk berjuang menegakkan khilafah islam, tapi tergelincir tatkala panji khilafah telah meninggi.

Allahul musta’an

*1. Catatan Editor :
shohawat adalah kelompok atau partai yang menisbatkan pada Islam namun memerangi mujahidin yang berusaha menegakkan syari’ah Islam dan menegakkan khilafah di bumi Alloh. Awal mula kemunculan Shohawat di Iraq, mereka adalah Elemen dari beberapa faksi pejuang yang bergabung, di bentuk dan di dukung oleh Penguasa Thoghut Iraq dan Amerika untuk memerangi Mujahidin Daulah Islam di Dua Aliran Sungai (Iraq).

sumber : Penyebar Berita | KDI Blog
Andre Tauladan

Undangan Kajian Dan Dialog Kepada Ulama, Pemimpin Lembaga Pendidikan, Ormas Islam se-Indonesia



|| UNDANGAN RESMI
________________________

Bismillahirrohmanirrohiim
PANITIA BERSAMA PENDUKUNG DAN PEMBELA KHILAFAH

Markaz : Masjid Al-Fataa Jl Menteng Raya 58 Jakarta Pusat. 081932595770
Nomor Surat : QS. An-Nur (24) : 55
Lampiran : –
Perihal : Undangan Kajian Dan Dialog
Kepada Yang Kami Hormati,
Para Ulama, Asatidz, Kiyai dan Pemimpin Lembaga Pendidikan, Ormas Islam se-Indonesia
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sehubungan Panitia Bersama Pendukung dan Pembela KHILAFAH berencana mengadakan kajian dan dialog, maka kami mengundang para Ulama, Asatidz, Kiyai, Pimpinan lembaga pendidikan, dan Ormas Islam se-Indonesia untuk hadir dan bersedia menjadi pembicara guna menyampaikan data secara Ilmiyah tentang kesesatan KHILAFAH yg dideklarasikan pada tgl 1 RAMADHAN 1435 H.

Dimana KHILAFAH ini, sekarang sedang dikepung oleh Koalisi Negara2 Kafir pimpinan Amerika juga Koalisi Militer Negara2 Islam di bawah pimpinan Arab Saudi.

Tim Pengkajian Data dan Informasi Panitia Bersama Pendukung Dan Pembela KHILAFAH, melihat ada indikasi yang jelas mengenai terpecahnya umat menjadi dua kubu. Mereka yang mendukung KHILAFAH dan mereka yang membenci, hasad, bahkan memerangi KHILAFAH.

Pernyataan yang di sampaikan oleh para ulama, Asatidz, Kiyai, dan Pemimpin Ormas Islam se-Indonesia, yang mereka dianggap sebagai panutan umat dan penjaga ukhuwah Islamiyah, telah membuat generasi muda Islam berantakan, pecah belah, saling menghujat, saling membenci, saling memfitnah, bahkan menjadikan kelemahan bagi generasi Islam sendiri untuk melawan Syi’ah dan Kafir Harbi lainnya.

Untuk mengetengahi permasalahan umat tersebut, maka kami selaku Panitia Bersama Pendukung dan Pembela KHILAFAH siap memfasilitasi dalam mengadakan kajian dan Dialog di Majelis Ilmu.

Acara Kajian dan Dialog ini, in syaa Alloh, akan di laksanakan pada :
Hari/tgl : Ahad, 14 Pebruari 2016
Waktu : Pukul 08.30 s/d selesai
Tema : DEKLARASI KHILAFAH ISLAMIYYAH 1435 H, HAQ ATAU BATHIL?
Pembicara :
– Ulama dan Asatidz Yang! Sepakat bahwa Deklarasi Khilafah adalah Haq
– Ulama dan Asatidz Yang Menolak Deklarasi Khilafah dan menganggapnya Bathil
Tempat : Asrama Haji Bekasi
Kami mempersilahkan kepada masing2 lembaga pendidikan dan Ormas Islam untuk mendaftarkan Ulama, Asatidz, Kiyai dan Ketua Ormas Islam kepada kami untuk menjadi pembicara dalam acara tersebut.
Jazakumullohu khoiran.
Baarokallohu lana wa lakum.
Penyelenggara
PANITIA BERSAMA PENDUKUNG DAN PEMBELA KHILAFAH
Catatan :
– Niat ikhlas karena Allah
– Menjaga Ukhuwah Islamiyah
– Siapkan Infaq
– Silahkan sebarkan menjadi amal sholeh
________________________

Sebarkan!!!

🔘 Join ke channel telegram
🔷 KHOBARUN NEWS 🔷

Via link: telegram.me/KhobarunNews

PIN: 7C68E289

Facebook: https://mobile.facebook.com/Khobarun-956698434423858/

Twitter: @KhobarunTm
Link: https://mobile.twitter f2f.com/account
Andre Tauladan

MAKA TUNGGULAH, SUNGGUH KAMI JUGA MENUNGGU BERSAMA KALIAN

Link PDF:

Kantor Media Al Furqan
untuk produksi media
menghadirkan
kalimat pemimpin kita Amirul Mu’minin
Abu Bakar Al Husaini Al Qurasyi Al Baghdadi (hafidzahullah)
dengan judul

“MAKA TUNGGULAH, SUNGGUH KAMI JUGA MENUNGGU BERSAMA KALIAN”

Segala puji bagi Allah, kami memuji Nya, meminta pertolongan dan ampunan dari Nya, dan kami memohon perlindungan dari keburukan jiwa kami dan kejelekan amalan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya, pun tidak ada yang bisa memberi petunjuk dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan selain Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya serta aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya.

Allah ta’ala berfirman:
Katakanlah: “tidaklah kalian menantikan perihal kami, melainkan salah satu dari dua kebaikan. Dan Kami menanti perihal kalian Sedangkan kami menanti perihal kalian berupa ditimpakannya azab (yang besar) dari Allah atau melalui tangan-tangan kami. Maka tunggulah, sungguh kami juga bersama kalian.”

Wahai kaum muslimin!
Sesungguhnya kita berperang sebagai wujud ketaatan kepada Allah juga untuk mendekatkan diri kepada-Nya, kita berperang karena Allah Subhanahu memerintahkan kita untuk berperang dan mencintainya dan menjadikan perang sebagai sarana paling baik untuk sampai kepada-Nya. Sehingga kami memuji Allah yang telah memerintahkan kita untuk berperang, demikian pula yang menjanjikan kita satu dari dua kebaikan (kemenangan atau syahid), tapi Dia tidak membebani kita untuk memperoleh kemenangan.

Allah Ta’ala berfirman:
Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan. Maka akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

Sungguh kewajiban bagi kita hanya berperang dan sabar, adapun kemenangan adalah urusan Allah. Oleh karena, itu jangan sampai berkumpulnya semua sekte kafir membuat kita takut, atau mengendorkan semangat kita, karena kita selalu menang di setiap keadaan dengan kemampuan Allah dan kekuatan-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan harga berupa surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. sudah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kalian lakukan itu, demikian itulah kemenangan yang besar.
dan Allah berfirman:

Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya, tapi sungguh Allah telah menentukannya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong. Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.

jika kita teguh di hadapan pasukan seluruh dunia serta kita perangi bala tentaranya lalu kita menang. maka itu bukan hal ajaib karena itu adalah janji Allah untuk kita.

Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat. Sementara jika banyak dari kita yang terbunuh dan terluka serta bertambah beratnya musibah dan bencana, maka itu juga bukan hal aneh karena itu juga janji Allah untuk kita, bahkan ujian adalah takdir yang sudah ditetapkan.

Allah Ta’ala berfirman:

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “kapankah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

dan dari Khobab Radhiallahu ‘anhu berkata:
“Kami mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau dalam keadaan berbaring dan kepalanya berbantalkan bajunya di dekat Ka’bah. maka kami katakan: tidakkah engkau memintakan pertolongan untuk kami? tidakkah engkau mendoakan untuk kami? Maka Beliau bersabda: Sungguh pada masa sebelum kalian ada seorang lelaki yang ditangkap dan digalikan lubang untuknya kemudian dia dikubur hidup-hidup di dalamnya dan selain itu ada yang didatangkan gergaji maka gergaji itu diletakkan di atas kepalanya kemudian tubuhnya dibelah menjadi dua dan lelaki lainnya disisir dengan sisir yang terbuat dari besi yang menyayat daging dan tulangnya tapi itu semua tidak menghalanginya dari Diennya. Demi Allah perkara (Dien) ini akan sempurna sampai akhirnya para musafir berjalan dari Shan’a ke Hadramawt tidak takut kecuali kepada Allah dan serigala atas domba-dombanya akan tetapi kalian tergesa-gesa.

Wahai kaum Muslimin!
jangan kalian heran atas berkoalisinya semua negara kafir dengan berbagai sektenya terhadap Daulah Islamiyyah karena ini adalah keadaan Thaifah Manshurah di setiap zaman, dan koalisi ini akan terus berlanjut dan fitnah akan semakin dahsyat sampai akhirnya terbelahnya dua kubu. maka tidak tersisa lagi di kelompok ini seorang munafiq dan juga tidak tersisa di kelompok itu seorang mukmin. kemudian yakinlah kalian bahwa Allah akan menolong hamba-hambaNya yang beriman.
Bergembiralah! dan tenanglah!
Sungguh Daulah kalian masih dalam keadaan baik dan setiap bertambahnya persekongkolan bangsa-bangsa atasnya maka ia akan semakin bertambah yakin akan pertolongan Allah dan ia di atas jalan yang lurus dan setiap kali ujian bertambah serta setiap kali munafiqin dan para penyeru kesesatan merebak maka barisannya bertambah murni, bertambah kuat dan teguh.

Wahai kaum muslimin!
Sungguh peperangan pada hari ini bukan hanya sekedar agresi Salibis belaka, akan tetapi ini adalah peperangan habis-habisan antara semua sekte kekafiran melawan ummat Islam dan ini tidak pernah terjadi sebelumnya pada sejarah ummat kita yaitu berkumpulnya seluruh dunia untuk melawannya di satu peperangan sebagaimana yang terjadi pada saat ini. Sungguh ini adalah peperangan antara semua orang kafir melawan semua kaum muslimin dan sungguh setiap muslim terbebani dengan perang ini, terbebani dengan perintah Allah, dengan melaksanakan kewajiban jihad di jalan Allah.
jika dia melaksankan itu maka baginya suatu kebaikan, keselamatan, kemenangan, mendekatkan kepada Allah serta mendapatkan ridhaNya. tapi jika dia bermaksiat maka baginya keburukan, kebinasaan dan kerugian dan kembali dengan kemarahan Allah dan murkaNya.

Sungguh setiap muslimin terbebani dengan perang ini untuk membela Dien Allah dan SyariatNya dan menolong orang-orang yang lemah dari kalangan laki-laki, wanita dan anak-anak, maka peperangan ini adalah peperangan bagi setiap muslim dan hendaknya dia menyelaminya untuk membela Diennya, jiwanya, hartanya, kehormatannya serta kemuliaannya.
maka bersiap-siaplah untuk menghadapi peperangan kalian wahai kaum muslimin di semua tempat, bersiap-siaplah dan kalian yakin akan pertolongan Allah, Bersiap-siaplah dan jangan merasa rendah serta jangan bersedih, Sungguh Rabb kalian telah berkata kepada kalian tentang kuffar,

Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah.Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti. Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.
Dan Allah Maha Benar dan inilah mereka Salibis Nasrani dan semua sekte kuffar bersama mereka dan di belakang mereka adalah Yahudi. mereka tidak berani datang ke darat untuk memerangi sekelompok kecil dari Mujahidin dan semua saling mendorong temannya untuk terlibat. mereka tidak berani untuk dating karena hati mereka dipenuhi rasa takut kepada Mujahidin, karena mereka dengan izin Allah telah mengambil pelajaran di Afghanistan dan Iraq dan mereka tahu bahwa tidak ada kekuatan bagi mereka untuk memerangi mujahidin, mereka tidak berani untuk dating karena mereka mengetahui dengan yakin apa yang menanti mereka berupa bencana dan mala petaka di Syam, Iraq, Libya, Afghanistan, Sayna’, Afrika, Yaman dan Somalia. mereka tahu apa yang menanti mereka di Dabiq dan Ghouthah berupa kekalahan, kebinasaan dan kehancuran. mereka tahu bahwa itu adalah peperangan terakhir dan setelahnya dengan izin Allah kitalah yang akan memerangi mereka dan bukan mereka yang memerangi kita dan Islam akan menguasai dunia sekali lagi dan sampai hari kiamat.

Oleh karena itu mereka mengundur-undur kedatangan mereka untuk turun ke darat sekuat tenaga mereka dan terus bekerja dengan keras untuk mengumpulkan tambahan ekor-ekor dan antek mereka dari kalangan Shohawat, murtaddin dan atheis kurdi dan gerombolan hewan-hewan ternak Rofidhoh dan Amerika serta sekutunya masih saja bermimpi untuk bisa melenyapkan Khilafah melalui perpanjangan tangannya dan antek-anteknya dan setiap kali sekutu mereka gagal atau ekor mereka terpotong, mereka bersegera untuk membuat yang lainnya sampai akhirnya pada akhir-akhir ini mereka mengumumkan Koalisi Saluliyyah yang menggunakan label Islam secara dusta dan menipu dan mereka telah mengumumkan bahwa tujuan mereka adalah memerangi Khilafah.

Dan seandainya saja koalisi mereka adalah Koalisi Islam, pasti mereka akan mengumumkan pertolongannya untuk Penduduk Syam yang lemah dan yang teruji dengan musibah besar dan mengumumkan peperangannya terhadap Nusairiyyah dan tuan-tuan mereka yaitu Rusia dan seandainya saja koalisi itu adalah Islamiyyah, Pasti akan mengumumkan peperangannya terhadap Rofidhoh Musyrikin dan atheis-atheis kurdi di Iraq yang menghalalkan pembunuhan Ahlu Sunnah dan pengusiran mereka dan membuat kerusakan di negeri mereka dan seandainya saja itu adalah koalisi Islam pasti Cina komunis tidak akan menyokongnya dan meminta masuk kedalamnya dan seandainya saja itu adalah koalisi Islamiyyah pasti akan mengumumkan berlepas dirinya dari tuan-tuan mereka (para Yahudi dan Salibis) dan menjadikan tujuannya adalah membunuh Yahudi dan membebaskan Palestina.

Ya, Palesina. yang mana Yahudi mengira bahwa kita melupakannya, dan mereka mengira bahwa mereka memalingkan kita darinya, itu tidak akan terjadi wahai Yahudi. kami tidak pernah melupakan Palestina meski cuma sejenak dan dengan izin Allah kami tidak akan melupakannya dan sebentar lagi dengan izin Allah kalian akan mendengar derap kaki mujahidin dan pasukannya akan mengepung kalian (Yahudi). pada hari yang kalian pandang itu jauh sedangkan kami melihatnya sangat dekat dan inilah kami semakin mendekati kalian hari demi hari. Sungguh kalian akan mengalami bencana yang besar, kalian tidak akan merasakan nyaman selama-lamanya di Palestina wahai Yahudi dan Palestina tidak akan menjadi negeri kalian dan tempat tinggal kalian. Palestina tidak akan menjadi kecuali kuburan bagi kalian dan tidaklah Allah mengumpulkan kalian di dalamnya kecuali supaya kaum muslimin membunuh kalian di dalamnya sampai kalian bersembunyi di balik batu dan pohon. dan kalian telah mengetahui itu dengan baik..
Maka tunggulah, sungguh kami juga menunggu bersama kalian

Wahai kaum Muslimin!
kembalilah kepada kitab Rabb kalian Azza wa jalla dan Sunnah Nabi kalian Shallallahu ‘alaihi wa sallam Supaya kalian tahu hakikat dari peperangan ini dan hakikat dari Koalisi Yahudi Salibis Shofawi ini yang dipimpin oleh Amerika dan direncanakan oleh Yahudi dan supaya kalian tahu hakikat dari mereka yang berdiri di dalam kubunya, barisannya dan paritnya sungguh Rabb kalian azza wa jalla telah berkata kepada kalian

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka

Allah pun berfirman lagi:
Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup
dan Allah berfirman:
Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti(mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir.
dan Allah berfirman:
mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
dan Allah berfirman:
Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
dan Allah berfirman:
Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.
dan Allah befirman:
Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari ٌ Rabb kalian.
Kemudian setelah semua ini masih saja ada sebagian kaum muslimin yang ragu bahwa ini adalah peperangan terhadap kaum muslimin, masih saja sebagian kaum muslimin mengira berkoalisinya semua sekte kekafiran adalah peperangan terhadap Daulah Islamiyyah dan bukan peperangan terhadap syariat Allah dan ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kesesatan macam apa yang diderita orang yang meyakini hal ini, dan di atas agama apa mereka yang kini berada dalam satu parit bersama koalisi kafir dalam melawan Daulah Islamiyyah? dan berada dalam Dien apa mereka yang menyemangati manusia untuk memerangi Daulah Islamiyyah siang dan malam? dan menyeru untuk memeranginya bahkan menjadikannya hal prioritas yang harus diperangi sementara ia (Daulah) berdiri di posisi ini sendirian memerangi kaum kuffar seluruhnya.
Wahai kaum Muslimin!

Hendaklah kalian tahu bahwa Daulah Islamiyyah sejak awal didirikannya pada sepuluh tahun yang lalu hingga hari ini dia adalah ujung tombak dalam peperangan antara kubu iman dan kubu kafir. bahkan ia adalah tiang dari kubu ini serta pondasinya. dan karena musuh-musuh Allah memahaminya dengan baik

Maka berkumpulah semua kekuatan kuffar dan Murtadin di seluruh dunia dan mereka semua setuju untuk memerangi Daulah Islamiyyah dan berusaha siang dan malam untuk melemahkan dan melenyapkannya dengan berbagai semua sarana dan berbagai macam jalan. dan sungguh berkoalisinya mereka ini menjadi bukti bahwa Daulah Islamiyyah adalah tiang bagi kubu iman dan menjadi ujung tombak bukti yang lebih jelas, dari jelasnya matahari di siang bolong. dan itu bukan hal yang rahasia bahkan bagi orang-orang tua dan anak kecil dan tidak ada yang mengingkarinya kecuali mereka yang meragukan kebenaran dan membangkang.

Wahai kaum Muslimin! Sungguh ikut serta dalam peperangan ini adalah wajib bagi setiap muslim dan tidak ada yang mendapat udzur satupun dalam masalah ini. Sungguh kami meminta kalian untuk berangkat perang di semua tempat dan kami khususkan putra-putra Negeri Haramain maka berangkatlah baik dalam keadaan ringan maupun berat, tua maupun muda bangkitlah wahai cucu-cucu Muhajirin dan Anshar, bangkitlah dan seranglah Alu Salul para Thaghut dan murtadin. dan tolonglah saudara kalian di Syam, Iraq dan Yaman dan Afghanistan, Kaukasus, Mesir, Libya, Somalia dan Filipina, Afrika, Indonesia, Turkistan, Bangladesh dan di semua tempat.

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

dan Allah Subhanah berfirman:
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
Wahai Junud Daulah Islamiyyah!
bersabarlah! sungguh kalian berada di atas kebenaran, bersabarlah! sungguh Allah besama kalian. Dia adalah pelindung kalian dan Dialah penolong kalian, Dialah sebaik-baik pelindung dan penolong. Bersabarlah karena ini adalah peperangan Ahzab yang baru dan itu sebentar lagi dengan izin Allah tenda-tenda mereka akan dicabut dan panci-panci mereka akan tumpah dan Allah akan mengalahkan mereka. setelah itu kitalah yang akan memerangi mereka dan bukan mereka yang memerangi kami.
maka teguhlah dan yakinlah akan pertolongan Allah dan sungguh koalisi terhadap kalian dan goncangan ini merupakan janji Allah untuk kaum Mu’minin. sungguh Allah telah menjanjikan para hambaNya yang bertaqwa dengan kemenangan setelah malapetaka, kesengsaraan dan goncangan.
Allah ta’ala berfirman:
Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.
Sungguh kaum Mu’minin telah bergembira pada hari perang Ahzab karena dekatnya kemenangan ketika mereka melihat (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum mereka berupa kekerasan dan ujian. maka ujian pasti akan semakin berat dan cobaan terus bertambah sampai kemunafikan terbuang jauh dan iman tertancap kokoh. supaya datang kemenangan dan Allah Tabaraka wa ta’ala telah menolong kita sejak 10 tahun, sejak hari awal kita umukan Daulah Islam.
kemudian datanglah cobaan kepada kita. sehingga fitnah terus bergejolak dan ujian semakin besar, sampai-sampai Daulah Islamiyyah terkepung di berbagai daerah yang telah ditaklukannya dan dikuasainya. bumi telah menjadi sempit bagi kita, padahal bumi itu luas.

Sehingga musuh-musuh Daulah Islamiyyah mengira bahwa mereka berhasil melenyapkannya dan bahkan orang-orang munafiq dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya”.

dan sehingga Mujahidin yang sabar lagi beriman berkata: kapan datangnya pertolongan Allah?. maka ketika mereka teguh dan sabar. dan Allah mengetahui mana orang-orang beriman dan mana orang-orang munafiq. turunlah pertolongan Allah. lebih dekat dan lebih cepat dari yang disangka-sangka orang-orang beriman. Dan atas karunia Allah Daulah Islamiyyah lebih kuat dari sebelumnya berkali-kali lipat.

maka teguhlah wahai Mujahidin, dan tidaklah di depan kalian kecuali salah satu dari dua kebaikan, entah menang atau mati Syahid. dan tidak ada kebaikan bagi kehidupan kita jika kita tidak hidup di bawah hukum Allah dan di bawah naungan SyariatNya. betapa nikmatnya kematian dalam menolong Dien Allah, serta membela syariatNya dan hukumNya.

Teguhlah! maka entah hidup dengan mulia atau terbunuh dalam keadaan bahagia dan mendapatkan kemuliaan syahadah.
Zuhudlah dalam urusan dunia dan datanglah menuju Allah. Dunia adalah Fana dan apa yang di sisi Allah lebih baik dan kekal
Campakkanlah kemaksiatan! jauhilah kedzaliman!
dan taatilah amir kalian! jangan berbantah-bantahan!
perbanyaklah membaca Quran! perbanyaklah taubat dan Istighfar!
Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.
dan jika kalian berhadapan dengan musuh-musuh Allah, maka mintalah tolong kepada Allah dan teguhlah dan selalu ucapkan “Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billah”. Bersabarlah maka Allah akan menolong kalian dan meneguhkan langkah kalian dan memberi penaklukan bagi kalian dari arah yang tidak kalian sangka-sangka.
Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Sungguh wasiatku kepada kalian:
keluarkan saudara kita yang tertawan di semua tempat dan khususnya para penuntut ilmu di jeruji besi penjara Thawaghit. bersabarlah wahai saudara kami yang tertawan, jangan kamu kira kami hidup dengan nyaman sampai kami bisa mengeluaran kalian semua dengan kemampuan Allah dan kekuatanNya.
Dan kami katakan kepada Yahudi, Salibis dan antek-antek serta kelompok mereka kepada Amerika, Eropa, Rusia dan sekutu-sekutu mereka serta antek mereka dari kalangan Rofidhoh dan murtadin dengan berbagai jenisnya dan kebangsaannya.
Katakanlah: “tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kalian bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Maka tunggulah, sungguh kami juga menunggu bersama kalian.
Sungguh Rabb kita yang Maha Mengetahui dan Bijaksana berkata kepada kita:
Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan.
Sungguh Rabb kita yang Maha Perkasa dan Maha mengetahui berkata kepada kita:
Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong. Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.
maka tunggulah saat itu wahai kuffar dan murtadun!
Maka tunggulah, sungguh kami juga menunggu bersama kalian
Sungguh Rabb kita yang Maha Kuat dan Perkasa berkata kepada kami:
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.
dan Sungguh Rabb kita Yang Maha Besar dan Maha Agung berkata kepada kami:
Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.

Sungguh Rabb kita Tabaraka wa ta’ala menjanjikan kepada kita salah satu dari dua kebaikan, menjanjikan kami dengan pertolongan dan kemenangan, menjanjikan untuk kalian wahai kuffar dengan adzab dariNya atau melalui tangan kami dan menjanjikan kalian dengan kehinaan dan kekalahan. Allah tidak akan menyelisihi janjiNya, Maha Suci Allah.
Sungguh kami menjanjikan kalian dengan izin Allah. bahwa siapa saja yang ikut serta dalam memerangi Daulah Islamiyyah akan membayar harga mahal dengan izin Allah dan dia pasti akan menyesal.
maka tunggulah wahai Amerika!
tunggulah wahai Eropa!
tunggulah wahai Rusia!
tunggulah wahai Rofidhoh!
Nantilah wahai Murtaddun!
Nantilah wahai Yahudi!
Maka tunggulah, sungguh kami juga menunggu bersama kalian
Ya Allah yang menurunkan Kitab, yang menggerakan awan, yang mengalahkan pasukan Ahzab. kalahkan dan goncanglah mereka. kalahkan mereka dan tolonglah kami atas mereka.
Andre Tauladan

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates