Rabu, 11 Februari 2015

Seorang Anak -Muslim- 9 Tahun Dijatuhkan dan Dibenturkan Kepalanya Oleh Petugas Keamanan di Swedia



Seorang muslim berusia 9 tahun dibenturkan kepalanya ke lantai oleh petugas keamanan di Swedia. Dia sangat ketakutan, dia mengangkat telunjuknya dan mengucapkan syahadat.

Pada Jum'at malam (6/2), dua anak-anak muslim diberhentikan oleh petugas keamanan di stasiun utama di Malmo. Alasannya kedua anak itu menaiki kereta tanpa tiket.

Awalnya kedua anak itu hanya ditanyai saja, namun peristiwa ini memanas ketika salah satu petugas meringkus anak yang paling muda. Anak itu kelahiran tahun 2005, menurut polisi anak tersebut mencoba melarikan diri tetapi petugas menahannya kemudian menjatuhkannya ke tanah dan duduk di atas tubuhnya.

Menurut saksi, petugas membenturkan kepala anak itu ke lantai dengan sangat keras hingga suaranya bergema di area itu. Karena itulah saksi dan temannya segera mendekat dan merekam kejadian itu.

Rekaman tersebut menunjukkan bagaimana petugas duduk di atas dada anak itu dan menekan sarung tangannya pada mulut dan hidung anak kecil itu.

Sang anak terlihat susah bernafas. Sambil menangis dia berteriak mengucapkan Syahadat; "Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."

Hingga saat ini pemeriksaan masih berlanjut.

Sumber
Andre Tauladan

Minggu, 08 Februari 2015

TIDAK PUNYA MALU! Obama Sebut ISIS biadab Padahal Amerika lebih BIADAB!

Presiden AS Barack Obama tidak punya malu dengan menyebut 'biadab' atas pembakaran terhadap pilot Yordania yang dilakukan oleh IS. Pasalnya, IS hanya membakar 1 orang pilot, itupun dilakukan atas kesalahannya sendiri karena terlibat perang dan dia sudah membunuh banyak warga sipil di Suriah.

Namun Obama menutup mata atau mungkin hilang ingatan atau terjadi kesalahan pada otaknya sehingga tidak mampu mengingat peristiwa beberapa tahun silam yang dilakukan oleh tentara AS terhadap warga sipil di Irak. Berikut ini hasil pencarian saya di google dengan kata kunci "Fosfor Falujah 2004"
Dari lihat.co.id
3. Washington Menyerang Warga Sipil Irak dengan Fosfor Putih (2004)

Pada tahun 2004, wartawan-wartawan yang bekerja dengan militer AS di Irak mulai melaporkan penggunaan “Fosfor Putih” di kota Fallujah terhadap pemberontak Irak.
Pertama-tama militer berbohong dan mengatakan bahwa itu hanyalah penggunaan fosfor putih untuk membuat smokescreens (tabir asap) untuk menerangi target. Tapi akhirnya mereka kemudian mengakui telah menggunakan bahan kimia yang mudah menguap sebagai senjata.
Pada saat itu, penyiar televisi Italia RAI, menayangkan sebuah dokumenter berjudul, “Fallujah, The Hidden Massacre”, termasuk bukti rekaman video dan foto-foto suram yang sangat menyedihkan, serta wawancara saksi mata dengan para penduduk Fallujah dan juga tentara AS.
Para saksi mata telah mengungkapkan bagaimana pemerintah AS tanpa pandang bulu menghujani “api kimia berwarna putih” yang turun di kota-kota Irak dan membuat para wanita dan anak-anak meleleh sampai mati!
Bahkan, peristiwa tersebut telah dibuat film dokumenternya dengan judul "Fallujah, The Hidden Massacre".
Jika masih kurang sumbernya, berikut ini tambahan dari wikipedia.

Obama juga rupanya amnesia tentang serangan drone yang dilakukan Amerika di Pakistan sejak 2004. Serangan itu terus berlanjut sampai tahun 2014, artinya dia juga terlibat. Jumlah korban meninggal dalam serangan drone yang dilancarkannya itu hingga Oktober 2014 terhitung 2.379 orang. Serangan yang katanya ditargetkan terhadap 'teroris' di negara itu ternyata hanya membunuh 84 'teroris', jadi sisanya adalah 2295 orang yang meninggal adalah warga sipil. (sumber : RT.com)

Begitulah perilaku Obama, TIDAK PUNYA MALU!

  • Pemerintah AS tanpa pandang bulu menghujani “api kimia berwarna putih” yang turun di kota-kota Irak dan membuat para wanita dan anak-anak meleleh sampai mati! (Fallujah)
  • Serangan drone membunuh 2.295 warga sipil di Pakistan. (RT)
BIADAB
Andre Tauladan

Sabtu, 07 Februari 2015

BIADAB!!! Tribunnews.com Tidak Memberitakan Pemboman Terhadap Warga Suriah!!!

Tidak punya hati!!! Media besar sekelas Tribunnews kali ini tidak mau memberitakan penderitaan rakyat Syam yang dibom oleh tentara Bassar Si Presiden Syi'ah Kafir!

Beberapa hari yang lalu Tribunnews.com melalui fanspage Facebooknya mengatakan "Biadab" atas pembakaran seorang kafir Yordania bernama Mu'adz. Kejadiannya memang benar si kafir Mu'adz itu dibakar hidup-hidup, tentunya dengan pertimbangan syar'i. Namun, karena Tribunnews adalah corong media kafir, jadi dia memberitakan dengan tambahan kata "biadab".

Beberapa hari kemudian, pemerintah Yordania bersama tentara koalisi salibis pun melakukan serangan balasan. Banyak media yang mengatakan bahwa mereka menyerang ISIS. Namun, kenyataannya yang mereka serang adalah rakyat Suriah. Biadabnya, media besar semacam Tribun tidak mau memberitakan kenyataan itu. Di situlah bukti kemunafikan Tribunnews dan media lainnya.
Berikut ini video serangan udara di Suriah yang FAKTANYA malah mengenai warga. Serangan ini menurut sumber, adalah serangan yang dilakukan oleh tentara Bashar Al Assad. Untuk sementara, video serangan oleh angakatan udara Yordania belum tersedia.

Ayo kita maen tebak-tebakan. Yang dibakar oleh ISIS hanya satu orang, yaitu pilot. Nah di video ini terlihat ketika melakukan serangan udara setidaknya ada 6 buah bom jatuh. Tebak, berapa orang kira-kira yang jadi korban? Tebakan saya, 40 orang lebih.
Mana yang lebih biadab???

Begitulah munafiknya TRIBUNNYUSSSS,
TRIBUNNEWS adalah media SAMPAH! Sayangnya banyak orang yang seperti LALAT, senang berkumpul di SAMPAH.
*tunggu sampai video muncul.

Andre Tauladan

Minggu, 01 Februari 2015

Jangan Terlalu Goblok

Pasca informasi meninggalnya Bob Sadino, beberapa kawan saya mengekspresikan semacam 'penghormatan' untuk Pak Bob. Di antara cara mereka adalah dengan menyebarkan slogan Pak Bob yang cukup populer, yaitu 'cara goblok ala Bob Sadino'. Cara lainnya adalah dengan menggunakan quote Pak Bob, namun sayangnya quote tersebut kalimatnya bernada merendahkan status karyawan.

Begini, Bob Sadino bagi saya adalah orang sukses yang sudah melewati pahit manis kehidupan. Tentu saja kesuksesannya adalah hasil dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun, bukan hal instan. Namun, kesuksesannya membuat dia seolah seperti orang sombong dengan merendahkan status karyawan. Teman saya pernah memasang DP BBM berupa gambar Bob Sadino dengan tulisan "Bangun pagi, pulang petang, pake seragam, situ kerja atau dikerjain?". Dia juga termasuk orang yang menyepelekan pendidikan. Dalam sebuah gambar tertulis quote "IPK 3 itu calon karyawan, bukan calon pengusaha".

Kepada para pengagum Bob Sadino, saya sampaikan "janganlah terlalu goblok". Segoblok-gobloknya Bob Sadino, dia pernah merasakan pendidikan. Dia bukanlah anak jalanan yang karena pengalamannya di jalan kemudian bisa sukses. Jika melihat latar belakangnya, orang tuanya pun seorang guru. Anaknya pun menurut sebuah info, kuliah di Swiss. Jadi dia bukan orang yang 'bersih' dari pendidikan formal sama sekali. Kita harus sadar bahwa nasib dan jalan hidup setiap orang berbeda-beda. Dengan adanya bukti kesuksesan Bob Sadino, kita dapat melihat bahwa tanpa pendidikan formal 'khusus wirausaha' pun seseorang bisa sukses. Tetapi, dalam kehidupan orang lain banyak juga kok orang yang sukses dengan latar belakang pendidikan yang bagus.

Saya adalah orang yang sangat tidak suka dengan berbagai ucapan yang bernada merendahkan status karyawan dan terlalu menunggulkan status pengusaha. Janganlah jadi orang yang terlalu goblok. Pengusaha tidak bisa apa-apa jika tidak mempunyai karyawan. Seandainya teknologi sudah super canggih, ketika segala sesuatu dapat dikerjakan oleh mesin, pengusaha juga harus sadar bahwa mesin perlu perawatan dan pengawasan. Untuk dapat melaksanakannya tetap mereka membutuhkan karyawan. Saya sering bingung sendiri oleh ucapan-ucapan semacam itu. Seandainya sang Bob merendahkan status karyawan, lalu semua karyawannya berhenti dengan alasan ingin berwirausaha sendiri, pasti perusahaannya pun akan tumbang seketika. Seorang pengusaha belum 'disebut' pengusaha sebelum ia mampu 'bersantai' menikmati pendapatnnya karena urusan bisnisnya sudah dikerjakan oleh karyawannya. Akan tetapi, pada dasarnya seorang bos pun tidak pernah benar-benar santai. Dia juga perlu memikirkan bagaimana hasil kerja karyawannya, apakah dapat memuaskan konsumen atau tidak. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana adab antara bos dengan pegawai / karyawan dalam islam.

Goblok ala Bob Sadino intinya adalah ketika kita sedang belajar dengan orang lain kita jangan sok tahu. Tapi jika kita terlalu goblok, jadinya sudah diberitahu pun kita masih tidak tahu. Bagi yang ingin sukses seperti Bob Sadino, tirulah kerja kerasnya. Dia adalah sosok orang yang pantang menyerah. Berbagai kesulitan dia hadapi dan selalu menikmatinya. Mungkin itulah bedanya dia dengan orang lain. Namun intinya, baik orang yang berasal dari pendidikan formal yang tinggi maupun orang yang belajar dari pengalaman hidup, jika menikmati jalan hidupnya akan mampu melewati berbagai kesulitan. Sebaliknya, jika terlalu pusing dengan masalah dan tidak berani menghadapinya orang itu akan gagal, mandeg di titik itu tidak peduli apa pendidikannya.

Sebagai penutup, saya sampaikan kalimat yang sering diucapkan juga oleh Bob Sadino. Emang gue pikirin!
Andre Tauladan

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates