Tampilkan posting dengan label humanity. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label humanity. Tampilkan semua posting

Senin, 08 Juni 2015

Indonesia, ISIS, dan Rohingya

Sobat, apakah pernah menemui fenomena lucu ketika seseorang rumahnya kemalingan, lalu polisi datang untuk membantunya tapi dia menolak kedatangan polisi, kemudian dia mengeluh di sosmed bahwa polisi tidak berguna dan tidak mau membantu? Atau seseorang yang pesan pizza ke sebuah restoran, tapi ketika pizza diantar ke rumahnya ia mengusir sang pengantar, lalu dia ngeluh di sosmed bahwa restoran tersebut pelayanannya buruk?

Saya baru saja menemui orang seperti itu. Entah karena dia kurang berfikir atau memang kebenciannya terlalu tinggi. Namanya Zahran Fahru Rizal. Berdasarkan bio di twitter, dia adalah salah seorang anggota FLP. Dalam sebuah  situs "islami" dakwatuna ia menulis sebuah artikel dengan judul "Indonesia, ISIS, dan Manusia Perahu Rohingya". Dilihat dari kontennya saya anggap dia tidak paham betul tentang apa yang dia tuliskan. Bagaimana tidak? Hampir satu tahun ISIS membubarkan diri tetapi masih saja ada orang seperti dia yang menyebutkan ISIS. Seperti orang yang sedang mengkritik sebuah masakan dari restoran yang sudah tutup.

Sekedar info nih buat sobat sekalian. ISIS sudah bubar sejak 1 Ramadhan 1435 H. Dulu memang namanya ISIS ada "Iraq and Syiria"-nya. Tapi sekarang sudah menyebar hingga ke Filipina, Libya, Yaman, Mesir, Aljazair, dan beberapa wilayah lain. Jadi, jangan katro ya!

Oke, sekarang saya bahas kenapa mas Zahran itu seperti orang linglung. Bagi anda yang punya televisi, bisa baca koran, atau mampu mengakses internet pasti tahu betul bahwa keberadaan IS (ISIS) sangat ditolak oleh masyarakat dunia. SANGAT! Di Amerika, Jerman, Belanda, dan negara kafir lainnya termasuk Indonesia faham IS ini SANGAT ditentang. Ketika IS ingin menyebarkan pasukannya ke Yordania, Yaman, atau beberapa wilayah di Irak, pemerintah setempat berusaha sebisa mungkin untuk melawannya. Intinya, peyebaran IS ini SANGAT ditolak!

Jika mas Zahran sadar, bagaimana mungkin IS mau membantu pengungsi Rohingya yang ada di perairan Indonesia, Malaysia, Ausralia dan sekitarnya, jika keberadaan mereka bahkan fahamnya saja ditolak? Logika mas Zahran ini seperti apa yang saya sebutkan di awal tulisan ini. Menolak bantuan, tapi menuduh tidak dibantu. Mungkin mas Zahran ini kurang update tentang berita ketika IS memasuki kota Mosul dan membebaskan ratusan tahanan muslim sunni yang dipenjara oleh pemerintah Syi'ah. Lalu dimana anda dan organisasi FLP anda? Hehe... Mungkin anda juga tidak sempat mencari info tentang rakyat Suriah dan Irak yang dibombardir oleh koalisi salibis, lalu IS melakukan pembalasan terhadap tentara salibis itu. Saya tanya lagi, di mana anda dan FLP anda?

Yah, mungkin anda juga sudah merasa menjadi pahlawan dengan menyalurkan sumbangan dari para dermawan (bukan uang anda sendiri). Sehingga anda merasa pantas untuk menuntut IS yang rela mengorbankan harta bahkan nyawa mereka demi tegaknya syari'at islam di wilayah yang dikuasainya. FYI, Khilafah akan tetap tegak baik dengan atau tanpa sampean. Jangankan hanya kritik kecil dari anda, serangan koalisi salibis yang terdiri dari 60 negara hingga saat ini tidak mampu menghancurkan khilafah. Ah... anda lupa ngaca ya?

Oh ya, anda juga menanyakan sesuatu yang sebenarnya sudah ada jawabannya jika anda rajin mencari. Di mana kedudukan IS dalam membela rakyat Palestina? Saya minta anda buka peta, lihat di mana posisi Gaza, Palestina, dan Irak. Sebelum anda menuntut IS untuk membantu rakyat Palestina, anda sebaiknya menuntut pemerintah Yordania untuk memberikan akses bagi IS untuk bisa lewat dan melakukan penyerangan ke Gaza. Lalu, sebelum mas nuntut IS sebagai Khilafah Islamiyah untuk membantu pengungsi Rohingya di Indonesia, mas nuntut dulu ke pemerintah Indonesia untuk mengizinkan IS untuk menguasai Indonesia. Gitu aja ya mas Zahran! Oke!?

Yah, lain kali cobalah buat artikel yang lebih logis ya mas! Jangan seperti orang linglung.

Andre Tauladan

Minggu, 08 Februari 2015

TIDAK PUNYA MALU! Obama Sebut ISIS biadab Padahal Amerika lebih BIADAB!

Presiden AS Barack Obama tidak punya malu dengan menyebut 'biadab' atas pembakaran terhadap pilot Yordania yang dilakukan oleh IS. Pasalnya, IS hanya membakar 1 orang pilot, itupun dilakukan atas kesalahannya sendiri karena terlibat perang dan dia sudah membunuh banyak warga sipil di Suriah.

Namun Obama menutup mata atau mungkin hilang ingatan atau terjadi kesalahan pada otaknya sehingga tidak mampu mengingat peristiwa beberapa tahun silam yang dilakukan oleh tentara AS terhadap warga sipil di Irak. Berikut ini hasil pencarian saya di google dengan kata kunci "Fosfor Falujah 2004"
Dari lihat.co.id
3. Washington Menyerang Warga Sipil Irak dengan Fosfor Putih (2004)

Pada tahun 2004, wartawan-wartawan yang bekerja dengan militer AS di Irak mulai melaporkan penggunaan “Fosfor Putih” di kota Fallujah terhadap pemberontak Irak.
Pertama-tama militer berbohong dan mengatakan bahwa itu hanyalah penggunaan fosfor putih untuk membuat smokescreens (tabir asap) untuk menerangi target. Tapi akhirnya mereka kemudian mengakui telah menggunakan bahan kimia yang mudah menguap sebagai senjata.
Pada saat itu, penyiar televisi Italia RAI, menayangkan sebuah dokumenter berjudul, “Fallujah, The Hidden Massacre”, termasuk bukti rekaman video dan foto-foto suram yang sangat menyedihkan, serta wawancara saksi mata dengan para penduduk Fallujah dan juga tentara AS.
Para saksi mata telah mengungkapkan bagaimana pemerintah AS tanpa pandang bulu menghujani “api kimia berwarna putih” yang turun di kota-kota Irak dan membuat para wanita dan anak-anak meleleh sampai mati!
Bahkan, peristiwa tersebut telah dibuat film dokumenternya dengan judul "Fallujah, The Hidden Massacre".
Jika masih kurang sumbernya, berikut ini tambahan dari wikipedia.

Obama juga rupanya amnesia tentang serangan drone yang dilakukan Amerika di Pakistan sejak 2004. Serangan itu terus berlanjut sampai tahun 2014, artinya dia juga terlibat. Jumlah korban meninggal dalam serangan drone yang dilancarkannya itu hingga Oktober 2014 terhitung 2.379 orang. Serangan yang katanya ditargetkan terhadap 'teroris' di negara itu ternyata hanya membunuh 84 'teroris', jadi sisanya adalah 2295 orang yang meninggal adalah warga sipil. (sumber : RT.com)

Begitulah perilaku Obama, TIDAK PUNYA MALU!

  • Pemerintah AS tanpa pandang bulu menghujani “api kimia berwarna putih” yang turun di kota-kota Irak dan membuat para wanita dan anak-anak meleleh sampai mati! (Fallujah)
  • Serangan drone membunuh 2.295 warga sipil di Pakistan. (RT)
BIADAB
Andre Tauladan

Kamis, 06 Maret 2014

Pelawak Legendaris Jojon Meninggal Dunia

Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun.
jojon meninggal dunia

Kamis (6/3) menjadi hari duka dunia lawak / komedi Indonesia. Pasalnya, pelawak legendaris Jojon telah meninggal dunia. Pelawak bernama asli Djuhri Masdjan ini dikabarkan wafat karena sakit. Saat ini jenazah masih berada di RS di Jakarta Timur. Rencananya akan dimakamkan di Kebon Pedes Bogor, Jawa Barat. Dilihat dari berbagai sumber nampaknya berita kali ini benar. Jojon juga pernah diisukan meninggal dunia pada tahun 2010, tapi itu ternyata hanya isu belaka.

Jojon adalah seorang pelawak legendaris Indonesia dengan ciri khas penampilan bergaya nyentrik. Dia biasa tampil dengan celana menggantung dan kumis pendeknya yang mirip Charlie Chaplin.  Jojon mulai terkenal saat dia membentuk sebuah grup lawak bernama Jayakarta. Grup ini tadinya beranggotakan lima orang. Namun setelah kepergiannya kini, satu-satunya (mantan) anggota yang tersisa adalah H. Cahyono yang kini menjadi pemuka agama.
Andre Tauladan

Rabu, 20 Maret 2013

What Drives People to Embrace Islam??


He is a poor Muslim fruit seller and she is an old Buddhist grandma

Pictures such as this are rarely seen today. Those who gain from division in Sri Lanka often ignore these. We ask every Sri Lankan to love and respect each others differences, build a Sri Lankan identity and shows the world that how we should no longer fall for divisional tactics, used by those who gain from keeping us divided.

Habituated to the local conditions in various ways the Muslims contributed extensively with their talents, wealth, and assisted to the development and progress of the country in a peaceful and comfortable manner, integrating with the society & blending with the local environment.

Inspired by the Islamic teaching of Islam and Prophet Muhammad PBUH to respect the elders, today this Gentleman has showed that in his action. It was due to nurturing such traditions that the Sinhala locals developed an immense trust in Muslim moors.

This gentleman conveys two Great message to the Entire muslim Ummah.

1. The real beauty that is evident to anyone is inner beauty. If the inside is beautiful, it beautifies what is outside. How many of us have met people whose inner light shines through? The Prophet Muhammad SAW describes a “seemingly disheveled, dusty, negligible person, but if he would swear to God, He would respond to him,” (Tirmidhi). These are the people of true beauty to Allah (swt) because of the beauty in their hearts. They are a people who love to spend time with Allah, and if they are with people, they are in their service. let us beautify ourselves inwardly by adorning ourselves with God- consciousness and good manners.

2. Imam Ahmad, Al-Hakim and Al-Tabarani reported that ‘Ubada bin Al-Samit stated that the Messenger of Allah (PBUH) said: ‘Whoever does not respect our elders is not one of us.’ Another version reported: ‘Whoever does not respect our elders, is not compassionate to our youth, and does not give our scholars due honour, he is not one of us.’

An interesting story in this regard happened among three Muslim scholars. TheY were Ahmad bin Omar bin Suriah, Mohammad bin Dawood Al-Zaheri , and Linguist Naftawih. They were walking along together when they came to a very narrow passageway, and each wanted the other to go ahead. Ibn Suraih said, ‘A narrow street brings ill manners.’ Ibn Dawood responded, ‘Though it points out status.’ Naftawih said, ‘When friendship prevails, formalities disappear.’ The story does not tell who went ahead of the others, but it is likely that it was Ahmad bin Suriah since he was a judge and a prominent Imam at the time and ranked above his two companions. He may have said ‘A narrow street rings ill manners’ apologizing out of politeness for going ahead.

He could not have said it if any of the two moved ahead since that would have been impolite. There is a possibility that Naftawih went ahead since his words could be an apology for doing that since he is the least ranked. It is just wonderful to see such perfect behaviour and nice apologies.

Do not walk in front of elders unless you have to show the way.
Andre Tauladan Mohammed Jehan Khan

Predator Drones: Obama's weapon of choice

drone strike

The use of predator drones under the Obama Administration in Muslim lands, especially, Afghanistan, Pakistan, Iraq, Yemen and Somalia has increased dramatically. According to Slate.com, Obama used drone strike 5 times as much as President George Bush numbering over 300 bombings under his administration. In some case, the 24/7 presence of drones flying over communities has severely increased the level of psychological disorders, traumas and anxiety for those living in targeted regions. The fear of these drones stem from the terror they inflict on mostly women and children without prior warning. A 2012 report entitled, “Living under Drones,” (published jointly by the NYU School of Law and Stanford School of Law) described the “deaths, injuries and trauma” of people living in areas that are targeted by drones. It also discusses the use of "double tap" strikes, where a drone strike is followed by a secondary attack, which kills those that attempt to rescue those that fall victim to these deadly attacks.

A drone is an expression of human will, the expression of a borderless world where life and death sits in the hands of a decision making hierarchy that will never be touched by a drop of blood, never see a parent’s tear, never understand what war is. - Gordon Duff

Andre Tauladan | We, the Revolutionaries of this Ummah

Rabu, 05 Desember 2012

Dunia Olahraga Indonesia

medali atlet renang

Mumpung lagi panas nih... Berita tentang parahnya dunia olahraga Indonesia.
Dua berita yang pernah saya baca baru-baru ini dan beberapa berita yang pernah saya baca beberapa bulan yang lalu akan saya jadikan acuan. Semoga bisa jadi masukan untuk pemerintah atau lembaga terkait, untuk kondisi dunia olahraga Indonesia. Kalo mau.

Berita tentang meninggalnya Diego Mendieta karena penyakit yang banyak diderita oleh orang-orang kurang gizi, adalah berita miris yang membuat malu nama Indonesia di mata dunia karena Diego adalah pemain bola asal luar negri. Dengan permintaan terakhir yang sangat memprihatinkan, Diego Mendieta meminta tiket pulang saja. Sedangkan berita tentang parahnya perhatian pemerintah terhadap atlet nasional sudah banyak beredar. Yang paling baru adalah tentang nasib mantan juara perahu naga yang akhirnya menjadi buruh cuci. Masih banyak lagi cerita tentang atlet sengsara yang bertebaran di google.

Begitulah Indonesia, perhatian pemerintah hanya ada ketika para atlet itu sedang 'di atas' agar terlihat bahwa pemerintah juga memerhatikan atlet. Ya, pemerintah tidak pernah sungguh-sungguh memerhatikan atlet, padahal mereka juga termasuk pahlawan lho.

Berita-berita seperti itu membuat kesan keolahragaan indonesia semakin buruk. Tambah lagi kebiasaan pemerintah indonesia yang suka ambil enaknya saja. Bukan rahasia lagi bahwa kebanyakan pemerintah daerah suka menggunakan atlet sewaan menjelang kompetisi nasional. Misalnya atlet dari Provinsi Jabar bisa mewakili Jatim di PON. Atau naturalisasi menjelang kompetisi yang melibatkan beberapa pemain asing yang di WNI-kan.

Ah.. saya mah bukan siapa-siapa, omongan saya mah nggak akan dianggap sama orang lain, gini aja,  saya sisipkan link berita-berita tentang dunia olahraga Endonesah...

Dan seabreg link lainnya. 

Tapi jangan terlalu pesimis, ada juga pemerintah yang ingin terlihat peduli pada atletnya.
Bupati Banyumas membolehkan atlet sekolah gratis
Duh, ada banyak nih di sini 'perhatian baik' dari pemerintah

Dan berita tentang atlet yang tidak mendapat perhatian pemerintah tidak hanya di Indonesia kok. Jadi pemerintah Indonesia bisa punya alibi "Wong negara lain juga sama kok"
China nggak peduli sama atlet
yah,, saya cuma nemu satu sih.. xixixi
Andre Tauladan

Senin, 03 Desember 2012

Keh3b4tan anAk 4LaY

Hehe... sekali-sekali bikin postingan tentang alay nggak apa-apa kan? Ini bukan fenomena baru lho, tapi memang belum berakhir fenomena seperti ini, jadi tidak ada salahnya mengulas topik tentang 4laY-isme. ^__^

Berbicara tentang alay, berikut ini saya kutip beberapa definisi alay menurut para ahli, saya ambil dari kompas ya. :)

Menurut Koentjara Ningrat:

“Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya. Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar”

Menurut Selo Soemaridjan:

“Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa lebih keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu.”

Menurut pakar psikologi Septiani Sanusi, fenomena alay yang terjadi di kalangan ABG sekarang adalah sesuatu yang normatif dalam sudut pandang psikologi.

“Usia praremaja dan remaja adalah usia di mana mereka sedang senang-senangnya bereksperimen dengan banyak hal baru, terutama yang bisa dianggap lucu, aneh, mengagumkan, membingungkan, serta memiliki rahasia yang hanya dipahami kelompoknya. Mereka (ABG) masih dalam proses pencarian jati diri, dan mereka secara alamiah akan berubah dengan sendirinya ketika mereka telah dewasa,” ujarnya.

Sedangkan menurut Erin Myers (psikolog Universitas Western Carolina University), “Spesies alay adalah kumpulan anak-anak yang memiliki ciri khas di luar kebiasaan orang normal. Gaya busana pun serampangan, sehingga acap kali bertabrakan dari baju dan celana. Tak hanya itu, komunitas alay pun identik dengan foto-foto dari sisi yang tak jelas.”(lham, Kompas)
Sekarang coba periksa diri sendiri, apakah anda termasuk dalam 'spesies' 4LaY atau bukan? Jika iya, sebaiknya segera 'bertobat' atau 'berobat' agar ke-alay-an itu segera lenyap dari diri anda. Mengapa alayisme harus dilenyapkan dari muka bumi? Karena keberadaan sifat alay benar-benar sangat mengganggu kehidupan orang normal. Contoh simplenya adalah dalam penulisan sms, ketika orang alay mengirimkan sms kepada orang normal, maka orang normal itu setidaknya membutuhkan waktu dua kali lebih lama dari pada membaca sms dari orang normal juga. Itu hanya salah satu contoh, banyak kerugian yang disebabkan oleh orang alay, anda bisa baca di Kompasiana.

kondisi alay

Nah sekarang kita masuk topik utama. Keh4b4tan anAk 4LaY. Ada beberapa 'kehebatan' dari mereka yang tidak bisa dipungkiri. Kehebatan mereka adalah :
1. Mereka punya kemampuan otak yang bagus. Iya kan? mereka bisa dengan lancarnya membaca tulisan kombinasi huruf kapital dan huruf kecil, angka, dan simbol. $ep3Rti tuLi$4n iNi. Selain lancar membaca, mereka juga lancar menulisnya. Karena kalo smsan sama anak alay, mereka bisa membalas sms secepat kilat, tentunya dengan ragam tulisan khas mereka. Namun kehebatan ini selalu mereka gunakan hingga bisa membuat guru marah ketika anak-anak alay ini mengisi soal ujian dengan tulisan 4LaY.
2. Mereka punya komunitas yang besar. Jumlah anak alay saat ini bisa dianggap lebih banyak daripada anak normal. Jika dilihat dari profil facebooknya, misalnya di fanspage tertentu, contohnya komunitas jempolers, perbandingan posting anak alay dibanding anak normal bisa dibilang 80 : 20. haha. (perhitungan asal tebak, kalo mau pasti, itung aja sendiri, males gue ngitung ratusan orang). Tentang kehebatan ini, masalahnya adalah kalo ada orang tua punya empat anak, berarti 3 orang anaknya adalah alay, bisa repot nih orang tua. Pas sms anaknya "lagi di mana nak?" anaknya jawab "uggiiee cmma tmmuunddhh".
3. Mereka ini lebih kuat mental daripada motivator. Mario Teguh, motivator nasional yang sangat super, sangat tidak suka sama orang alay, dalam satu kontes, beliau memberikan beberapa syarat, salah satunya adalah dilarang menggunakan nama alay. Orang-orang normal yang berteman dengan orang alay di facebook biasanya nggak akan bertahan lama, kalo ada teman alay di fesbuknya dan membuat status galau khas mereka dengan intensitas tinggi (semenit dua kali misalnya), maka orang itu akan segera menghapus orang alay itu dari daftar teman facebooknya.
4. Orang alay tingkat percaya dirinya tinggi. Kalo orang normal sih biasanya yang wajahnya pas-pasan suka minder, jarang mereka pasang foto asli. Tapi kalo orang alay, walaupun wajah mereka dibawah pas-pasan, mereka biasanya punya ratusan atau ribuan foto di album facebooknya. Hal ini pula yang menjadi alasan bagi orang normal untuk meremove orang alay. xixixi.

Kehebatan-kehebatan orang alay yang saya tuliskan di atas adalah pendapat saya pribadi. Saya telah meremove banyak teman alay dari facebook saya gara-gara saya tak sehebat mereka. wakakaka... udah ah...

eh tambahan nih,, buat yang pengen liat yang alay2.. saya tambahin gambarnya eeeaaa????
$3lenGk4pnya c4Ri d1 go06l3. :p

Andre Tauladan

Senin, 26 November 2012

Save Gaza Jika Anda Punya Hati

 Gaza, Palestina.

Kepulan asap dari gedung-gedung yang terbakar menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga Gaza sejak dilancarkannya serangan oleh tentara Zionis Israel. Ya, itu terjadi di Gaza beberapa hari yang lalu. Saat ini sudah disepakati oleh kedua belah pihak untuk melakukan gencatan senjata. Walaupun begitu, kita tidak bisa melupakan begitu saja insiden berdarah itu. Puluhan orang syahid diantaranya anak-anak.

Mereka penduduk Gaza, tidak ada hubungan darah dengan kita orang Indonesia. Kenyataan itu membuat sebagian orang Indonesia tidak peduli terhadap mereka. Salah satunya ada di Facebook. Sebuah akun bernama Ular Berbisa memposting gambar bertuliskan "Ular Berbisa lagi sibuk, nggak ada waktu buat ngurus Gaza". Sebuah pernyataan egois yang langsung membuat saya panas hati. Tanpa fikir panjang saya komen di posnya. Dia terus menjawab dengan kegoisannya hingga akhirnya saya berhenti mengomentari ocehannya yang tidak berkualitas.

Mungkin Ular Berbisa hanya satu dari banyaknya orang Islamphobia atau bahkan muslim munafik yang tidak peduli terhadap kondisi Gaza. Mereka saya anggap sebagai orang yang tidak punya hati. Andai saja kejadian seperti itu menimpa keluarga mereka, atau diri mereka sedangkan orang lain tidak ada yang peduli, mereka akan merasakan bagaimana penderitaan saudara kita di Gaza. Mungkin saudara kita di Gaza lebih 'menikmati' penderitaan yang mereka rasakan, karena mereka memiliki keyakinan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Sedangkan orang-orang islamphobia, disaat menderita mereka hanya akan merasakan penderitaannya.

Bantu Gaza

Bagi para orang awam yang kemudian setuju untuk 'save gaza' muncul pertanyaan baru, bagaimana caranya? Ada banyak cara untuk membantu meringankan beban saudara kita di Gaza, seperti halnya saudara kita di tempat lain, antara lain :
  • Memberikan bantuan berupa uang.
  • Merupakan kebiasaan bagi masyarakat kita, khususnya mahasiswa, mengadakan acara pengumpulan dana bagi korban bencana alam di suatu daerah. Dengan adanya kebiasaan itu, seharusnya 'orang-orang baik' yang biasanya mau untuk menyumbang korban bencana juga mau untuk menyumbang untuk membantu penduduk Gaza. Namun kenyataannya sering berbeda, dengan dalih "Untuk apa membantu yang jauh, yang dekat saja banyak yang perlu bantuan" mereka enggan untuk menyisihkan uang mereka untuk membantu penduduk Gaza.
  • Memberikan bantuan dengan tenaga / fikiran
  • Salah satu cara yang sering dilakukan oleh massa, adalah dengan melakukan demonstrasi atau aksi damai. Perlu dibuat strategi atau perencanaan yang matang agar aksi tidak sekedar menjadi aksi, atau demonstrasi berakhir ricuh yang merugikan banyak pihak. Tidak jarang demonstrasi yang dilakukan oleh ormas, mahasiswa atau pun kelompok massa lainnya yang awalnya berlangsung damai akhirnya ricuh. Hal ini terjadi karena adanya pihak yang memprovokasi dan pihak yang bisa diprovokasi. Dalam suatu aksi yang diperlukan adalah kualitas massa bukan kuantitas. Karena walaupun dilakukan oleh 30 - 50 orang, jika berkualitas hasilnya akan jauh lebih baik daripada 300 orang yang tidak berkualitas. Selain itu semakin banyak jumlah massa maka semakin sulit juga mengorganisir satu per satu.
  • Membantu dengan do'a
  • Do'a adalah senjata orang mu'min. Dengan mendoakan sesama muslim maka kita juga turut membantu. Tentu bukan sekedar doa, melainkan doa yang dipanjatkan sepenuh hati, seolah nasib itu menimpa kita sendiri dan kita ingin segera lepas dari penderitaan yang dirasasakan saudara kita di sana.
  • Membantu dengan memperbaiki diri kita sendiri
  • Mungkin ini aneh, membantu orang lain tetapi yang diubah adalah diri sendiri. Tetapi tidak aneh jika kita berfikiran untuk bisa membantu mereka secara langsung di TKP. Saya yakin sebagian dari kita kesal, marah, berang dan ingin ikut menghabisi tentara israel. Tetapi apa bekal kita? Tentara HAMAS adalah tentara pilihan, mereka taat beribadah, memiliki fisik dan mental yang kuat. Kita tidak tahu sampai kapan penjajahan Israel atas Palestina akan berlangsung. Seandainya seluruh negara sekuler dan anti islam membantu Israel, maka saat itu umat muslim di seluruh dunia juga harus menolong rakyat Palestina. Dan disaat itu terjadi dengan kondisi yang telah siap, maka kita akan bisa membantu mereka dengan maksimal
Andre Tauladan

Senin, 07 Mei 2012

Ucapan Selamat Yang Jadi Sampah

baliho aher ahmad heryawan
Sebuah baligo berisi ucapan selamat untuk gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menuai kritik dari salah seorang warga. Dari sebuah stasiun radio, seorang penelpon menyampaikan keresahannya atas banyaknya baliho di pinggir jalan yang berisi tulisan yang mengandung pujian untuk Aher (Ahmad Heryawan). Terlepas dari status warga itu apakah sebagai simpatisan 'lawan main' Aher atau bukan. Yang pasti dengan adanya satu baligo lagi di tepi jalan raya, semakin menambah satu calon sampah.

Entahlah, saya sendiri memang sentimen terhadap berbagai media reklame yang isinya berkaitan dengan 'wakil rakyat', baik itu pemimpin daerah maupun anggota dewan. Jadi dengan adanya protes dari warga Jawa Barat melalui radio itu saya pribadi menyetujuinya. Saya rasa tidak perlu adanya ucapan selamat atau dukungan untuk seseorang itu disampaikan atau ditampilkan melalui media reklame, walaupun media itu dibuat dengan dana pribadi, apalagi jika menggunakan dana rakyat. Karena selain mengganggu penglihatan, juga bisa dinilai sebagai curi start kampanye, berhubung masa jabatan Kang Aher sebagai gubernur tidak lama lagi.

Bentuk dukungan yang real itu terlihat dari antusiasme dan kepuasan rakyat Jawa Barat terhadap pemimpinnya. Jika rakyat masih terlihat tidak puas, berarti dukungan atau ucapan selamat atas 'kesuksesan' seorang pemimpin itu ucapan kosong belaka. Karena pada kenyataannya pemimpin itu tidak sukses memberikan kepuasan kepada rakyatnya. Memang susah untuk memuaskan rakyat, karena keinginan mereka berbeda-beda. Namun jika dilihat dari persentase lebih banyak mana yang puas dan yang tidak, maka bisa diambil kesimpulan.

Tulisan ini tidak berkaitan dengan partai politik tertentu, bukan maksud saya menjelek-jelekkan Kang Aher, tapi kebetulan karena saya tinggal di Jawa Barat, saya ada di wilayah Kang Aher. Tulisan ini ditujukan untuk semua pemimpin daerah. Semoga ada pelajaran yang bisa diambil dari tulisan ini.

Sabtu, 24 Maret 2012

Tuhan Sembilan Centi - Taufiq Ismail

tuhan sembilan centi
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita

Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di restoran di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok, bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil 'ek-'ek orang goblok merokok, di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al hawwa'i. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Kamis, 16 Februari 2012

Muslims Should Stop Consumerist Lifestyle

consumerism madness

RESPECTED BROTHERS & SISTERS IN ISLAM.
ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI TA'ALA WABARAKATUH.

LET US BE GRATEFUL TO ALLAH THE ALMIGHTY….

Have you noticed in your part of the world that whenever there’s time of an impending festive season, hypermarts & departmental stores will be pushing their sales at us?. Advertising is everywhere. There if a frenzy to buy, buy, buy. Let’s realize that this is not a spiritual way of life. It’s not an appropriate lifestyle for someone who is dedicated to God. The consumerist madness is a deception. There’s no joy or peace attached to it. It’s a shallow illusion.

Look at what society has done to itself in the name of consumerism.

We Muslims fall prey to the same consumerist lifestyle. Sometimes the holy month of Ramadan becomes a month of shopping, sleeping and binge eating, Astaghfirullah Alazeem!

Let us – Muslims, not follow this path. Let’s hew to a way of sacrifice, zakat (purification), sadaqah (charity), zuhd (giving up material luxury). We don’t have to be monks, but we must focus on the things that matter: faith and family.

There are movements that advocate a simple living, back-to-nature, low-impact lifestyle. In Islam this is called zuhd, which could be translated as detachment or asceticism. Zuhd is a choice that a person makes to give up the hunger for material possessions and transgressive carnal experiences, and live a simple lifestyle dedicated to God.

That’s what we need.

The faith in our hearts is more important than the brand name of the clothes we wear. Where our feet carry us – to someplace good or bad – is more important than the cost of our shoes. The sincerity in our hearts is more important than any gift. May Allah help us to see what is important in life.

The Enjoyment of Delusion

If you visit the your shopping malls at say..Christmas time, and read the news stories of people lining up from the night before and huddling in sleeping bags in order to buy the latest gadgets, then trampling each other in the rush; if you turn on the TV to the usual Christmas comedies and “Frosty the Snowman” cartoons, you see that God has been forgotten, and has even become taboo. It’s not politically correct to speak of God. Just watch what we broadcast, be hypnotized by our Christmas elevator music, buy and forget…

ALLAH THE ALMIGHTY says about this:
“Know that the life of this world is but amusement and diversion and adornment and boasting to one another and competition in increase of wealth and children – like the example of a rain whose [resulting] plant growth pleases the tillers; then it dries and you see it turned yellow; then it becomes debris. And in the Hereafter is severe punishment and forgiveness from Allah and approval. And what is the worldly life except the enjoyment of delusion.” – (Noble Quran, Surat Al-Hadeed, 57:20)

This theme is struck repeatedly in the Noble Qur’an. The amusement and adornment of the dunya is an illusion that dries up and crumbles like a corn stalk, and becomes dust. It is empty, the enjoyment of delusion. Wow. That phrase, “enjoyment of delusion”, makes me think of a madman alone in a room, tied in a straight jacket, engaged in a pleasant delusion playing only in his mind.
I know people who have a bedroom devoted to all the junk that they have bought but do not use. They never enter that room and the door is kept locked. Isn’t that a kind of mental illness?

Gratitude

How do we resist the onslaught of the season? How do we remember ALLAH THE ALMIGHTY?

The greatest tool in our toolbox is gratitude. By looking at what we’ve been blessed with, our hearts become content. Socrates commented that contentment is natural wealth, while luxury is artificial poverty.

Contentment does not mean complacency or passivity; it refers to a state of awareness of our blessings, and gratitude for the smallest to the greatest provisions – the tiniest cells in our bodies, to the grand earth itself.
Let’s become aware of what we have: the food on our plates, our ability to see and hear, the love and health of our families, sanity, intelligence, knowledge… these things are huge. When we open our eyes and start to see, then we become content and happy, and we see how meaningless are things are like big-screen TVs, the latest smartphone, or another new dress.

Let’s remember Allah the Eternal, and think of our aakhirah (hereafter). While others are are hungering for more, let’s be grateful for what we have, and give.

It’s liberating to ignore the sales and seasonal hype. When we abandon the idea of acquiring goods, and instead focus on giving, we dump the whole propaganda machine on its head. We change everything. While the frantic buying of “stuff” makes us forget Allah, gratitude brings us back to Him. That’s why ALLAH THE ALMIGHTY brings together gratitude and remembrance of HIM:

“So remember Me; I will remember you. And be grateful to Me and do not deny Me.”
- (Noble Quran, Surat Al-Baqarah, 2:152)

Being grateful to ALLAH THE ALMIGHTY means that our hearts become filled with love for Him; our bodies are obedient to Him; our tongues praise Him; we receive His favors with humility; we thank Him for everything we have received; and we use what He has given us for good. We could never repay ALLAH THE ALMIGHTY. The least we can do is thank him.

By being grateful and separating ourselves from the consumerist craziness, we set an example of how to live without avarice. We free our spirits, remove a burden from our backs, and shine a light for ourselves and others.

SUBHANALLAH! ALHAMDULILLAH! WALA ILAHA ILLALLAHU ALLAHUAKBAR!!!
andretauladan | HonestThumbTack

Rabu, 15 Februari 2012

Don't Vaccine Your Kids

dont vaccine your kidsEXPERT Pediatrician Exposes Vaccine Myths - SCIENTIFIC justification as to why you need to seriously RECONSIDER the wisdom of choosing vaccines as an option to prevent against most diseases.

“… in my research of the vaccines, and of the basic microbiology and virology that we’re trained to know in our medical training, I CANNOT understand how a vaccine with a virus can be safe.”

“There is a scientist named Boyd Haley, who has actually looked into some of the vaccine ingredients and (1) what happens to nerve cells when you inject them in the lab to specific vaccine ingredients, and (2) what happens to the nerve cells when you keep adding another vaccine ingredient.

We are NOT BEING TOLD a lot of important information, because most of the STUDIES that are done, are by the MANUFACTURERS of the vaccines themselves "and the studies don't hold up to the scientific standards"

Most pediatricians are indoctrinated to simply tell parents that anything related to a bad outcome from a vaccine is a mere COINCIDENCE. But how come there are so many of these “coincidences”?"



Doctors don't want to lose their practice, they don't want to lose face in the community or have their lives threatened by questioning the status-quo.
❤ MUST WATCH: http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2009/11/14/Expert-Pediatrician-Exposes-Vaccine-Myths.aspx


"It's Evil - Pharmaceutical Industry do nothing but ANNIHALATE the population purely for PROFIT". Dr. John Rengen Virapen, former Eli Lilly & Co executive who after 35 years of service decided to QUIT and speak out about Big Pharma's method for profit and the benefit of symptomatic diseases that people live with for the duration of their lives.
❤ WATCH: http://www.youtube.com/watch?v=s-8ItXRMPfA


ALL the Vaccines Are Contaminated - Every Last One of Them
"The chief, if not the sole, cause of the MONSTROUS INCREASE in CANCER has been VACCINATION" - Dr. Robert Bell, once Vice President International Society for Cancer Research at the British Cancer Hospital
❤ FYI: http://www.salem-news.com/articles/november292011/vaccines-contaminated-se.ph
p

andre tauladan | Nikki mackenzie

Minggu, 05 Februari 2012

Manusia harus mengasihi sesama makhluk Allah

humanity kemanusiaan
humanity kemanusiaan
humanity kemanusiaan
humanity kemanusiaan
humanity kemanusiaan

humanity kemanusiaan
humanity kemanusiaan
Cuma sebagian gambar-gambar tentang bagaimana seharusnya kehidupan manusia. Saya miris dengar informasi orang utan yang dibantai, pemenyembelihan sapi yang sadis, kucing yang disiksa, anjing yang diledakkan. Bukan hati manusia itu..

Jumat, 03 Februari 2012

Falling in Love: Allowed in Islam?

love allowed islam
Question: What does Islam say about falling in love? Is that allowed in Islam? If it is yes, how could we show that to the person we love without causing fitnah?

Answer: Islam teaches us to be truthful and realistic. Usually, we love for the sake of Allah and we hate for the sake of Allah. Islam teaches us that a male and female can build up a good relationship founded on marriage.

We do not say love is halal or haram because it is a feeling. Maybe it is not under control. You can judge what is under control. But people who fall in love are in many episodes away from the cleansed and pure atmosphere.
Marriages that are usually good and lasting marriages are those that start at the least affection. That affection grows after marriage and maybe it will grow until the couples continue their companionship at the Jannah.
If you have any affection towards a person, you should ask yourself: why do you like that person? If you have good Islamic, reasonable justification, then you need not tell that person of what you feel. However, you can make a serious plan to make him ask for your hand. If you want to know the meaning of fitna, a great part of it is what people nowadays call love or romance.

In this context, we’d like to cite the following fatwa that clarifies the Islamic ruling on falling in love:

“If we are speaking about the emotion which we call “love” then we are simply speaking of a feeling. What we feel toward a particular person is not of great importance, until our feeling is expressed in a particular action. Now if that action is permissible, then well and good. If it is forbidden, then we have incurred something that Allah does not approve of. If it is love between a man and a woman, the emotion itself is not the subject of questioning on the Day of Judgment. If you feel you love someone, then you cannot control your feeling. If that love prompts you to try to see that person in secret and to give expression to your feelings in actions permissible only within the bond of marriage then what you are doing is forbidden.”
Shedding more light on the issue in point we’d like to cite the words of Sheikh Ahmad Kutty, a senior lecturer and an Islamic scholar at the Islamic Institute of Toronto, Ontario, Canada. He states:
In Islam, it is not a sin if you feel a special affinity or inclination towards a certain individual since human beings have no control on such natural inclinations. We are, however, definitely responsible and accountable if we get carried away by such feelings and take specific actions or steps that might be deemed as haram (forbidden).
As far as male and female interaction is concerned, Islam dictates strict rules: It forbids all forms of ‘dating’ and isolating oneself with a member of the opposite sex, as well indiscriminate mingling and mixing.
If, however, one does none of the above, and all that he or she wants is to seriously consider marrying someone, such a thing itself is not considered haram. In fact, Islam encourages us to marry persons for whom we have special feelings and affinity.
Thus, Islam recommends that potential marriage partners see one another before proposing marriage. Explaining the reason for such a recommendation, the Prophet (peace and blessings be upon him) said: “That would enhance/foster the bonding.”
This permission notwithstanding, we are advised against getting carried away by merely the outward appearances of a person; these may be quite misleading. Marriage is a life-long partnership and a person’s real worth is determined not by his or her physical looks, but more so by the inner person or character. Hence, after having mentioned that people ordinarily look for beauty, wealth and family in a marriage partner, the Prophet (peace and blessings be upon him) advised us to consider primarily “the religious or character factor” over and above all other considerations.
Islam does not allow any illicit relationship between a man and a woman. Allaah has established marriage as the legitimate means for satisfying sexual desire, and through marriage a man and woman form a family based on the laws of Allaah, and their children are legitimate.
In Islam, there is no such thing as a girlfriend-boyfriend relationship. You are either married or you are not. To have a boyfriend or girlfriend, no matter the level of interaction and involvement, is completely haraam!
Contact between the sexes is one of the doors that lead to fitnah (temptation). Sharee’ah is filled with evidence which indicates that it is essential to beware of falling into the traps of the shaytaan in this matter. When the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) saw a young man merely looking at a young woman, he turned his head so as to make him look away, then he said:

“I saw a young man and a young woman, and I did not trust the shaytaan not to tempt them.” Narrated by al-Tirmidhi (885) and classed as hasan by al-Albaani in Saheeh al-Tirmidhi.
This does not mean that it is haraam for a man or woman to like a specific person whom he or she chooses to be a spouse, and feel love for that person and want to marry them if possible. Love has to do with the heart, and it may appear in a person’s heart for reasons known or unknown. But if it is because of mixing or looking or haraam conversations, then it is also haraam. If it is because of previous acquaintance, being related or because of hearing about that person, and one cannot ward it off, then there is nothing wrong with that love, so long as one adheres to the sacred limits set by Allaah.
Shaykh Ibn ‘Uthaymeen (may Allaah have mercy on him) said:
A person may hear that a woman is of good character and virtuous and knowledgeable, so he may want to marry her. Or a woman may hear that a man is of good character and virtuous and knowledgeable and religiously committed, so she may want to marry him. But contact between the two who admire one another in ways that are not Islamically acceptable is the problem, which leads to disastrous consequences. In this case it is not permissible for the man to get in touch with the woman or for the woman to get in touch with the man, and say that he wants to marry her. Rather he should tell her wali (guardian) that he wants to marry her, or she should tell her wali that she wants to marry him, as ‘Umar (may Allaah be pleased with him) did when he offered his daughter Hafsah in marriage to Abu Bakr and ‘Uthmaan (may Allaah be pleased with them both). But if the woman contacts the man directly or if the man contacts woman directly, this is may leads to fitnah (temptation).
Liqaa’aat al-Baab il-Maftooh
The permissible ways to get the one whom you loves are sufficient i.e
contact the wali or the gaurdian of the person whom you desire to marry, there is no need for haraam means, but we make it hard for ourselves and the shaytaan takes advantage of that.
Andre Tauladan | Tafrehmela

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates