Senin, 30 November 2015

Rehabilitation of the Disabled by The IS

[SyamToday] Daulah Khilafah Islamiyyah wilayah Jazirah merilis video “Rehabilitation of the Disabled” yang berisi program rehabilitasi bagi mujahidin Khilafah yang terluka dan cacat dalam pertempuran. Khilafah membiayai seluruh kesehatan dan kebutuhan dia dan keluarganya. Link video atau video








Andre Tauladan

Ini adalah suatu kewajiban!


mujahidin and wife
pic : https://www.artefactmagazine.com/2015/03/11/women-and-isis/
Saudaraku fillah, Allah telah menguji umat dengan berbagai berhala yang menjauhkan manusia dari Din yang haq, lalu Sunnah diabaikan dan bid’ah merajalela, dan panggilan fitrah telah diselewengkan dan Jihad fi sabilillah dianggap perbuatan konyol dan perjudian yang ceroboh di mata kebanyakan Muslim; dan setan dari kalangan manusia dan jin berkerumun di jalan yang akan dilalui seorang Muslim, untuk memalingkannya dari Jihad fi Sabilillah dengan berkata padanya, “Apakah engkau hendak pergi berjihad di Jalan Allah, sehingga membuat kamu terbunuh sia-sia? Atau membuat isterimu menjadi janda? Atau membuat anak-anakmu menjadi yatim? Kepada siapa nanti engkau akan ‘menitipkan’ isterimu yang cantik itu untuk dinikahi orang? Siapakah yang akan merawat ibumu yang sudah tua? Siapakah yang akan membesarkan anak-anakmu yang masih kecil? Siapakah yang akan menyantuni ayahmu yang sudah uzur? Dan bagaimana mungkin engkau mengabaikan pekerjaanmu, karirmu, bisnismu? Bagaimana mungkin engkau mengabaikan rumahmu yang megah?”

Tetapi jika engkau katakan pada mereka bahwa engkau pergi bukan untuk berjihad, tetapi engkau hendak pergi berlibur musim panas, atau mengambil beasiswa studi ke luar negeri, maka engkau akan menyaksikan wajah mereka cerah bersinar, dan mereka akan datang membantumu dengan waktu mereka, uang mereka, serta berbagai dukungan yang lain. Mungkin bahkan mereka menawarkan diri untuk menyertaimu.

“Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu Keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu….” (At Tawbah 42)

[ Dinukil dari Wahai orang-orang yang bimbang : ini adalah suatu kewajiban ! Abu Dujanah Al Khurosani ]
Andre Tauladan

Sedikit bercanda


pic : http://www.slideshare.net/khomsyasholikha/jangan-asal-bercanda
Umar berkata, ”Barangsiapa yang banyak tertawa maka sedikit kemuliaannya, barangsiapa yang bercanda maka dia akan diremehkan.”

Umar bin Abdul Aziz berkata, ”Bertakwalah kepada Allah dan waspadalah terhadap canda. Sesungguhnya canda dapat mewariskan kedengkian dan membawanya kepada keburukan.”

Imam Nawawi di dalam kitabnya itu mengatakan bahwa para ulama berkata, ”Sesungguhnya canda yang dilarang adalah yang kebanyakan dan berlebihan karena ia dapat mengeraskan hati dan menyibukkannya dari dzikrullah dan menjadikan kebanyakan waktu untuk menyakiti, memunculkan kebencian, merendahkan kehormatan dan kemuliaan.“

Adapun canda yang tidak seperti demikian maka tidaklah dilarang. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedikit melakukan canda untuk suatu kemaslahatan, menyenangkan dan menghibur jiwa. Dan yang seperti ini tidaklah dilarang sama sekali bahkan menjadi sunnah yang dianjurkan apabila dilakukan dengan sifat yang demikian. Maka bersandarlah dengan apa yang telah kami nukil dari para ulama dan telah kami teliti dari hadits-hadits dan penjelasan hukum-hukumnya dan hal itu karena besarnya kebutuhkan terhadapnya. wa billah at Taufiq.
(Fatawa al Azhar juz X hal 225)

Wallahu A’lam.
Andre Tauladan

Minggu, 29 November 2015

When Umar R.A made Takfeer..

 
In the time of Muhammad (saw) Umar ibn Khattab had made takfeer on the one who disagreed with the judgment of Muhammad (saw), not only was his takfeer consented to by the Messenger (saw) but confirmed by Allah, Allah (swt) said,

“By your lord, they are not believers until they refer to you in all their disputes and find no hardship therein, and they must submit fully.” [4: 65]

This ayah was revealed concerning two men, Utbah ibn Dumrah narrated
“My father told me, ‘two men came to Muhammad (saw) for arbitration, he judged to one of them who had Haq, over the one who had no Haq, the man said “I disagree”, the other man said, “what do you want?” he said, “let us go to Abu Bakr” they went to Abu Bakr and told him that they arbitrated to Muhammad and that they disagreed, Abu Bakr said, “both of you are on the judgment that Muhammad (saw) gave you.” The man said, “I disagree” the other man said, “What do you want?” he said, “let us go to Umar ibn Khattab.” They went to Umar, they told Umar about their arbitration to Muhammad and Abu Bakr and that they disagreed and came to him for arbitration, Umar said, “Wait here, I will come back to give you my judgment,” he went out and returned with his sword, he killed the one who wanted to judge, and the other one ran and Umar chased him. The men went to Muhammad (saw), and said, “Umar killed my friend, and if I did not make it hard for him, he would have killed me, I was running away until he had nearly killed me,” Muhammad (saw) said, “I never thought that Umar could be brave to kill a Mu’min.” (He was very upset) Allah (swt) revealed the ayah, “By your lord, they are not believers until they refer to you in all their disputes and find no hardship therein, and they must submit fully.” [4: 65]

Muhammad (saw) said to Umar, “Allah purified you from your killing” and he (saw) hugged him.’”

Abu Waleed UK.
Andre Tauladan

Pengaruh Orang Tua Terhadap Anak


Al-Imam Ibnul Qayyim rohimahulloh mengatakan,

“Betapa banyak orang yg mencelakakan anaknya –Belahan hatinya– di dunia dan di akhirat karena tidak memberi perhatian dan tidak memberikan pendidikan adab kepada mereka .

Orangtua justru membantu si anak menuruti semua keinginan syahwatnya . Ia menyangka bahwa dengan berbuat demikian berarti dia telah memuliakan si anak , padahal sejatinya dia telah menghinakannya.

Bahkan dia beranggapan, ia telah memberikan kasih sayang kepada anak dengan berbuat demikian.

Akhirnya, ia pun tidak bisa mengambil manfaat dari keberadaan anaknya . Si anak justru membuat orang tua terluput mendapat bagiannya di dunia dan di akhirat.

Apabila engkau meneliti kerusakan yg terjadi pada anak , akan engkau dapati bahwa keumumannya bersumber dari orangtua.”
(Tuhfatul Maudud hlm. 351)

Beliau rohimahulloh menyatakan pula,

“Mayoritas anak menjadi rusak dengan sebab yg bersumber dari orangtua , dan tidak adanya perhatian mereka terhadap si anak, tidak adanya pendidikan tentang berbagai kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya .

Orangtua telah menyia-nyiakan anak selagi mereka masih kecil, sehingga anak tidak bisa memberi manfaat untuk dirinya sendiri dan orang tuanya ketika sudah lanjut usia.

Ketika sebagian orangtua mencela anak karena kedurhakaannya, si anak menjawab ,

‘Wahai Ayah…
engkau dahulu telah durhaka kepadaku saat aku kecil , maka aku sekarang mendurhakaimu ketika engkau telah lanjut usia . Engkau dahulu telah menyia-nyiakanku sebagai anak, maka sekarang aku pun menyia-nyiakanmu ketika engkau telah berusia lanjut’.”
(Tuhfatul Maudud hlm. 337)

(Diambil dari Huququl Aulad ‘alal Aba’ wal Ummahat hlm. 8—9, karya asy-Syaikh Abdulloh bin Abdirrohim al-Bukhory hafizhohulloh)
Andre Tauladan

Hukum Mempercayai Pawang Hujan


Alloh Subhaanahu wa ta'ala berfirman :

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَ‌ٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan Dialah yg meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung , Kami halau ke suatu daerah yg tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan . Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yg telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (Qs. al-A'rof : 57)

1. Yg menggerakkan angin, cuaca, hujan dan lain sebagainya hanyalah Alloh . Manusia hanya bisa memprediksi dari tanda-tanda alami (kauniyah) yg mana prediksi tsb bisa salah dan bisa benar . Maka prediksi cuaca seperti ini yg bersandar pada tanda-tanda alami adalah tidak mengapa, selama tidak diiringi dengan keyakinan kebenarannya. Jadi, hanyalah prediksi belaka…

2. Pawang hujan yg diklaim bisa memindahkan hujan atau menahan hujan , maka sejatinya mereka ini adalah DUKUN yg seringkali bekerjasama dengan jin, sebagaimana dukun-dukun lainnya.

3. Kata para ulama, DUKUN dan TUKANG SIHIR adalah THOGHUT dan PARA PENDUSTA .

Alloh Subhaanahu wa ta'ala berfirman :

{هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنزلُ الشَّيَاطِينُ، تَنزلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ، يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ}

“Maukah Aku beritakan kepada kalian, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak berbuat jahat/buruk (para dukun dan tukang sihir). Syaitan-syaitan tersebut menyampaikan berita yg mereka dengar (dengan mencuri berita dari langit, kepada para dukun dan tukang sihir), dan kebanyakan mereka adalah para pendusta.“
(QS asy-Syu’araa’: 221-223)

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa para pendusta dalam ayat di atas adalah DUKUN dan yg semisal dengan mereka .

4. Mendatangi pawang hujan sama hukumnya dengan mendatangi DUKUN .

Hukumnya diperinci sebagai berikut :

● Mendatangi dan bertanya kpd mereka TANPA MEMBENARKANNYA, maka ini hukumnya dosa yg sangat besar dan tidak diterima sholatnya selama 40 hari .
(( Bukan artinya tidak perlu sholat, karena sholat itu kewajiban yg tidak boleh ditanggalkan )) = SYIRIK ASHGHOR

● Mendatangi mereka dan MEMBENARKANNYA maka ini adalah KAFIR –Wal'iyadzubillah– = SYIRIK AKBAR

5. Apabila yg dilakukan DUKUN itu terjadi dan nyata seperti yg diklaim. Maka jangan tertipu , sebagaimana Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- ketika ditanya tentang al-kuhhaan (para DUKUN) , Beliau menjawab ,

“Mereka adalah orang-orang yg tidak ada artinya.”

Salah seorang sahabat berkata,

“Sesungguhnya para DUKUN tersebut TERKADANG MENYAMPAIKAN KEPADA KAMI SUATU (BERITA) YANG (kemudian ternyata) BENAR.
Maka Rosululloh bersabda,

“Kalimat (berita) yg benar itu adalah yg dicuri (dari berita di langit) oleh jin (syaitan), lalu dimasukkannya ke telinga teman dekatnya (yaitu dukun dan tukang sihir), yg kemudian mereka mencampuradukkan berita tersebut dengan 100 kedustaan”
(Muttafaq alaihi)

Wallohu a’lam.

Andre Tauladan

[VIDEO] TURKI, DAN API NASIONALISME


AL-HAYAT MEDIA CENTER
Mempersembahkan:
تركيا و نار القومية
TURKI, DAN API NASIONALISME
(SUBTITLE BAHASA INDONESIA)
========================
Alih Bahasa: Usdul Wagha






DOWLOAD LINK:
Andre Tauladan

Bantahan Untuk Kebodohan & Kemunafikan Para Pengikut buta MMI & Arrahmah Yang Pendengki

Bantahan Menggelegar Terhadap Kebodohan & Kemunafikan Para Pengikut buta MMI & Arrahmah Yang Pendengki
Oleh : Abu Ismail al-Indonesiy

Segala puji bagi Allah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah yang telah diutus dengan pedang sebagai rahmat semesta alam, keluarga, para sahabat dan siapa yang loyal kepada mereka

Salah satu pengikut buta Jel Fathullah (salah seorang pimpinan Ormas munafik MMI) yang sangat bodoh sekarang sudah menjadi pembela Demokrasi padahal dulu ormas MMI adalah anti demokrasi tapi sekarang lihatlah.. Jel fathullah dan pengikutnya yang bodoh itu telah menjadi pembela diin kafir Demokrasi dan pelakunya.

Salah seorang pengikut buta Jel Fathullah bernama Abu Ibrahim Al Khalil (https://www.facebook.com/musab.azzarqawi/posts/970035206401069) di statusnya membela HAMAS si kera Demokrasi dengan memposting berita dari situs pendengki yang bernada berpihak pada HAMAS dibawah ini :

http://www.arrahmah.com/news/2015/07/02/isis-lebih-memilih-tantang-hamas-perang-di-gaza-daripada-melawan-israel.html

Bantahan saya terhadap berita tersebut adalah wajar jika Daulah Islamiyah nanti akan memerangi HAMAS si kera demokrasi nasionalis yang juga bersahabat dengan Syiah Rafidah Iran karena Daulah Islamiyah akan memerangi seluruh pelaku syirik akbar Demokrasi Nasionalis.

Yang jadi masalah adalah ormas MMI dan media Arrahmah yg dulunya adalah anti HAMAS karena syirik akbar Demokrasinya sekarang berbalik arah menjadi pembela kera Demokrasi dan Sekutu Salibis Amerika seperti si Murtadin Erdogan dan HAMAS ataupun sekutu Salibis Amerika Thaghut Salul (Saudi).

Apakah kaum muslimin mau bukti bahwa media yang jadi acuan ormas munafik MMI (arrahmah) ini dulunya adalah anti HAMAS dan membongkar pengkhianatan HAMAS terhadap islam ?

ini buktinya :
http://www.arrahmah.com/read/2009/08/20/5407-syahidnya-syekh-maqdisi-dan-pengkhianatan-hamas.html

untuk kaum muslimin :

Lihatlah buktinya .. Arrahmah kala itu membongkar habis pengkhianatan HAMAS si kera demokrasi yang kafir lagi murtad terhadap Islam. HAMAS membantai mujahidin Jundu Ansharullah tahun 2009 lalu yang kala itu memproklamirkan Imarah Islam Palestina. HAMAS yang juga mesra dengan Syiah Rafidah Iran ini membantai habis mujahidin Jundu Ansharullah yang ingin menegakkan Syariat Islam secara kaffah di Palestina.

HAMAS si kera demokrasi yang kafir lagi murtad yang juga bersahabat dengan Syiah Rafidah Iran itu membantai habis mujahidin muwahidin Jundu Ansharullah yang sedang berada di dalam mesjid Ibnu Taimiyah di Rafah Palestina.

INGAT INI WAHAI KAUM MUSLIMIN..! INGATLAH INI..! HAMAS YANG MUSYRIK LAGI NAJIS ITU MEMBANTAI KAUM MUSLIMIN YANG SEDANG BERADA DI DALAM MESJID..! DI DALAM MESJID..!, DI DALAM MESJID..!

berikut videonya :


Selain membantai kaum muslimin di dalam Mesjid, HAMAS si kera Demokrasi yang kafir lagi murtad ini juga mesra dan bersahabat dengan Syiah Rafidah Iran.

Mau bukti ?

Ini buktinya :

https://khilafahdaulahislamiyyah.wordpress.com/2015/03/13/bukti-nyata-persahabatan-hamas-dan-iran/

https://khilafahdaulahislamiyyah.wordpress.com/2014/12/31/terkait-hubungan-iran-dengan-hamas-ismail-haniyeh-hubungan-hamas-dengan-iran-islamiyah-berlangsung-lama-dan-solid/

Cabang kelompak HAMAS di Kamp Yarmuk menyiksa kaum muslimin dengan menjual sembako dengan harga tinggi. Pada tahun 2014 seorang ibu di Kamp Yarmuk meluapkan rasa sakit hatinya pada kera Demokrasi HAMAS, Ibu tersebut mengatakan :

” TAKUTLAH KEPADA ALLAH WAHAI ANJING-ANJING!!”

Videonya :


Begitu besar kebencian kaum muslimin Palestina di Kamp Yarmuk terhadap HAMAS.

Apa yang terjadi setelah Kamp Yarmuk dikuasai dan dibebaskan oleh Daulah Islamiyah dari cengkraman orang-orang zalim yang munafik dan pendusta besar seperti Aknaf Bait Al-Maqdis (cabang HAMAS di Kamp Yarmuk)..?

Lihat video yang sangat mengharukan dibawah ini untuk mengetahuinya :




Kenapa HAMAS gak kalian sebut khawarij hai MMI & Arrahmah yang sangat zalim dan munafik..? bukankah HAMAS si kera Demokrasi Nasionalis yang mesra dengan Syiah itu membantai habis mujahidin Jundu Ansharullah di dalam mesjid ? bukankah mereka (HAMAS) telah memenuhi kriteria untuk disebut khawarij menurut kaidah kalian..? Kenapa lisan kalian hari ini malah menikam mujahidin muwahidin di Daulah Islamiyah yang telah menegakkan Syariat Islam secara kaffah dengan jalan tauhid dan jihad fisabilillah? kenapa kalian sekarang berdiri satu barisan dengan HAMAS si kera demokrasi nasionalis yang telah membantai mujahidin Jundu Ansharullah di Palestina ? dulu kalian membela Mujahidin Jundu Ansharullah sekarang malah kalian bela para pembantai Mujahidin Jundu Ansharullah… subhanallah.. alangkah jelasnya dan terangnya kemunafikan kalian ini kecuali bagi orang yg telah buta bashirohnya..! kecuali bagi para pengikut buta MMI dan Arrahmah yang jahil murakkab..!

Kenapa kalian hari ini menjadi pembela kera Demokrasi seperti HAMAS dan Thaghut Murtad Erdogan? kenapa kalian sekarang menjadi pembela dan pengangkat pamor dan memuji2 thaghut murtad Erdogan & Thaghut murtad Salul (Saudi) yang hari ini berkoalisi dengan Salibis Amerika & Salibis Perancis dalam membantai kaum muslimin di Iraq & Suriah? dimanakah al wala wal bara? Kenapa sekarang kalian membela2 dan memuji2 Thaghut Murtad Salul (Saudi) musuh Al Qaedanya Syaikh Usamah..? bukankah media Al Qaedanya Syaikh Usamah sempat merilis video yang membongkar kekafiran dan kemurtadan dari Thaghut Salul (Saudi)..? (bukti video https://www.youtube.com/watch?v=jBWDO7caRdc)

Kenapa hari ini kalian membela dan memuji2 thaghut Murtad Salul (Saudi)..? Bukankah Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy yang hari ini kalian puji karena telah berada satu barisan dengan kalian dalam kedengkian terhadap Daulah Islamiyah pernah membongkar kekafiran dan kemurtadan dari Thaghut Saudi yang berlipat2 itu?

Membongkar kekafiran Thaghut Saudi oleh Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy :

1. https://millahibrahim.wordpress.com/2010/01/18/seri-pertama-kekafiran-negara-saudi/
2. https://millahibrahim.wordpress.com/2010/01/18/seri-kedua-kekafiran-negara-saudi/
3. https://millahibrahim.wordpress.com/2010/01/19/seri-ketiga-kekafiran-negara-saudi/
4. https://millahibrahim.wordpress.com/2010/01/20/seri-keempat-kekafiran-negara-saudi/
5. https://millahibrahim.wordpress.com/2010/01/20/seri-kelima-kekafiran-negara-saudi/
6. https://millahibrahim.wordpress.com/2010/01/21/seri-keenam-kekafiran-negara-saudi/
7. https://millahibrahim.wordpress.com/2010/01/21/seri-terakhir-kekafiran-negara-saudi/

Jika link diatas gak bisa dibuka maka ini alternatif link :

1. https://justpaste.it/ThaghutSalul1
2. https://justpaste.it/ThaghutSalul2
3. https://justpaste.it/ThaghutSalul3
4. https://justpaste.it/ThaghutSalul4
5. https://justpaste.it/ThaghutSalul5
6. https://justpaste.it/ThaghutSalul6
7. https://justpaste.it/ThaghutSalul7

Kenapa kalian hari ini menjadi pembela dan memuji HAMAS dan Thaghut Murtad Erdogan yang musyrik kafir lagi murtad itu? apa karena ormas kalian MMI yang sekarang telah menjadi penyeru kekafiran dan kesyirikan (Demokrasi) makanya kalian hari ini membela dan memuji kera Demokrasi seperti HAMAS dan si Murtadin Erdogan..? apakah kalian mau mengajak umat dan anggota ormas kalian ke Neraka Jahanam bersama kalian dengan seruan kekafiran/kesyirikan (demokrasi) tersebut..?

Ormas munafik MMI adalah ormas yg dulunya adalah anti Demokrasi yang sekarang telah menjelma menjadi ormas pembela penganut dien kafir Demokrasi dan telah menjelma menjadi ormas Thaghut yg menyeru pada kekafiran dan kesyirikan (Demokrasi). Bagi kaum muslimin yang ingin selamat dunia dan akhiratnya maka meloncatlah keluar dari kereta api bernama MMI seperti Ustad ABB yang telah lama meloncat keluar dari MMI karena MMI sekarang sedang meniti jalan di rel setan (thaghut) demokrasi yang sedang menuju ke Neraka.

Mau bukti kalau dulunya ormas munafik MMI adalah anti Demokrasi dan mewajibkan umat utk golput karena Demokrasi itu adalah kekafiran besar & kesyrikan besar yg mengeluarkan dari Islam..?

ini buktinya :

2009 –> MMI cs termasuk Jel Fathullah [si munafiq pembela sekutu salibis Amerika (thaghut murtad Erdogan)] sepakat demokrasi adalah syirik akbar dan kufur akbar dan menjatuhkan para pelakunya pada kemusyrikan.

bukti :
http://www.arrahmah.com/read/2009/03/27/3729-hukum-demokrasi-dan-golput-dalam-pandangan-islam.html

2014 –> MMI berbalik arah menjadi penyeru diin kafir Demokrasi dan menyerukan umat agar ikut pesta syirik akbar demokrasi padahal 2009 lalu mewajibkan golput karena demokrasi itu syirik akbar dan kufur akbar yg bisa mengeluarkan dari Islam (murtad). Tetapi pada 2014 malah menyerukan umat utk ikut pada pesta kekafiran dan kesyirikan tsb dan menyeru umat utk mengangkat thaghut lewat jalan setan (thaghut) demokrasi.

bukti :
http://www.muslimdaily.net/berita/nasional/majelis-mujahidin-jangan-pilih-partai-yang-menolak-syariat-islam.html

http://www.muslimdaily.net/berita/nasional/tausiyah-politik-majelis-mujahidin-tentang-pemilu-dan-parlemen.html

Untuk memuluskan agenda mereka (MMI) yang sekarang telah berada dan sedang meniti jalan setan (thaghut) demokrasi maka dibuatlah syubhat yang lemah dan rapuh lalu disebar lewat media pendengki Arrahmah agar umat mengikuti mereka di jalan setan (thaghut) demokrasi tersebut. Syubhat lemah dan rapuh bak jaring laba-laba tsb langsung dibantah oleh seorang ustad di negeri ini yang istiqomah mendakwahkan Tauhid yaitu Ustad Abu Sulaiman Ar Arkhabiliy (fakallahuasrah).

bantahan tersebut bisa dibaca dilink di ini :

https://millahibrahim.wordpress.com/2013/09/09/membantah-penyesatan-irfan-s-awwas-yang-disebarkan-oleh-situs-arrahmah-com/

atau di alternatif link berikut :

https://justpaste.it/MembantahMMI

Jadi jelas, MMI sekarang telah berada di jalan setan (thaghut) demokrasi dengan menyerukan umat utk ikut pesta Syirik akbar Demokrasi dengan cara membuat syubhat2 bathil yang lemah lagi rapuh untuk membenarkan jalan setan (thaghut) demokrasi yang mereka serukan dan telah mengajak umat utk ikut ke Neraka Jahanam bersama mereka.

Salah satu kezaliman lain yang teramat keji dari ormas munafik MMI ini adalah memfitnah Daulah Islamiyah dengan mengatakan bahwa Daulah Islamiyah adalah hasil rekayasa Syiah seperti yang terlihat di foto di bawah ini :

Padahal kita tahu semua bahwa Syiah adalah salah satu musuh yang sudah sejak dari dulu diperangi oleh pionir Daulah Islam Syaikh Abu Mushab Al Zarqawi rahimahullah dan itu terus berlanjut pada zaman Amirul Mukminin yang pertama Daulah Islam Iraq Syaikh Abu Umar Al Baghdadiy rahimahullah dan terus berlanjut pada masa Amirul Mukminin Daulah Islam Iraq yang kedua Syaikh Abu Bakar Al Baghdadiy hafidzahullah yang kemudian menjadi Daulah Islam Iraq & Syam dan kemudian menjadi Khilafah Islamiyah. Alangkah keji dan zalimnya fitnah dari ormas munafik MMI ini terhadap Khilafah Islamiyah dengan mengatakan Khilafah Islamiyah yang dipimpin oleh Khalifah Abu Bakar Al Baghdadiy adalah hasil dari rekayasa Syiah. Rupanya ada kesamaan antara MMI & Arrahmah ini dengan Syiah Rafidah yaitu mereka sama-sama pendusta & tukang fitnah, Nauzu billahi min zalik.

Para pendengki munafik di MMI dan di Arrahmah ini mengatakan bahwa Daulah Islamiyah hasil rekayasa syiah padahal MMI & Arrahmah ini lah yang sejatinya adalah kepanjangan lidah dari Syiah Rafidah dengan membela-bela HAMAS si kera demokrasi yang musyrik lagi najis yang tak lain adalah sahabat dari Syiah Rafidah Iran..!

Bukti persabahatan HAMAS dengan Syiah Rafidah Iran

https://khilafahdaulahislamiyyah.wordpress.com/2015/03/13/bukti-nyata-persahabatan-hamas-dan-iran/

https://khilafahdaulahislamiyyah.wordpress.com/2014/12/31/terkait-hubungan-iran-dengan-hamas-ismail-haniyeh-hubungan-hamas-dengan-iran-islamiyah-berlangsung-lama-dan-solid/

Subhanallah.. fitnah MMI & Arrahmah terhadap Daulah Islamiyah ternyata faktanya MMI dan Arrahmah lah yang telah menjadi pembela Syiah dengan membela-bela HAMAS si kera demokrasi sahabatnya Syiah Rafidah Iran..!

http://www.arrahmah.com/news/2015/07/02/isis-lebih-memilih-tantang-hamas-perang-di-gaza-daripada-melawan-israel.html

Jadi wajar jika nanti Daulah Islamiyah akan memerangi HAMAS si kera demokrasi yang musyrik lagi najis yang juga menjalin persahabatan dengan Syiah Rafidah Iran..! Memerangi HAMAS yang musyrik juga berarti memerangi Yahudi karena HAMAS adalah sahabat sejati Syiah Rafidah Iran dan Syiah Rafidah Iran adalah anak dari Yahudi..!

Kalian hai MMI & Arrahmah terkhususnya si munafik Jelita Donal (Jel Fathullah) dan para pengikut butanya yang jahil murakkab, kalian mencari-cari bermacam-macam uzur sesuai hawa nafsu kalian serta berhati-hati dari mengkafirkan para thaghut & anshar thaghut yang musyrik lagi najis yang juga merangkap sekutu salibis Amerika dalam memerangi tauhid dan kaum muslimin tetapi kalian begitu mudahnya mengkafirkan Ahlut Tauhid Al-Mujahidin di Daulah Islamiyah dan kalian tidak mencari uzur bagi Ahlut Tauhid Al-Mujahidin di Daulah Islamiyah. Si Munafik Jelita Donal (Jel Fathullah) mengatakan di sebuah komentarnya di Facebook bahwa dia sangat hati-hati dan tidak ingin berhujjah semberono dalam memvonis kafir si Thaghut Murtad Erdogan (Kera Demokrasi dan sekutu salibis Amerika) tetapi dia begitu sangat tidak hati-hati dan sangat semberono dalam berhujjah terkait vonis khawarijnya pada Daulah Islamiyah.

Alangkah samanya kalian hai MMI & Arrahmah yang pendengki yang mesra dengan thaghut & anshar thaghut dengan orang yang dikatakan oleh Mujaddid besar abad ke 7 Hijriah Syeikh al-Islam al-Imam Muhammad bin `Abdul Wahab rahimahullah, Syaikh Muhammad bin `Abdul Wahab rahimahullah berkata:

“Sesungguhnya mereka orang-orang yang keberatan dengan masalah takfir, bila engkau mengamati mereka, ternyata orang-orang muwahhid itu musuh-musuh mereka, mereka membencinya dan dongkol dengannya, sedangkan orang-orang musyrik dan orang-orang munafiq adalah kawan dekat mereka yang mana mereka bercengkrama dengannya. Tapi realita ini telah terjadi pada kami dari orang-orang yang ada di kota Dir’iyyah dan ‘Uyainah yang (akhirnya) murtad dan benci akan dien ini”. (Ad Durar: 10/92)

MMI bisa mesra dengan thaghut & anshar thaghut sedangkan pada muwahidin mereka menampakkan permusuhan dan kebenciannya. Subhanallah… alangkah samanya MMI dengan orang yang dikatakan Syeikh al-Islam al-Imam Muhammad bin `Abdul Wahab rahimahullah diatas.

Untuk kaum muslimin yang saya cintai

Orang-orang seperti munafikun MMI dan Arrahmah inilah yang sangat dikhawatirkan oleh Rasulullah shahallahu alaihi wasallam dari pada sosok Dajjal itu sendiri karena mereka orang munafik yang pintar berbicara.

“Sesungguhnya yang paling kukhawatirkan dari umatku ialah setiap munafik yang pandai berbicara” [Shahih: HR. Imam Ahmad dari ‘Umar].

Munafik yang pandai berbicara ini termasuk para ustad atau dai atau ulama yang menyesatkan yang disebutkan dalam hadits lain. Abu Dzar radiallahuanhu meriwayatkan bahwa ketika ia berjalan bersama dengan Nabi shalallahu alaihi wasallam Nabi berkata tiga kali, “Sesungguhnya, ada yang lebih kutakutkan atas umatku melebihi Dajjal.” Abu Dzar bertanya kepada beliau, “Apa yang lebih engkau takutkan atas umatmu daripada Dajjal?” Beliau menjawab, “Para imam yang menyesatkan” [Shahih: HR. Imam Ahmad dari Abu Dzar]

Dari Huadzaifah ibnul Yaman berkata :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

” يَكُونُ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ , مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا ” ,
قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ , صِفْهُمْ لَنَا ,
قَالَ : ” هُمْ قَوْمٌ مِنْ جِلْدَتِنَا , يَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا ” ,
قُلْتُ : فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ ؟
قَالَ : ” فَالْزَمْ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ , فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ , فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا , وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ , وَأَنْتَ كَذَلِكَ “

“Akan ada para penyeru diataas pintu-pintu Jahannam, siapa yang menyambut seruan mereka, maka akan dilemparkan ke dalamnya”

Aku berkata : “Wahai Rosulullah, terangkanlah ciri-iri mereka”

Beliau berkata : “Mereka adalah orang-orang dari bangsa kita sendiri dan berbicara dengan lisan kita”

Aku berkata : “Apa yang engkau perintahkankepadaku jika aku menemui hal itu”

Beliau menjawab : “Maka lazimilah Jama’atul Muslimin dan imam mereka. Dan jika tidak ada jamaah dan imam, maka jauhilah firqoh-firqoh itu, meskipun engkau menggigit akar pohon hingga maut menghampirimu sedangkan engkau dalam kondisi demikian”

Bukankah MMI & Arrahmah itu sebangsa dan sebahasa dengan kita wahai kaum muslimin? dan lihat seruannya dan pembelaannya kepada siapa? pada pelaku kekafiran dan kesyirikan Demokrasi, bukan? itulah seruan diatas pintu-pintu Jahanam.

Mengenai perintah Rasulullah untuk melazimi Jama’atul Muslimin dan Imam mereka, Imam yang Satu dan Jamaah yang Satu tentu tidak perlu saya jawab siapa Imam yang satu itu dan dimana Jama’atul Muslimin dengan Imam mereka yang satu sekarang ini berada karena pasti udah tahu jawabannya bagi para pendukung Khilafah Islamiyah, bukan begitu ? :)

Mujaddid besar abad ke 12 Hijriah Syeikh al-Islam al-Imam Muhammad bin `Abdul Wahab rahimahullah mengatakan :

فالله الله يا إخواني تمسكوا بأصل دينكم، وأوله وآخره وأسه ورأسه : شهادة أن لا إله إلا الله.. واعرفوا معناها، وأحبوها وأحبوا أهلها ، واجعلوهم إخوانكم ، ولو كانوا بعيدين ، واكفروا بالطواغيت وعادوهم وابغضوهم ، وابغضوا من أحبهم أو جادل عنهم أو لم يكفرهم أو قال ما علي منهم أو قال ما كلفني الله بهم ، فقد كذب هذا على الله وافترى ، فقد كلفه الله بهم وافترض عليه الكفر بهم والبراءة منهم ..فالله الله ، تمسكوا بذلك لعلكم تلق
ون ربكم لا تشركون به شيئا ، اللهم توفـنا مسلمين ، وألحقنا بالصالحين

“Allah Allah wahai saudara-saudaraku, berpegang-teguhlah pada pokok Din kalian, awal dan akhirnya, pondasi dan kepalanya, yaitu syahad LAA ILAHA ILLALLAH ketahuilah maknanya, cintailah pemeluknya, jadikanlah mereka saudara-saudara kalian meskipun mereka jauh. Kufurlah terhadap thoghut, musuhi mereka, bencilah siapa yang mencintai mereka atau yang membela mereka atau tidak mengkafirkan mereka atau mengatakan Allah tidak memerintahkanku untuk mengkafirkan mereka, maka dia berdutsa dan mengada-ada atas nama Allah. Justeru Allah telah memerintahkannya untuk mengkafirkan mereka dan mewajibkannya, bara’-lah dari mereka meskipun mereka itu saudara-saudaranya dan anak-anaknya. Takutlah kepada Allah dan takutlah kepada Allah, peganglah pokok agama kalian, semoga kalian bertemu dengan Rabb kalian dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Ya Allah wafatkanlah kami dalam kondisi muslim dan gabungkanlah kami dengan orang-orang yang shaleh” [Ad-Duror As-Saniyyah 2/119 – 120]

Mujaddid besar abad ke 7 Hijriah Syeikh al-Islam al-Imam Muhammad bin `Abdul Wahab rahimahullah juga berkata :

هذا من أعظم ما يبين معنى لا إله إلا الله فإنه لم يجعل التلفظ بها عاصماً للدم والمال بل ولا معرفة معناها مع لفظها بل ولا الإقرار بذلك بل ولا كونه لا يدعوا إلا الله وحده لا شريك له بل لا يحرم دمه ولا ماله حتى يضيف إلى ذلك الكفر بما يعبد من دون الله ، فإن شك أو توقف لم يحرم دمه ولا ماله فيا لها من مسائل ما أعظمها ، وأجلها ، ويا له من بيان ما أوضحه وحجة ما أقطعها للمنازع

“Dan ini termasuk yang paling agung yang dijelaskan makna Laa Ilaaha illallah karena dengan mengucapkannya saja tidak menjadikan seseorang terjaga harta dan darahnya. Bahkan tidak juga sekedar mengetahui maknanya, tidak juga hanya sekedar mengakuinya, bahkan tidak pula hanya dengan tidak berdoa kecual hanyakepada kepada Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, bahkan tidak menjadi haram darah dan hartanya hingga menambahkan itu dengan sikap kufur terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah. Jika ia masih ragu maka darah dan hartanya tidak menjadi haram. Duhai betapa agungnya masalah ini! Betapa jelasnya keterangan ini! Betapa qath’inya hujjah ini” [Kitabut Tauhid hal 26].

Hanya dengan timbangan kalimat tauhid laa ilaaha illallah dan al wala wal bara’ bisa terlihat kemunafikan dari Ormas MMI dan Arrahmah ini, oleh karena itu untuk kaum muslimin marilah kita mempelajari tauhid, al wala wal bara, had syirik, pembatal-pembatal tauhid, faham hujjah & tegak hujjah dan kaitannya dengan penamaan musyrik, takfir muayyan terhadap pelaku syirik akbar, permasalahan udzur jahil terhadap pelaku syirik akbar yang sering didengung2kan oleh penganut aqidah ghulat murjiah, dll. Karena hanya dengan mengkaji tauhid, pembatal-pembatal tauhid & al wala wal bara inilah kita harapkan mudah-mudahan kaum muslimin tidak tertipu oleh seruan dari dai seperti di MMI dan yang sejenis dengan mereka yang menyeru ke neraka jahanam.

Untuk kaum muslimin yang ingin selamat di dunia akhirat dan dari fitnah yang ditimbulkan oleh MMI dan Arrahmah (dan yang sebarisan dengan mereka dalam kedengkian dan fitnah) maka larilah darinya seperti lari dari anjing koreng dan jangan menoleh ke arahnya, meskipun engkau melihatnya berpura pura islam atau menampak nampakkan keislamannya ataupun berpura pura menangis… Karena itu hanyalah air mata serigala dan tipuan belaka.

Wallaahu Akbar

Kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mu’min, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.

sumber :https://justpaste.it/PengikutButaMMIArrahmah

Andre Tauladan

Sabtu, 28 November 2015

Taqzimul Jihad

Sekolompok atau segolongan manusia durhaka telah menyuarakan sebuah ungkapan atau istilah aneh!!!

Istilah tersebut adalah taqzimul jihad (pengkerdilan jihad), tahmisyul jihad (membuat ‘catatan kaki’ bagi jihad), tahwinul jihad (upaya peremehan terhadap jihad), atau ta’khirul jihad dan ta’jilul jihad (upaya menunda pelaksanaan jihad) dan kemudian ta’thilul jihad (meniadakan jihad)!!!

Mereka bersembunyi di belakang papan reklame dan kampanye yang memikat, seperti “Belum cukupkah luka yang telah diderita oleh umat”, atau “Umat belum siap untuk berjihad”, atau “Kekuatan belum cukup” atau “Umat belum tertarbiyah” atau “Barang siapa yang berangkat berjihad, maka ia akan meninggalkan anak anak yatim dan janda” .

Jangan tanya tentang sikap irjaf (tidak suka berperang) dan tatsbith (penggembosan) mereka, bahkan pelecehan dan penghinaan mereka (terhadap jihad).

Pelaku jihad bagi mereka adalah orang ghuluw, ekstrim dan sedikit berilmu atau para penghasut.

Mereka menapaki jalannya orang orang yang mengatakan:

ما رأنينا مثل قرائنا هؤلاء، أرغب بطونا ولا أكذب ألسنة ولا أجبن عند اللقاء

“Kami tidak melihat orang yang seperti para qori ini yang lebih banyak makannya, lebih pendusta dan lebih pengecut saat berhadapan dengan musuh.”[1]

Tidaklah mengherankan dan ajaib, karena mereka adalah pewaris orang yang… :

فإذا أنزلت سورة محكمة وذكر فيها القتال رأيت الذين في قلوبهم مرض ينظرون إليك نظر المغشي عليه من الموت فأولي لهم

“Apabila diturunkan surat yang muhkam (yang jelas maksudnya) dan disebutkan di dalamnya perintah perang, kamu melihat orang orang yamg ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka.” (Surat Qital:20)

Dan penerus dari orang orang… :

الذين قالوا لإخوانهم وقعدوا لو أطاعونا ما قتلوا

“Orang orang yang mengatakan kepada saudara saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: “Seandainya mereka mentaati kita, tentu mereka tidak terbunuh” (Surat Ali Imran:168)

Dan teman teman bagi orang yang… :

فإن أصابتكم مصيبة قال قد أنعم الله علي إذ لم أكن معهم شهيدا

“Maka jika kamu ditimpa musibah, ia berkata: “Sesungguhnya Allah telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka” (An Nisa:72)

Kelompok ini dilabeli dengan sifat yang berpandangan jauh, luas wawasan, paham terhadap realita dan pemikiran yang fleksibel.

Operasi istisyhadiyah bagi mereka adalah bunuh diri dan haram dalam syariat Islam yang mulia, atau menyebabkan hilangnya kancah jihad di dunia internasional, dan bahkan menyebar hingga pada amal amal islami, dakwah dan ighotsiyah. Minimal merupakan perbuatan profokasi dan penghancuran

Engkau akan mengenali mereka dari ucapan ucapan sindiran mereka (lahnul qoul), juga lewat percakapan diantara mereka yang menggunakan kata kata indah untuk tujuan menipu.

Tempat tempat mereka, forum forum mereka, ahadiyah dan atsniniyah mereka, televisi dan siaran siaran radio mereka, koran dan majalah majalah mereka, semuanya adalah tempat tempat kekafiran dan ilhad, penghalalan segala hal dan kecabulan.

Adapun jihad mereka, maka maknanya adalah jihad dengan kalimat, majalah, internet dan dialog dengan thogut !!! Juga menghimpun ahlul bid’ah dan menyimpangkan fiqih demi mendapat dukungan manusia.

Diantara pokok pemikiran mereka adalah menyimpangkan pemahaman al wala wal baro’ (loyalitas dan anti loyalitas), membuka pintu ijtihad pada hal hal yang tidak diperbolehkan ijtihad di dalamnya, dan mencari cari rukhshah saat berfatwa. Mereka mendahulukan masalah mutasyabih dari yang muhkam, yang syak dari yang yaqin, yang umum dari yang khusus, yang muthlaq dari yang muqoyyad, yang mauhum dari yang ma’lum, serta mendahulukan maslahat daripada dalil.

Ringkasnya, mereka adalah golongan yang Allah peringatkan untuk berhati hati dari mereka.

Tapi janganlah bersedih wahai saudaraku pembaca yang mulia. Mereka adalah golongan:

فأما الزبد فيذهب جفاء

“Adapun buih buih itu, maka akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada harganya” (Ar Ra’d : 17)

Dan…

ولكنكم غثاء كغثاء السيل
“Akan tetapi kalian adalah buih, seperti buih air…”

==========================

[1] Ini adalah penghinaan yang diucapkan oleh orang orang munafik terhadap para sahabat rodiyallahu ‘anhum, akibat penghinaan mereka ini, mereka telah dikafirkan oleh Allah. Pent


Sumber: Khilafah Daulah Islamiyyah Media

Andre Tauladan

Kamis, 26 November 2015

A Warning to the Women from Conversing with Men


Shaykh Ibn ‘Uthaymeen was asked:

What is your opinion regarding some women who are easy going and free when talking to men? It is hoped that you could offer them (some) words of guidance; and may Allaah reward you with good.

Response:

“It is not permissible for a woman to extend her speech beyond that which is necessary with men who are not her mahram. This is because it leads to fitnah, and Allaah (Tabaaraka wa Ta’aala) says:

‘…then be not soft in speech, lest he in whose heart is a disease should be moved with desire, but speak in an honourable manner’

[Soorah al-Ahzaab: 32]

(So) she must speak to the (market) trader in accordance with her needs, without extending (her speech with him). This is because Shaytaan flows through the son of Aadam as blood flows. And how many a woman says that she is far removed from fitnah, however, Shaytaan is still with her in order to invite her to the fitnah.

It is possible that she has just left (the company of) a man with whom she unnecessarily extended her speech with, and then Shaytaan whispers evil thoughts to her until she returns back to this man and the first words (they exchange) become the sparks (which initiate the fitnah) and the final words – a blazing inferno (when they have both fallen into the fitnah); and refuge is sought in Allaah!

So it is required of the woman to fear Allaah and not to succumb to such speech, and nor to extend speech beyond that which is necessary. And an example of this – and it is indeed an evident scourge, rather a major scourge – and that is what occurs by way of the telephone.

So there are many pathetic fools who dial any random number (in the hope of speaking to a woman) and (then they find) a woman (who eventually) speaks to them. So he says words of affection to her and they continue like this again and again. He then records their conversations – and this is a problem, because he will never leave her alone. So he records all their conversations, and when matters turn ugly (between them), he says to her: ‘Either you do (such-and-such) or I will give (the recordings) to your son or brother or father or other than them, so they can hear your voice (and what we talked about).’

So because of this, I warn the women from (unnecessarily) extending conversation with men; indeed it is a danger of immense proportions, and we ask Allaah for safety from the fitan.”
dari : diary of a mujahidah
From: I’laam al-Mu’aasireen bi-Fataawa Ibn ‘Uthaymeen (pp. 391-392)
Andre Tauladan

Jumat, 20 November 2015

SIAPAKAH THAGHUT?

Semua rasul dari Nabi Adam 'alaihis salam hingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan misi yang sama yaitu menyeru umatnya agar mereka beribadah (menyembah/mengabdi) kepada Allah dan menjauhi thaghut, sebagaimana firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Ibadatilah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu." (QS. An Nahl [16]: 36)

Thaghut adalah segala yang dilampaui batasnya oleh hamba, baik itu yang diikuti atau ditaati atau diibadati. Thaghut itu banyak, apalagi pada masa sekarang. Adapun pentolan-pentolan thaghut itu ada 5 (lima), yaitu sebagai berikut:

1. Syaitan

Syaitan selalu mengajak ibadah kepada selain Allah. Syaitan ada dua macam: Syaitan Jin dan Syaitan Manusia. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin. (QS. Al An’am [6]: 112)

Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:

Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. (QS. An Naas [114]: 5-6)

Orang yang mengajak untuk mempertahankan tradisi tumbal dan sesajen, dia adalah syaitan manusia yang mengajak ibadah kepada selain Allah. Tokoh yang mengajak minta-minta kepada orang yang sudah mati adalah syaitan manusia dan dia adalah salah satu pentolan thaghut. Orang yang mengajak pada sistem demokrasi adalah syaitan yang mengajak ibadah kepada selain Allah, dia berarti termasuk thaghut. Orang yang mengajak menegakkan hukum perundang-undangan buatan manusia, maka dia adalah syaitan yang mengajak beribadah kepada selain Allah. Orang yang mengajak kepada paham-paham syirik (seperti: sosialis, kapitalis, liberalis, dan falsafah syirik lainnya), maka dia adalah syaitan yang mengajak beribadah kepada selain Allah, sedangkan Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam: "Janganlah kamu mengibadati syaitan, sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu,” (QS. Yaasin [36]: 60)

2. Penguasa yang zalim

Penguasa yang zalim yang merubah aturan-aturan (hukum) Allah, thaghut semacam ini adalah banyak sekali dan sudah bersifat lembaga resmi pemerintahan negara-negara pada umumnya di zaman sekarang ini. Contohnya tidaklah jauh seperti parlemen (DPR), lembaga inilah yang memegang kedaulatan dan wewenang pembuatan hukum/undang-undang. Lembaga ini akan membuat hukum atau tidak, dan baik hukum yang digulirkan itu seperti hukum Islam atau menyelisihinya maka tetap saja lembaga berikut anggota-anggotanya ini adalah thaghut, meskipun sebahagiannya mengaku memperjuangkan syari’at Islam. Begitu juga Presiden/Raja/Emir atau para bawahannya yang suka membuat SK atau TAP yang menyelisihi aturan Allah, mereka itu adalah thaghut.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: "Di kala seseorang menghalalkan yang haram yang telah diijmakan atau merubah aturan yang sudah diijmakan, maka dia kafir lagi murtad dengan kesepakatan para fuqaha." (Majmu Al Fatawa)

Ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya para anggota parlemen itu adalah thaghut, tidak peduli dari mana saja asal kelompok atau partainya. Presiden dan para pembantunya, seperti menteri-menteri di negara yang bersistem syirik adalah thaghut, sedangkan para aparat keamanannya adalah sadanah (juru kunci) thaghut apapun status kepercayaan yang mereka klaim.

Orang-orang yang berjanji setia pada sistem syirik dan hukum thaghut adalah budak-budak (penyembah/hamba) thaghut. Orang yang mengadukan perkaranya kepada pengadilan thaghut disebut orang yang berhukum kepada thaghut, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengkufuri thaghut itu. (QS. An Nisaa' [4]: 60)

3. Orang yang memutuskan dengan selain apa yang telah Allah turunkan

Kepala suku dan kepala adat yang memutuskan perkara dengan hukum adat adalah kafir dan termasuk thaghut. Jaksa dan Hakim yang memvonis bukan dengan hukum Allah, tetapi berdasarkan hukum/undang-undang buatan manusia (hukum Jahiliyah), maka sesungguhnya dia itu thaghut. Aparat dan pejabat yang memutuskan perkara berdasarkan Undang Undang Dasar thaghut adalah thagut juga. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengkufuri thaghut itu. (QS. An Nisaa' [4]: 60)

Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS. Al Maidah [5]: 44)

Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim (musyrik). (QS. Al Maidah [5]: 45)

Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. (QS. Al Maidah [5]: 47)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: "Siapa yang meninggalkan aturan baku yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdillah penutup para nabi dan dia justru merujuk pada aturan-aturan (hukum) yang sudah di-nasakh (dihapus), maka dia telah kafir. Apa gerangan dengan orang yang merujuk hukum Ilyasa (Yasiq) dan lebih mendahulukannya daripada aturan Muhammad maka dia kafir berdasarkan ijma kaum muslimin." (Al Bidayah: 13/119).

Sedangkan Ilyasa (Yasiq) adalah hukum buatan Jengis Khan yang berisi campuran hukum dari Taurat, Injil, dan Al Qur’an. Orang yang lebih mendahulukan hukum buatan manusia dan adat daripada aturan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka dia itu kafir. Dalam ajaran Tauhid, seseorang lebih baik hilang jiwa dan hartanya daripada dia mengajukan perkaranya kepada hukum thaghut, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Fitnah (syirik & kekafiran) itu lebih dahsyat dari pembunuhan. (QS. Al Baqarah [2]: 191)

Syaikh Sulaiman Ibnu Sahman rahimahullah berkata: "Seandainya penduduk desa dan penduduk kota perang saudara hingga semua jiwa musnah, tentu itu lebih ringan daripada mereka mengangkat thaghut di bumi ini yang memutuskan (persengketaan mereka itu) dengan selain Syari’at Allah." (Ad Durar As Saniyyah: 10 Bahasan Thaghut)

Bila kita mengaitkan ini dengan realita kehidupan, ternyata umumnya manusia menjadi hamba thaghut dan berlomba-lomba meraih perbudakan ini. Mereka rela mengeluarkan biaya berapa saja (berkolusi; menyogok/risywah) untuk menjadi Abdi Negara dalam sistem thaghut, mereka mukmin kepada thaghut dan kafir terhadap Allah. Sungguh buruklah status mereka ini…!!

4. Orang yang mengaku mengetahui hal yang ghaib selain Allah

Semua yang ghaib hanya ada di Tangan Allah, Dia Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Dialah Dzat yang mengetahui hal yang ghaib, tetapi Dia tidak menampakkan yang ghaib itu kepada seorangpun. (QS. Al Jin [72]: 26)

Bila ada orang yang mengaku mengetahui hal yang ghaib, maka dia adalah thaghut, seperti dukun, paranormal, tukang ramal, tukang tenung, dsb. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa orang yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan dia mempercayainya, maka dia telah kafir, maka apa gerangan dengan status si dukunnya itu sendiri…?! Tentu lebih kafir lagi…

Dan memohon kepada selain Allah seperti dukun, paranormal, tukang ramal, orang pintar, orang suci, orang yang sudah mati, tukang tenung, pawang hujan, tempat keramat, tempat angker, kuburan, pohon, benda-benda mati, jin, dewa/dewi, makhluk halus, dan semacamnya adalah termasuk perbuatan syirik. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Dan janganlah kamu memohon kepada selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu, jika kamu berbuat (hal itu), maka sesungguhnya kamu, dengan demikian, termasuk orang-orang yang zalim (musyrik). (QS. Yunus: 106)

5. Orang yang diibadati selain Allah dan dia ridha dengan peribadatan itu

Orang yang senang bila dikultuskan, sungguh dia adalah thaghut. Orang yang membuat aturan yang menyelisihi aturan Allah dan Rasul-Nya adalah thaghut.

Orang yang mengatakan: “Saya adalah anggota badan legislatif” adalah sama dengan ucapan: “Saya adalah Tuhan”, karena orang-orang di badan legislatif itu sudah merampas hak khusus Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yaitu hak membuat hukum (undang-undang). Mereka senang bila hukum yang mereka gulirkan itu ditaati lagi dilaksanakan, maka mereka adalah thaghut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan: “Sesungguhnya aku adalah ilah selain Allah.” Maka Kami membalas dia dengan Jahannam, begitulah Kami membalas orang-orang yang zalim (musyrik). (QS. Al Anbiya [21]: 29)

Itulah tokoh-tokoh thaghut di dunia ini…

Termasuk juga thaghut adalah patung, pohon, keris, batu, tempat keramat, dewa/dewi, kuburan, dan berhala-berhala lainnya yang disembah/diibadati selain Allah.

Orang tidak dikatakan beriman kepada Allah sehingga dia kufur kepada thaghut. Kufur kepada thaghut adalah separuh Laa ilaaha illallaah dan merupakan syarat sahnya iman. Thaghut yang paling berbahaya pada masa sekarang adalah thaghut hukum, yaitu para penguasa yang membabat aturan Allah, mereka menindas umat ini dengan besi dan api, mereka paksakan kehendaknya, mereka membunuh, menculik, dan memenjarakan kaum muwahhidin yang menolak tunduk kepada hukum mereka. Akan tetapi anehnya banyak orang yang mengaku beragama Islam berlomba-lomba untuk menjadi budak dan hamba mereka. Mereka juga memiliki ulama-ulama jahat yang siap mengabdikan lisan dan pena demi kepentingan ‘tuhan’ mereka.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala cepat membersihkan negeri kaum muslimin dari para thaghut dan kaki tangannya, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.[*]

[*](Tulisan ini merupakan syarah/penjelasan singkat dari Risalah fie Ma’na Thaghut karya Al-Imam Al-Mujaddid Syaikh Muhammad ibnu ‘Abdil Wahhab rahimahullah, ed.)

Andre Tauladan

SIAPAKAH ULIL AMRI?

Ulil Amri adalah pemimpin/penguasa yang beriman, yang menegakkan hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya secara totalitas (kaffah) dalam semua aspek kehidupan. Hal ini berdasarkan firman-Nya Subhanahu Wa Ta'ala:


Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian... (QS. An-Nisa: 59)

Dalam ayat di atas, yang diseru adalah "orang-orang yang beriman" agar mereka mentaati Allah, Rasul, dan Ulil Amri "di antara kamu". Frasa "di antara kamu" berarti Ulil Amri itu berasal dari dan diangkat oleh "orang-orang yang beriman". Seruan Allah selanjutnya, apabila di antara orang-orang yang beriman (termasuk Ulil Amri) tersebut terjadi perbedaan pendapat tentang sesuatu, Allah menyuruh mereka agar mengembalikan persoalan tersebut kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya). Jadi, jelaslah bahwa Ulil Amri adalah "pemimpin yang beriman" yang hanya tunduk patuh kepada seluruh hukum Allah dan Rasul-Nya, karena syarat utama keimanan seseorang adalah "kufur kepada Thaghut", berdasarkan firman-Nya Subhanahu Wa Ta'ala:

...barangsiapa yang kufur kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus... (QS. Al-Baqarah: 256)

Salah satu bentuk kufur kepada Thaghut adalah tidak berhakim kepada Thaghut dan hukum-hukumnya, berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhukum (berhakim) kepada Thaghut, padahal mereka telah diperintah mengkufuri Thaghut itu.... (QS. An-Nisa: 60)

Sedangkan maksud dari "buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus" adalah kalimat Tauhid "Laa ilaaha illallah".

Itulah Ulil Amri menurut Al Quran, bukan menurut partai politik yang berdiri di atas dienul batil demokrasi.
Andre Tauladan

UUD 1945 VS AL-QURAN TENTANG KEBEBASAN BERAGAMA

Terdapat kontradiksi yang sangat jelas antara UUD 1945 dengan Al-Quran terutama yang menyangkut tentang kebebasan beragama, perhatikan bunyi ayat-ayatnya:

- UUD 1945 Pasal 28 E mengatur:

(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.

Selanjutnya Pasal 29 mengatur:

(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.

Kedua ayat di atas didukung dengan Ekaprasetia Pancakarsa (Butir-Butir Pengamalan Pancasila) sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) yang mengatakan:

(6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
(7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

- Al-Quran surat At-Taubah* mengatur:

(29) Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

(73) Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

(123) Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

- Pilih yang mana?

Apakah hukum jahiliyah (buatan manusia) yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS. Al-Maidah: 50)

- Jika anda percaya bahwa aturan jahiliyah (UUD 1945) lebih baik daripada aturan Allah (Al-Quran), maka yakinlah bahwa anda telah kafir kepada Allah dan beriman kepada thaghut:

...Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS. Al-Maidah: 44)

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisa: 60)


Catatan:

* QS. At-Taubah: 1-129 yang berisi perintah memerangi orang-orang musyrik dan ahli kitab serta orang-orang kafir pada umumnya, turun di Madinah pada tahun 9 dan 10 Hijriyah (menjelang wafatnya Nabi Muhammad Saw). Bandingkan dengan ayat-ayat "damai" yang selalu dijadikan dalil oleh kebanyakan ulama su' untuk bertoleransi dan hidup rukun bersama orang-orang musyrik dan ahli kitab serta orang-orang kafir pada umumnya, justru turun sebelum QS. At-Taubah diturunkan, yaitu: (1) QS. Al-Kafirun: 1-6 turun di Mekah yang berarti turun sebelum Hijriyah; (2) QS. Al-Kahfi: 29 turun di Mekah/sebelum Hijriyah; (3) QS. Yunus: 99 juga turun di Mekah/sebelum Hijriyah; (4) QS. Al-Baqarah: 256 turun di Madinah pada tahun 3 Hijriyah; dan (5) QS. Al-Mumtahanah: 8 turun di Madinah pada tahun 6 Hijriyah. Sehingga jelaslah bahwa makna ayat "Tidak ada paksaan dalam (memasuki) dien (Islam)" (QS. Al-Baqarah: 256) adalah tidak ada paksaan dalam memeluk dien Islam bagi orang kafir yang dikenai jizyah dan telah membayarnya dan mereka ridha terhadap hukum Islam (Tafsir Ath-Thabari).
Andre Tauladan

Kamis, 19 November 2015

Salah Paham tentang Pengertian Rahmatan Lil Alamin

Banyak orang (ahli kitab atau istilah kerennya cendikiawan) yang menyalah artikan kata rahmatan lil alamin. Akibatnya ummat mendapat pemahaman yang tidak benar soal arti dan definisi rahmatan lil alamin.
Kalimat rahmatan lil alamin mereka gambarkan sebagai (Agama Islam) yang lemah lembut, damai, toleran, kompromi, anti kekerasan kepada semua golongan.
Benarkah begitu?


1. Rahmatan lil alamin bukan berarti seluruh manusia.

Kata rahmatan lil alamin erat kaitannya dengan kerasulan atau risalah yang dibawa Muhammad saw, bukan dengan kata Islam.

Kata rahmat secara umum berarti kasih sayang Allah kepada makhluknya. Allah menumbuhkan pepohonan; menggilir siang dan malam; mengembang biakkan hewan ternak; menurunkan hujan dsb adalah bentuk kasih sayang atau rahmat Allah kepada Manusia pada umumnya.

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
7:57

Dalam arti yang khusus, rahmat bermakna petunjuk, hikmah atau hidayah Allah. Bisa pula bermakna naungan Allah

فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami
18:65

Kata rahmat pada ayat di atas bermakna khusus, yakni kasih sayang yang hanya diberikan kepada hambaNya, berupa kenabian, hikmah, atau petunjuk.

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَاعْتَصَمُوا بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dari-Nya dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.
4:175

Maksud ayat di atas: hanya orang yang beriman dan berpegang teguh pada agamaNya akan dimasukkan ke dalam rahmat (bimbingan, naungan) Allah. Orang yang kafir? Sudah tentu tidak.

2. Lil Alamin bermakna (Rahmat) untuk Orang yang percaya, yakin dan berserah diri.

Secara umum, diutusnya Muhammad saw adalah karena kasih sayang Allah kepada manusia dan jin pada umumnya. Allah menghendaki ummat manusia hidup dalam bimbingan Allah yang dibawa oleh rasulNya supaya tercipta keutuhan hidup di dunia. Namun nyatanya tidak semua manusia mau dibimbing dan diatur oleh Allah. Hanya orang yang percaya dan berserah diri saja yang mau menerima ajakan para rasul.

Dengan demikian makna rahmatan lil alamin hanya tertuju kepada ummat manusia dan jin yang tunduk, baik suka (mukmin, muslim) atau terpaksa (kafir dzimmi).
Ini didasarkan pada ayat ayat berikut:

وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
7:52

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
10:57

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.
16:89

هَٰذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
45:20

Dan masih banyak lagi ayat ayat yang serupa.
Semuanya menyimpulkan bahwa kata rahmat yang berkaitan dengan risalah Allah yang dibawa oleh rasul dan tertuang dalam lembaran kitab suci Al Quran ditujukan tidak kepada seluruh manusia, tetapi hanya kepada manusia yang menerima risalah itu.

Ayat berikut menegaskan kesimpulan ini:

قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَنْ مَعَكَ ۚ قَالَ طَائِرُكُمْ عِنْدَ اللَّهِ ۖ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُونَ

Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji.”
27:47

قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami.”
36:18

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu hanyalah menambah kerugian kepada orang-orang yang zalim
17:82

Ayat ayat diatas menjelaskan bahwa dalam pandangan orang kafir, kedatangan rasul bukanlah rahmat bagi mereka. Sebaliknya, kehadiran rasul dengan Kitab-Nya bagi mereka adalah sebuah kerugian dan malapetaka.

3. Rahmatan lil alamin bukan melulu berarti lembut. Mengajak manusia ke jalan Allah dengan lemah lembut dan tutur kata yang baik memang diutamakan. Tapi jangan lupa bahwa selain sebagai penyeru, rasul juga sebagai pemberi peringatan dan ancaman. Untuk ini perlu menggunakan bahasa yang tegas dan lantang.

4. Rahmatan lil alamin boleh menggunakan kekerasan sikap maupun fisik. Sudah menjadi sunnatullah, di mana ada kebenaran, di situ ada banyak kebencian orang kafir. Terhadap orang seperti ini, kekerasan adalah keharusan.

لَقَدْ جِئْنَاكُمْ بِالْحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ

Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.
43:78

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

5. Rahmatan lil alamin bukan berarti cinta damai dan toleran.

Sebelum muhammad saw membawa risalah, kehidupan masyarakat Mekkah baik baik saja. Tetapi apa yang terjadi setelah beliau memproklamirkan diri sebagai rasul Allah? Sedikit demi sedikit terjadi instabilitas. Paman memusuhi keponakannya; tuan menyiksa budaknya; Ayah membenci anaknya dll. Rasul sendiri dituduh sebagai pemecah belah persatuan dan kesatuan suku bangsa.
Demi untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan suku bangsa Arab, para pemuka suku mengajak damai dan berkompromi dengan Muhammad saw untuk toleran dan saling menghormati agama lain.
Namun beliau menolak dan memilih mati karena menyampaikan risalah-Nya



Andre Tauladan

Inside Job? Alhamdulillah, Allah memberi petunjuk

Sebuah laman facebook membuat kiriman yang semestinya tidak ditayangkan. Laman "Fans of Sh. Khaled Yasin" mengirimpkan screenshoot sebuah tweet yang mengatakan jumlah korban serangan paris sekian-sekian. Tweet tersebut tercatat pada tanggal 11 November 2015. Artinya, itu dua hari sebelum serangan terjadi. Lantas, si admin laman tersebut mengatakan bahwa serangan tersebut sebuah inside job, maksudnya kerjaan orang dalam yang sengaja ingin membuat citra buruk terhadap islam. Secara tidak langsung menuduh IS sebagai agen salibis karena IS mengklaim serangan tersebut. Tapi...

Atas izin Allah saya yang awalnya bingung, mendapat jawaban. Saya memang melihat bahwa tweet itu asli, bukan hasil photoshop. Tapi...

Tapi Allah memberikan petunjuk. Tepat di bawah kiriman si admin, ada beberapa link jawaban yang ternyata...

Banyak sekali TWIT ASLI (bukan photoshop) dari akun yang sama yang menceritakan kejadian lain dengan kalimat yang sama. Makes any sense? Haha...

Ini kiriman si admin.
Twit itu memang asli, bukan sotosop. Tweetnya ada di sini
Keren kan? Sekilas memang terlihat 'punya bukti' untuk menuduh IS. Tapi...
Ini (smart) people also shared :

Nah, yang dishare oleh smart people itu menuju ke sini -> link 
Yang ternyata...

Loh... kok? Twit yang tanggal 11 November itu seperti gabungan antara twit tanggal 7 Januari sama 29 November 2014 sih???
Terus, setelah dilihat jejak twitnya ternyata... hehehe.

Usut punya usut, selidik punya selidik ternyata akun @PZF ini bot. Tau bot? Ah ya udah kalo nggak tau mah.
Baca aja ya selengkapnya di link yang udah dicantumkan. Cukup ah dari saya mah. Saya mau ngopas dulu sebelum sumbernya ditilang :D.
Andre Tauladan

Rabu, 18 November 2015

Perjuangan Dakwah dan Jihad Bagai Menggenggam Bara Api


Oleh : Uwais Faqihul Mujahid


Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfurry –hafidzahulloh– menyebutkan sebuah kisah tentang permulaan Nabi Muhammad Saw diangkat menjadi seorang Nabi dan Rosul. Dikisahkan bahwa ketika sedang bertahannuts (menyendiri) di gua Hira beliau didatangi oleh seseorang yang tidak dikenalnya sama sekali, lantas orang itu memerintahkan kepada beliau untuk membaca. Maka beliau menolaknya karena beliau adalah seorang yang ummi (tidak bisa baca tulis). Kemudian orang itu membacakan ayat pertama dari surat Al ‘Alaq dan beliau mengulanginya. Itulah awal mula turunnya wahyu pertama kepada beliau. Setelah kejadian itu, beliau pulang kerumahnya dalam keadaan ketakutan, penuh dengan kecemasan dan seluruh tubuhnya merinding. Beliau menceritakan kejadian yang telah menimpanya tersebut kepada istrinya yaitu Khodijah, kemudian memerintahkannya untuk menyelimuti tubuhnya.

Melihat kejadian itu sang istri mendatangi pamannya yang bernama Waraqah bin Naufal. Khodijah berharap ada penjelasan darinya tentang kejadian yang telah menimpa suaminya tersebut. Setelah diceritakan kepadanya, lantas kemudian dia mendatangi Nabi Muhammad Saw dan bertanya kepadanya tentang kejadian yang telah menimpanya. Setelah beliau menceritakan apa yg telah terjadi padanya, lalu dia (Waraqah) mengatakan, “ Itu adalah Namuz (Jibril) yang telah datang kepada Nabi Musa As. Aduhai sesungguhnya di dalamnya ada penderitaan/kepayahan. Aduhai sekiranya aku masih hidup ketika kaummu mengusirmu.“Kemudian Nabi Muhammad Saw bertanya menguatkan, “Apakah mereka akan mengusirku?!!” Kemudian Waraqah menjawab,“Ya…., tidaklah ada seorang laki-laki yg telah datang dengan membawa (ajaran) seperti yang telah engkau bawa, kecuali pasti dia akan dimusuhi…..” ( Ar-Rokhiqul Makhtum )

Kisah diatas merupakan sebuah informasi yang sangat berharga bagi kaum muslimin bahwa merupakan sunnatulloh yang telah ditetapkan oleh Alloh Swt kepada para Nabi –alaihimussalam– bahwa mereka akan dimusuhi oleh banyak manusia dari berbagai kalangan yang tidak menyukai dakwah ini yaitu dakwah Islam.

Semakin menguatkan keterangan diatas dengan adanya nash dari Al Qur’an dan As-Sunnah berkaitan dengan masalah tersebut. Alloh Swt dalam beberapa ayat-Nya memperjelas hal itu bahkan memperinci siapa saja yang tidak menyukai dakwah Islam ini. Salah satunya adalah firman Alloh Swt,

“ Dan demikianlah Kami telah menjadikan bagi setiap Nabi itu seorang musuh (yaitu) setan dari gol jin dan setan dari gol manusia, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian lainnya perkataan yang indah-indah dengan maksud untuk menipu…..” (QS. Al-An’am : 112 )

Al Imam Ibnu Katsir –rohimahulloh– mengatakan, “Alloh ta’ala berfirman, ‘sebagaimana Kami telah jadikan untukmu, wahai Muhammad, musuh-musuh yang menentang, memusuhi, dan melawanmu, Kami juga menjadikan musuh-musuh bagi setiap Nabi sebelummu, oleh sebab itu janganlah semua hal itu menjadikan kamu bersedih.’ Sebagaimana Alloh Swt berfirman, “Tidaklah ada yang dikatakan oleh (orang-orang kafir) kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada Rasul-rosul sebelum kamu…” ( QS. Fushilat : 43 )

( Lihat Tafsir Al Qur’anul ‘Adhim, Jus II hal : 207 )

Ayat diatas tidak hanya menjelaskan sunnatulloh-Nya kepada para Nabi bahwa mereka memiliki musuh, tetapi juga memperinci musuh-musuh tersebut, menjelaskan sifat dan karakternya serta metode mereka dalam memusuhi para Nabi-Nya ‘alaihimussalam.

Setelah berjalan beberapa tahun dari peristiwa yang menimpa Nabi Muhammad Saw di gua Hira itu dan beliau mulai aktif mendakwahkan Islam kepada masyarakat arab, mulailah jelas kebenaran ayat-ayat serta keterangan dari Waraqah bin Naufal diatas. Orang-orang yang telah memeluk Islam dan beriman kepada Alloh Swt mulai diperlakukan tidak baik dan dzolim, baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan. Bahkan ada diantara mereka yang menyiksa sampai menghilangkan nyawanya. Allohu Musta’an

Selama kurang lebih tigabelas tahun kaum muslimin hidup penuh dengan tekanan, penderitaan, kedzoliman serta penyiksaan dari orang-
orang arab kafirin Quraisy bahkan puncaknya mereka bermaksud membunuh Nabi Muhammad Saw, akhirnya Alloh Swt memberikan satu angin segar yaitu dipilihkannya kota Madinah untuk kaum muslimin dan dijadikannya sebagai wilayah yang siap menerima kedatangan kaum muslimin serta ajaran Islam dapat mereka amalkan sesuka hati mereka tanpa ada penghalang yang berarti.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah setelah kaum muslimin hidup nyaman di Madinah, lantas orang-orang kafir Quraisy tinggal diam begitu saja melihat Islam tersebar sedikit demi sedikit ke seluruh Jazirah Arab ?!! Ternyata tidak…!! Bahkan mereka semakin geram dan nekat hendak menghancurkan Islam dan para pengikutnya. Cara yang mereka tempuh diantaranya adalah melakukan kerjasama dengan orang-orang munafikin Madinah untuk senantiasa mengawasi gerak-gerik kaum muslimin. Dan puncak dari kolaborasi diantara mereka adalah terjadinya perang Ahzab (Khandaq), sebuah peperangan yang melibatkan semua elemen musuh-musuh Alloh untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin di Madinah.

Kisah diatas adalah sekelumit kejadian yang menggambarkan betapa orang-orang kafir para musuh Alloh Swt sangat bersemangat untuk memadamkan cahaya Islam dari muka bumi ini. Berbagai upaya selalu mereka gunakan untuk mewujudkan hal tersebut. Tetapi Alloh Swt ternyata memiliki rencana yang berbeda, Dia menginginkan Islam akan menerangi dunia ini dengan syari’at – syari’atNya melalui tangan para wali-Nya. Alloh Swt berfirman :

“ Mereka menginginkan untuk memadamkan cahaya Alloh dengan mulut-mulut mereka. Dan Alloh telah menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya “

( QS. Ash-Shaff : 8 )

Ayat diatas seolah menjadi “suplemen” bagi kaum muslimin, bahkan menjadi sebuah kekuatan moril yang mampu mengatrol kekuatan mereka berlipat-lipat. Bahwa betapapun berat dan dahsyatnya permusuhan mereka kepada Islam dan kaum muslimin, akan tetapi tetap saja endingnya atau hasil akhirnya adalah kemenangan cahaya Islam. Walau demikian, kaum muslimin tetap harus meningkatkan kewaspadaan terhadap tipu daya mereka agar korban yang jatuh dari kaum muslimin dapat diminimalisir, baik korban secara fisik maupun psikis, secara materi maupun non materi.

Hal itu sangat penting untuk diperhatikan oleh setiap muslim, karena sampai kapanpun kaum muslimin akan diuji dengan berbagai makar dari orang-orang kafir musuh-musuh Alloh Swt. Maka jangan pernah berfikir bahwa kaum muslimin dalam keadaan aman hidupnya, diberbagai sisi senantiasa ada musuh-musuh yang mengintai mereka. Mereka berusaha dengan sekuat tenaga agar agama Islam ini hancur, kaum muslimin ini murtad dari agamanya lantas masuk kedalam agama mereka, baik dengan sukarela maupun terpaksa. Atau minimal mereka akan membuat kaum muslimin mengikuti ajaran mereka baik dalam hal ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan keamanan, akhlak, gaya hidup, dan sebagainya, walaupun secara dzohir mereka masih berstatus sebagai muslim.Alloh Swt berfirman :

“ Dan mereka senantiasa memerangimu (kaum muslimin), sampai kamu murtad dari agamamu (Islam) jika mereka mampu (melakukannya)…”(QS. Al Baqarah : 217 )

Dan juga firman-Nya,

“ Dan ingatlah kamu (Muhammad) tatkala orang-orang kafir mengepungmu atau ingin membunuhmu atau mengusirmu. Dan mereka senantiasa membuat tipu daya dan Alloh juga senantiasa (membalas ) tipu daya (mereka). Dan Alloh adalah sebaik-baik pembuat tipu daya. “ ( QS. Al-Anfal : 30 )

Maka jangan pernah heran kalau kita saksikan hari ini, hampir semua program, konsep, pemikiran, kegiatan, dan sebagainya, semua diarahkan untuk memojokkan Islam dan syari’atnya. Mereka berusaha membuat keraguan pada diri kaum muslimin terhadap ajaran Islam dengan cara menyebarkan pemikiran-pemikiran dan syubhat-syubhat yang menyimpang dari syari’at Islam, seperti; Pluralisme, Sekulerisme, Liberalisme, Kapitalisme, Demokrasi, Nasionalisme, Chauvinisme, dsb. Semua pemikiran tersebut sengaja disebarkan kedalam tubuh kaum muslimin agar kaum muslimin menjadi ragu terhadap agamanya. Kemudian setelah mereka ragu dengan ajaran Islam, mereka akan menawarkan a
jaran, aturan, pemikiran, konsep, sistem, undang-undang, gaya hidup, serta semua hal yang asing dari Islam dan membungkusnya dengan label-label yang profokatif, persuasif dan terkesan modern serta “islami”. Sehingga kaum muslimin lebih mudah menerimannya dan menganggap itu adalah hal yang positif dan sesuai dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Terjebaklah kaum muslimin dari satu sisi.

Sementara dari sisi yang berbeda mereka memberikan cap, label, sebutan negatif kepada kaum muslimin yang berusaha menjalankan ajaran Islam yang lurus, benar dan sesuai sunnah. Target dan tujuan utama mereka dengan hal-hal itu adalah ingin menjauhkan para ulama dan kaum muslimin yang benar Islamnya serta menjalankan sunnah, dengan masyarakat Islam secara umum. Sehingga kita saksikan hari ini kaum muslimin yang benar-benar menjalankan syari’at Islam dengan baik, dikucilkan oleh masyarakat, dieleminir dari pergaulan serta dituduh dengan tuduhan bermacam-macam seperti Islam garis keras, Islam fanatik, Islam fundamentalis, bahkan juga Islam teroris.

Benarlah Hadits Rosululloh Saw berikut ini,

“ Islam itu datang pertama kali dalam keadaan asing dan akan kembali asing lagi sebagaimana pertama kali datang. Maka berbahagialah orang-orang yang asing itu. (Ditanyakan) Siapakah orang yang asing itu wahai Rosululloh ?! Beliau menjawab : “ Yaitu mereka yang senantiasa berbuat kebaikan tatkala manusia berbuat kerusakan. “ ( HR. Thabrani dalam Kitab Al Mu’jamul Ausath, Al lalika’I dalam Kitab Syarah Ushulul I’tiqhad (1/112) No. 173, HR. Al Baihaqi dalam Kitab Az Zuhd Al Kabir hal 146 No 200)

Dalam riwayat lainnya, “Beruntunglah orang-orang yang asing itu yaitu mereka yang senantiasa berpegang teguh dengan kitabullah (Al Qur’an) ketika manusia meninggalkannya dan mereka mengetahui As Sunnah dikala ia padam“( HR. Ibnu Wadhah dalam Kitab Al- Bida’ Wa An- Nahyu ‘Anha, bab “Fie Naqdhi Ural Islam” hal. 65 )

Dalam riwayat lain, “……………Mereka adalah orang-orang yang senantiasa sholih dalam komunitas orang-orang yang banyak keburukannya. Orang-orang yang mendurhakai mereka lebih banyak daripada yang menaati mereka” ( HR. Ahmad dalam Musnadnya, Ath-Thabrani dalam Kitab Al Kabir ( X/259) dan Ibnul Mubarak dalam Kitab Az-Zuhd )

Bahagia sekali orang-orang yg asing itu, mereka adalah orang-orang yang senantiasa istiqomah diatas jalan kebenaran Islam. Mereka tidak peduli dengan celaan, hinaan, makian, hujatan bahkan penyiksaan dari orang-orang karena amalan Islam yang mereka lakukan. Mereka bak batu karang di lautan, bak pohon kaktus ditengah gurun pasir. Mereka akan senantiasa memegang Islam ini dengan sekuat tenaga, bahkan seandainya mereka harus kehilangan nyawa sekalipun untuk mempertahankan Islam, akan mereka lakukan dengan penuh keikhlasan. Subhanallah !!!

Rosululloh Saw bersabda,

“ Akan senantiasa ada segolongan dari ummat ini yang senantiasa berjuang dan dimenangkan oleh Alloh Swt, mereka tidak perduli dengan orang-orang yang menelantarkan dan menyelisihi mereka sampai datang ketentuan Alloh. Mereka tetap berpegang teguh dg kebenaran (Islam) di tengah komunitas masyarakat.”

Begitulah gambaran umum kaum muslimin hari ini dalam memegang kebenaran, sangat berat. Dan hal ini akan senantiasa berlangsung sampai datangnya hari kiamat nanti. Selama orang-orang kafir masih ada dimuka bumi ini, mereka tidak akan pernah tinggal diam menggerogoti aqidah kaum muslimin. Maka waspadalah dengan tipu daya mereka, Istiqomahlah dalam memegang agama ini. Sungguh Istiqomah dizaman ini ibarat memegang bara api, bahkan lebih berat lagi. Oleh karena itu berbahagialah mereka yang diberikan keistiqomahan oleh Alloh swt dalam menjalankan agama ini. Karena DR. Abdullah Azzam –rohimahulloh– pernah mengatakan bahwa, “ SEUTAMA-UTAMA KAROMAH ADALAH ISTIQOMAH “.

Mari renungkan hadits Nabi Muhammad Saw berikut :

“ Barangsiapa diantaramu yang hidup sesudahku sungguh akan menemui banyak perselisihan, maka tetaplah diatas sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah dengan gigi geraham (dalam memegang sunnah itu )…….. “ ( HR. Ahmad IV/ 126-127, Abu D
awud no. 4607, at-Tirmidzi no. 2676 dan Hakim I/95 )

Dan juga hadits berikut,

“ Akan datang suatu zaman kepada manusia, dimana orang yang berpegang teguh dengan sunnahku ditengah-tengah perselisihan ummatku ibarat orang yang memegang bara api “

( Ditahrij oleh Abu Bakar Al Kalabadzi dalam Miftahul Ma’aany 2/ 188 dan Dhiya Al Maqdisy dalam Al Muntaqa Min Mausuu’atihi bi Marwa 1/99 )

Akhirnya mudah-mudahan Alloh Swt memberikan kepada kita keistiqomahan sampai saatnya malaikat Izrail mencabut nyawa kita. Amiin

Wallohu A’lam Bi Showwab

Referensi :

Al Qur’anul KariemAr-Rokhiqul Makhtum, Syaikh Shofiyyurrohman Al Mubarokfury. 1424 H/2003 M. Daarul Fiqr.Tafsir Al Qur’anul ‘Adzim, Ibnu Katsir. 1423 H/2003 M. Daarul Hadits : Kairo.Al Wajiz Fie Aqidati As-Salafush-Shalih Ahlussunnah Wal Jama’ah, Abdullah bin Abdul Hamid. 1422 H. Daar Ar-Rayyah.Al Ghuroba Al Awwalun,( Edisi Terjemah Indonesia dg judul: Generasi Ghuraba), DR. Salman bin Fadh Al Audah. 2007. Jazeera : Solo.Min Wasaail Daf il Ghurbah, (Edisi Terjemah Indonesia: Jihad Jalan Khas Kelompok yang Dijanjikan), DR. Salman bin Fadh Al Audah. 2007. Jazeera : Solo.Dan lain-lain.


Andre Tauladan

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates