Selasa, 20 Januari 2015

Kita Memang Beda

Berawal dari beberapa komentar dari sang Anonim, obrolan berlanjut ke sebuah diskusi yang akhirnya ditutup olehnya. Sebagai penutup, ia mengatakan bahwa sudah sangat jelas perbedaan sudut pandang antara kami. Ya sudah, saya pun tak akan merespon lagi. Ya, kita memang beda.
Walaupun di atas tadi saya sempat menyinggung tentang obrolan dengan anonim, tetapi postingan kali ini saya buat tanpa ada kaitannya dengan obrolan kami. Postingan ini saya buat karena memang sedang ada ide tentang 'perbedaan', khususnya perbedaan pandangan.

Saya pribadi, sangat enggan memaksakan agar orang lain berpendapat sama dengan saya. Namun, saya juga berusaha agar orang lain tidak memaksakan kehendak mereka agar saya sependapat dengannya. Oleh karena itu, ketika ada orang lain yang memiliki pendapat berbeda dan mencoba untuk menyanggah pendapat saya, saya akan jelaskan pendapat saya sejelas-jelasnya disertai alasan dan bukti yang menjadi landasan saya dalam berpendapat. Hal itu bukan disebabkan oleh saya keras kepala, namun saya hanya ingin menunjukkan bahwa pendapat saya adalah pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekedar pendapat ikut-ikutan atau pendapat khayalan yang tak ada dasarnya.

Saya termasuk orang yang sangat anti debat. Memang saya pernah terlibat dalam perdebatan, tapi justru dari situlah saya sadar bahwa debat tidak menghasilkan apa-apa selain membuang waktu, tenaga, dan pikiran. Perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah dalam kehidupan. Saya sadar betul bahwa tidak mungkin membuat semua orang akan sependapat dengan saya. Yah, saya bukan siapa-siapa. Bukan motivator yang kata-katanya didengar dan dituruti oleh banyak orang. Bukan penguasa yang dapat menggunakan kekuasaannya untuk membuat semua orang tunduk. Dan juga bukan preman yang dapat mengancam orang lain agar tunduk. Saya bukan orang yang ada di film fiksi yang katanya bisa mengendalikan pikiran orang lain juga. Saya hanya orang biasa.

Ya, kita memang beda. Dan saya tidak akan memaksa agar kita menjadi sama.
Andre Tauladan

Selasa, 06 Januari 2015

Jawaban Saya Untuk Anonymous

Hari ini lagi iseng ngecek blog, eh ternyata ada beberapa komentar baru. Penasaran, saya cek ada komen apa dan dari siapa. Oh, ternyata ada empat komentar baru, dari anonymous. Hm...

Dalam kolom komentar saya sengaja memberikan pilihan 'Anonymous'. Pilihan ini dikhususkan untuk orang yang tidak ingin diketahui identitasnya atau tidak punya waktu untuk sign in di blogger atau akun lainnya. Berhubung ada lima komentar baru, kalau dijawab satu per satu di postingan bersangkutan jadinya akan tersebar. Saya coba jawab di satu postingan saja, saya yakin sang anonymous akan mampir kembali.

Cara FPI yang mana yang No? Saya yakin sang Anonymous belum pernah nonton dialog antara Habib Riziq dengan Jaya Prana di TVRI. Di situ dijelaskan bahwa FPI mempunyai SOP dalam melakukan 'kerja'nya? Sebelum melakukan razia, penyegelan, dsb ke tempat-tempat maksiat FPI sudah memberikan surat ke aparat berwenang. Aparat tidak merespon, FPI mempertimbangkan dulu langkah apa yang akan diambil, tidak asal bongkar dsb. Jika memang anda No terhadap cara seperti itu, anda juga seharusnya No kepada Satpol PP, yang berlanjut pada NO kepada Bupati / Walikota / Gubernur / Presiden yang menciptakan Satpol PP yang suka menggusur PKL.

Memang seharusnya ibadah tidak hanya untuk surga dan neraka saja. Tapi pernyataan QS itu disampaikan untuk menjawab perihal 'surga', bukan dalam pembahasan tentang amal. Beda dengan yang disampaikan oleh K.H. A.F. Ghazali rahimahullah, 'kita ibadah bukan untuk mendapatkan surga, tetapi mendapatkan ridha Sang Pencipta Surga'. Ah, sudahlah, penjelasan dari Buya Yahya sudah cukup menjawab pernyataan QS untuk meluruskan pemahamannya. Hadits yang disampaikan sama, tapi maksudnya lebih jelas.


Anda tahu apa yang membuat anggota ISIS mengupload video itu? Anda berarti belum baca berita tentang Jendral Moeldoko yang akan gabung koalisi internasional untuk melawan ISIS. Anda juga belum pernah lihat berita penolakan Polri dan Banser terhadap ISIS. Jadi, siapa yang mulai? Anggota ISIS hanya merespon. Yang mulainya ya TNI, Polri, dan Banser.
ISIS mengancam keutuhan NKRI? Toh NKRI juga mengancam keutuhan Islam. Sudah cukup banyak ajaran sesat yang menghancurkan keutuhan Islam. Ahmadiyah, Syi'ah, Sekte-sekte islam yang nyeleneh, Adat daerah yang merusak akidah, Islam kejawen, dsb itu sudah menghancurkan Islam. NKRI harga mati? Anda mau mati demi NKRI yang sangat menolak hukum Islam? Yah, kalo anda orang kafir sih saya maklum. Kalo buat saya, Syari'at islam harga mati.
Bukan lucu, kita ini kadang enjoy aja disesatkan dengan kelembutan. Yang benar sudah jelas benar dan yang salah sudah jelas salah. Seperti riba yang sudah jelas salah dibiarkan menjamur karena sudah umum sehingga dianggap benar. Modusnya dengan pinjaman yang cepat cair, tanpa survey, bunga rendah, dsb. Itu seperti minum air selokan yang dikemas dalam botol lalu diberi aroma madu dan warnanya disamakan.
Yah, saat ini dalam tuduh-menuduh teroris itu Indonesia dan kebanyakan negara di dunia cuma nurut aja sama mbahnya, Amerika.

Well. Kalo memang di Islam ada pembahasan tentang 'bhineka tunggal ika' tolong cantumkan dalam komentar ayat mana atau haditsnya mana. Gitu Aja.
Indonesia ini ciptaan siapa? Oh, tentu saja saya akan menjawab "ciptaan Allah" karena itu keyakinan saya dan dalam agama saya dikatakan begitu. Ketika ditanyakan kepada orang kafir, tentu jawabannya akan beda, tapi saya tidak akan menerima jawaban itu. Seperti halnya bertanya pada anak-anak yang tinggal di rumah bapaknya 'ini rumah siapa?' pasti si anak akan maksa kalo rumahnya itu punya bapaknya. Lalu ada orang lain yang bertamu dan ditanya 'rumah ini punya siapa?' yang bertamu harus jawab 'rumah punya bapaknya anak itu'. Selanjutnya, kalo masih nggak percaya dibuktikan dengan berkas-berkas kepemilikan.
Dunia ini milik Allah swt, Tuhannya umat Islam. Kalo nggak percaya, bisa dibuktikan dengan ayat-ayat dari kitab suci, boleh kalo mau dibandingkan dengan kitab suci agama lain. Nanti akan terbukti mana yang bener.

Saya mengkritik pribadi tukang parkir karena memang Aa Gym mengambil analogi itu. Dan memang kenyataannya analogi itu tidak sesuai dengan kepribadian tukang parkir. Makanya saya kritik.
Saya hanya mengkritik analoginya saja, yang dimaksudkan oleh Aa Gym ya nggak perlu dikritik.
Anda sendiri malah bilang analoginya tidak tepat karena kita memiliki semua yang kita miliki. Wah, ini sombong sekali. Semua jelas hanya titipan, bukan terkesan titipan.
Terakhir, kita tidak pernah 'menitipkan' kendaraan ke tukang parkir. Karena jelas tukang parkir tidak pernah bertanggung jawab atas segala kerusakan dan kehilangan. Tapi kita tetap harus bayar.
Andre Tauladan

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates