Rabu, 30 Desember 2015

Media Al Buraq : Nasyid Khilafah "Kami Miliki Hati yang Lembut"


Bismillahirrahmanirrahim
.
MUASSASAH AL BURAQ
.
Menghadirkan:
.
Video Nasyid :
“KAMI MILIKI HATI YANG LEMBUT”
.
Alih Bahasa & Editing Video : KDI Team


Video Nasyid Kami Miliki Hati Yang Lembut von KDI_Channel

Andre Tauladan

Pecundang Itu Bernama Shohawat

Pecundang Itu Bernama Shohawat

oleh :   Al Akh Abu Usamah JR

” Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui”. (QS Almaidah :54).

Allah ‘azza wa jalla seperti pada ayat diatas menetapkan adanya sunnah ibtidal (pergantian ) pada masa-masa yang dikehendakiNya. Artinya jika pada suatu masa suatu generasi dari umat ini telah murtad,atau telah meninggalkan urusan pembelaan terhadap dien ini, atau menelantarkan dien ini dan umatnya maka Allah akan mengganti kaum tersebut dengan kaum yang lebih baik.

Maka jika suatu generasi umat ini pada suatu masa digantikan oleh Allah dengan generasi yang lainnya maka berarti ia generasi terjelek yang ada pada masa tersebut. Dimana generasi tersebut tidak layak untuk dijadikan pemegang urusan atas umat ini.

Tiadalah suatu generasi dari umat ini disingkirkan oleh Allah dari pentas perjuangan melainkan karena ia telah menjadi pecundang.

Bukan karena semata-mata ia tidak berhasil mencapai hasil perjuangan berupa tegaknya syariat Allah. Sebab Allah tidak pernah menugaskan kita harus berhasil dalam perjuangan. Dan juga kemenangan suatu perjuangan tidak melulu diukur dengan tercapainya suatu cita-cita di dunia. Namun kemenangan memilki arti yang lebih luas,seperti halnya kekalahan juga memiliki cakupan makna yang luas pula.

Melihat fenomena kembali tegaknya khilafah ‘ala minhajin nubuwwah pada zaman ini, maka tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa generasi pilihan yang dihadirkan sebagai pemenang pada zaman ini adalah daulah islam. Kemenangan dalam seluruh cakupan maknanya telah berhasil diraih dan dipertahankan hingga kini oleh daulah islam.

Maka senang atau tidak senang, kita harus jujur mengakui bahwa kini kita memasuki era daulah islam sebagai pemegang kemudi bagi perjalanan perjuangan umat islam. Bahkan kini umat ini sudah seharusnya bersatu berada dalam sebuah gerbong yang ditarik oleh sebuah lokomotif bernama daulah islam.

Jika daulah islam adalah generasi pilihan yang dijanjikan oleh Allah dan pemilik kemenangan dalam seluruh maknanya pada zaman ini, maka siapakah generasi pecundang yang tersingkirkan dari pentas perjuangan?

Sang pecundang tersebut tiada lain adalah para shohawat yang pada hari ini memilih berseberangan front dengan daulah islam. Kenapa demikian? ,karena seluruh makna kekalahan telah terkumpul tanpa tersisa dalam diri para shohawat. Sehingga sangat wajar jika kini mereka mengalami keterpurukan dalam semua sisi.

Mungkin sebagian orang yang kurang akalnya akan bertanya, “atas dasar fakta apa disebutkan bahwa para shohawat adalah generasi pecundang yang telah menderita kekalahan dalam seluruh maknanya? “.

Perlu saya jelaskan yang dimaksud dengan shohawat dalam tulisan ini adalah setiap kelompok atau individu yang hari ini memusuhi daulah islam dikarenakan kedengkian dan perbedaan manhaj(*1). Dengan penjelasan ini maka siapa yang mengikuti setiap peristiwa setelah deklarasi khilafah akan mengetahui individu dan kelompok yang disebut dengan shohawat.

Lantas kekalahan apa saja yang diderita para shohawat sehingga ia disebut sebagai generasi pecundang yang tergantikan? ,jawabannya, ia menderita kekalahan dalam seluruh maknanya, yaitu:

1.Kekalahan dalam masalah prinsip.
Yaitu, mereka telah kalah dengan menanggalkan aqidah yang benar dan menggantinya dengan aqidah yang batil.Prinsip-prinsip islam telah mereka tinggalkan demi maslahat sesaat. Diantara kekalahan nyata dalam masalah ini adalah mereka yang menjadikan demokrasi sebagai manhaj perjuangan dengan meninggalkan manhaj yang diajarkan oleh Rasulullah.

Ketika seorang pejuang atau suatu kelompok sudah mengalami kekalahan dalam masalah ini maka ia akan mengalami kekalahan-
kekalahan berikutnya dalam perjalanan selanjutnya.

Contohnya nyata dalam hal ini adalah Ikhwanul Muslimin (baca:musyrikin) atau IM mesir. Ketika mereka telah mengalami kekalahan dengan penerimaan mereka dengan ajaran demokrasi maka perjalanan selanjutnya dari IM adalah perjalanan yang dipenuhi dengan kekalahan.

Digulingkannya thoghut Mursi dengan hina, pembantaian terhadap anggota IM sampai penangkapan tanpa perlawanan para pendukungnya, berlanjut pemenjaraan dan vonis mati hanyalah hukuman atas kekalahan pertama mereka, yaitu meninggalkan islam dan beralih ke demokrasi. Inilah sesungguhnya kekalahan hakiki dan kekalahan terbesar bagi individu atau kelompok perjuangan yang mengatasnamakan islam.Bukankah Allah ‘azza wa jalla berfirman,

” Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (QS Albaqarah:217).

Maka perhatikanlah, adakah kekalahan yang lebih besar bagi seorang pejuang melebihi kekalahan berupa ketergelinciran dari jalan islam lalu masuk kedalam jalan kekafiran? .

Dan termasuk adalah kekalahan juga adalah berupa keberpalingan dari manhaj ahlussunnah yang shahih menuju manhaj kompromi dan mudahanah.

Contoh dalam hal ini adanya keyakinan bahwa Rafidi yang awam tidak bisa dikafirkan yang disampaikan oleh seorang doktor pemimpin tandzim syahawat. Pernyataan ini yang menggambarkan manhaj tandzimnya adalah pernyataan ganjil dan sesat.Sebab Rafidi awam maupun yang intelek sama-sama terbiasa lebih senang dalam do’a menyeru “yaa ali,yaa zahra, yaa zainab dan yaa husein ” daripada kalimat Yaa Allah.

Dan bukankah Si Rafidi awam dan rafidi intelek sama-sama meyakini bahwa Abu Bakar AsShiddiq, Umar bin Khattab,Utsman bin Affan,Aisyah dan Hafsah adalah kafir dan berada di neraka?.Dan mereka juga sama-sama meyakini bahwa mencaci dan melaknat para sahabat dan sahabiyah tersebut adalah bentuk ibadah dan taqarrub kepada Allah.

“Lalu bagaimana engkau bisa mengatakan yang satu kafir dan yang satu muslim, wahai doktor?”.

Maka yang dimaksud dengan kekalahan prinsip dalam tulisan ini adalah berupa penanggalan tauhid, keimanan dan manhaj, lantas mengganti atau mencampurnya dengan ajaran kemusyrikan semisal demokrasi dan manhaj bid’ah semacam khawarij, murji’ah atau jahmiyah.

Jika seseorang atau suatu kelompok, diawal ataupun ditengah perjalanan telah tergelincir dalam masalah ini maka bisa dipastikan perjalanan selanjutnya adalah kekalahan,sebab ia telah menempuh jalan para pecundang sejak awal perjalanan. Dan kekalahan dalam hal ini juga adalah kekalahan dari menghadapi tipu daya setan. Berupa ketundukan mengikuti bimbingan dan arahan setan dengan meninggalkan petunjuk Rabbnya, sebagaimana firmanNya,

” Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS Albaqarah :208).

2.Kekalahan dari hawa nafsu. Hawa nafsu lebih cenderung kepada kebatilan daripada kepada kebenaran kecuali nafsul muthmainnah. Dan orang yang dikalahkan oleh hawa nafsunya adalah orang yang menuruti egonya daripada tuntutan Allah ‘azza wa jalla.

Contoh dalam hal ini diantaranya adalah orang yang dikuasai oleh sifat dengki, sombong dan bangga diri yang menyebabkan dirinya menolak mengikuti kebenaran. Hawa nafsu yang diperturutkan akan menjadikannya sebagai tuhan, sebagaimana yang Allah firmankan,

” Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”. (QS Al Jatsiyah:23).

Dan pada hari ini tatkala khilafah islam telah tegak dan semakin kuat biidznillah, masih saja banyak orang dan kelompok yang enggan untuk menerimanya. Berbagai alasan dikemukakan yang kesemuanya di atas landasan dalil yang lemah dan dipaksakan. Dan semua dalih yang mereka ungkapkan pada hakikatnya bersumber dari hawa nafsu.

Sebagian dari para penentang berdalih dengan senioritas. Mereka beranggapan bahwa Syaikh Abu Bakar Al Baghdady hafizhohullooh tidak layak menjadi khalifah dikarenakan masih banyaknya orang yang lebih senior dalam jihad dari beliau.Yang lain enggan mengakui khilafah yang ada dikarenakan merasa tidak dimintai pendapat dalam penegakannya sementara ia merasa orang yang lebih senior dan layak diambil pendapatnya. Sebagian lagi merasa dengki karena khilafah yang hadir bukan berasal dari tandzimnya.

Sementara itu sebagiannya lagi secara terang-terangan menolak khilafah yang ada karena khilafah yang ada ditentang oleh penguasa yang menggajinya. Dan mereka yang rusak manhajnya menentang khilafah karena keberadaannya telah membuka kepalsuan pengakuannya dan membongkar kebatilan manhajnya. Apapun alasan para penentang khilafah,yang pasti semuanya adalah atas dasar hawa nafsu.

Inilah fakta bahwa para pendengki dan shohawat telah menjadi pecundang dikarenakan mereka takluk menjadi pengikut hawa nafsu dan enggan tunduk pada syariat. Dikarenakan kedengkian,kesombongan dan rasa bangga diri telah menghalangi mereka menjadi pengikut kebenaran dan justru satu barisan bersama kafirin, munafiqin dan murtadin. Ya,mereka satu barisan dalam permusuhan dan kebencian dengan orang-kafir terhadap khilafah meskipun mereka tidak senang disebut demikian. Adakah kekalahan yang lebih besar,melebihi tersingkirnya seseorang dari barisan kaum muslimin dan kemudian tergabung dengan kaum kafirin? .Wahai shohawat! ,kalianlah pecundang yang memalukan! .

3. Kekalahan dengan rusaknya tujuan perjuangan. Telah saya jelaskan dalam tulisan sebelumnya, bahwa perjuangan tidak disebut jihad kecuali harus dilandasi oleh tauhid dan dengan tujuan tauhid (tingginya kalimat Allah ).

Dan wujud tingginya kalimat Allah adalah dengan tegaknya syariat islam dibawah naungan khilafah islamiyah. Dan inilah yang selama hampir seratus tahun diperjuangkan oleh para mujahidin di segenap penjuru dunia dan dirindukan oleh setiap muslim di segenap ufuk.Dan inilah yang dulu diklaim oleh setiap tandzim jihad, bahwa mereka berjihad untuk tegaknya khilafah islam.

Dan kini dimanakah mereka yang dahulu mengklaim sebagai pejuang untuk tegaknya khilafah tatkala khilafah telah tegak hari ini?.

Bukankah para shohawat dan pendengki pada hari ini seperti seorang ayah yang dahulu merindukan kelahiran anak laki-laki, namun tatkala anak laki-laki tersebut telah lahir lantas ia hendak membunuhnya dikarenakan si anak lebih tampan dan lebih pintar sehingga ditakutkan akan menyaingi dirinya dalam pengaruh? .Si Ayah yang seperti ini tentu akan kita katakan sebagai ayah yang gila.

Dan memang para shohawat seperti orang gila karena sudah tidak lagi menggunakan akal sehatnya. Jika dahulu mereka mengklaim telah berjuang segenap tenaga untuk tegaknya khilafah, maka lihatlah kini!.Pada hari ini tatkala khilafah telah tegak mereka memang tetap berjuang, tetapi bukan untuk memperkuat khilafah yang ada, tapi berjuang untuk menghancurkan khilafah yang baru saja ditegakkan. Mereka pergunakan lisan, tulisan,harta dan senjata mereka untuk menghancurkan khilafah.

Bukankah itu semua adalah kekalahan?.Itulah kekalahan telak,karena mereka telah berubah haluan tujuan perjuangan. Jika dahulu mereka berjuang untuk tegaknya khilafah maka kini mereka berjuang untuk runtuhnya khilafah islam,waiyya dzubillah.

Dan dengan permusuhan mereka terhadap khilafah maka tidak ada pihak yang mereka untungkan selain kafirin. Serta tidak ada pihak yang paling pertama dirugikan dengan kerugian paling besar dari maklumat perang para shohawat terhadap khilafah kecuali kaum musliminlah pihak tersebut . Apakah ini bukan kekalahan bagi shohawat?.

Bukankah seorang atlet lari yang jatuh tersandung beberapa meter dari garis finish sehingga ia batal menjadi pemenang adalah pecundang? .Mereka telah menempuh perjalanan panjang untuk berjuang menegakkan khilafah islam, tapi tergelincir tatkala panji khilafah telah meninggi.

Allahul musta’an

*1. Catatan Editor :
shohawat adalah kelompok atau partai yang menisbatkan pada Islam namun memerangi mujahidin yang berusaha menegakkan syari’ah Islam dan menegakkan khilafah di bumi Alloh. Awal mula kemunculan Shohawat di Iraq, mereka adalah Elemen dari beberapa faksi pejuang yang bergabung, di bentuk dan di dukung oleh Penguasa Thoghut Iraq dan Amerika untuk memerangi Mujahidin Daulah Islam di Dua Aliran Sungai (Iraq).

sumber : Penyebar Berita | KDI Blog
Andre Tauladan

Undangan Kajian Dan Dialog Kepada Ulama, Pemimpin Lembaga Pendidikan, Ormas Islam se-Indonesia



|| UNDANGAN RESMI
________________________

Bismillahirrohmanirrohiim
PANITIA BERSAMA PENDUKUNG DAN PEMBELA KHILAFAH

Markaz : Masjid Al-Fataa Jl Menteng Raya 58 Jakarta Pusat. 081932595770
Nomor Surat : QS. An-Nur (24) : 55
Lampiran : –
Perihal : Undangan Kajian Dan Dialog
Kepada Yang Kami Hormati,
Para Ulama, Asatidz, Kiyai dan Pemimpin Lembaga Pendidikan, Ormas Islam se-Indonesia
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sehubungan Panitia Bersama Pendukung dan Pembela KHILAFAH berencana mengadakan kajian dan dialog, maka kami mengundang para Ulama, Asatidz, Kiyai, Pimpinan lembaga pendidikan, dan Ormas Islam se-Indonesia untuk hadir dan bersedia menjadi pembicara guna menyampaikan data secara Ilmiyah tentang kesesatan KHILAFAH yg dideklarasikan pada tgl 1 RAMADHAN 1435 H.

Dimana KHILAFAH ini, sekarang sedang dikepung oleh Koalisi Negara2 Kafir pimpinan Amerika juga Koalisi Militer Negara2 Islam di bawah pimpinan Arab Saudi.

Tim Pengkajian Data dan Informasi Panitia Bersama Pendukung Dan Pembela KHILAFAH, melihat ada indikasi yang jelas mengenai terpecahnya umat menjadi dua kubu. Mereka yang mendukung KHILAFAH dan mereka yang membenci, hasad, bahkan memerangi KHILAFAH.

Pernyataan yang di sampaikan oleh para ulama, Asatidz, Kiyai, dan Pemimpin Ormas Islam se-Indonesia, yang mereka dianggap sebagai panutan umat dan penjaga ukhuwah Islamiyah, telah membuat generasi muda Islam berantakan, pecah belah, saling menghujat, saling membenci, saling memfitnah, bahkan menjadikan kelemahan bagi generasi Islam sendiri untuk melawan Syi’ah dan Kafir Harbi lainnya.

Untuk mengetengahi permasalahan umat tersebut, maka kami selaku Panitia Bersama Pendukung dan Pembela KHILAFAH siap memfasilitasi dalam mengadakan kajian dan Dialog di Majelis Ilmu.

Acara Kajian dan Dialog ini, in syaa Alloh, akan di laksanakan pada :
Hari/tgl : Ahad, 14 Pebruari 2016
Waktu : Pukul 08.30 s/d selesai
Tema : DEKLARASI KHILAFAH ISLAMIYYAH 1435 H, HAQ ATAU BATHIL?
Pembicara :
– Ulama dan Asatidz Yang! Sepakat bahwa Deklarasi Khilafah adalah Haq
– Ulama dan Asatidz Yang Menolak Deklarasi Khilafah dan menganggapnya Bathil
Tempat : Asrama Haji Bekasi
Kami mempersilahkan kepada masing2 lembaga pendidikan dan Ormas Islam untuk mendaftarkan Ulama, Asatidz, Kiyai dan Ketua Ormas Islam kepada kami untuk menjadi pembicara dalam acara tersebut.
Jazakumullohu khoiran.
Baarokallohu lana wa lakum.
Penyelenggara
PANITIA BERSAMA PENDUKUNG DAN PEMBELA KHILAFAH
Catatan :
– Niat ikhlas karena Allah
– Menjaga Ukhuwah Islamiyah
– Siapkan Infaq
– Silahkan sebarkan menjadi amal sholeh
________________________

Sebarkan!!!

🔘 Join ke channel telegram
🔷 KHOBARUN NEWS 🔷

Via link: telegram.me/KhobarunNews

PIN: 7C68E289

Facebook: https://mobile.facebook.com/Khobarun-956698434423858/

Twitter: @KhobarunTm
Link: https://mobile.twitter f2f.com/account
Andre Tauladan

MAKA TUNGGULAH, SUNGGUH KAMI JUGA MENUNGGU BERSAMA KALIAN

Link PDF:

Kantor Media Al Furqan
untuk produksi media
menghadirkan
kalimat pemimpin kita Amirul Mu’minin
Abu Bakar Al Husaini Al Qurasyi Al Baghdadi (hafidzahullah)
dengan judul

“MAKA TUNGGULAH, SUNGGUH KAMI JUGA MENUNGGU BERSAMA KALIAN”

Segala puji bagi Allah, kami memuji Nya, meminta pertolongan dan ampunan dari Nya, dan kami memohon perlindungan dari keburukan jiwa kami dan kejelekan amalan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya, pun tidak ada yang bisa memberi petunjuk dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan selain Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya serta aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya.

Allah ta’ala berfirman:
Katakanlah: “tidaklah kalian menantikan perihal kami, melainkan salah satu dari dua kebaikan. Dan Kami menanti perihal kalian Sedangkan kami menanti perihal kalian berupa ditimpakannya azab (yang besar) dari Allah atau melalui tangan-tangan kami. Maka tunggulah, sungguh kami juga bersama kalian.”

Wahai kaum muslimin!
Sesungguhnya kita berperang sebagai wujud ketaatan kepada Allah juga untuk mendekatkan diri kepada-Nya, kita berperang karena Allah Subhanahu memerintahkan kita untuk berperang dan mencintainya dan menjadikan perang sebagai sarana paling baik untuk sampai kepada-Nya. Sehingga kami memuji Allah yang telah memerintahkan kita untuk berperang, demikian pula yang menjanjikan kita satu dari dua kebaikan (kemenangan atau syahid), tapi Dia tidak membebani kita untuk memperoleh kemenangan.

Allah Ta’ala berfirman:
Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan. Maka akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

Sungguh kewajiban bagi kita hanya berperang dan sabar, adapun kemenangan adalah urusan Allah. Oleh karena, itu jangan sampai berkumpulnya semua sekte kafir membuat kita takut, atau mengendorkan semangat kita, karena kita selalu menang di setiap keadaan dengan kemampuan Allah dan kekuatan-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan harga berupa surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. sudah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kalian lakukan itu, demikian itulah kemenangan yang besar.
dan Allah berfirman:

Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya, tapi sungguh Allah telah menentukannya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong. Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.

jika kita teguh di hadapan pasukan seluruh dunia serta kita perangi bala tentaranya lalu kita menang. maka itu bukan hal ajaib karena itu adalah janji Allah untuk kita.

Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat. Sementara jika banyak dari kita yang terbunuh dan terluka serta bertambah beratnya musibah dan bencana, maka itu juga bukan hal aneh karena itu juga janji Allah untuk kita, bahkan ujian adalah takdir yang sudah ditetapkan.

Allah Ta’ala berfirman:

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “kapankah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

dan dari Khobab Radhiallahu ‘anhu berkata:
“Kami mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau dalam keadaan berbaring dan kepalanya berbantalkan bajunya di dekat Ka’bah. maka kami katakan: tidakkah engkau memintakan pertolongan untuk kami? tidakkah engkau mendoakan untuk kami? Maka Beliau bersabda: Sungguh pada masa sebelum kalian ada seorang lelaki yang ditangkap dan digalikan lubang untuknya kemudian dia dikubur hidup-hidup di dalamnya dan selain itu ada yang didatangkan gergaji maka gergaji itu diletakkan di atas kepalanya kemudian tubuhnya dibelah menjadi dua dan lelaki lainnya disisir dengan sisir yang terbuat dari besi yang menyayat daging dan tulangnya tapi itu semua tidak menghalanginya dari Diennya. Demi Allah perkara (Dien) ini akan sempurna sampai akhirnya para musafir berjalan dari Shan’a ke Hadramawt tidak takut kecuali kepada Allah dan serigala atas domba-dombanya akan tetapi kalian tergesa-gesa.

Wahai kaum Muslimin!
jangan kalian heran atas berkoalisinya semua negara kafir dengan berbagai sektenya terhadap Daulah Islamiyyah karena ini adalah keadaan Thaifah Manshurah di setiap zaman, dan koalisi ini akan terus berlanjut dan fitnah akan semakin dahsyat sampai akhirnya terbelahnya dua kubu. maka tidak tersisa lagi di kelompok ini seorang munafiq dan juga tidak tersisa di kelompok itu seorang mukmin. kemudian yakinlah kalian bahwa Allah akan menolong hamba-hambaNya yang beriman.
Bergembiralah! dan tenanglah!
Sungguh Daulah kalian masih dalam keadaan baik dan setiap bertambahnya persekongkolan bangsa-bangsa atasnya maka ia akan semakin bertambah yakin akan pertolongan Allah dan ia di atas jalan yang lurus dan setiap kali ujian bertambah serta setiap kali munafiqin dan para penyeru kesesatan merebak maka barisannya bertambah murni, bertambah kuat dan teguh.

Wahai kaum muslimin!
Sungguh peperangan pada hari ini bukan hanya sekedar agresi Salibis belaka, akan tetapi ini adalah peperangan habis-habisan antara semua sekte kekafiran melawan ummat Islam dan ini tidak pernah terjadi sebelumnya pada sejarah ummat kita yaitu berkumpulnya seluruh dunia untuk melawannya di satu peperangan sebagaimana yang terjadi pada saat ini. Sungguh ini adalah peperangan antara semua orang kafir melawan semua kaum muslimin dan sungguh setiap muslim terbebani dengan perang ini, terbebani dengan perintah Allah, dengan melaksanakan kewajiban jihad di jalan Allah.
jika dia melaksankan itu maka baginya suatu kebaikan, keselamatan, kemenangan, mendekatkan kepada Allah serta mendapatkan ridhaNya. tapi jika dia bermaksiat maka baginya keburukan, kebinasaan dan kerugian dan kembali dengan kemarahan Allah dan murkaNya.

Sungguh setiap muslimin terbebani dengan perang ini untuk membela Dien Allah dan SyariatNya dan menolong orang-orang yang lemah dari kalangan laki-laki, wanita dan anak-anak, maka peperangan ini adalah peperangan bagi setiap muslim dan hendaknya dia menyelaminya untuk membela Diennya, jiwanya, hartanya, kehormatannya serta kemuliaannya.
maka bersiap-siaplah untuk menghadapi peperangan kalian wahai kaum muslimin di semua tempat, bersiap-siaplah dan kalian yakin akan pertolongan Allah, Bersiap-siaplah dan jangan merasa rendah serta jangan bersedih, Sungguh Rabb kalian telah berkata kepada kalian tentang kuffar,

Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah.Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti. Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.
Dan Allah Maha Benar dan inilah mereka Salibis Nasrani dan semua sekte kuffar bersama mereka dan di belakang mereka adalah Yahudi. mereka tidak berani datang ke darat untuk memerangi sekelompok kecil dari Mujahidin dan semua saling mendorong temannya untuk terlibat. mereka tidak berani untuk dating karena hati mereka dipenuhi rasa takut kepada Mujahidin, karena mereka dengan izin Allah telah mengambil pelajaran di Afghanistan dan Iraq dan mereka tahu bahwa tidak ada kekuatan bagi mereka untuk memerangi mujahidin, mereka tidak berani untuk dating karena mereka mengetahui dengan yakin apa yang menanti mereka berupa bencana dan mala petaka di Syam, Iraq, Libya, Afghanistan, Sayna’, Afrika, Yaman dan Somalia. mereka tahu apa yang menanti mereka di Dabiq dan Ghouthah berupa kekalahan, kebinasaan dan kehancuran. mereka tahu bahwa itu adalah peperangan terakhir dan setelahnya dengan izin Allah kitalah yang akan memerangi mereka dan bukan mereka yang memerangi kita dan Islam akan menguasai dunia sekali lagi dan sampai hari kiamat.

Oleh karena itu mereka mengundur-undur kedatangan mereka untuk turun ke darat sekuat tenaga mereka dan terus bekerja dengan keras untuk mengumpulkan tambahan ekor-ekor dan antek mereka dari kalangan Shohawat, murtaddin dan atheis kurdi dan gerombolan hewan-hewan ternak Rofidhoh dan Amerika serta sekutunya masih saja bermimpi untuk bisa melenyapkan Khilafah melalui perpanjangan tangannya dan antek-anteknya dan setiap kali sekutu mereka gagal atau ekor mereka terpotong, mereka bersegera untuk membuat yang lainnya sampai akhirnya pada akhir-akhir ini mereka mengumumkan Koalisi Saluliyyah yang menggunakan label Islam secara dusta dan menipu dan mereka telah mengumumkan bahwa tujuan mereka adalah memerangi Khilafah.

Dan seandainya saja koalisi mereka adalah Koalisi Islam, pasti mereka akan mengumumkan pertolongannya untuk Penduduk Syam yang lemah dan yang teruji dengan musibah besar dan mengumumkan peperangannya terhadap Nusairiyyah dan tuan-tuan mereka yaitu Rusia dan seandainya saja koalisi itu adalah Islamiyyah, Pasti akan mengumumkan peperangannya terhadap Rofidhoh Musyrikin dan atheis-atheis kurdi di Iraq yang menghalalkan pembunuhan Ahlu Sunnah dan pengusiran mereka dan membuat kerusakan di negeri mereka dan seandainya saja itu adalah koalisi Islam pasti Cina komunis tidak akan menyokongnya dan meminta masuk kedalamnya dan seandainya saja itu adalah koalisi Islamiyyah pasti akan mengumumkan berlepas dirinya dari tuan-tuan mereka (para Yahudi dan Salibis) dan menjadikan tujuannya adalah membunuh Yahudi dan membebaskan Palestina.

Ya, Palesina. yang mana Yahudi mengira bahwa kita melupakannya, dan mereka mengira bahwa mereka memalingkan kita darinya, itu tidak akan terjadi wahai Yahudi. kami tidak pernah melupakan Palestina meski cuma sejenak dan dengan izin Allah kami tidak akan melupakannya dan sebentar lagi dengan izin Allah kalian akan mendengar derap kaki mujahidin dan pasukannya akan mengepung kalian (Yahudi). pada hari yang kalian pandang itu jauh sedangkan kami melihatnya sangat dekat dan inilah kami semakin mendekati kalian hari demi hari. Sungguh kalian akan mengalami bencana yang besar, kalian tidak akan merasakan nyaman selama-lamanya di Palestina wahai Yahudi dan Palestina tidak akan menjadi negeri kalian dan tempat tinggal kalian. Palestina tidak akan menjadi kecuali kuburan bagi kalian dan tidaklah Allah mengumpulkan kalian di dalamnya kecuali supaya kaum muslimin membunuh kalian di dalamnya sampai kalian bersembunyi di balik batu dan pohon. dan kalian telah mengetahui itu dengan baik..
Maka tunggulah, sungguh kami juga menunggu bersama kalian

Wahai kaum Muslimin!
kembalilah kepada kitab Rabb kalian Azza wa jalla dan Sunnah Nabi kalian Shallallahu ‘alaihi wa sallam Supaya kalian tahu hakikat dari peperangan ini dan hakikat dari Koalisi Yahudi Salibis Shofawi ini yang dipimpin oleh Amerika dan direncanakan oleh Yahudi dan supaya kalian tahu hakikat dari mereka yang berdiri di dalam kubunya, barisannya dan paritnya sungguh Rabb kalian azza wa jalla telah berkata kepada kalian

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka

Allah pun berfirman lagi:
Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup
dan Allah berfirman:
Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti(mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir.
dan Allah berfirman:
mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
dan Allah berfirman:
Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
dan Allah berfirman:
Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.
dan Allah befirman:
Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari ٌ Rabb kalian.
Kemudian setelah semua ini masih saja ada sebagian kaum muslimin yang ragu bahwa ini adalah peperangan terhadap kaum muslimin, masih saja sebagian kaum muslimin mengira berkoalisinya semua sekte kekafiran adalah peperangan terhadap Daulah Islamiyyah dan bukan peperangan terhadap syariat Allah dan ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kesesatan macam apa yang diderita orang yang meyakini hal ini, dan di atas agama apa mereka yang kini berada dalam satu parit bersama koalisi kafir dalam melawan Daulah Islamiyyah? dan berada dalam Dien apa mereka yang menyemangati manusia untuk memerangi Daulah Islamiyyah siang dan malam? dan menyeru untuk memeranginya bahkan menjadikannya hal prioritas yang harus diperangi sementara ia (Daulah) berdiri di posisi ini sendirian memerangi kaum kuffar seluruhnya.
Wahai kaum Muslimin!

Hendaklah kalian tahu bahwa Daulah Islamiyyah sejak awal didirikannya pada sepuluh tahun yang lalu hingga hari ini dia adalah ujung tombak dalam peperangan antara kubu iman dan kubu kafir. bahkan ia adalah tiang dari kubu ini serta pondasinya. dan karena musuh-musuh Allah memahaminya dengan baik

Maka berkumpulah semua kekuatan kuffar dan Murtadin di seluruh dunia dan mereka semua setuju untuk memerangi Daulah Islamiyyah dan berusaha siang dan malam untuk melemahkan dan melenyapkannya dengan berbagai semua sarana dan berbagai macam jalan. dan sungguh berkoalisinya mereka ini menjadi bukti bahwa Daulah Islamiyyah adalah tiang bagi kubu iman dan menjadi ujung tombak bukti yang lebih jelas, dari jelasnya matahari di siang bolong. dan itu bukan hal yang rahasia bahkan bagi orang-orang tua dan anak kecil dan tidak ada yang mengingkarinya kecuali mereka yang meragukan kebenaran dan membangkang.

Wahai kaum Muslimin! Sungguh ikut serta dalam peperangan ini adalah wajib bagi setiap muslim dan tidak ada yang mendapat udzur satupun dalam masalah ini. Sungguh kami meminta kalian untuk berangkat perang di semua tempat dan kami khususkan putra-putra Negeri Haramain maka berangkatlah baik dalam keadaan ringan maupun berat, tua maupun muda bangkitlah wahai cucu-cucu Muhajirin dan Anshar, bangkitlah dan seranglah Alu Salul para Thaghut dan murtadin. dan tolonglah saudara kalian di Syam, Iraq dan Yaman dan Afghanistan, Kaukasus, Mesir, Libya, Somalia dan Filipina, Afrika, Indonesia, Turkistan, Bangladesh dan di semua tempat.

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

dan Allah Subhanah berfirman:
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
Wahai Junud Daulah Islamiyyah!
bersabarlah! sungguh kalian berada di atas kebenaran, bersabarlah! sungguh Allah besama kalian. Dia adalah pelindung kalian dan Dialah penolong kalian, Dialah sebaik-baik pelindung dan penolong. Bersabarlah karena ini adalah peperangan Ahzab yang baru dan itu sebentar lagi dengan izin Allah tenda-tenda mereka akan dicabut dan panci-panci mereka akan tumpah dan Allah akan mengalahkan mereka. setelah itu kitalah yang akan memerangi mereka dan bukan mereka yang memerangi kami.
maka teguhlah dan yakinlah akan pertolongan Allah dan sungguh koalisi terhadap kalian dan goncangan ini merupakan janji Allah untuk kaum Mu’minin. sungguh Allah telah menjanjikan para hambaNya yang bertaqwa dengan kemenangan setelah malapetaka, kesengsaraan dan goncangan.
Allah ta’ala berfirman:
Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.
Sungguh kaum Mu’minin telah bergembira pada hari perang Ahzab karena dekatnya kemenangan ketika mereka melihat (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum mereka berupa kekerasan dan ujian. maka ujian pasti akan semakin berat dan cobaan terus bertambah sampai kemunafikan terbuang jauh dan iman tertancap kokoh. supaya datang kemenangan dan Allah Tabaraka wa ta’ala telah menolong kita sejak 10 tahun, sejak hari awal kita umukan Daulah Islam.
kemudian datanglah cobaan kepada kita. sehingga fitnah terus bergejolak dan ujian semakin besar, sampai-sampai Daulah Islamiyyah terkepung di berbagai daerah yang telah ditaklukannya dan dikuasainya. bumi telah menjadi sempit bagi kita, padahal bumi itu luas.

Sehingga musuh-musuh Daulah Islamiyyah mengira bahwa mereka berhasil melenyapkannya dan bahkan orang-orang munafiq dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya”.

dan sehingga Mujahidin yang sabar lagi beriman berkata: kapan datangnya pertolongan Allah?. maka ketika mereka teguh dan sabar. dan Allah mengetahui mana orang-orang beriman dan mana orang-orang munafiq. turunlah pertolongan Allah. lebih dekat dan lebih cepat dari yang disangka-sangka orang-orang beriman. Dan atas karunia Allah Daulah Islamiyyah lebih kuat dari sebelumnya berkali-kali lipat.

maka teguhlah wahai Mujahidin, dan tidaklah di depan kalian kecuali salah satu dari dua kebaikan, entah menang atau mati Syahid. dan tidak ada kebaikan bagi kehidupan kita jika kita tidak hidup di bawah hukum Allah dan di bawah naungan SyariatNya. betapa nikmatnya kematian dalam menolong Dien Allah, serta membela syariatNya dan hukumNya.

Teguhlah! maka entah hidup dengan mulia atau terbunuh dalam keadaan bahagia dan mendapatkan kemuliaan syahadah.
Zuhudlah dalam urusan dunia dan datanglah menuju Allah. Dunia adalah Fana dan apa yang di sisi Allah lebih baik dan kekal
Campakkanlah kemaksiatan! jauhilah kedzaliman!
dan taatilah amir kalian! jangan berbantah-bantahan!
perbanyaklah membaca Quran! perbanyaklah taubat dan Istighfar!
Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.
dan jika kalian berhadapan dengan musuh-musuh Allah, maka mintalah tolong kepada Allah dan teguhlah dan selalu ucapkan “Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billah”. Bersabarlah maka Allah akan menolong kalian dan meneguhkan langkah kalian dan memberi penaklukan bagi kalian dari arah yang tidak kalian sangka-sangka.
Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Sungguh wasiatku kepada kalian:
keluarkan saudara kita yang tertawan di semua tempat dan khususnya para penuntut ilmu di jeruji besi penjara Thawaghit. bersabarlah wahai saudara kami yang tertawan, jangan kamu kira kami hidup dengan nyaman sampai kami bisa mengeluaran kalian semua dengan kemampuan Allah dan kekuatanNya.
Dan kami katakan kepada Yahudi, Salibis dan antek-antek serta kelompok mereka kepada Amerika, Eropa, Rusia dan sekutu-sekutu mereka serta antek mereka dari kalangan Rofidhoh dan murtadin dengan berbagai jenisnya dan kebangsaannya.
Katakanlah: “tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kalian bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Maka tunggulah, sungguh kami juga menunggu bersama kalian.
Sungguh Rabb kita yang Maha Mengetahui dan Bijaksana berkata kepada kita:
Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan.
Sungguh Rabb kita yang Maha Perkasa dan Maha mengetahui berkata kepada kita:
Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong. Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.
maka tunggulah saat itu wahai kuffar dan murtadun!
Maka tunggulah, sungguh kami juga menunggu bersama kalian
Sungguh Rabb kita yang Maha Kuat dan Perkasa berkata kepada kami:
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.
dan Sungguh Rabb kita Yang Maha Besar dan Maha Agung berkata kepada kami:
Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.

Sungguh Rabb kita Tabaraka wa ta’ala menjanjikan kepada kita salah satu dari dua kebaikan, menjanjikan kami dengan pertolongan dan kemenangan, menjanjikan untuk kalian wahai kuffar dengan adzab dariNya atau melalui tangan kami dan menjanjikan kalian dengan kehinaan dan kekalahan. Allah tidak akan menyelisihi janjiNya, Maha Suci Allah.
Sungguh kami menjanjikan kalian dengan izin Allah. bahwa siapa saja yang ikut serta dalam memerangi Daulah Islamiyyah akan membayar harga mahal dengan izin Allah dan dia pasti akan menyesal.
maka tunggulah wahai Amerika!
tunggulah wahai Eropa!
tunggulah wahai Rusia!
tunggulah wahai Rofidhoh!
Nantilah wahai Murtaddun!
Nantilah wahai Yahudi!
Maka tunggulah, sungguh kami juga menunggu bersama kalian
Ya Allah yang menurunkan Kitab, yang menggerakan awan, yang mengalahkan pasukan Ahzab. kalahkan dan goncanglah mereka. kalahkan mereka dan tolonglah kami atas mereka.
Andre Tauladan

[Halab] Sengitnya Pertempuran Dengan Tentara Nushairi

Selasa, 29 Desember 2015

[Hims] Barangsiapa Diantara Kamu Menjadikan Mereka Pemimpin Maka Sesungguhnya Orang Itu Termasuk Golongannya 2

[Barqah] Kepada Kalian Wahai Thawagit Jazirah Arab

[Al Fallujah] Wahai Negeri Wahyu Bersabarlah

[Sayna] Pesan Untuk Keluarga Kami di Negeri Haramain

[Khurasan] Khurasan, Kuburan Bagi Murtaddin

[Ninawa] Serangan Para Kesatria Terhadap Kuffar Peshmerga

Kamis, 17 Desember 2015

Bantahan Atas Tuduhan Para Pendengki Bahwa Ustadz Fauzan Sakit Karena Mubahalah


Sungguh Mereka Gemar “BERDUSTA”

Bantahan buat para “MUNAFIK” (pendengki, red.)

Oleh : Abu Ayman Al-Jimrasi

Sekali lagi telah datang ujian yang bertubi-tubi bagi para pengusung Panji Tauhid yang mana telah kita ketahui bersama bahwa sekarang telah tegak kokoh berdiri Daulah Khilafah Islamiyyah ‘ala Minhajjin Nubuwah yang diperangi oleh kafir dan munafik seluruh bumi dengan segala kemampuan mereka kerahkan untuk hancurnya penopang dari kekuatan kaum muslimin dan terlaksananya apa yang Allah ridhoi yaitu penerapan Syari’at Islam secara kaffah, namun apa yang terjadi Allah memberi kemenangan demi kemenangan yang membuat dada kuffar sesak dan selalu mencari tipu daya dan Allah membalas tipu daya mereka dengan sempurna.

Ternyata benar memang Allah tidak membiarkan iman seorang hambanya melainkan dia ikhlas menerima ujian sampai dengan kematiannya.

Satu dari sekian banyak ujian yang Allah berikan kepada Daulah Khilafah Islamiyyah dan anshornya adalah kasih sayang Allah kepada Al-ustadz Fauzan Al-anshori (Syafaahullaah fii waqtin qoriib in sya Allah) dengan di berikan ujian sakit, namun tidak berhenti sampai di situ ujian yang beliau terima selain sakit beliau juga di fitnah oleh para munafik la’nattullah ‘alaihim dengan gonggongan bahwa sakit yang beliau derita akibat efek mubahallah naudzubillahi mindzalik, dengan ini saya sebagai seorang muslim berkewajiban membantahnya sesuai kebenaran yang ada :

1. Kedustaan atas di uploadnya video single mubahallah versi mereka (munafik, red) yang tidak sesuai persis pada hari dan tanggal dilaksanakannya entah kapan hari dan tanggal percakapan yang mereka buat ??? Dan di upload pada hari sabtu tanggal 12 desember setelah beliau masuk rumah sakit tgl. 11, cek di : http://m.youtube.com/watch?v=51GTaX1yEyE

Padahal akurasi dan fakta yang harus di sampaikan itu penting bagi seseorang terlebih bagi munafik supaya kedustaan mereka dapat di terima.

2. Ustadz Fauzan Al-anshori pribadi pada hari sebelum beliau sakit hari sabtu kurang lebih jam 10 beliau masuk RS tgl. 11-des-2015 tidak melontarkan ajakan mubahallah kepada siapapun terlebih kepada “sony” (maher thuwailibi) dari sumatera semoga Allah melaknatnya! Yang dia sendiri adalah murid durhaka dari Ustadz Fauzan Al-anshori (Syafaahullaah fii waqtin qoriib in sya Allah).

3. Namun yang benar adalah beliau memang bermubahallah dengan si laknat ini pada tahun yang lalu persisnya kapan beliau sendiri yang jelas akan tetapi tidak di tanggapi dan di Amiinkannya. Ini kalimat lengkap mubahallah beliau dengan Sony la’natullah alaih :

Mubahalah Ustadz Fauzan vs Sony

“Klolah khalifah al bagdadi ini beraqidahkan khawarij dan bukan khalifah ala minhajin nubuwah maka bunuhlah pemimpin2nya semua, tp slmtkn pengikut dan rakyatnya. Tetapi jika soni yg menuduh nya salah dan tidak terbukti maka bunuhlah dengan cara di samber petir mumpung lg musim hujan. Aamiin!!!!”

Ingat baik-baik wahai munafik, kalimatnya di sambar “petir” !!!!!

4. Penyakit yang diderita Ustadz Fauzan itu sendiri sudah lama dan dibenarkan oleh pihak dokter rumah sakit namun puncaknya setelah beliau pulang dari NK untuk besuk Ustadz Aman Abdurrahman dan ikhwan lainnya di sana, mungkin karena kelelahan terlebih lagi aktivitas beliau yang padat dari mengurus santri dan anak yatim dan tour dakwahnya ke seluruh nusantara tiap minggunya. Jadi salah besar kalau sakitnya beliau akibat dari efek mubahallah sedangkan ucapan beliau dalam mubahallahnya adalah di sambar “PETIR”, jelas sekali para munafikin ini mengada-ngada.

5. Satu lagi yang janggal belum kurang tiga hari sakit, satu hari koma masuk ICU pihak rumah sakit sudah angkat tangan dan tidak merujuknya Bahkan lebih parah lagi pihak dokter bilang kepada pihak keluarga untuk membawanya pulang untuk siap-siap disholatkan, pertanyaanya :

# apakah beliau tidak mampu bayar rumah sakit???

# atau karena anti pancasilais???

# dan memang beliau muwahid sejati demi Syariat Islam Harga Mati !!!!!

Namun Allah selalu memberi yg terbaik terhadap hambanya setelah beliau pulang Allah memberi kesehatan daripada sebelumnya ini kabar terbaru dari ikhwan kita di sana yg menjaganya :

“Kondisi skrg dah sht n ust fauzan bnyk tamu bs ladeni smua dg ktwa ktwi snyum2 dg ust syamsudin uba mkn bubur hbs smgkok, apel 1buah, snack”

Dan bagaimana nasib para pendengki lagi munafik semoga Allah menimpakan laknat atas kalian di dunia dan akherat.!!!

Inilah keadaan kalian di dunia terhadap orang-orang beriman, matilah dengan kedengkian kalian sebagaimana firman Allah ta’ala di bawah ini :

Surah Ali ‘Imraan ayat 118-120

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.(QS. 3:118). Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpaimu, mereka berkata: ‘Kami beriman.’; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadapmu. Katakanlah (kepada mereka): ‘Matilah kamu karena kemarahanmu itu.’ Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. (QS. 3:119). Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS. 3:120)

Dan perhatikan lagi ayat Allah buat kalian:

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, Allah pun tipuan mereka (QS an-Nisa’ [4]: 142).

Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipudaya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Aku pun membuat rencana dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar (QS ath-Thariq [86]: 15-17).

Dan ingatlah, ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah MENGGAGALKAN tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik PEMBALAS tipu daya (Qs Al-Anfal 8:30)

Dan masih banyak lagi ayat yg semisal jika mereka mengetahui tapi sungguh mereka manusia yang sudah tertutup penglihatan dan pendengarannya.

Wallahu a’lam bishowab.

Abu Ayman Al-jimrasi.


Raih amal sholeh, Sebarkan info ini.
Andre Tauladan

Sabtu, 12 Desember 2015

Sifat-sifat Hijab Syar’iy

Sifat-sifat Hijab Syar’iy

Alih Bahasa: Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

(download dalam bentuk selebaran format pdf di sini)

Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya. Amma Ba’du:

Sesungguhnya wanita muslimah telah mendapatkan kedudukan yang tinggi di dalam Islam, dan syari’at yang hanif ini telah memperhatikannya dengan perhatian yang lebih khusus lagi menjamin baginya gar terjaga kesuciannya, di mana Allah Ta’ala telah mewajibkan atasnya untuk berhijab (menutupi diri) dari pria lain demi menjaga kemuliaannya dari noda keburukan. Dan Allah Ta’ala telah menetapkan syarat-syarat bagi hijab ini yang harus dipenuhi semuanya supaya menjadi hijab yang syar’iy, sehingga bila SALAH SATU dari syarat ini tidak terealisasi maka hijab itu bukan hijab syar’iy dan tidak diridloi oleh Allah Ta’ala.
Apakah syarat-syarat hijab wanita muslimah itu?

Syarat-syarat (sifat-sifat) hijab syar’iy wanita muslimah itu ada delapan sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama:

Syarat Pertama: Ia itu harus tebal yang tidak menampakkan bayangan apa yang ada di baliknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صنفان من أهل النار لم أرهما بعد : رجال معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ، ونساء كاسيات عاريات مائلات مميلات على رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة ، لا يدخلن الجنة ولا يجد ريحها ، وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا ” رواه أحمد ومسلم في الصحيح

“Dua macam penghuni neraka yang belum aku lihat, kaum yang membawa cemeti bagaikan ekor-ekor sapi yang dengannya mereka memukuli manusia, dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, yang membuat (orang lain) menyimpang (dari kebenaran) lagi miring (kepada keburukan), kepala-kepala mereka itu bagaikan pundakan-pundakan unta yang miring, para wanita itu tidak masuk surga dan tidak mendapatkan wanginya, padahal sesungguhnya wangi surga itu didapatkan dari jarak segini dan segitu.” (Riwayat Muslim).

An Nawawiy berkata: Hadits ini adalah tergolong mu’jizat kenabian, di mana dua macam orang ini telah telah terjadi – dan keduanya ada sekarang -, dan di dalam hadits ini terdapat celaan bagi dua macam orang ini. Sedangkan makna “Kaasiyaat” adalah wanita menutup sebagian badannya dan membuka sebagian yang lain, dan ada yang mengatakan bahwa maknanya adalah dia memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna kulit badannya.”(Syarah Shahih Muslim).

Syarat Kedua: Hijabnya itu harus lebar lagi tidak sempit.

قال أُسامة بن زيد: ((كساني رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قبطيةً كثيفة مما أهداها له دحية الكلبي، فكسوتها امرأتي، فقال: مالك لم تلبس القبطية ؟ قلت: كسوتها امرأتي، فقال: مُرها فلتجعل تحتها غلالة، فإني أخاف أن تصف حجم عظامها )) أخرجه أحمد

“Di mana telah diriwayatkan dari Usamah Ibnu Zaid radliyallahu ‘anhu, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan pakaian kepadaku berupa kain qibthi yang tebal – yang mana ia itu di antara bagian yang dihadiahkan Dihyah Al Kalbiy kepadanya- maka sayapun memberikan kain itu kepada isteri saya sebagai pakaian, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada saya: Kenapa aku tidak melihatmu memakai kain qibthiyyah itu? Maka saya berkata: Wahai Rasulullah saya telah memakaikannya kepada isteriku,” maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: Suruhlah isterimu memakai ghilalah (rangkapan), karena aku khawatir kain itu menampakkan lekuk tulangnya.” (Riwayat Ahmad dan dihasankan oleh Al Arna-uth).

Qubthiyyah adalah semacam pakaian yang berasal dari Qibthi Mesir.
Ghilalah adalah pakaian yang dipakai sebagai rangkapan bagi pakaian lain.
Asy Syaukaniy berkata: “Hadits ini menunjukkan bahwa wanita itu wajib menutupi seluruh badannya dengan pakaian yang tidak membentuk lekuk badannya, dan ini adalah syarat menutupi aurat.” (Nailul Authar).

Syarat Ketiga:Hijab itu menutupi seluruh anggota badan termasuk wajah dan kedua tapak tangan.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Al Ahzab: 59).

Di dalam ayat ini Allah Ta’ala memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam agar memerintahkan semua wanita, dan memulai dengan memerintahkan isteri-isterinya dan puteri-puterinya karena kemuliaan mereka dan dikarenakan mereka adalah para wanita yang lebih berhak daripada yang lain, untuk menutupi wajah-wajah mereka dengan mengulurkan jilbab-jilbab dari atas kepala mereka. Sedangkan JILBAB adalah adalah kain yang dipakai sebagai rangkapan luar pakaian berupa rida (kain untuk badan bagian atas), izar (kain untuk badan bagian bawah) dan kerudung serta yang serupa itu. (Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir As Sa’diy).

Syarat Keempat: Hijab itu tidak boleh yang merupakan pakaian ketenaran.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ) . رواه أبو داود)

“Barangsiapa memakai pakaian ketenaran di dunia maka Allah memakaiakan kepadanya pakaian kehinaan di hari kiamat kemudian Dia menyalakan api padanya.” (Diriwayatkan Abu Dawud dan yang lainnya serta dinilai hasan oleh Al Mundziriy).

Maksud pakaian ketenaran adalah pakaian yang mengundang keheran-heranan orang lain atau dianggap buruk oleh manusia (yang muslim tentunya, pem), atau dengan ungkapan lain ia adalah: pakaian yang menyebabkan pemakainya menjadi bahan olok-olokan dan perbincangan manusia, karena keanehan warnanya, sifatnya, atau cara menjahitnya. Dan pakaian ketenaran ini bisa berbeda-beda antara satu zaman dengan zaman lainnya dan antara satu tempat dengan tempat lainnya, di mana bisa saja manusia pada zaman tertentu menganggap suatu pakaian itu sebagai pakaian ketenaran namun di zaman lain mereka tidak menganggapnya demikian, dan bisa saja di suatu negeri pakaian itu dianggap sebagai pakaian ketenaran namun di negeri lain tidak dianggap demikian, sesuai dengan adat kebiasaan.

Syarat Kelima:Tidak boleh menyerupai pakaian wanita kafir.

Di mana di antara landasan paling penting dien ini adalah menyelisihi orang-orang kafir dan kaum musyrikin, dan landasan pokok ini ada lagi bagu di dalam Al Kitab dan As Sunnah Ash Shahihah, di antaranya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abdullah ibnu ‘Amr Ibnu Al ‘Ash radliyallahu ‘anhu di saat ia mengenakan dua pakaian yang mu’ashfar (yang dicelup warna merah):

إن هذه من ثياب الكفار فلا تلبسها ) رواه مسلم)

“Sesungguhnya ini adalah termasuk pakaian orang-orang kafir, maka jangan kamu memakainya.” (Riwayat Muslim).

Di antara pakaian para wanita kafir adalah apa yang dipakai oleh para wanita Nashrani, Yahudi, Sekuler dan Paganis.

Syarat Keenam: Tidak boleh menyerupai pakaian kaum pria.

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, berkata:

(وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: “لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الرجل يلبس لبسة المرأة والمرأة تلبس لبسة الرجل” . (رواه أبو داود

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat pria yang memakai pakaian wanita, dan (melaknat) wanita yang memakai pakaian pria.” (Riwayat Abu Dawud dan yang lainnya, dan dishahihkan oleh Asy Syaukaniy dan Al Hakim serta Adz Dzahabiy mengakuinya).

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ليس منا من تشبه بالرجال من النساء و لا من تشبه بالنساء من الرجال “

“Bukan termasuk golongan kami wanita yang menyerupai kaum pria dan pria yang menyerupai kaum wanita.” (Riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh Al Arna-uth).

Syarat Ketujuh: Ia itu tidak boleh mengandung hiasan (motif) yang menarik perhatian

Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ

“Dan janganlah mereka itu menampakkan perhiasan mereka” (An Nur: 31).
Dan firman-Nya Ta’ala:

وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

“Dan janganlah kalian bertabarruj seperti tabarrujnya wanita jahiliyyah pertama” (Al Ahzab: 33).

Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

ثلاثة لا تسأل عنهم رجل فارق الجماعة وعصى إمامه ومات عاصيا وأمة أو عبد أبق فمات وامرأة غاب عنها زوجها قد كفاها مؤنة الدنيا فتبرجت بعده فلا تسأل عنهم

“Tiga macam orang yang jangan ditanyakan tentang (nasib) mereka: orang yang meninggalkan jama’ah dan maksiat kepada imamnya serta mati dalam keadaan maksiat, hamba sahaya baik pria maupun wanita yang melarikan diri dari tuannya terus ia mati, dan wanita yang ditinggal pergi suaminya sedangkan si suaminya telah memberikan kecukupan kebutuhan dunia, terus ia malah tabarruj setelah suaminya pergi, maka jangan engkau tanyakan tentang (nasib) mereka.” (Riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh Al Haitsamiy dan Al Anauth).

Bila ternyata hijab si wanita ternyata mengandung hiasan (corak/motif), maka ia itu tidak disebut hijab (syar’iy), karena sesungguhnya alasan dalam pensyari’atan hijab itu adalah pelarangan penampakan hiasan kepada pria lain, sehingga tidak masuk akal-lah kalau hijabnya itu malah merupakan hiasan! MAKA WAJIB atas wanita muslimah yang ingin merealisasikan syarat ini agar dia memperhatikan pakaiannya supaya kosong dari MOTIF HIASAN APAPUN dan hendaklah warnanya itu tidak menarik perhatian kaum pria.

Syarat Kedelapan: Tidak mengandung wangi-wangian atau parfum.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«أيما امرأة استعطرت فمرت على قوم ليجدوا ريحها، فهي زانية»

“Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian, terus ia melewati kaum pria supaya mereka mencium bau harumnya, maka ia itu berzina.” (Diriwayatkan oleh An Nasai dan yang lainnya, dan At Tirmidziy berkata: Hadits Hasan Shahih).

Dan bersabda shallallahu ‘alaihi wa sallam:

” إذا خرجت إحداكن إلى المسجد فلا تقربن طيبا “

“Bila salah seorang di antara kalian (wanita) keluar menuju mesjid, maka jangan sekali-kali ia menyentuh wewangian.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Al Arnauth).

Ibnu Daqiq Al ‘Ied berkata: “Di dalamnya terdapat keharaman memakai wewangian bagi wanita yang ingin keluar menuju mesjid, karena dalam tindakan itu terdapat hal yang merangsang syahwat kaum pria.” (Faidlul Qadir milik Al Munawiy).

Saudariku Muslimah:

Ini adalah sifat-sifat hijabmu yang syar’iy yang haram atasmu menyelisihi salah satu darinya di hadapan pria yang bukan mahram. Sedangkan kaum pria yang merupakan mahram bagi seorang wanita yang tidak ada dosa atasnya bila ia tidak berhijab dari mereka adalah orang-orang yang telah Allah sebutkan di dalam surat An Nuur ayat 31, di mana Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ

“Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.”(An Nuur: 31).

Sehingga bukan termasuk mahram-mu wahai wanita yang suci kaum pria ini: saudara suamimu (saudara ipar), saudara-saudara sepupumu dan kerabat-kerabatmu lainnya.

Maka janganlah engkau membuka hijab di hadapan mereka, karena Nabi-mu shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

“إياكم والدخول على النساء قيل يا رسول الله أفرأيت الحمو قال الحمو الموت الحمو الموت”

“Janganlah kalian masuk menemui wanita” Maka seorang pria bertanya: Wahai Rasulullah bagaimana dengan saudara ipar (yaitu saudara suami)? Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Saudara ipar itu kematian.” (Muttafaq ‘Alaih).

An Nawawiy berkata: Al Ahmaa -bentuk jamak dari hamwu- adalah karib kerabat suami, dan hadits mensifati mereka dengan kematian, itu dikarenakan khalwat dengan dengan kerabat suami itu lebih sering terjadi dari khalwat dengan selainnya dan keburukan yang bisa muncul darinya pun lebih banyak dari yang lainnya, karena adanya kemudahan baginya untuk bisa menemui si wanita itu dan khalwat bersamanya tanpa ada pengingkaran, beda halnya dengan pria lain. (Syarh Shahih Muslim)

Ya Allah jagalah wanita kaum muslimin dan karuniakanlah kepada mereka ketertutupan dan kesucian.

Dan limpahkanlah Ya Allah shalawat kepada Nabi kami Muhammad, keluarganya serta semua sahabatnya.

============

Sabtu Tanggal 5 Dzul Hijjah 1436H
Millahibrahim
Andre Tauladan

Rabu, 09 Desember 2015

Fabricated Hadeeth Series

Fabricated Hadeeth Warning

This hadeeth has been classed as maudoo (FABRICATED).

Like the Farewell Sermon, some have attributed false sources to this, saying it is found in Bukhaaree (No. 6:19) and Tirmidhee (No. 14:79).

It is found in neither, but can be found in Silsilatul-Ahaadeeth ad-Da’eefah wa al-Mawdoo’a (No. 3274) of Imaam al-Albaanee, where he said:

“Verily when a man looks at his wife and she looks at him, Allaah will look at them both with glance of Mercy, when he takes her hand their sins will be wiped away through their fingers”

(This is) fabricated, reported by ar-Raafi’ee in his Taarikh (2/47) commenting on Maysara bin ‘Alee in his Mashaykha with its chain of narration from al-Hussain bin Mu’aadh al-Khurasaanee who narrated from Ismaa’eel bin Yahya at-Taymee from Mis’ar bin Kidaam from al-‘Awfee from Abee Sa’eed al-Khudree who said: The Messenger of Allaah (sallallaahu ‘alayhi wa sallam): and then he mentioned the hadeeth.

I [al-Albaanee] say (regarding this hadeeth):

“This is fabricated, damaged by this at-Taymee; he is known to fabricate ahadeeth and he has false and troublesome narrations which some of it were already mentioned, and Hussain bin Mu’aadh is almost like him. Al-Khateeb said (regarding him): ‘He is not trustworthy and his hadeeth is fabricated.’”

Be warned, lying upon the Prophet (sallallaahu ‘alayhi wa sallam) will result to entering the Hell-Fire (if Allaah wills)!

The Prophet (sallallaahu ‘alayhi wa sallam) said:

“Whoever (intentionally) ascribes to me what I have not said then (surely) let him occupy his seat in Hell-fire.”

[Saheeh al-Bukhaaree]
Andre Tauladan

Selasa, 08 Desember 2015

PENGKHIANATAN PARA PEMIMPIN HARAKAH ASY-SYABAB

Oleh: Abu Maisarah asy-Syami
Alih Bahasa: Usdul Wagha
Sumber: http://justpaste.it/pim0


Segala puji bagi Allah yang Maha Besar dan Maha Tinggi, shalawat serta salam tercurah kepada adh-dhahuk al-qattal (yang murah senyum namun tegas berperang), juga kepada keluarganya yang baik dan suci, wa ba’du:

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

“إِذَا اطْمَأَنَّ الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ ثُمَّ قَتَلَهُ بَعْدَمَا اطْمَأَنَّ إِلَيْهِ نُصِبَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِوَاءُ غَدْرٍ“

“Apabila seorang laki-laki telah percaya kepada seorang laki-laki lain namun kemudian orang yang dipercaya ini membunuhnya setelah dia dipercaya, maka kelak pada hari Kiamat akan dipancangkan baginya bendera pengkhianatan” [Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Amr ibn al-Hamiq dan dia berkata; “Ini adalah hadits dengan sanad shahih namun belum ditakhrij oleh keduanya (al-Bukhari dan Muslim).” Dan berkata adz-Dahabi: “Shahih.”

Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam banyak hadits bahwa apabila Allah telah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan yang akan datang pada hari Kiamat, maka akan ditancapkan di belakang setiap pengkhianat sebuah bendera yang dapat dikenali dan akan diangkat sesuai kadar pengkhianatannya, kemudian akan dikatakan; “Ketahuilah ini adalah pengkhianatan Fulan ibn Fulan!” [“Bab Haramnya Pengkhianatan” – Shahih Muslim]. Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

“وَلَا غَادِرَ أَعْظَمُ غَدْرًا مِنْ أَمِيرِ عَامَّةٍ“

“Dan tidak ada pengkhianat yang lebih besar pengkhianatannya dari pada seorang pemimpin umat.” [Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Sa’id].

Maka hendaklah para muwahhid mujahid dan seluruh manusia baik di timur maupun di barat mengetahui bahwa para pemimpin Harakah asy-Syabab – yang berbai’at kepada Zhawahiri si dungu thaghut Akhtar Manshur – bahwa para pemimpin ini, yang telah rusak dan membuat kerusakan, yang sesat lagi menyesatkan, telah berlaku melampaui batas kepada para junud khilafah di Somalia, mereka mengkhianati dan menumpahkan darah haram mereka, membunuh jiwa suci mereka tanpa haq.

Ya, setelah para muhajirin dan anshar berdatangan kepada para junud khilafah di Somalia, untuk mendengar seruan khilafah dan bersegera untuk bergabung ke dalam ikatan jama’ah, para pemimpin Harakah asy-Syabab kemudian mengirimkan tiga mata-matanya kepada Syaikh Mujahid Abu Nu’man al-Yintari (taqabbalahullah) yang telah datang bersama keluarganya dan putra-putra keluarganya kepada barisan khilafah dan menyingkir ke dalam hutan, lalu para mata-mata harakah asy-Syabab ini mengaku ingin melakukan pertemuan bersama Syaikh Abu Nu’man dan teman-temannya untuk berbai’at kepada Khalifah, maka datanglah Syaikh Abu Nu’man bersama lima teman karibnya untuk berkumpul bersama mereka, dan di akhir majlis, para mata-mata Harakah asy-Syabab ini membunuh mereka dengan darah dingin, keji dan licik! Dan setelah melakukan ightiyal, mereka mengirimkan surat kepada Ar-Raymi (Seorang tentara Akhtar di Yaman) dan memberikan kabar bahwa mereka baru saja melakukan amaliah dan mengklaim bahwa mereka telah membunuh seorang amir Daulah yang diutus dari Libya! Mereka telah berkhianat dan berdusta!

Ya, mereka juga telah melakukan ightiyal kepada Syaikh Mujahid Husain ‘Abdi Jaidiy (Taqabbalahullah) dengan penuh khianat sebagaimana yang mereka lakukan kepada Syaikh Abu Nu’man, di mana mereka mengirimkan seorang laki-laki yang dahulu dipercaya oleh Syaikh sebagai seorang supir dan sekaligus penjaganya, pengkhianat ini mengaku ingin bergabung ke dalam khilafah, namun ketika berkumpul bersama syaikh, dia pun melakukan ightyal kepada syaikh itu dan dua orang temannya!

Mereka juga membunuh (ightiyal) seorang muhajir mujahid Muhammad Makaqi Ibrahim Muhammad (Hudzaifah as-Sudani – taqabbalahullah) seorang buronan tentara Salib Amerika sejak 2008 karena ikut serta dalam pembunuhan John Granville, seorang diplomat Salibis AS di Sudan, dan setelah Hudzaifah ditahan di penjara Kobar, dia bersama teman-temannya berhasil melarikan diri dalam sebuah operasi yang diberkahi, bahkan pihak Amerika mempersiapkan dana lima juta dolar bagi siapa yang bisa menunjukkan orang ini. Dan barangkali mereka mengirimkan dana ini kepada para pemimpin Harakah asy-Syabab!

Dan sebelumnya, para mata-mata Harakah asy-Syabab menahan sepuluh sahabat Syaikh Mujahid Abdul Qadir Mu’min (Tsabbatahullah) yang membuat syaikh bersegera mengumumkan bai’atnya dengan harapan Allah akan memberikan petunjuk kepada para amir gerakan itu kepada kebenaran, atau semoga saja mereka menjadi malu untuk menumpahkan darah seorang muslim tanpa hak.

Mereka memenjarakan siapa saja dari kalangan anshar dan muhajirin yang mereka anggap memiliki sikap wala` (loyalitas) kepada Khilafah, menyita apa yang mereka miliki dan menakut-nakuti keluarga mereka, bahkan tidak selamat dari kejahatan mereka kalangan umum kaum muslimin yang mereka curigai bahwa mereka adalah penolong para tentara Khilafah atau simpatisan, seolah-olah menolong khilafah adalah sebuah tindak kriminal, yang mana “undang-undang” Harakah asy-Syabab akan menghukum siapa saja yang berbai’at atau menolong atau melindungi atau terindikasi hal itu…

Mereka juga tidak membedakan antara yang muda maupun yang tua, mereka menahan seorang yang telah beruban al-akh Abu Anas al-Mishri di kota Jamaame setelah keluar dari shalat maghrib dan akan kembali ke rumahnya. Dan ditahan bersamanya al-akh Abu Abdur Rahman al-Maghribi, dan ketika Syaikh Abdul Aziz Ruqayyah mengingkari akan perbuatan mereka, mereka pun menghinakannya, menahan dan memperlakukannya seperti orang-orang sebelumnya, mereka juga menahan Mu’awiyah al-Malaizi dan Uwais al-Anshari seminggu kemudian.

Mereka juga menculik Abdullah Yusuf (Salah seorang mantan komandan Harakah asy-Syabab) dan seorang temannya ketika dalam perjalanan dari kota Konborwa dan Jilib, dan sebagaimana kebiasaan mereka, yang mengkhianati keduanya dengan dalih ingin duduk-duduk bersama keduanya untuk berbincang-bincang saja!

Mereka juga menculik wakil pemimpin dewan ulama Badruddin al-Anshari. Juga menculik Abu Tsabit al-Muhajir dalam sebuah operasi pengkhianatan yang membunuh Hudzaifah as-Sudani (taqabbalahullah).

Dan setelah mereka ditahan dan juga orang-orang lainnya yang tidak diketahui jumlahnya kecuali oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, terputuslah berita tentang mereka dan tidak terdengar info apa pun mengenai mereka, semoga Allah meneguhkan dan membebaskan mereka, tuduhan yang sebenarnya atas mereka semua tidak lain adalah niat untuk masuk ke dalam jama’ah kaum muslimin dan keluar dari perpecahan buta dan untuk loyal kepada Khilafah yang baru kembali dan berlepas diri dari thaghut thaliban dan si dungunya, laa haula wa laa quwwata illa billah.

Dan di antara kejahatan para amir Harakah asy-Syabab adalah mereka mengirimkan utusan resmi kepada setiap front harakah ini dan kantor-kantornya dan mengabarkan kepada para amir dan tentara bahwa mereka akan memerangi dan membunuh siapa saja yang berusaha “memecah belah barisan!” mereka juga mengundang para ulama untuk melakukan pertemuan rahasia dan mengancam mereka dengan pembunuhan apabila berusaha menolong siapa saja yang akan “memecah belah barisan.” Seolah-olah jama’ah kaum muslimin adalah kelompok Harakah asy-Syabab yang berbai’at kepada si dungu azh-Zhawahiri pelayan Thaghut Thaliban!

Dan di tengah operasi pengkhianatan terhadap para junud khilafah di Somalia, dan sejak beberapa katibah dari Harakah ini menyatakan bai’at kepada Khilafah, para pemimpin Harakah asy-Syabab mengarahkan kebanyakan tentaranya dan usaha mereka untuk memburu para junud khilafah untuk dibunuh atau dibantai, bukannya menyerang kepala kekufuran Amerika yang menjadi tujuan utama mereka seperti yang diklaim oleh Zhawahiri. Bahkan mereka terus berdamai dengan milisi murtad, kemurtadannya sangat jelas, kelompok ini berlokasi di kota Gobowen selatan Somalia dekat Kismayo. Pemimpinnya biasa dipanggil Barri Hirali yang tidak diragukan lagi kemurtadannya, Barri Hirali adalah mantan menteri pertahanan dalam pemerintahan murtad dukungan Salibis dan anggota yang sangat semangat dalam “permainan” demokrasi. Para pemimpin Harakah asy-Syabab tidak menjadi milisi ini sebagai target serangan meskipun milisi ini memiliki basis militer di lokasi tersebut, dan mengizinkan orang-orang murtad ini untuk keluar-masuk ke lokasi-lokasi yang dikuasai Harakah dan tidak membolehkan siapapun untuk membunuh mereka atau menjadikan harta mereka sebagai ghanimah, mereka berdamai dengan orang-orang murtad ini dan berkompromi di saat mereka memenjarakan dan membunuh siapa saja yang mereka anggap berwala` kepada khilafah, mereka seolah ingin menyamai Abu Mush’ab Abdul Wadud yang ingin bergabung bersama gerakan nasionalis untuk membebaskan Azwad, atau Khalid al-Bathir yang memiliki fikiran untuk menyerahkan kota Mukalla kepada thaghut Dewan Nasional Hadramaut, dan selain keduanya yang berbuat baik kepada kaum murtadin dan memerangi kaum muwahhidin.

Ya, sesungguhnya berhala golongan dan patung kesombongan (‘ujub) telah merusak hati para pemimpin Harakah asy-Syabab, sampai-sampai mereka tidak lagi mengenal seusatu yang ma’ruf dan mengingkari sesuatu yang munkar, bahkan mereka diam dari kesesatan thaghut Akhtar dan orang dungunya azh-Zhawahiri. Apakah mereka akan tetap berpegang kepada baiat atas seseorang yang menganggap thaghut Qatar sebagai saudara kandung? Dan kaum Rafidhah Khurasan dan seluruh dunia sebagai ikhwan? Apakah mereka akan tetap memegang bai’at kepada seseorang yang berwala` kepada Shahawat Saluliah (baca: Saudi_pent), nasionalisme, demokrasi, atheis, dan bukan kepada muhajirin dan anshar? Apakah mereka akan tetap berpegang kepada bai’at atas seseorang yang berpaling dari al-wala` wal-bara` dan melarang kelompoknya dari itu, mendekat kepada pemerintahan murtad Pakistan dan angkatan bersenjatanya serta dinas intelijennya. Apakah mereka akan mempertahankan bai’at kepada seseorang yang berperang demi nasionalisme Afghanistan dan berdamai dengan kaum murtad pemerintah Afghanistan demi hal itu?

Maka hendaklah mereka tahu, seandainya mereka tidak mengetahui keadaan imam mereka Akhtar dan si dungu Azh-Zhawahiri maka itu adalah musibah! Dan jika mereka tahu maka musibahnya lebih parah!

Dan kepada para junud Khilafah di Somalia, Allah Ta’ala telah berfirman: { dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal} [Asy-Syura: 39-40] dan berfirman; { Oleh sebab itu barangsiapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu} [Al-baqarah: 194] { Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu} [an-nahl: 126].

Maka harus ada hukuman kepada para pelaku kerusakan di muka bumi ini dengan hukuman yang setimpal atau lebih berat, maka bunuhlah para pemimpin hizbiyah dan perpecahan dengan senjata peredam, sabuk peledak atau bom, hingga terpisahlah barisan-barisan itu dan manusia akan mengetahui di barisan manakan para pemimpin ini, apakah bersama Akhtar dan Zhawahiri? Ataukah bersama Tauhid dan Jihad? Dan sesungguhnya di dalam barisan Harakah asy-Syabab terdapat jumlah yang sangat banyak orang-orang yang ingin masuk ke dalam Jama’ah kaum Muslimin, namun mereka dihalangi oleh sikap keras para pemimpin Harakah asy-Syabab dan para agen intelijen mereka, hanya kepada Allah kita meminta pertolongan.

Dan terakhir, kepada para amir Harakah asy-Syabab, jika kalian menginginkan keselamatan maka berlepas dirilah dari Akhtar kalian, Zhawahiri kalian, sikap hizbiyah kalian, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan sehingga kalian akan ditimpa apa yang telah menimpa Jabhah Jaulani, berupa kerugian di dunia dan juga di akhirat.

Ditulis oleh: Abu Maysarah asy-Syami – semoga Allah mengampuninya.

Alih Bahasa: Usdul Wagha 26 Shafar 1437H – 08/12/2015

sumber : https://millahibrahim.wordpress.com/
Andre Tauladan

Minggu, 06 Desember 2015

REALITA DI INDONESIA : MUWAHIDIN DIMUSUHI, MUSYRIKIN DAN MUNAFIQIN DISAYANGI

Oleh : Abu Usamah. JR.

Kini kita tengah hidup pada akhir zaman yang penuh dengan fitnah. Bahkan fitnah yang meliputi kita hari ini bagaikan potongan-potongan malam yang gelap gulita dan saling bertindihan. Akibatnya tidak sedikit orang yang melihat tiba-tiba menjadi buta dan orang yang berilmu spontan seperti orang dungu akibat fitnah ini. Inilah hari-hari dimana para pendusta dipercaya, penjahat dianggap sebagai pahlawan, si pandir dijadikan ulama bahkan iblis dipuja bak tuhan. Hampir-hampir tidak ada hamba yang selamat kecuali mereka yang dirahmati oleh Allah.

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah memperingatkan :

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu dengan mengangkatnya dari hati para hamba, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama, sampai ketika Allah tidak menyisakan seorang ‘alim pun maka manusia mengangkat orang-orang bodoh sebagai pemimpin-pemimpin mereka. Maka orang-orang bodoh tersebut ditanya, lalu mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka pun sesat dan menyesatkan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyalllahu’anhuma]

Juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam :

سيأتي على الناس سنوات خداعات يصدق فيها الكاذب و يكذب فيها الصادق و يؤتمن فيها الخائن و يخون فيها الأمين و ينطق فيها الرويبضة قيل : و ما الرويبضة ؟ قال : الرجل التافه يتكلم في أمر العامة

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, dimana pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah dan orang yang amanah dikhianati, dan berbicara di zaman itu para Ruwaibidhoh.” Ditanyakan, siapakah Ruwaibidhoh itu? Beliau bersabda, “Orang bodoh yang berbicara dalam masalah umum.” [HR. Al-Hakim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’, no. 3650]

Mereka yang mengklaim sebagai seorang muslim tidak sedikit yang justru perilakunya lebih mendekati kepada yahudi dan nasrani daripada perilaku yang diajarkan oleh Nabinya. Kamus untuk menentukan kebaikan dan keburukan bukan lagi Al-Qur’an tapi siapa yang berkuasa. Maka kemudian gelar pahlawan dan penjahat ditentukan oleh siapa yang berkuasa. Jika yang tertipu adalah orang awam tentu kita tidak risau tapi kenyataannya tidak sedikit mereka yang dianggap sebagai orang berilmu dan pejuang juga turut terseret arus ini.

Fenomena diatas semakin nampak seiring deklarasi Khilafah dan perkembangannya yang makin kuat dan meluas biidznillah. Sifat hasud dari sebagian individu dan kelompok terhadap Daulah Islam telah menyeret mereka pada perilaku layaknya kafirin dan munafiqin. Dimana mereka telah menampakkan loyalitas kepada kafirin dan menampakkan permusuhan kepada para muwahidin. Bahkan mereka tidak kalah aktif dengan para kafirin dan munafiqin dalam menyerang Daulah Islam.

Keadaan mereka sangat mirip dengan apa yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab, “Sesungguhnya orang-orang yang keberatan dengan masalah takfir (muayyan) itu,bila kamu amati mereka ternyata kaum muwahidin adalah musuh mereka, dimana mereka membenci dan merasa dongkol dengan mereka, sedangkan kaum musyrikin dan kaum munafiqin itu justru adalah kawan dekat mereka yang mereka sangat akrab dengan mereka itu….”. (Ad Durar As Saniyyah 10/91)

Syaikh Muhammad mengatakan kalimat diatas lebih dari seratus tahun yang lalu, namun ternyata apa yang digambarkan oleh beliau adalah fenomena yang terus terjadi pada setiap zaman dan tempat. Lihatlah hari ini keadaan para pendengki Daulah Islam yang diantara Aqidah mereka adalah tidak mau mengkafirkan pendukung demokrasi, tidak mengkafirkan pendukung ideologi kufur dan menganggap muslim para thoghut dan ansor-anshornya yang ber-KTP Islam. Para pendengki sangat gencar melemparkan syubhat dan hujatan kepada Daulah Islam, jika diingatkan keadaannya seperti, ”Jika dikatakan kepada mereka, “janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi!,mereka menjawab, “sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.“ (QS Al-Baqarah :11) Ya, para pendengki menganggap bahwa fitnah, hujatan dan sematan buruk mereka terhadap Daulah Islam adalah kebaikan dan kewajiban yang memiliki keutamaan. Sebab menurut klaim hawa nafsu mereka itu adalah upaya menyelamatkan umat dari paham khawarij. Namun hal yang sama tidak mereka lakukan terhadap ajaran kafir demokrasi. Mereka tidak gencar mengingatkan umat dari tipu daya dan bahaya riddah dari ajaran demokrasi. Para mujahidin yang berjuang menegakkan syariat Islam tidak selamat dari lisan mereka sementara itu kaum musyrikin dianggap tidak berbahaya dengan ideologi kemusyrikannya yang didakwahkan di tengah umat Muhammad.

Keadaan mereka seperti yang Allah sebutkan tentang yahudi, ”Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari alkitab?, mereka percaya kepada jibt dan thoghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih baik jalannya dari orang-orang yang beriman.“ (QS An-Nisa : 51)

Lihatlah! bukankah mereka percaya apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir dan para thoghut bahwa Daulah Islam bukan Islam, membunuh kaum muslimin, sadis, antek Amerika, antek Yahudi dan sederet tuduhan-tuduhan lainnnya? Bahkan secara tidak langsung mereka meyakini bahwa para thoghut agamanya lebih baik daripada mujahidin yang berjuang menegakkan syariat Islam. Lihatlah media sampah mereka yang menyatakan turut berbahagia dengan kemenangan Erdogan thoghut Turki sebagai Presiden melalui cara demokrasi. Dan bandingkan dengan hujatan mereka terhadap Ustadz Aman Abdurrahman fakallahu asrah dengan menyebutnya sebagai thoghut dan arbab. Duhai bencana macam apa yang menimpa orang-orang sakit ini? thoghut dianggap pemimpin kaum muslimin sementara Da'i jujur yang menyeru Tauhid disebut sebagai thoghut dan arbab, apakah otak kalian telah berpindah ke lutut-lutut kalian?

Kelahiran Daulah Islam yang mewujudkan berlakunya hukum syariat Islam menjadi duri dan kedukaan bagi mereka, sementara itu kemenangan thoghut yang mempertahankan hukum kafir menjadi hari bahagia dan kemenangan mereka. Wahai kalian yang berakal, dari mana kalian mengambil agama dan petunjuk?

Para pendengki menampakkan permusuhan yang sangat terhadap Daulah Islam, sebaliknya kurang peduli dengan kejahatan orang-orang kafir. Mereka lebih gencar menyebarkan berita yang menfitnah Daulah Islam yang mereka sebut sebagai kekejaman daripada memberitakan kesadisan tentara salibis yang membantai warga Daulah Islam di Iraq dan Syam (Suriah). Mereka lebih bersemangat membongkar apa yang mereka sebut sebagai kesesatan Daulah Islam namun bisu dan malu-malu mengupas tuntas kekafiran demokrasi dan pancasila beserta para pembelanya.

Seorang Da’i Su’u (Ulama jahat penyeru ke pintu jahannam) yang sejak berada dalam penjara telah bersemangat menampakkan permusuhannya terhadap Daulah Islam, belum lagi sampai di rumahnya dia sudah menggonggong akan mendebat para pendukung Daulah Islam agar bertobat dari kesesatannya. Sementara si dungu ini telah bebas dari penjara dengan pembebasan bersyarat yang mengharuskan dia menandatangani syarat kekafiran di dalamnya. Orang ini seperti penderita HIV/AIDS yang merasa jijik dengan penderita panu dan memperingatkan orang lain agar tidak mendekati si penderita panu tersebut. Belum sampai hitungan bulan mantan mujahid ini sudah berencana akan mengadakan dialog terbuka tentang Khilafah di kota Semarang. Apakah dia akan melampiaskan dendamnya terhadap Khilafah ini dengan dendam yang belum terlampiaskan ketika di penjara? ataukah dia akan bertobat dari kesesatannya? kita tunggu saja. Namun pantas kita bertanya kepada si penanda tangan PB dengan syarat kekafiran tersebut, kenapa dia tidak segera mengingatkan umat dari bahaya kekafiran demokrasi dan pancasila yang bahayanya menghilangkan iman seorang hamba? Oh, saya lupa.… bukankah ia juga tidak peduli dengan keselamatan imannya sendiri sehingga rela membubuhkan tandatangan menerima syarat kekafiran?

Fenomena permusuhan terhadap muwahidin juga gencar disuarakan oleh kelompok mujahidin majelis, mujahidin tabligh akbar dan mujahidin seminar. Kelompok yang pernah mengeluarkan fatwa mubah untuk berpartisipasi dalam pesta syirik demokrasi dengan ikut serta dalam pencoblosan termasuk salah satu kelompok yang bersemangat menanamkan permusuhan terhadap Daulah Islam. Bahkan tokoh kelompok ini gencar bersafari melakukan seminar untuk menebar fitnah terhadap Daulah Islam agar umat membenci dan memusuhinya. Tokoh yang pernah menjadi kandidat presiden NKRI bersyariah ini belum pernah kita dapatkan mengadakan seminar untuk membongkar kesesatan demokrasi maupun kesesatan pancasila. Pengusung idiologi kafir selamat dari lisan dan tulisan Ustadz Ajib ini, namun penegak syariat Islam yang telah mengorbankan ribuan tentaranya menjadi musuh utamanya. Mungkinkah ia enggan mengkafirkan ajaran demokrasi dikarenakan ia masih berharap kelak ia bisa menjadi presiden NKRI bersyariah? jika iya maka mungkin umat ini kelak akan melihat aksinya di panggung kampanye mengenakan jubah dan sorban berorasi dengan ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi.

Wujud NKRI bersyariah yang dicita-citakan oleh ustadz dari kelompok mujahidin majelis ini entah seperti apa, penulis sendiri bingung menggambarkannya. Apakah yang dimaksud adalah ketika terwujud NKRI bersyariah maka seluruh jalan protokol di Jakarta akan berganti nama menjadi nama malaikat seperti jalan Jibril, jalan Mikail, jalan Izroil dan Jalan Isrofil? Ataukah teks pancasila dan KUHP akan berubah menjadi bahasa Arab, para Menteri berjenggot dan istana negara dihiasi dengan kaligrafi? wallahu a’lam, entah seperti apa gambaran NKRI bersyariah versi orang-orang sakit tersebut.

Maka melihat segala tingkah polah dari pendengki Daulah Islam semakin lama semakin memperjelas kerusakan manhaj mereka. Tidak ada yang mereka untungkan dari seminar, tulisan dan ceramah-ceramah yang berisi fitnah dan hujatan terhadap Daulah Islam yang mereka gencarkan kecuali kafir salibis, yahudi dan para penguasa murtad di barat dan timur. Dan tidak ada pihak yang dirugikan dari aksi-aksi bejat mereka kecuali para mujahidin dan kaum muslimin. Dan nampaklah siapa sesungguhnya musuh yang mereka benci dan mereka dongkol kepadanya, tiada lain muwahidin dan mujahidin. Dan semakin terang juga siapa sebenarnya pihak yang mereka cenderung untuk dijadikan kawan, tiada lain adalah para thoghut dan anshor-anshornya, orang-orang musyrik demokrasi dan orang-orang yang rusak manhajnya.

Sebagai penutup aku sampaikan kepada siapa saja yang memiliki kedengkian, dendam dan permusuhan terhadap Daulah Islam, bertaubatlah kalian kepada Allah, tengoklah kembali Tauhid dan manhaj kalian, sebab sangat jelas penyimpangan kalian. Jangan sampai penyesalan mendatangi kalian tatkala tangan dan kaki kalian terikat serta wajah kalian tertelungkup di tanah lapang sementara senapan AK-47 Tentara Daulah Islam menempel di pelipis kalian dan memaksa kalian untuk berteriak “DAULAH ISLAM BAAQIYYAH“.

Jika kalian enggan dengan pilihan pertama maka berbuatlah sesuka kalian jika tidak malu, sebab Alhamdulillah semakin kalian menggonggong semakin nampak kebodohan dan kesesatan kalian. Bersamaan dengan itu kami semakin yakin bahwa Daulah Islam kami yang benar dan yang akan menang biidznillah.

Allahu musta’an

[Shoutussalam]
Andre Tauladan

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates