Tampilkan postingan dengan label iseng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iseng. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Maret 2017

Yang halal bikin heboh, yang haram biasa saja

Hm... lama nggak posting ya???

rokim - tampi - madiun

Beberapa hari yang lalu sempat viral (ramai) berita tentang seorang pemuda 24 tahun yang menikahi seorang janda 67 tahun. Berbagai respon muncul dari masyarakat kita. Mulai dari respon positif, nyeleneh, sampai yang negatif. Beberapa orang menyatakan salut karena sang pemuda mau menerima wanita yang dinikahinya dalam kondisi apa adanya. Komentar lain terlontar dari para jomblo yang bertahun-tahun tidak punya pacar, menikah pun tidak. Sedangkan segelintir orang berpikiran negatif bahwa sang pemuda menikahi janda karena tergiur hartanya, padahal kenyataannya mereka berdua hidup dalam keadaan yang jauh dari status mewah. Terlepas dari apapun komentar mereka, saya melihat masyarakat kita lebih mudah merespon sesuatu yang halal tetapi tidak umum, daripada yang haram padahal sudah umum.

Cinta bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Namun, ada hubungan cinta yang halal, ada juga yang haram. Bagaimanapun juga, hubungan antara dua orang yang usianya terpaut cukup jauh yang sempat viral tadi adalah sesuatu yang halal, karena mereka menikah sesuai dengan aturan yang ada dalam agama. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Tidak perlu disikapi dengan heboh pula. Di sisi lain, terdapat fenomena keharaman yang seharusnya mendapat respon lebih serius. Kira-kira fenomena apakah itu?

Pacaran. Ya! Pacaran adalah hubungan cinta antara dua insan yang terjalin yang seharusnya ditinggalkan. Bukan masalah cintanya, tetapi ikatannya. Miris memang, fenomena ini justru dianggap biasa oleh masyarakat kita. Teman-teman ada yang masih jomblo? (adaaaaaa.....). Tidak perlu malu menjadi jomblo, in syaa Allah itu lebih baik daripada punya pacar.

Ada satu hal yang sangat aneh di kalangan masyarakat kita. Sebut saja keluarga A, punya anak gadis yang sudah masuk usia 21 tahun. Gadis ini sudah pacaran kurang lebih tiga tahun. Singkat cerita, pacar si gadis datang untuk melamar tetapi ditolak karena sang Ayah menganggap si pemuda tadi kurang mapan. Dari kisah singkat ini dapat disimpulkan bahwa sang Ayah lebih rela anaknya dipacari daripada dinikahi. Kisah seperti ini sangat mungkin terjadi dalam kehidupan nyata.

Fenomena lainnya adalah pelacuran. Telinga kita pasti sudah sangat familiar dengan kata "Om-om". Setiap kali mendengar atau membaca kata "om-om" biasanya pikiran kita langsung beranggapan negatif. Kata "om-om" sering diartikan sebagai bapak-bapak hidung belang yang kalau "jalan-jalan" selalu bawa perempuan, dan perempuan yang diajak "jalan-jalan" oleh "om-om" itu biasanya yang masih muda, entah itu usia SMA atau kuliahan. Sekali lagi, masyarakat kita tidak heboh dengan fenomena ini.

Uraian yang saya sampaikan diatas perlu menjadi perhatian kita, khususnya umat muslim. Jangan sampai kita menjadi bagian dari orang-orang itu. Indonesia sebagai negara mayoritas muslim masih belum bisa mencegah budaya pacaran, bahkan hingga anak SD pun sekarang sudah banyak yang pacaran. Bagi para orang tua, sangat penting menanamkan nilai-nilai islam kepada anaknya, dan jika anaknya sudah sampai usia ideal untuk menikah sebaiknya dipermudah karena itu bagian dari ibadah, bukan justru dipersulit dengan setumpuk syarat yang akhirnya membebani orang yang melamarnya.
Andre Tauladan
Andre Tauladan

Jumat, 23 September 2016

[Giveaway] Nulis apa lagi ya?

Halo sobat andre tauladan. Eh? Panggilannya apa ya buat para pembaca blog ini? Okey saya panggil "Brader" aja ya?

Apa kabar Brader? Udah lumayan lama nih, saya nggak nulis di blog ini. Yah, begitulah. Namanya juga blogger abangan, kadang rajin, kadang malas. Angin-anginan. Kalau angin kencang ya rajin, kalau nggak ada angin ya males... Hehe.

Nah, sekarang saya lagi mau nulis lagi. Brader sekalian ada saran nggak saya harus nulis apa? Buat Brader yang udah kenal lama sama blog ini pasti tahu kalau di blog ini tulisannya nggak khusus membahas tema tertentu. Kadang di blog ini ada tips n trik, sharing template, sharing kajian islam, artikel islam, artikel blogging, berita nasional, berita internasional, dll, pokoknya nggak tentu. Malah, kalo brader baca postingan saya satu per satu pasti nemu artikel yang agak aneh buat masyarakat umum.

Di postingan ini, saya mau ngasih hadiah [GIVEAWAY] buat brader yang beruntung. Syaratnya gampang.
  1. Share giveaway ini di timeline facebook mu. 
  2. Berikan saran untuk saya di kolom komentar : Nulis apa ya saya di postingan selanjutnya?
  3. Tambahkan link fb brader sebagai bukti brader sudah share giveaway ini.
 Pilihan tulisan selanjutnya :
- Artikel islam
- Artikel blogging
- Artikel liburan
- Artikel tentang saya pribadi (curhat)


Oh ya, saya kan bukan penulis hebat. So, ngasih sarannya jangan susah-susah ya? Nanti akan saya pilih satu orang brader dengan saran yang mudah, unik, dan bermanfaat untuk banyak orang. Bagi yang beruntung, nanti akan mendapatkan MUG CANTIK CUSTOM, bisa pakai desain atau foto sendiri. Gimana? Mau atau mau banget? Pengen atau pengen banget?

*hasil penilaian diumumkan 2 minggu setelah post ini dipublish.
[GIVEAWAY DITUTUP DAN TIDAK ADA PEMENANGNYA]


Andre Tauladan

Senin, 30 November 2015

Sedikit bercanda


pic : http://www.slideshare.net/khomsyasholikha/jangan-asal-bercanda
Umar berkata, ”Barangsiapa yang banyak tertawa maka sedikit kemuliaannya, barangsiapa yang bercanda maka dia akan diremehkan.”

Umar bin Abdul Aziz berkata, ”Bertakwalah kepada Allah dan waspadalah terhadap canda. Sesungguhnya canda dapat mewariskan kedengkian dan membawanya kepada keburukan.”

Imam Nawawi di dalam kitabnya itu mengatakan bahwa para ulama berkata, ”Sesungguhnya canda yang dilarang adalah yang kebanyakan dan berlebihan karena ia dapat mengeraskan hati dan menyibukkannya dari dzikrullah dan menjadikan kebanyakan waktu untuk menyakiti, memunculkan kebencian, merendahkan kehormatan dan kemuliaan.“

Adapun canda yang tidak seperti demikian maka tidaklah dilarang. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedikit melakukan canda untuk suatu kemaslahatan, menyenangkan dan menghibur jiwa. Dan yang seperti ini tidaklah dilarang sama sekali bahkan menjadi sunnah yang dianjurkan apabila dilakukan dengan sifat yang demikian. Maka bersandarlah dengan apa yang telah kami nukil dari para ulama dan telah kami teliti dari hadits-hadits dan penjelasan hukum-hukumnya dan hal itu karena besarnya kebutuhkan terhadapnya. wa billah at Taufiq.
(Fatawa al Azhar juz X hal 225)

Wallahu A’lam.
Andre Tauladan

Kamis, 09 Juli 2015

Model Muslimah

Di sebuah kedai malam itu, bersama istri tercinta. Sambil menunggu pesanan datang kami menyaksikan acara televisi yang sedang membahas tentang hijab. Salah satu tamunya adalah OSD. Istri pun nyeletuk "cantik ya bi?!". Dari pertanyaan seperti itu saya udah bisa nebak ke mana arah pembicaraannya. "Halah!" saya hanya menjawab seperti itu.

Sejak kemunculannya di layar televisi saya sudah tidak suka dengan wanita macam dia. Oh ya, dia berjilbab lebar, dia dakwah di media, so what? Buat saya dia itu nggak ada bedanya sama artis sinetron yang sekarang lagi musim dijilbab-lebarin. Liat deh di TBNH dan acara "islami lainnya". Artis-artis wanita di sinetron itu banyak yang dikasih jilbab lebar. Rianty Cartwright aja waktu zaman film Ayat-ayat cinta dikasih jilbab lebar kok. Di film Perempuan Berkalung Sorban juga Revalina pake kerudung lebar. Apalagi OSD tampil di youtube sambil nyanyi-nyanyi. Dakwah sambil nyanyi? Gubrak!

Nggak lah! Saya nggak akan suka sama wanita-wanita macam itu. Bersyukurlah para pria yang punya istri yang nggak tampil di media. Rugi! Berawal dari ketika cinta bertasbih, karir OSD mulai melejit. Walaupun tidak seperti artis-artis lain.

Fitnah wanita memang dahsyat. Wanita selalu dijadikan 'sarana' untuk merusak umat. Dulu, orang berjilbab atau berkerudung itu sangat jarang ditemui. Kemudian zaman berubah dan kerudung mulai lumrah. Dulu kerudung banyak variasinya sehingga kerudung pun dianggap rambut. Zaman kerudung berlalu masuk zaman "hijab". Ada-ada saja, hijab pun dibuat bermacam-macam model. Sekarang ada kontes hijab hunt, yang pesertanya dites 'keterampilan' berupa menari, menari, dan sejenisnya. Yah, mungkin mereka yang akan jadi penerus OSD.

Apakah hijab butuh model? 
Nggak! Sama sekali nggak butuh!

I'm not sorry to OSD for mentioning you in this article. :p
Andre Tauladan

Senin, 29 Juni 2015

Damai? Coba Fikir Lagi Pak!

Lagi-lagi Om WhaPhres bikin pernyataan yang ngaco. Om WhaPhres menyatakan bahwa umat Islam Indonesia patut bersyukur karena dapat berpuasa dengan damai. Ya, kalo memang yang dimaksud adalah bisa puasa tanpa ada konflik, serangan bom, atau perang memang benar. Tapi benarkah umat Islam Indonesia bisa berpuasa dengan damai?

Suasana berpuasa di Indonesia memang tidak ada konflik atau perang, tetapi 'godaan'nya tetap ada. Godaan yang dimaksud adalah perbuatan maksiat yang tidak terbatas. Di bulan ramadhan banyak orang yang berpacaran, wanita berpakaian ketat, aurat yang terbuka, dan banyak orang yang tidak berpuasa makan dengan bebas. Dengan keadaan seperti itu mustahil orang bisa berpuasa dengan tenang, kecuali orang yang diam di masjid dari subuh sampai petang.

Selain itu masih banyaknya anak-anak yang bermain petasan, sungguh tidak membuat tenang. Om WhaPhres juga nampaknya tidak tahu acara-acara TV di bulan Ramadhan banyak yang sangat merusak ibadah shaum. Mungkin jika puasa yang dimaksud oleh si Om adalah puasa yang hanya menahan lapar dan haus sih iya. Tapi puasa kan menahan yang lain juga.
Do And Donts Ramadhan

Di negara endonesah ini bukan ibadah yang bisa dilaksanakan dengan tenang, tapi maksiat. Jadi, Republika sebaiknya ganti judul artikel itu jadi "Umat Islam Indonesia bisa melakukan maksiat dengan damai".
Andre Tauladan

Sabtu, 13 Juni 2015

Murotal Kaset di Masjid? Jangan Deh...

Baru-baru ini seorang pejabat di Endonesah sebut saja namanya Pak WhaPhrez (bukan nama sebenarnya) mengutarakan pernyataan yang menjadi kontroversi di masyarakat. Pasalnya, dia mengatakan bahwa suara murotal dari kaset yang sering diputar di masjid-masjid adalah polusi suara

Walaupun tidak setuju dengan pernyataan polusi suaranya tapi saya setuju anjuran untuk tidak memutar kaset murotal di masjid-masjid. Tapi...
toa masjid

Saya sarankan buat Pak WhaPhrez sebelum anda melarang murotal kaset di masjid-masjid, sebaiknya anda lihat dulu kondisi di masyarakat. Saya lihat ada upaya de-islam-isasi dari Pak WhaPhrez. Kondisi masyarakat saat ini saya rasa sudah cukup jauh dari tuntunan agama. Keadaan ini diperparah oleh pernyataan Pak WhaPhrez yang seolah ingin membuat masyarakat nyaris tidak beragama, atau setidaknya masyarakat beragama tanpa tuntunan.

Daripada melarang pemutaran kaset murotal di masjid, sebaiknya Pak WhaPhrez mengajak membudayakan tilawah atau tadarus di negara Endonesah ini. Suatu saat, jika masyarakat sudah terbiasa tilawah manual, maka di masjid-masjid pun otomatis tidak akan ada suara murotal dari kaset-kaset lagi. Jadi, saya setuju kalo pemutaran kaset pengajian di masjid-masjid itu dihentikan, diganti oleh ngaji manual. Yah, itu saran saya kalo Pak WhaPhrez ngeles dari tuduhan saya (tuduhan deislamisasi).

Tapi, nampaknya walaupun Pak WhaPhrez nggak akan bisa ngeles. Toh, dia mengatakan bahwa suara pengajian di speaker itu polusi suara. Jadi, walaupun yang ngaji bukan kaset tapi ngaji manual, tetap akan disebut polusi suara. Sayangnya si Pak WhaPhrez ini nggak pernah bikin pernyataan bahwa konser musik, letusan kembang api, dan terompet tahun baru sebagai polusi suara. Jadi, jelaslah bahwa pernyataannya itu adalah upaya de-islam-isasi. Yah, mungkin Pak WhaPhrez hatinya sudah keras. Sehingga hatinya tidak bergetar ketika mendengar ayat Allah dibacakan. Atau, jika saya boleh menyampaikan tuduhan lain, saya rasa Pak WhaPrez ini sudah mulai mengikuti jalannya orang-orang Nasrani dan Yahudi.

Allah Swt. berfirman,
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka Ayat-ayatnya, bertambahalah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabb-lah mereka bertawakkal."
(Al-Anfal:2)

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka..
(al Baqarah 120)
Andre Tauladan

Rabu, 29 April 2015

Ekstrimis, Kumpeni, dan Pelanggaran Perjanjian

Menengok kejadian masa lalu dari beberapa film perjuangan jaman dulu memberikan saya sedikit pemahaman tentang perilaku orang kafir (penjajah Belanda) yang saat ini sedang ditiru oleh pemerintah Indonesia. Perilaku mereka yang paling mencolok adalah selalu melanggar perjanjian dan menjuluki pejuang sebagai ekstrimis. Kejadian ini persis dengan yang terjadi saat ini. Sifat-sifat orang kafir yang busuk itu seolah tidak pernah hilang dan justru menular ke sebagian orang islam.

Dalam film Kereta Api Terakhir, diceritakan bahwa Kumpeni (Belanda) telah melanggar perjanjian Linggar Jati lalu mereka melanjutkan serangan ke rakyat Indonesia. Lalu, dalam film Janur Kuning diceritakan Kumpeni melanggar perjanjian Renville dan terus menyerang rakyat Indonesia. Ada satu hal yang unik dalam film Janur Kuning. Ada adegan ketika Kumpeni menyiarkan melalui radio bahwa tentara Indonesia itu tidak ada, yang ada hanyalah ekstrimis-ekstrimis yang melakukan berbagai tindakan kejahatan yang menyebabkan banyak korban berjatuhan. Tentara republik dianggap sebagai ekstrimis atau gerombolan yang selalu melakukan perampokan dan pembunuhan yang membuat penduduk menjadi gelisah. Bagi orang-orang bodoh, pengumuman Kumpeni itu dianggap sebagai kenyataan. Namun, orang-orang cerdas pasti tahu bahwa itu hanya fitnah yang disampaikan agar rakyat membenci tentara. Dalam pengumuman itu juga Kumpeni mengatakan akan meminta bantuan PBB untuk menumpas gerombolan-gerombolan dan kaum ekstrimis.

Keadaan ini kembali berlaku, namun bukan hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia. Munculnya gerakan mujahidin daulah islam yang telah mendirikan khilafah dianggap sebagai ekstrimis yang selalu mengacau. Anggapan itu awalnya muncul dari kafirin salibis Amerika yang kemudian menular ke sebagian orang islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Banyak orang-orang bodoh yang menganggap pengumuman kafirin itu adalah kenyataan. Orang-orang yang sebenarnya adalah mujahidin dianggap sebagai pengacau yang dituduh melakukan perampokan, pembunuhan (kepada rakyat), dan tindakan kriminal lainnya. Namun, masih ada orang-orang cerdas yang tahu bahwa itu hanyalah fitnah belaka.

Sifat buruk lain dari orang-orang kafir adalah selalu melanggar perjanjian. Namun, rupanya masih ada orang-orang Islam yang mau 'berdamai' di atas berkas perjanjian yang kemungkinan besar akan dilanggar oleh orang kafir. Entah sudah berapa kali perjanjian damai antara Palestina dengan Israel dilakukan tetapi selalu berlanjut dengan pelanggaran perjanjian. Sayangnya, masih banyak umat islam yang masih ingin melakukan perdamaian dengan orang-orang kafir untuk mencapai kedamaian yang semu. Umat Islam saat ini sebenarnya sedang dijajah. Namun, bentuk penjajahannya bukan dengan cara kuno. Diterapkannya demokrasi di Indonesia adalah salah satu bentuk penjajahan terhadap umat Islam. Orang kafir tidak perlu mengirimkan tentara untuk menghancurkan negeri ini karena negeri ini akan hancur dengan sendirinya jika masih menerapkan demokrasi yang menempatkan aturan buatan manusia di atas aturan yang ditetapkan oleh Allah.


Andre Tauladan

Selasa, 21 April 2015

Infopurwokerto.info Persembahan Dari Seorang Tunanetra

Setiap orang pasti akan mengalami ujian dan cobaan dalam kehidupannya. Di antara sekian banyak orang ada yang diuji dalam bentuk musibah, kesengsaraan, kemiskinan, atau ujian dalam bentuk fisik. Misalnya keterbatasan dalam penglihatan atau lebih sering disebut dengan tunanetra. Namun, bagi orang-orang yang mempunyai semangat tinggi, ujian seperti itu tidak akan menghalangi mereka untuk tetap berkontribusi kepada masyarakat. Mereka juga tetap memiliki keinginan untuk dapat melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan oleh orang normal. Di antaranya adalah berbagi informasi dengan orang lain melalui internet.

Salah satu situs yang dikelola oleh tunanetra adalah www.infopurwokerto.info. Situs ini dikelola oleh Ardynal Purbowo. Berbeda dengan situs milik tunanetra lain yang cenderung berisi cerita pengalaman pribadi, situs ini berisi informasi umum seputar Purwokerto. Sang pengelola situs menuturkan bahwa situs tersebut memang diperuntukkan bagi pembaca yang ingin tahu Purwokerto. Situs ini dipublish sejak tahun 2014. Tampilannya memang sederhana, tidak terlalu banyak menggunakan script sehingga membuat waktu loadingnya pun cepat.

Mengapa saya tertarik mereview situs ini? Karena pagi ini, tadi banget saya baru sarapan bubur ayam di depan lapangan Gemplang. Apa hubungannya? Hubungannya adalah saya bukan orang Purwokerto asli, pagi ini saya ingin sarapan dan ketika melakukan pencarian di Google saya menemukan situs ini. Dari situs ini saya akhirnya dapat menemukan tempat sarapan yang enak. Dari informasi tersebut saya berlanjut ke artikel-artikel lainnya di situs ini hingga akhirnya saya tahu bahwa pengelola (pemilik) situs tersebut adalah seorang tunanetra.

Di situs ini juga pengelola memberikan informasi seputar ongkos transportasi, harga bahan dasar makan, harga makanan jadi, dan beberapa lokasi penting di Purwokerto. Misalnya, lokasi rumah sakit, poliklinik, tempat makan, bank, dan kantor pos. Memang informasi seperti itu bisa didapatkan dari situs lain. Namun yang membuat saya kagum adalah kerja keras sang pemilik situs dalam berbagi informasi dalam keadaannya yang terbatas. Dia memang memiliki keterbatasan penglihatan, namun dia yang menuntun saya untuk bisa berjalan di Purwokerto ini. Singkatnya, dilihat dari sudut pandang wawasan tentang Purwokerto sebenarnya saya yang buta, bukan dia.

Keterbatasan bukan halangan untuk berbuat baik.

Andre Tauladan

Kamis, 16 April 2015

Mau sampai kapan?

Siang ini lagi-lagi saya kepikiran buat nulis tentang perilaku masyarakat yang nggak taat aturan. Sebabnya, tadi saya melihat orang menyeberang sembarangan padahal ada zebra cross tak jauh dari tempat dia menyeberang. Tanpa bertanya apa alasan mereka melanggar peraturan, saya berasumsi bahwa mereka melakukannya karena 'sudah biasa'. Mungkin ada di antara mereka yang melakukannya karena kepepet. Yah, itu mah dimaklum aja deh. Yang mau saya bahas di sini adalah yang 'sudah biasa'. Dari kebiasaan itu muncul pertanyaan 'mau sampai kapan?'

Kalo ngebahas soal perilaku melanggar saya sering keingetan 'lingkaran setan'. Lingkaran setan yang saya maksud adalah budaya saling menyalahkan. Contohnya, jumlah tempat sampah yang tersedia di lingkungan saya tinggal terbilang sedikit. Dari keadaan itu timbullah fenomena lingkaran setan. Masyarakat (yang kesadarannya kurang) membuang sampah sembarangan dengan dalih tidak ada tempat sampah. Pemerintah juga (yang putus asa) tidak lagi menyediakan tempat sampah dengan dalih disediakan tempat sampah pun masyarakat buang sampah sembarangan. Jadi, masyarakat dan pemerintah saling menuduh siapa yang salah. Tidak ada yang mau sadar bahwa kesalahan ada pada dirinya. Semestinya pemerintah menyediakan tempat sampah walaupun masyarakat masih banyak yang tidak sadar. Masyarakat juga seharusnya sadar jika tidak ada tempat sampah yang dekat, tahanlah, jangan buang sembarangan.

Fenomena lingkaran setan seperti itu tidak pernah usai. Akibatnya masyarakat terbiasa melakukan pelanggaran. Dari kebiasaan satu orang menular ke orang lain hingga semakin banyak orang yang melakukan pelanggaran. Dari pelanggaran banyak orang kemudian muncul orang-orang 'baru' yang mencoba melanggar dengan menganggap bahwa pelanggaran itu benar. Dalam sebuah acara tv bertema kegiatan polisi menampilkan penilangan terhadap pelanggar lalu lintas. Banyak di antara pelanggar itu menolak ditilang dengan alasan 'biasanya lewat sini tidak apa-apa'.

Memang sulit jika masih tidak ada kesadaran dalam diri masing-masing untuk menaati peraturan. Sebesar apapun usaha petugas menegakkan aturan, akan selalu ada pelanggaran. Ketika peringatan tidak diindahkan, pemerintah mencoba menerapkan aturan denda. Ketika denda pun tidak mempan, diambillah tindakan tegas. Namun, tindakan tegas itu malah dianggap tidak berbelas kasih. Entah mau sampai kapan keadaan seperti ini akan berlanjut.
Andre Tauladan

Senin, 06 April 2015

Mungkin Karena Indonesia Bukan Negara Islam

Lagi-lagi terlintas pikiran iseng yang ada hubungannya dengan tema ini. Indonesia Bukan Negara Islam. Kalimat yang sering sekali ditemui di kehidupan masyarakat yang notabene banyak sekali penduduk muslimnya. Sedih memang sedih. Ulama-ulama hanya bisa memberikan dakwah baik melalui lisan maupun tulisan yang disajikan di media cetak dan media elektronik. Tak terlalu besar pengaruhnya. Keadaan seperti ini saja masih banyak yang belum menyadari bahwa dari sekian banyak ulama ada di antara mereka yang memiliki kepentingan duniawi. Entah itu untuk popularitas atau materi. Yah, keadaan di Indonesia ini jauh dari nilai islami mungkin karena INDONESIA BUKAN NEGARA ISLAM.

Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi yang pacaran dibiarkan.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi yang berzina dimaklumi.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi yang mencuri dipenjara.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi waktu sholat toko tetap buka.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi waktu sholat transaksi tetap berlanjut.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi sholat-nggak sholat nggak masalah.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi bulan ramadhan nggak puasa nyantai aja.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi pamer aurat dibiarkan.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi iklan di media ngumbar aurat.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi masjid banyak yang kosong.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi pemerintah bohong dibiarin aja.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi aturan islam nggak perlu dipake.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi aturan islam nggak cocok.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi boleh bikin aturan baru.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi orang kafir boleh jadi pemimpin.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi perjudian diizinkan.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi miras boleh beredar.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi menzhalimi orang lain via asap rokok dibiarkan.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi mau pake jilbab aja nunggu izin komandan.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi zakat bukan tanggung jawab negara.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi pernikahan dipersulit.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi praktek syirik tidak dimusnahkan.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi dukun bisa eksis di media.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi mencela orang juga bisa eksis di media.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi bencong dan banci (sama aja hehe) berkeliaran.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi bisa akur sama amiriki dan iran.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi masalah jihad dianggap radikal.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi praktek dari Al Qur'an dan sunnah harus dipilih-pilih yang sesuai UUD '45 dan Pancasila, yang nggak sesuai jangan dipraktekkan.
Mungkin karena Indonesia Bukan Negara Islam, jadi syari'at islam tidak boleh ditegakkan.
Yah, itu hanya kemungkinan saja.
Andre Tauladan

Minggu, 08 Maret 2015

Fanatik, Emang Kamu Tahu Artinya?

"Udahlah, jangan terlalu fanatik sama agama!"
Brothers and sisters, pernah nggak kamu disebut fanatik oleh seseorang gara-gara kamu menolak sesuatu yang nggak sesuai aturan agama? Pasti ada beberapa orang yang pernah. Tapi bener nggak sih apa yang dikatakan orang itu? Apakah kamu memang fanatik? Biar tahu jawabannya, sekarang kita bahas apa itu fanatik dan seperti apa orang yang fanatik.

Kata fanatik berasal dari bahasa Inggris "fanatic". Menurut kamus Oxford (ciye, mainannya Oxford) fanatik adalah seseorang yang memiliki semangat berlebihan dalam urusan politik atau agama. Kata yang sama dapat juga diartikan sebagai seseorang yang memiliki ketertarikan yang kuat terhadap aktivitas tertentu. Sedangkan menurut KBBI, fanatik adalah keyakinan yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya). Nah, dari keterangan tersebut kalo kamu melakukan atau menghindari sesuatu karena alasan agama berarti kamu memang fanatik. Tapi itu cuma kesimpulan awal. Lebih baik kita perdalam lagi pembahasan ini.

Dari beberapa definisi di atas ada kata yang menjadikan sesuatu disebut fanatik atau tidak, kata tersebut adalah "terlalu" atau "berlebihan". Sekarang mari kita berfikir sejenak apakah ketika melakukan sesuatu karena pertimbangan agama itu termasuk sesuatu yang berlebihan atau tidak? Saya pribadi merasa tidak. Kata "fanatik" seringkali ditujukan untuk hal-hal yang berkaitan dengan agama dan politik walaupun tidak jarang dikaitkan dengan olahraga, misalnya "supporter fanatik". Tetapi, ternyata ada perbedaan persepsi diantara julukan fanatik yang ada. Seseorang dikatakan fanatik terhadap klub sepakbola tertentu atau partai politik tertentu jika mereka memberikan dukungan atan pembelaan yang memang berlebihan. Tetapi dalam urusan agama, kata "fanatik" lebih sering ditujukan kepada orang yang ingin melaksanakan aturan agama sebaik-baiknya.

Jika melaksanakan aturan disebut fanatik maka polisi juga dapat disebut fanatik. Ketika seorang polisi menilang pelanggar lalu lintas berarti ia fanatik terhadap aturan lalu lintas. Ketika seorang polisi menangkap pencuri atau pelaku kriminal lain berarti ia juga fanatik terhadap aturan kepolisian yang berlaku. Tapi apakah tepat jika polisi disebut fanatik? Jika tidak, maka orang yang ingin melaksanakan aturan agama juga tidak tepat disebut fanatik.

Seseorang yang berusaha untuk menaati aturan agama bukan fanatik, justru dia orang baik dan ingin selamat dalam hidupnya. Seperti halnya pengemudi kendaraan yang berhenti saat lampu merah dan melaju saat lampu hijau. Orang yang ingin taat terhadap aturan agama juga tidak bisa dikatakan "merasa benar sendiri". Layaknya seseorang yang ditilang oleh polisi, ia tidak bisa mengatakan polisi itu merasa benar sendiri. Semua sudah ada aturannya. Jadi ketika kamu melakukan atau menghindari sesuatu karena alasan agama, sebenarnya kamu itu tidak fanatik.

Kata fanatik tepat jika ditujukan kepada orang-orang politik yang merasa partainya yang paling baik. Tepat karena perasaan "paling baik" itu tidak berkaitan dengan aturan partai. Sejauh yang saya tahu (padahal nggak tahu apa-apa) tidak ada satu partai pun yang dalam AD/ARTnya mengatakan bahwa partai itu adalah yang terbaik. Hal ini berlaku juga bagi para supporter klub sepakbola. Kata "klub terbaik" bukanlah sebuah aturan dalam dunia sepakbola, melainkan hasil dari apa yang diusahakan oleh masing-masing klub. Jadi ketika sebuah klub berada di klasemen tengah atau bawah tetapi banyak supporter yang tetap menganggapnya terbaik, maka supporter itu tepat jika disebut supporter fanatik. Jika seorang politisi atau pendukung partai melihat keburukan dalam partainya tetapi keukeuh menganggap partainya adalah partai terbaik berarti dia adalah politisi atau pendukung yang fanatik.

Gitu aja sih kesimpulan saya mah. Yah, kalo mau beda pendapat boleh lah... Komen aja, tapi jangan memaksa saya harus sependapat dengan kesimpulan kamu. Hihi... :D
*tulisan ini dibuat dengan harapan nggak ada lagi sebutan "fanatik" buat orang yang ingin menaati aturan agamanya.

Andre Tauladan

Minggu, 08 Februari 2015

TIDAK PUNYA MALU! Obama Sebut ISIS biadab Padahal Amerika lebih BIADAB!

Presiden AS Barack Obama tidak punya malu dengan menyebut 'biadab' atas pembakaran terhadap pilot Yordania yang dilakukan oleh IS. Pasalnya, IS hanya membakar 1 orang pilot, itupun dilakukan atas kesalahannya sendiri karena terlibat perang dan dia sudah membunuh banyak warga sipil di Suriah.

Namun Obama menutup mata atau mungkin hilang ingatan atau terjadi kesalahan pada otaknya sehingga tidak mampu mengingat peristiwa beberapa tahun silam yang dilakukan oleh tentara AS terhadap warga sipil di Irak. Berikut ini hasil pencarian saya di google dengan kata kunci "Fosfor Falujah 2004"
Dari lihat.co.id
3. Washington Menyerang Warga Sipil Irak dengan Fosfor Putih (2004)

Pada tahun 2004, wartawan-wartawan yang bekerja dengan militer AS di Irak mulai melaporkan penggunaan “Fosfor Putih” di kota Fallujah terhadap pemberontak Irak.
Pertama-tama militer berbohong dan mengatakan bahwa itu hanyalah penggunaan fosfor putih untuk membuat smokescreens (tabir asap) untuk menerangi target. Tapi akhirnya mereka kemudian mengakui telah menggunakan bahan kimia yang mudah menguap sebagai senjata.
Pada saat itu, penyiar televisi Italia RAI, menayangkan sebuah dokumenter berjudul, “Fallujah, The Hidden Massacre”, termasuk bukti rekaman video dan foto-foto suram yang sangat menyedihkan, serta wawancara saksi mata dengan para penduduk Fallujah dan juga tentara AS.
Para saksi mata telah mengungkapkan bagaimana pemerintah AS tanpa pandang bulu menghujani “api kimia berwarna putih” yang turun di kota-kota Irak dan membuat para wanita dan anak-anak meleleh sampai mati!
Bahkan, peristiwa tersebut telah dibuat film dokumenternya dengan judul "Fallujah, The Hidden Massacre".
Jika masih kurang sumbernya, berikut ini tambahan dari wikipedia.

Obama juga rupanya amnesia tentang serangan drone yang dilakukan Amerika di Pakistan sejak 2004. Serangan itu terus berlanjut sampai tahun 2014, artinya dia juga terlibat. Jumlah korban meninggal dalam serangan drone yang dilancarkannya itu hingga Oktober 2014 terhitung 2.379 orang. Serangan yang katanya ditargetkan terhadap 'teroris' di negara itu ternyata hanya membunuh 84 'teroris', jadi sisanya adalah 2295 orang yang meninggal adalah warga sipil. (sumber : RT.com)

Begitulah perilaku Obama, TIDAK PUNYA MALU!

  • Pemerintah AS tanpa pandang bulu menghujani “api kimia berwarna putih” yang turun di kota-kota Irak dan membuat para wanita dan anak-anak meleleh sampai mati! (Fallujah)
  • Serangan drone membunuh 2.295 warga sipil di Pakistan. (RT)
BIADAB
Andre Tauladan

Sabtu, 07 Februari 2015

BIADAB!!! Tribunnews.com Tidak Memberitakan Pemboman Terhadap Warga Suriah!!!

Tidak punya hati!!! Media besar sekelas Tribunnews kali ini tidak mau memberitakan penderitaan rakyat Syam yang dibom oleh tentara Bassar Si Presiden Syi'ah Kafir!

Beberapa hari yang lalu Tribunnews.com melalui fanspage Facebooknya mengatakan "Biadab" atas pembakaran seorang kafir Yordania bernama Mu'adz. Kejadiannya memang benar si kafir Mu'adz itu dibakar hidup-hidup, tentunya dengan pertimbangan syar'i. Namun, karena Tribunnews adalah corong media kafir, jadi dia memberitakan dengan tambahan kata "biadab".

Beberapa hari kemudian, pemerintah Yordania bersama tentara koalisi salibis pun melakukan serangan balasan. Banyak media yang mengatakan bahwa mereka menyerang ISIS. Namun, kenyataannya yang mereka serang adalah rakyat Suriah. Biadabnya, media besar semacam Tribun tidak mau memberitakan kenyataan itu. Di situlah bukti kemunafikan Tribunnews dan media lainnya.
Berikut ini video serangan udara di Suriah yang FAKTANYA malah mengenai warga. Serangan ini menurut sumber, adalah serangan yang dilakukan oleh tentara Bashar Al Assad. Untuk sementara, video serangan oleh angakatan udara Yordania belum tersedia.

Ayo kita maen tebak-tebakan. Yang dibakar oleh ISIS hanya satu orang, yaitu pilot. Nah di video ini terlihat ketika melakukan serangan udara setidaknya ada 6 buah bom jatuh. Tebak, berapa orang kira-kira yang jadi korban? Tebakan saya, 40 orang lebih.
Mana yang lebih biadab???

Begitulah munafiknya TRIBUNNYUSSSS,
TRIBUNNEWS adalah media SAMPAH! Sayangnya banyak orang yang seperti LALAT, senang berkumpul di SAMPAH.
*tunggu sampai video muncul.

Andre Tauladan

Minggu, 01 Februari 2015

Jangan Terlalu Goblok

Pasca informasi meninggalnya Bob Sadino, beberapa kawan saya mengekspresikan semacam 'penghormatan' untuk Pak Bob. Di antara cara mereka adalah dengan menyebarkan slogan Pak Bob yang cukup populer, yaitu 'cara goblok ala Bob Sadino'. Cara lainnya adalah dengan menggunakan quote Pak Bob, namun sayangnya quote tersebut kalimatnya bernada merendahkan status karyawan.

Begini, Bob Sadino bagi saya adalah orang sukses yang sudah melewati pahit manis kehidupan. Tentu saja kesuksesannya adalah hasil dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun, bukan hal instan. Namun, kesuksesannya membuat dia seolah seperti orang sombong dengan merendahkan status karyawan. Teman saya pernah memasang DP BBM berupa gambar Bob Sadino dengan tulisan "Bangun pagi, pulang petang, pake seragam, situ kerja atau dikerjain?". Dia juga termasuk orang yang menyepelekan pendidikan. Dalam sebuah gambar tertulis quote "IPK 3 itu calon karyawan, bukan calon pengusaha".

Kepada para pengagum Bob Sadino, saya sampaikan "janganlah terlalu goblok". Segoblok-gobloknya Bob Sadino, dia pernah merasakan pendidikan. Dia bukanlah anak jalanan yang karena pengalamannya di jalan kemudian bisa sukses. Jika melihat latar belakangnya, orang tuanya pun seorang guru. Anaknya pun menurut sebuah info, kuliah di Swiss. Jadi dia bukan orang yang 'bersih' dari pendidikan formal sama sekali. Kita harus sadar bahwa nasib dan jalan hidup setiap orang berbeda-beda. Dengan adanya bukti kesuksesan Bob Sadino, kita dapat melihat bahwa tanpa pendidikan formal 'khusus wirausaha' pun seseorang bisa sukses. Tetapi, dalam kehidupan orang lain banyak juga kok orang yang sukses dengan latar belakang pendidikan yang bagus.

Saya adalah orang yang sangat tidak suka dengan berbagai ucapan yang bernada merendahkan status karyawan dan terlalu menunggulkan status pengusaha. Janganlah jadi orang yang terlalu goblok. Pengusaha tidak bisa apa-apa jika tidak mempunyai karyawan. Seandainya teknologi sudah super canggih, ketika segala sesuatu dapat dikerjakan oleh mesin, pengusaha juga harus sadar bahwa mesin perlu perawatan dan pengawasan. Untuk dapat melaksanakannya tetap mereka membutuhkan karyawan. Saya sering bingung sendiri oleh ucapan-ucapan semacam itu. Seandainya sang Bob merendahkan status karyawan, lalu semua karyawannya berhenti dengan alasan ingin berwirausaha sendiri, pasti perusahaannya pun akan tumbang seketika. Seorang pengusaha belum 'disebut' pengusaha sebelum ia mampu 'bersantai' menikmati pendapatnnya karena urusan bisnisnya sudah dikerjakan oleh karyawannya. Akan tetapi, pada dasarnya seorang bos pun tidak pernah benar-benar santai. Dia juga perlu memikirkan bagaimana hasil kerja karyawannya, apakah dapat memuaskan konsumen atau tidak. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana adab antara bos dengan pegawai / karyawan dalam islam.

Goblok ala Bob Sadino intinya adalah ketika kita sedang belajar dengan orang lain kita jangan sok tahu. Tapi jika kita terlalu goblok, jadinya sudah diberitahu pun kita masih tidak tahu. Bagi yang ingin sukses seperti Bob Sadino, tirulah kerja kerasnya. Dia adalah sosok orang yang pantang menyerah. Berbagai kesulitan dia hadapi dan selalu menikmatinya. Mungkin itulah bedanya dia dengan orang lain. Namun intinya, baik orang yang berasal dari pendidikan formal yang tinggi maupun orang yang belajar dari pengalaman hidup, jika menikmati jalan hidupnya akan mampu melewati berbagai kesulitan. Sebaliknya, jika terlalu pusing dengan masalah dan tidak berani menghadapinya orang itu akan gagal, mandeg di titik itu tidak peduli apa pendidikannya.

Sebagai penutup, saya sampaikan kalimat yang sering diucapkan juga oleh Bob Sadino. Emang gue pikirin!
Andre Tauladan

Selasa, 20 Januari 2015

Kita Memang Beda

Berawal dari beberapa komentar dari sang Anonim, obrolan berlanjut ke sebuah diskusi yang akhirnya ditutup olehnya. Sebagai penutup, ia mengatakan bahwa sudah sangat jelas perbedaan sudut pandang antara kami. Ya sudah, saya pun tak akan merespon lagi. Ya, kita memang beda.
Walaupun di atas tadi saya sempat menyinggung tentang obrolan dengan anonim, tetapi postingan kali ini saya buat tanpa ada kaitannya dengan obrolan kami. Postingan ini saya buat karena memang sedang ada ide tentang 'perbedaan', khususnya perbedaan pandangan.

Saya pribadi, sangat enggan memaksakan agar orang lain berpendapat sama dengan saya. Namun, saya juga berusaha agar orang lain tidak memaksakan kehendak mereka agar saya sependapat dengannya. Oleh karena itu, ketika ada orang lain yang memiliki pendapat berbeda dan mencoba untuk menyanggah pendapat saya, saya akan jelaskan pendapat saya sejelas-jelasnya disertai alasan dan bukti yang menjadi landasan saya dalam berpendapat. Hal itu bukan disebabkan oleh saya keras kepala, namun saya hanya ingin menunjukkan bahwa pendapat saya adalah pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekedar pendapat ikut-ikutan atau pendapat khayalan yang tak ada dasarnya.

Saya termasuk orang yang sangat anti debat. Memang saya pernah terlibat dalam perdebatan, tapi justru dari situlah saya sadar bahwa debat tidak menghasilkan apa-apa selain membuang waktu, tenaga, dan pikiran. Perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah dalam kehidupan. Saya sadar betul bahwa tidak mungkin membuat semua orang akan sependapat dengan saya. Yah, saya bukan siapa-siapa. Bukan motivator yang kata-katanya didengar dan dituruti oleh banyak orang. Bukan penguasa yang dapat menggunakan kekuasaannya untuk membuat semua orang tunduk. Dan juga bukan preman yang dapat mengancam orang lain agar tunduk. Saya bukan orang yang ada di film fiksi yang katanya bisa mengendalikan pikiran orang lain juga. Saya hanya orang biasa.

Ya, kita memang beda. Dan saya tidak akan memaksa agar kita menjadi sama.
Andre Tauladan

Senin, 08 Desember 2014

Betapa tuduhan itu sangat mudah diutarakan

Teman, pernah dengar istilah "maling teriak maling"? Jika pernah, pasti tahu apa artinya. Tapi sekarang ini istilahnya semakin bervariasi. Misalnya, "teroris teriak teroris", atau "penjahat teriak penjahat".
Tulisan ini khusus untuk muslim yang mau berfikir.

Ramai di masyarakat tuduhan bahwa ISIS adalah teroris. Bila ada orang yang mendukung ISIS lalu dituduh pendukung teroris. Tapi coba kita berfikir.Teroris artinya orang atau kelompok yang melakukan teror. Teror sendiri berarti sesuatu yang meresahkan dan membuat takut masyarakat. Lalu, eror seperti apa yang dilakukan ISIS terhadap masyarakat Indonesia? Tidak ada kan? Kita di sini justru diteror, ditekan, ditakut-takuti oleh pemerintah kita sendiri. Jadi, teroris sebenarnya di negara kita adalah pemerintah kita sendiri.

Anda muslim? Mari berfikir. Pemerintah semakin menekan rakyat dengan berbagai cara. Salah satunya menaikkan harga BBM yang buntutnya akan meningkatkan kriminalitas. Sekarang belum sampai buntut, masih kepala. Supir angkutan umum lebih 'beringas' di jalanan. Alasan utama mereka adalah 'kejar setoran'. Hal itu membuat penumpang atau pengguna jalan lain berada dalam bahaya. Okelah jika ada yang berkata 'supir angkot mah dari dulu emang gitu'. Memang, tetapi sekarang mereka lebih 'gitu', karena jika pendapatannya sama dengan dulu, saat ini tidak akan mencukupi kebutuhan mereka. Sering juga penumpang dimarahi supir karena masalah ongkos.

Kriminalitas di negeri kita juga merupakan bentuk teror pemerintah. Pencuri, perampok, pembunuh, dsb dihukum dengan hukuman yang tidak seberapa. Setelah bebas dari penjara mereka kembali ke tengah masyarakat dengan kemungkinan melakukan kejahatan lagi. Kita juga pasti tahu kan ada beberapa oknum yang justru sengaja melindungi para kriminal. Sudah menjadi rahasia umum bahwa tukang parkir liar (banyak di antara mereka adalah preman) pasti memberikan setoran ke oknum aparat. Termasuk pungli di tempat ramai, itu pasti ada setorannya ke oknum. Kita tahu bahwa illegal logging itu berbahaya bagi lingkungan, menimbulkan ancaman longsor. Tetapi kita juga tahu ada pelaku illegal logging yang bekerjasama dengan oknum aparat. Adalagi beberapa kasus pemerasan oleh oknum juga. Misalnya, ketika melapor tentang kehilangan kendaraan ada oknum yang meminta uang jika ingin dicarikan. Jadi, orang berada dalam kondisi "sudah jatuh tertimpa tangga". Aparat yang diharapkan dapat membantu justru menambah kesulitan.

Belum lagi kerusakan moral anak-anak dan remaja yang seolah tidak diperhatikan oleh pemerintah. Suatu saat mereka akan menjadi orang dewasa. Dikhawatirkan mereka akan menjadi generasi penerus para kriminal. Anak SMP, SMA, pacaran di berbagai tempat. Apakah para orang tua tidak takut terjadi 'apa-apa' dengan anak mereka? Kita sering menemui berbagai kasus pemerkosaan bahkan oleh anak SMP. Itulah teror nyata yang dilakukan secara tidak langsung oleh pemerintah. Dengan kata lain, jika pemerintah memang peduli dan melakukan langkah-langkah pencegahan (mis. melarang pacaran) orang tua pun akan merasa tenang dan tidak takut.

Berapa banyak orang yang semakin sengsara oleh 'kebijakan yang tidak bijak' dari pemerintah? Ingat juga akibat yang ditimbulkan oleh koruptor kita. Jatah orang miskin sering diembat. Jadi, tak perlulah takut oleh ISIS yang tidak melakukan apa-apa terhadap kita. Apalagi sampai membuat tuduhan teroris. Kita berada di tengah teror pemerintah selama ini tapi tidak sadar. Ingat, tuduhan teroris kepada umat islam itu asalnya dari orang kafir. Jangan sampai kita menjadi bagian dari orang kafir yang justru menjadi musuh islam.
Andre Tauladan

Minggu, 07 Desember 2014

Agar tidak serampangan mengimplementasikan jihad

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


Tulisan ini saya publikasikan untuk merespon pernyataan orang ini. Tulisan ini dibuat sebagai bentuk kehati-hatian agar ketika menemui pernyataan dari seseorang kita mau memikirkan terlebih dahulu. Dengan demikian, pernyataan orang tersebut akan membuat kita semakin rajin  beribadah dan bersemangat untuk berjihad dengan memperbaiki ibadah kita. Namun, syarat dan ketentuan berlaku. Syarat dan ketentuannya akan saya bahas di sini.

link status 

Apa yang disampaikan orang ini memang baik. Tetapi jika kita memahami lebih lanjut, tujuannya adalah menggembosi semangat jihad. Persis seperti yang disampaikan oleh Sh. Khalid Yasin, seorang ulama Amerika. Yang disampaikan olehnya sangat logis dan dapat diterima oleh akal.

Hal pertama yang ingin saya tekankan. Orang ini salah satu dari sekian banyak yang menganggap bahwa jihad hanya di Palestina.

Mari kita bahas.
Orang ini mengatakan agar kita tidak serampangan mengimplementasikan jihad. BENAR! Kita jangan serampangan. Namun, di negeri sekuler yang sangat anti dengan syari'at islam semacam Indonesia, apakah kita akan belajar tentang jihad kepada ulama su'u yang sudah menjadi budak para thaghut? Ketika thaghut penguasa melarang rakyat melawannya padahal dia berbuat zhalim, ulama su'u pun akan mengikuti perintahnya dan akhirnya rakyat akan terus berada di bawah pemerintahan zhalim dan jauh dari syariat Allah.

Para saudara kita yang telah berhijrah, pergi ke syam untuk bergabung dengan mujahidin. Sedangkan kelompok mujahidin di sana bukan orang yang serampangan mengamalkan jihad. Untuk terlibat dalam jihad, mereka diseleksi dan dibina dalam hal aqidah, akhlak, dan ilmu islam lain yang esensial. Apakah belum pernah sampai ke telinga orang ini pernah ada seorang amir di sana yang diberhentikan hanya karena ucapan yang tidak pantas kepada orang tua? Apakah tidak sampai juga kepadanya gambar-gambar mujahidin yang sedang shalat atau tilawah? Ataukah orang ini memiliki akses yang terbatas untuk membuka internet sehingga tidak tahu bagaimana pendidikan anak-anak di daulah islam? Saya rasa tidak.

Shalat yang bolong, tahajud yang jarang, tilawah yang 'edan eling', dan berbagai keburukan kita di negara ini dalam hal beragama tidak pernah menjadi 'beban pikiran' pemerintah. Bahkan, pemerintah cenderung membawa rakyatnya ke arah yang sekuler. Sederhanyanya, di negara ini dosa didukung, ibadah diterlantarkan. Sehingga, ketika seseorang tidak melakukan ibadah, berbuat dosa, orang itu akan cuek karena tidak ada yang mengingatkannya kecuali ustadz yang dekat dengannya, itu pun belum tentu berpengaruh. Peluang untuk berbuat dosa di negara ini sangat besar. Acara tv yang vulgar, kesempatan yang lebar untuk korupsi atau riba, juga minuman keras, rokok, dan narkoba sangat mudah didapat. Pacaran bisa bebas, pezina dipenjara sampai dibebaskan tetap dipuja, pencuri yang tertangkap dipenjara lalu setelah bebas bisa mencuri lagi. Andaikan seseorang sadar dan mau bertobat, dalam hitungan jam, hari, atau bulan dia bisa terjebak lagi dalam dosa.

Akan berbeda halnya jika kita berada di lingkungan mujahidin, khususnya yang memiliki 'kuasa' pemerintahan. Dalam hal ini contoh yang paling real adalah Daulah Islam ( IS / ISIS ). Di wilayah daulah islam, tidak akan ditemui orang yang sedang berpacaran, gambar-gambar vulgar, minuman keras, atau hal lain yang memudahkan seseorang berbuat dosa. Syari'at islam benar-benar ditegakkan. Bahkan sampai hal kecil pun ada hukumannya. Baru-baru ini diberitakan sebuah toko ditutup selama dua hari karena pemiliknya meninggalkan shalat berjama'ah. Masyarakat didakwahi tentang cara shalat, mengaji, aturan jual beli, akhlak kepada orang lain, dan aturan islam lainnya. Jika kita berada di tempat seperti itu untuk berbuat dosa akan sangat sulit, ibadah akan terjaga. Bukankan kita sama-sama tahu hadits nabi tentang sifat seseorang yang tergantung lingkungannya?

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Selama kita berada di lingkungan semacam Indonesia saat ini, sampai kapan kita akan dapat terlibat dalam Jihad yang orang ini katakan sebagai puncak agama? Kasihan sekali umat Islam yang ada di Indonesia yang tidak akan pernah merasakan nikmatnya mencapai puncak agama. Apakah kita akan berada di siklus beribadah-berbuat dosa-tobat, beribadah-berbuat dosa-tobat dan begitu seterusnya? Apakah kita tidak akan menyesal jika kita meninggal di tengah lingkungan penolak syari'at Allah tanpa sempat bertobat? Apakah kita tidak menginginkan adanya orang yang selalu mengingatkan ketika kita berbuat dosa?
Saya katakan juga TIDAK!

Orang ini mengatakan bahwa isu ISIS ini adalah pengalihan isu untuk menutupi kekalahan israel. Okelah, jika memang ini pengalihan isu. Tetapi, izinkan saya mengatakan bahwa ini adalah kabar gembira bagi umat muslim. Karena di belahan bumi lain, ada sekelompok orang yang sedang berusaha mengembalikan kejayaan Islam. Saat sebagian besar muslim di Indonesia hanya mampu berdemo untuk melawan kezhaliman pemerintah, tidak mampu melaksanakan syari'at sepenuhnya, usaha dengan 'masuk' di parlemen tak banyak membuahkan hasil, dan maksiat bertebaran di mana-mana. Muslim Indonesia menjadi golongan yang hina. Berada di bawah garis kemiskinan, sebagian besar tidak terdidik, dan menjadi budak hawa nafsu dan selalu dikendalikan oleh orang kafir. Namun, ISIS telah mampu mendeklarasikan khilafah dan menjalankan roda pemerintahan berdasarkan syari'at Islam dalam semua aspek mulai dari kesehatan, pendidikan, jual beli, hukum, dsb. Para wanitanya dimuliakan, anak-anaknya dididik, kesehatan didukung, dan infrastruktur ditingkatkan. Rakyatnya berada dalam rahmat Allah. In syaa Allah. Contoh kecilnya, jika Rupiah saat ini tertekan oleh dolar Amerika, di wilayah Daulah Islam (masyarakat sebut ISIS) diberlakukan mata uang dinar yang tidak terpengaruh sama sekali oleh dolar.

Orang ini juga mengatakan bahwa "jika melihat dari senjata yang ada maka orang palestina tidak mungkin menang melawan Israel". Anda benar saudaraku. Semua terjadi atas kehendak Allah. Senjata hanya bagian dari ikhtiar dalam melawan zionis yahudi laknatullah a'aihim. Dengan logika itu, mari kita menilai dengan seimbang. Apa yang dialami oleh tentara ISIS juga demikian. Dengan persenjataan yang ada di sana, tidak mungkin mereka mendapatkan kemenangan dalam berbagai pertempuran. Segala kemenangan adalah bentuk rahmat Allah kepada orang-orang yang rela mati demi menjaga kemuliaan Islam sebagai agama yang diridhai oleh Allah. Dengan kenyataan itu, mari kita sepakat dengan pendapat bahwa tidak mungkin orang yang terlibat di sana adalah orang-orang yang serampangan mengamalkan jihad.

Kembali saya sampaikan, saya setuju dengan orang ini bahwa untuk mengamalkan jihad memang tidak boleh serampangan. Oleh karena itu kita harus berada di tengah orang-orang yang akidahnya lurus, yang mencintai Allah dan rasulNya, yang rela mati demi agama Islam, dan tidak terpengaruh oleh harta duniawi dan penguasa thaghut. Apakah di Indonesia bisa? Di belahan bumi manapun bisa. Di Indonesia ada kelompok mujahidin, di Filipina ada, di Pakistan ada, di Somalia ada, di mana pun ada. Kalaupun tidak berada di tengah mereka, berkumpullah dengan orang-orang yang mendukung mereka. Orang-orang yang cinta dengan jihad dan mujahidin. *Siapa tahu kita akan ketularan untuk bisa mencapai puncak agama. Jangan sampai kita menyesal di akhirat nanti. Firman Allah dalam Al Qur'an.

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً
“ Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29)

Terakhir, saya sampaikan pesan khususnya bagi diri saya pribadi. Kita hidup tidak hanya di dunia. Sebagai muslim kita harus meyakini adanya kehidupan akhirat. Lakukan yang terbaik bagi kehidupan dunia dan akhirat kita. Jangan hanya mengejar kebaikan hidup di dunia tetapi membawa penyesalan di akhirat. Kelilingi diri kita dengan orang-orang yang akan membawa kebaikan bagi kita di dunia dan akhirat. Sifat manusia akan selalu terbagi dalam dua sisi, ada baik dan buruk (jahat). Kita pasti akan menemui keburukan itu bahkan dalam diri orang-orang yang kerap disebut sebagai ulama. Kita ambil pelajaran dari peristiwa 'ulama yang korupsi', namun jangan kita tiru. Setidaknya peristiwa itu membuat kita lebih waspada dan berhati-hati dalam bergaul, memilih teman, atau mengikuti ulama mana yang baik dan akidahnya lurus.

Allahu a'lam bisshawwab.
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


Andre Tauladan

Rabu, 12 November 2014

Emangnya elo siapa?

Tahu kan kemaren-kemaren PERSIB habis menang di ISL? Yah, sebenarnya saya nggak peduli dengan kemenangan PERSIB. Mereka kalah pun saya nggak akan peduli. Tapi ada sesuatu yang membuat saya ingin membahasnya. Pasca kemenangan PERSIB, jagad medsos diramaikan dengan postingan sebuah foto dari salah satu pembenci PERSIB yang sesumbar bahwa dia akan kawin dengan monyet. Menurut salah satu sumber, foto tersebut telah beredar sejak tahun lalu, namun kembali beredar setelah final ISL kemarin. Kenyataannya kemaren PERSIB menang, tapi apa dia bener jadi kawin sama monyet?

Saya nggak akan ngebahas identitas orang itu, saya cuma ngerasa bingung kenapa orang macam gitu selalu ada. pada musim pemilu presiden yang lalu jagad sosmed juga sempat diramaikan oleh banyaknya orang sesumbar semacam itu. Yang paling heboh saat itu adalah janji ahmad dani untuk potong kelamin jika Prabowo kalah. Ada lagi beberapa akun wanita yang janji akan bugil keliling monas dan keliling Jakarta jika Prabowo kalah. Pada akhirnya Prabowo memang kalah dan orang-orang yang sesumbar itu setahu saya tidak ada yang membuktikan ucapannya.

Sekali lagi saya nggak akan ngebahas siapa orang-orang itu. Tapi saya hanya ingin mengatakan "Emangnya elo siapa?". Saya bukan ingin tahu nama mereka, dimana mereka tinggal dan apa pekerjaannya. Tapi, memangnya mereka itu siapa kok berani banget ngomong sesuatu yang nggak masuk akal, hanya demi membela sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dibela sampai segila itu. Mereka seolah menjadi Tuhan yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan dan berkata seolah-olah apa yang dikatakannya pasti terjadi hingga berani bersumpah akan melakukan sesuatu jika apa yang dikatakannya tidak terjadi.

Mereka berbeda dengan pengamat yang menyampaikan sesuatu melalui sebuah analisa dan tidak mengucapkan sumpah ketika menyampaikan pendapatnya. Mereka juga bukan pemegang kekuasaan yang bisa mengatur banyak pihak untuk mewujudkan keinginannya. Yah, rupanya sampai saat ini masih banyak orang-orang yang suka sesumbar. Dan sepertinya suatu saat nanti saya akan menemukan lagi orang-orang seperti itu.
Andre Tauladan

Rabu, 29 Oktober 2014

Indonesia Bukan Negara Islam

Pernah waktu saya sedang buka situs blogger muncul sejenis post terbaru dari Gen-Q. Post tersebut judulnya "gallery". Ah, sebenarnya itu post lama, tapi aneh juga kok muncul di pembaruan ya? Karena penasaran saya klik aja linknya. Eh ternyata gallery-nya dihapus. Nggak sengaja saya baca komentar terbaru yang ada di sidebar blog itu. Komentar itu berbunyi "Indonesia bukan negara islam". Dari situlah saya jadi kepikiran buat nulis artikel ini.

Indonesia bukan negara Islam. Ya memang sih. Tapi kan Indonesia juga bukan negara kristen, bukan negara yahudi, bukan juga negara hindu atau budha. Jadi harus gimana? Coba kalo dia ditanya gitu, mau jawab apa? Mau pake sistem (adat) Jawa? Indonesia bukan negara Jawa. Pake sistem sunda? Bukan juga negara Sunda, bukan negara Batak, Bugis, Melayu, atau suku-suku lainnya. Oh iya, pasti dia jawab pake sistem Pancasila kan? Dengan slogan basi "Bhinneka Tunggal Ika". Jiaah...

Baca nih!
Kalo kamu bukan muslim, silakan aja berkata demikian. Tetapi kalo kamu muslim tapi nggak mau pake sistem Islam, Apa kata akhirat? Kamu nggak hidup di dunia doang. Setelah mati nanti kamu akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan perbuatan di dunia. Lalu, apa ada boneka tunggal ika itu di agama islam? TIDAK!

Indonesia memang bukan negara islam, terus kenapa kamu mau pake sistem yang dibuat oleh orang kristen, yahudi, hindu, budha, dsb? Berbeda-beda tapi satu? Omong kosong! Memangnya bisa seluruh agama di Indonesia ini menyembah satu Tuhan? Mau Tuhan agama mana? Nggak akan ada satu penganut agama mana pun yang mau menyembah Tuhan agama lain. Atau mau bikin agama baru biar tuhannya sama?

Eh, salah lu, bhineka tungga ika itu artinya kudu hidup rukun walau berbeda. Lha! Coba berfikir, sistem agama mana yang diterapkan dengan cara yang paling baik? Jawabannya sistem islam. Tapi kenapa kamu nolak? Coba kamu liat di Myanmar, gimana nasib muslim minoritas di tengah agama mayoritas di sana. Gimana nasib muslim di wilayah Palestina di tengah mayoritas yahudi. Gimana nasib muslim di negara-negara barat. Dan gimana juga nasib muslim di Indonesia dibawah sistem demokrasi. Tahu kisah muslim yang dibantai waktu April Mop? Tahu gimana Drakuli si haus darah menghabisi orang islam? Terus apa kalian pura-pura nggak tahu gimana tanggapan PBB terhadap pembantaian di Palestina oleh kaum yahudi?

Kalo udah tahu, kemudian tengok gimana nasib orang-orang kafir di zaman Rasulullah dan para sahabat. Beda 180 derajat. (kalo ga tau cari di google)

Indonesia bukan negara islam. Terus negara islam itu dimana? Kalo di peta dunia nggak ada satu negara pun yang bernama Islam, lantas mau ditegakkan dimana agama Islam yang diridhai oleh Allah ini? Kalo nggak ada negara bernama islam, berarti seluruh muslim di dunia harus tunduk ke pemerintah dan sistem kafir gitu?

Gini aja deh, buat penutup saya tanya lagi. Indonesia ini ciptaan siapa? Lebih luas lagi, dunia ini ciptaan siapa? Pertanyaan ini khusus umat muslim indonesia yang masih mengatakan "Indonesia bukan negara Islam, kalo mau pake hukum islam, jangan di Indonesia"
Andre Tauladan

Jumat, 08 Agustus 2014

Korban Tradisi

Saya ingin menceritakan sebuah kisah tidak nyata.

Di sebuah kampung ada seorang anak yang sangat hebat main bulutangkis. Pukulannya bagus, keras, akurat, gerakannya lincah, dan staminanya kuat. Anak ini dilatih oleh orang tuanya sendiri. Sementara orang tuanya tidak pernah mengikuti kejuaraan bulutangkis. Selama ini dia juga hanya bermain bulutangkis di kampungnya. Rupanya orang sekampung itu juga tidak ada yang tahu aturan bermain bulutangkis. Saya ambil contoh, dalam permainan mereka biasanya servis tidak diharuskan menyilang. Mereka terbiasa dengan peraturan ini DARI DULU.

Singkat cerita, si Ayah ingin mengikutsertakan anaknya dalam sebuah pertandingan. Dengan penuh percaya diri dia mendaftarkan anaknya pada sebuah kompetisi tingkat kabupaten. Didaftarkanlah anak itu.

Hari pertandingan tiba. Si Anak sesuai dengan kebiasaannya melakukan servis dengan arah yang bebas, tidak selalu menyilang. Dia pun kalah karena banyak servis yang keluar. Sang Ayah akhirnya protes ke panitia. Dia marah sambil mengatakan "Saya di kampung dari dulu juga servis itu arahnya bebas!". Panitia menjawab "Tapi Pak, aturan yang benar itu ya servisnya harus menyilang. Itu sudah ada dalam buku peraturan bulutangkis internasional". Si Ayah malah menjawab "Heh, jangan suka ngerasa benar sendiri! Anda tidak menghargai jerih payah anak saya berlatih selama ini!". Akhirnya dengan tidak bisa menerima kekalahan, si Ayah pun pulang. Sejak saat itu si Ayah tidak mau mengikutsertakan anaknya dalam kejuaraan di luar kampungnya. Dan si Anak pun hingga dewasa hanya menjadi JAGO KAMPUNG saja. Dengan aturan permainan yang salah.

Pada akhirnya, sebuah usaha itu harus disertai dengan pengetahuan tentang aturan yang berlaku. Usaha si Anak dalam berlatih bulutangkis memang membuatnya menjadi orang yang hebat dalam bulutangkis. Namun sayang, karena tidak tahu aturan akhirnya kehebatannya pun tidak ada artinya.

Begitulah ceritanya. Sekali lagi, kisah ini tidak nyata. Hanya untuk diambil hikmahnya saja. Tentunya oleh orang yang pikirannya terbuka, bukan yang kampungan.

Andre Tauladan

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates