Tampilkan postingan dengan label aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aqidah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Januari 2016

The success of Man in Dawah

By : Abu Waleed UK

 
The Success of the Man in Dawah for the sake of Allāh, calling for the Haq and confronting all false ideological ideas today requires a likeminded spouse in his corner for him to be successful, what advise can we give to such sisters, remember this is not for anyone, not for the wives of bank managers etc, but a unique individual and for them is a unique partner.

For them is the following examples amongst many which We could of made;

Make Khadeejah (ra) your example and leading role model who was a strong right hand for her husband and a firm gentle touch to our Messenger which enabled him to carry his message to mankind. Khadeejah supported him, believed in him, covered him and said to him her famous statement: ‘By Allaah! Allaah will never let you down because you are the one who maintains the blood relationship, carry heavy responsibilities, help the needy, support the weak, command the good and forbid the evil and challenge all the corruption in society.’

Wake up in the night time and throw the arrows of the dark night at sehri time by supplicating to your Lord and ask him to protect your husband and all the daa’ies and to make them firm, victorious, have ‘izzah and support.

Keep yourself busy by nurturing the children of your husband, provide the best knowledge and good deeds that makes them full of taqwaa and Eemaan and plant in them that the conviction their father stands for is the truth, and encourage them to do the same thing as their father.

Dear Muslim sisters, if your husband is a daa’ie be proud that your husband carries the truth and be confident that the banners of Haq he carries will never fall down even if he does.

Andre Tauladan

Selasa, 08 Desember 2015

PENGKHIANATAN PARA PEMIMPIN HARAKAH ASY-SYABAB

Oleh: Abu Maisarah asy-Syami
Alih Bahasa: Usdul Wagha
Sumber: http://justpaste.it/pim0


Segala puji bagi Allah yang Maha Besar dan Maha Tinggi, shalawat serta salam tercurah kepada adh-dhahuk al-qattal (yang murah senyum namun tegas berperang), juga kepada keluarganya yang baik dan suci, wa ba’du:

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

“إِذَا اطْمَأَنَّ الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ ثُمَّ قَتَلَهُ بَعْدَمَا اطْمَأَنَّ إِلَيْهِ نُصِبَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِوَاءُ غَدْرٍ“

“Apabila seorang laki-laki telah percaya kepada seorang laki-laki lain namun kemudian orang yang dipercaya ini membunuhnya setelah dia dipercaya, maka kelak pada hari Kiamat akan dipancangkan baginya bendera pengkhianatan” [Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Amr ibn al-Hamiq dan dia berkata; “Ini adalah hadits dengan sanad shahih namun belum ditakhrij oleh keduanya (al-Bukhari dan Muslim).” Dan berkata adz-Dahabi: “Shahih.”

Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam banyak hadits bahwa apabila Allah telah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan yang akan datang pada hari Kiamat, maka akan ditancapkan di belakang setiap pengkhianat sebuah bendera yang dapat dikenali dan akan diangkat sesuai kadar pengkhianatannya, kemudian akan dikatakan; “Ketahuilah ini adalah pengkhianatan Fulan ibn Fulan!” [“Bab Haramnya Pengkhianatan” – Shahih Muslim]. Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

“وَلَا غَادِرَ أَعْظَمُ غَدْرًا مِنْ أَمِيرِ عَامَّةٍ“

“Dan tidak ada pengkhianat yang lebih besar pengkhianatannya dari pada seorang pemimpin umat.” [Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Sa’id].

Maka hendaklah para muwahhid mujahid dan seluruh manusia baik di timur maupun di barat mengetahui bahwa para pemimpin Harakah asy-Syabab – yang berbai’at kepada Zhawahiri si dungu thaghut Akhtar Manshur – bahwa para pemimpin ini, yang telah rusak dan membuat kerusakan, yang sesat lagi menyesatkan, telah berlaku melampaui batas kepada para junud khilafah di Somalia, mereka mengkhianati dan menumpahkan darah haram mereka, membunuh jiwa suci mereka tanpa haq.

Ya, setelah para muhajirin dan anshar berdatangan kepada para junud khilafah di Somalia, untuk mendengar seruan khilafah dan bersegera untuk bergabung ke dalam ikatan jama’ah, para pemimpin Harakah asy-Syabab kemudian mengirimkan tiga mata-matanya kepada Syaikh Mujahid Abu Nu’man al-Yintari (taqabbalahullah) yang telah datang bersama keluarganya dan putra-putra keluarganya kepada barisan khilafah dan menyingkir ke dalam hutan, lalu para mata-mata harakah asy-Syabab ini mengaku ingin melakukan pertemuan bersama Syaikh Abu Nu’man dan teman-temannya untuk berbai’at kepada Khalifah, maka datanglah Syaikh Abu Nu’man bersama lima teman karibnya untuk berkumpul bersama mereka, dan di akhir majlis, para mata-mata Harakah asy-Syabab ini membunuh mereka dengan darah dingin, keji dan licik! Dan setelah melakukan ightiyal, mereka mengirimkan surat kepada Ar-Raymi (Seorang tentara Akhtar di Yaman) dan memberikan kabar bahwa mereka baru saja melakukan amaliah dan mengklaim bahwa mereka telah membunuh seorang amir Daulah yang diutus dari Libya! Mereka telah berkhianat dan berdusta!

Ya, mereka juga telah melakukan ightiyal kepada Syaikh Mujahid Husain ‘Abdi Jaidiy (Taqabbalahullah) dengan penuh khianat sebagaimana yang mereka lakukan kepada Syaikh Abu Nu’man, di mana mereka mengirimkan seorang laki-laki yang dahulu dipercaya oleh Syaikh sebagai seorang supir dan sekaligus penjaganya, pengkhianat ini mengaku ingin bergabung ke dalam khilafah, namun ketika berkumpul bersama syaikh, dia pun melakukan ightyal kepada syaikh itu dan dua orang temannya!

Mereka juga membunuh (ightiyal) seorang muhajir mujahid Muhammad Makaqi Ibrahim Muhammad (Hudzaifah as-Sudani – taqabbalahullah) seorang buronan tentara Salib Amerika sejak 2008 karena ikut serta dalam pembunuhan John Granville, seorang diplomat Salibis AS di Sudan, dan setelah Hudzaifah ditahan di penjara Kobar, dia bersama teman-temannya berhasil melarikan diri dalam sebuah operasi yang diberkahi, bahkan pihak Amerika mempersiapkan dana lima juta dolar bagi siapa yang bisa menunjukkan orang ini. Dan barangkali mereka mengirimkan dana ini kepada para pemimpin Harakah asy-Syabab!

Dan sebelumnya, para mata-mata Harakah asy-Syabab menahan sepuluh sahabat Syaikh Mujahid Abdul Qadir Mu’min (Tsabbatahullah) yang membuat syaikh bersegera mengumumkan bai’atnya dengan harapan Allah akan memberikan petunjuk kepada para amir gerakan itu kepada kebenaran, atau semoga saja mereka menjadi malu untuk menumpahkan darah seorang muslim tanpa hak.

Mereka memenjarakan siapa saja dari kalangan anshar dan muhajirin yang mereka anggap memiliki sikap wala` (loyalitas) kepada Khilafah, menyita apa yang mereka miliki dan menakut-nakuti keluarga mereka, bahkan tidak selamat dari kejahatan mereka kalangan umum kaum muslimin yang mereka curigai bahwa mereka adalah penolong para tentara Khilafah atau simpatisan, seolah-olah menolong khilafah adalah sebuah tindak kriminal, yang mana “undang-undang” Harakah asy-Syabab akan menghukum siapa saja yang berbai’at atau menolong atau melindungi atau terindikasi hal itu…

Mereka juga tidak membedakan antara yang muda maupun yang tua, mereka menahan seorang yang telah beruban al-akh Abu Anas al-Mishri di kota Jamaame setelah keluar dari shalat maghrib dan akan kembali ke rumahnya. Dan ditahan bersamanya al-akh Abu Abdur Rahman al-Maghribi, dan ketika Syaikh Abdul Aziz Ruqayyah mengingkari akan perbuatan mereka, mereka pun menghinakannya, menahan dan memperlakukannya seperti orang-orang sebelumnya, mereka juga menahan Mu’awiyah al-Malaizi dan Uwais al-Anshari seminggu kemudian.

Mereka juga menculik Abdullah Yusuf (Salah seorang mantan komandan Harakah asy-Syabab) dan seorang temannya ketika dalam perjalanan dari kota Konborwa dan Jilib, dan sebagaimana kebiasaan mereka, yang mengkhianati keduanya dengan dalih ingin duduk-duduk bersama keduanya untuk berbincang-bincang saja!

Mereka juga menculik wakil pemimpin dewan ulama Badruddin al-Anshari. Juga menculik Abu Tsabit al-Muhajir dalam sebuah operasi pengkhianatan yang membunuh Hudzaifah as-Sudani (taqabbalahullah).

Dan setelah mereka ditahan dan juga orang-orang lainnya yang tidak diketahui jumlahnya kecuali oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, terputuslah berita tentang mereka dan tidak terdengar info apa pun mengenai mereka, semoga Allah meneguhkan dan membebaskan mereka, tuduhan yang sebenarnya atas mereka semua tidak lain adalah niat untuk masuk ke dalam jama’ah kaum muslimin dan keluar dari perpecahan buta dan untuk loyal kepada Khilafah yang baru kembali dan berlepas diri dari thaghut thaliban dan si dungunya, laa haula wa laa quwwata illa billah.

Dan di antara kejahatan para amir Harakah asy-Syabab adalah mereka mengirimkan utusan resmi kepada setiap front harakah ini dan kantor-kantornya dan mengabarkan kepada para amir dan tentara bahwa mereka akan memerangi dan membunuh siapa saja yang berusaha “memecah belah barisan!” mereka juga mengundang para ulama untuk melakukan pertemuan rahasia dan mengancam mereka dengan pembunuhan apabila berusaha menolong siapa saja yang akan “memecah belah barisan.” Seolah-olah jama’ah kaum muslimin adalah kelompok Harakah asy-Syabab yang berbai’at kepada si dungu azh-Zhawahiri pelayan Thaghut Thaliban!

Dan di tengah operasi pengkhianatan terhadap para junud khilafah di Somalia, dan sejak beberapa katibah dari Harakah ini menyatakan bai’at kepada Khilafah, para pemimpin Harakah asy-Syabab mengarahkan kebanyakan tentaranya dan usaha mereka untuk memburu para junud khilafah untuk dibunuh atau dibantai, bukannya menyerang kepala kekufuran Amerika yang menjadi tujuan utama mereka seperti yang diklaim oleh Zhawahiri. Bahkan mereka terus berdamai dengan milisi murtad, kemurtadannya sangat jelas, kelompok ini berlokasi di kota Gobowen selatan Somalia dekat Kismayo. Pemimpinnya biasa dipanggil Barri Hirali yang tidak diragukan lagi kemurtadannya, Barri Hirali adalah mantan menteri pertahanan dalam pemerintahan murtad dukungan Salibis dan anggota yang sangat semangat dalam “permainan” demokrasi. Para pemimpin Harakah asy-Syabab tidak menjadi milisi ini sebagai target serangan meskipun milisi ini memiliki basis militer di lokasi tersebut, dan mengizinkan orang-orang murtad ini untuk keluar-masuk ke lokasi-lokasi yang dikuasai Harakah dan tidak membolehkan siapapun untuk membunuh mereka atau menjadikan harta mereka sebagai ghanimah, mereka berdamai dengan orang-orang murtad ini dan berkompromi di saat mereka memenjarakan dan membunuh siapa saja yang mereka anggap berwala` kepada khilafah, mereka seolah ingin menyamai Abu Mush’ab Abdul Wadud yang ingin bergabung bersama gerakan nasionalis untuk membebaskan Azwad, atau Khalid al-Bathir yang memiliki fikiran untuk menyerahkan kota Mukalla kepada thaghut Dewan Nasional Hadramaut, dan selain keduanya yang berbuat baik kepada kaum murtadin dan memerangi kaum muwahhidin.

Ya, sesungguhnya berhala golongan dan patung kesombongan (‘ujub) telah merusak hati para pemimpin Harakah asy-Syabab, sampai-sampai mereka tidak lagi mengenal seusatu yang ma’ruf dan mengingkari sesuatu yang munkar, bahkan mereka diam dari kesesatan thaghut Akhtar dan orang dungunya azh-Zhawahiri. Apakah mereka akan tetap berpegang kepada baiat atas seseorang yang menganggap thaghut Qatar sebagai saudara kandung? Dan kaum Rafidhah Khurasan dan seluruh dunia sebagai ikhwan? Apakah mereka akan tetap memegang bai’at kepada seseorang yang berwala` kepada Shahawat Saluliah (baca: Saudi_pent), nasionalisme, demokrasi, atheis, dan bukan kepada muhajirin dan anshar? Apakah mereka akan tetap berpegang kepada bai’at atas seseorang yang berpaling dari al-wala` wal-bara` dan melarang kelompoknya dari itu, mendekat kepada pemerintahan murtad Pakistan dan angkatan bersenjatanya serta dinas intelijennya. Apakah mereka akan mempertahankan bai’at kepada seseorang yang berperang demi nasionalisme Afghanistan dan berdamai dengan kaum murtad pemerintah Afghanistan demi hal itu?

Maka hendaklah mereka tahu, seandainya mereka tidak mengetahui keadaan imam mereka Akhtar dan si dungu Azh-Zhawahiri maka itu adalah musibah! Dan jika mereka tahu maka musibahnya lebih parah!

Dan kepada para junud Khilafah di Somalia, Allah Ta’ala telah berfirman: { dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal} [Asy-Syura: 39-40] dan berfirman; { Oleh sebab itu barangsiapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu} [Al-baqarah: 194] { Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu} [an-nahl: 126].

Maka harus ada hukuman kepada para pelaku kerusakan di muka bumi ini dengan hukuman yang setimpal atau lebih berat, maka bunuhlah para pemimpin hizbiyah dan perpecahan dengan senjata peredam, sabuk peledak atau bom, hingga terpisahlah barisan-barisan itu dan manusia akan mengetahui di barisan manakan para pemimpin ini, apakah bersama Akhtar dan Zhawahiri? Ataukah bersama Tauhid dan Jihad? Dan sesungguhnya di dalam barisan Harakah asy-Syabab terdapat jumlah yang sangat banyak orang-orang yang ingin masuk ke dalam Jama’ah kaum Muslimin, namun mereka dihalangi oleh sikap keras para pemimpin Harakah asy-Syabab dan para agen intelijen mereka, hanya kepada Allah kita meminta pertolongan.

Dan terakhir, kepada para amir Harakah asy-Syabab, jika kalian menginginkan keselamatan maka berlepas dirilah dari Akhtar kalian, Zhawahiri kalian, sikap hizbiyah kalian, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan sehingga kalian akan ditimpa apa yang telah menimpa Jabhah Jaulani, berupa kerugian di dunia dan juga di akhirat.

Ditulis oleh: Abu Maysarah asy-Syami – semoga Allah mengampuninya.

Alih Bahasa: Usdul Wagha 26 Shafar 1437H – 08/12/2015

sumber : https://millahibrahim.wordpress.com/
Andre Tauladan

Minggu, 15 November 2015

Muslimah Cantik, Aqidahnya Benar


Bagi seorang muslim dan muslimah, aqidah Islamiyah adalah segala-galanya.

Aqidah yang benar dan lurus merupakan perkara yang paling penting, mutiara yang paling berharga yang harus dimiliki dan dijaga oleh setiap muslim dan muslimah.

Tidak boleh ditawar lagi, atau dalam kata lain perkara ini adalah harga mati.

Sebab, aqidah yang benar dan lurus diibaratkan ruh bagi jasad, atau kepala dari sebuah batang tubuh.

Tanpa ruh, jasad berarti mayat. Tanpa kepala, batang tubuh tidak berarti apa-apa.

Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslimah.

Dengan aqidah yang bersih, seorang muslimah akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan- ketentuan-Nya.

Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslimah akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya :

قل إن صلاتي و نسكي و محياي ومماتي لله رب العالمين

‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS Al An’am : 162).

Aqidah yang benar dan lurus adalah pondasi dari seluruh amal shaleh, amalan yang bermanfaat bagi seorang muslimah itu sendiri baik di dunia atau di akhirat.

Tanpa aqidah yang benar dan lurus, tidak ada yang namanya amal shaleh.

Tanpa aqidah yang benar dan lurus, tidak ada amalan yang bermanfaat bagi seorang hamba di hadapan Allah swt.

Tanpa aqidah yang benar dan lurus, yang ada hanyalah penyimpangan demi penyimpangan.

Bagaimanakah yang dimaksud dengan aqidah yang salim itu??

Yang dimaksud dengan aqidah yang salim itu sendiri adalah :

Ridha Allah sebagai tuhan, Islam sebagai Agama dan Muhammad saw sebagai Nabi

Sentiasa muraqabah Allah dan mengingati akhirat, memperbanyakkan nawafil dan zikir.

Menjaga kebersihan hati, bertaubat, istighfar, menjauhi dosa dan syubhat.

Sebagai seorang muslimah kita harus bisa mengaplikasikan aqidah yang bersih ini dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti : mengikhlaskan amal untuk Allah swt, mensyukuri nikmat Allah swt saat mendapatkan nikmat dan menerima dan tunduk secara penuh kepada Allah swt dan tidak bertahkim kepada selain yang diturunkan-Nya.

Seorang muslimah dikatakan cantik dengan akidah yang benar apabila :

1. Dapat memadukan ilmu dengan amalnya
Tak dipungkiri, pada zaman sekarang banyak ilmuwan dan ilmuwati.

Akan tetapi kebanyakan dari mereka hanya fokus untuk mencari ilmu dan menambah ilmu tanpa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berapa banyak manusia di muka bumi ini yang belajar agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?

Padahal dalam suatu hadits disebutkan bahwa seseorang yang mempunyai ilmu dan dapat mengamalkannya adalah termasuk orang yang diberi kenikmatan oleh Allah swt.

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah berkata, “Maka orang yang diberi nikmat atas mereka yaitu orang yang berilmu sekaligus beramal.

Adapun orang-orang yang dimurkai yaitu orang-orang yang berilmu namun tidak beramal.

Sedangkan orang-orang yang tersesat ialah orang-orang yang beramal tanpa landasan ilmu.” (Tsamrat al-’Ilmi al-’Amalu, hal. 14).

Dan perlu kita ketahui bahwa ilmu aqidah adalah ilmu yang paling tinggi.

Apabila seorang muslimah mampu mengenal Rabbnya dengan benar dan sempurna, maka semakin besarlah pengagungan terhadap-Nya dan bertambahlah semangatnya untuk komitmen mengikuti syariat-syariat dan hukum-hukum-Nya.

Oleh karena itu, kita sebagai seorang muslimah harus bisa mencontoh ummul mu’minin kita yaitu Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Beliau adalah salah satu tokoh terkemuka umat Islam yang wajib kita contoh.

Beliau adalah seorang ilmuwati terkemuka dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau sangat cantik dan mulia dengan keimanan dan aqidahnya yang benar.

2. Dapat memadukan tauhid dengan ketaatan.
Seorang muslimah yang cantik dan beraqidah bersih selalu berusaha untuk menjadi kekasih Allah dengan cara menaati semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-laranganNya.

Dengan hidup di bawah naungan Allah ini,seorang muslimah akan terlihat lebih cantik.

Allah ta’ala berfirman memberitakan ucapan Nabi ‘Isa ‘alaihis salam (yang artinya),

“Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan taatilah aku. Sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Ali Imran: 50-51)

Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada empat kata kunci agar seorang muslimah bisa berjalan di atas jalan yang lurus, yaitu :

1. Ilmu, karena dengan ilmu ini maka seorang muslimah akan bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana tauhid mana syirik, mana sunnah mana bid’ah, mana taat mana maksiat, dst.

2. Amal, karena dengan mengamalkan ilmunya seorang muslimah akan terbebas dari kemurkaan Allah, bahkan seorang muslimah akan mendapatkan tambahan petunjuk karenanya.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya),

“Orang-orang yang mengikuti petunjuk itu, maka Allah akan menambahkan kepada mereka petunjuk dan Allah berikan kepada mereka ketakwaan mereka.” (QS. Muhammad: 17).

Di dalam ayat yang mulia ini Allah menjanjikan dua balasan bagi orang yang mengamalkan ilmunya, yaitu:

ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh.

3. Tauhid, karena dengan memahami dan melaksanakan tauhid maka seorang mulimah telah mewujudkan tujuan hidupnya dan berada di atas jalan yang akan mengantarkannya ke surga, jika dia istiqomah di atasnya hingga ajal tiba.

4. Taat, karena dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan berarti seorang muslimah telah menunjukkan penghambaannya kepada Allah dan kepatuhannya kepada Rasulullah, sehingga dia akan mendapatkan keberuntungan -di dunia maupun di akherat- sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya yang taat kepada-Nya.

Dan sangat perlu kita ketahui juga, bahwasannya aqidah yang benar adalah aqidah yang berasal dari Allah ta’ala, apa yang diajarkan oleh Allah kepada Rasul-Nya.

Oleh karena itu, sumber aqidah yang benar adalah yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih sebagaimana yang diajarkan oleh Allah kepada Rasul-Nya, kemudian diajarkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam kepada generasi yang hidup di zaman beliau hidup, mereka adalah para sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Aqidah inilah yang menjadi asas dari amalan seorang hamba.

Diterimanya amalan seorang hamba jika ia melakukan amalan tersebut dengan landasan aqidah yang benar dan lurus.

Oleh karena itu, kemuliaan itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang beriman, yakni orang-orang yang memiliki aqidah yang benar dan lurus sebagaimana yang bersumber dari ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Allah kepada Rasul-Nya kemudian diajarkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam kepada para sahabatnya.

Adapun orang-orang yang rusak aqidahnya, mereka akan menuai kehinaan demi kehinaan, keterbelakangan dan kerendahan, meskipun mereka memiliki kedudukan tinggi dengan gelar-gelar akademik yang bertumpukan.
Na’udzubillahi min dzalik.

Wallaahua’lam bish-shawab.
disalin dari : tumblr
Andre Tauladan

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates