Senin, 08 Desember 2014

Betapa tuduhan itu sangat mudah diutarakan

Teman, pernah dengar istilah "maling teriak maling"? Jika pernah, pasti tahu apa artinya. Tapi sekarang ini istilahnya semakin bervariasi. Misalnya, "teroris teriak teroris", atau "penjahat teriak penjahat".
Tulisan ini khusus untuk muslim yang mau berfikir.

Ramai di masyarakat tuduhan bahwa ISIS adalah teroris. Bila ada orang yang mendukung ISIS lalu dituduh pendukung teroris. Tapi coba kita berfikir.Teroris artinya orang atau kelompok yang melakukan teror. Teror sendiri berarti sesuatu yang meresahkan dan membuat takut masyarakat. Lalu, eror seperti apa yang dilakukan ISIS terhadap masyarakat Indonesia? Tidak ada kan? Kita di sini justru diteror, ditekan, ditakut-takuti oleh pemerintah kita sendiri. Jadi, teroris sebenarnya di negara kita adalah pemerintah kita sendiri.

Anda muslim? Mari berfikir. Pemerintah semakin menekan rakyat dengan berbagai cara. Salah satunya menaikkan harga BBM yang buntutnya akan meningkatkan kriminalitas. Sekarang belum sampai buntut, masih kepala. Supir angkutan umum lebih 'beringas' di jalanan. Alasan utama mereka adalah 'kejar setoran'. Hal itu membuat penumpang atau pengguna jalan lain berada dalam bahaya. Okelah jika ada yang berkata 'supir angkot mah dari dulu emang gitu'. Memang, tetapi sekarang mereka lebih 'gitu', karena jika pendapatannya sama dengan dulu, saat ini tidak akan mencukupi kebutuhan mereka. Sering juga penumpang dimarahi supir karena masalah ongkos.

Kriminalitas di negeri kita juga merupakan bentuk teror pemerintah. Pencuri, perampok, pembunuh, dsb dihukum dengan hukuman yang tidak seberapa. Setelah bebas dari penjara mereka kembali ke tengah masyarakat dengan kemungkinan melakukan kejahatan lagi. Kita juga pasti tahu kan ada beberapa oknum yang justru sengaja melindungi para kriminal. Sudah menjadi rahasia umum bahwa tukang parkir liar (banyak di antara mereka adalah preman) pasti memberikan setoran ke oknum aparat. Termasuk pungli di tempat ramai, itu pasti ada setorannya ke oknum. Kita tahu bahwa illegal logging itu berbahaya bagi lingkungan, menimbulkan ancaman longsor. Tetapi kita juga tahu ada pelaku illegal logging yang bekerjasama dengan oknum aparat. Adalagi beberapa kasus pemerasan oleh oknum juga. Misalnya, ketika melapor tentang kehilangan kendaraan ada oknum yang meminta uang jika ingin dicarikan. Jadi, orang berada dalam kondisi "sudah jatuh tertimpa tangga". Aparat yang diharapkan dapat membantu justru menambah kesulitan.

Belum lagi kerusakan moral anak-anak dan remaja yang seolah tidak diperhatikan oleh pemerintah. Suatu saat mereka akan menjadi orang dewasa. Dikhawatirkan mereka akan menjadi generasi penerus para kriminal. Anak SMP, SMA, pacaran di berbagai tempat. Apakah para orang tua tidak takut terjadi 'apa-apa' dengan anak mereka? Kita sering menemui berbagai kasus pemerkosaan bahkan oleh anak SMP. Itulah teror nyata yang dilakukan secara tidak langsung oleh pemerintah. Dengan kata lain, jika pemerintah memang peduli dan melakukan langkah-langkah pencegahan (mis. melarang pacaran) orang tua pun akan merasa tenang dan tidak takut.

Berapa banyak orang yang semakin sengsara oleh 'kebijakan yang tidak bijak' dari pemerintah? Ingat juga akibat yang ditimbulkan oleh koruptor kita. Jatah orang miskin sering diembat. Jadi, tak perlulah takut oleh ISIS yang tidak melakukan apa-apa terhadap kita. Apalagi sampai membuat tuduhan teroris. Kita berada di tengah teror pemerintah selama ini tapi tidak sadar. Ingat, tuduhan teroris kepada umat islam itu asalnya dari orang kafir. Jangan sampai kita menjadi bagian dari orang kafir yang justru menjadi musuh islam.
Andre Tauladan

Minggu, 07 Desember 2014

Agar tidak serampangan mengimplementasikan jihad

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


Tulisan ini saya publikasikan untuk merespon pernyataan orang ini. Tulisan ini dibuat sebagai bentuk kehati-hatian agar ketika menemui pernyataan dari seseorang kita mau memikirkan terlebih dahulu. Dengan demikian, pernyataan orang tersebut akan membuat kita semakin rajin  beribadah dan bersemangat untuk berjihad dengan memperbaiki ibadah kita. Namun, syarat dan ketentuan berlaku. Syarat dan ketentuannya akan saya bahas di sini.

link status 

Apa yang disampaikan orang ini memang baik. Tetapi jika kita memahami lebih lanjut, tujuannya adalah menggembosi semangat jihad. Persis seperti yang disampaikan oleh Sh. Khalid Yasin, seorang ulama Amerika. Yang disampaikan olehnya sangat logis dan dapat diterima oleh akal.

Hal pertama yang ingin saya tekankan. Orang ini salah satu dari sekian banyak yang menganggap bahwa jihad hanya di Palestina.

Mari kita bahas.
Orang ini mengatakan agar kita tidak serampangan mengimplementasikan jihad. BENAR! Kita jangan serampangan. Namun, di negeri sekuler yang sangat anti dengan syari'at islam semacam Indonesia, apakah kita akan belajar tentang jihad kepada ulama su'u yang sudah menjadi budak para thaghut? Ketika thaghut penguasa melarang rakyat melawannya padahal dia berbuat zhalim, ulama su'u pun akan mengikuti perintahnya dan akhirnya rakyat akan terus berada di bawah pemerintahan zhalim dan jauh dari syariat Allah.

Para saudara kita yang telah berhijrah, pergi ke syam untuk bergabung dengan mujahidin. Sedangkan kelompok mujahidin di sana bukan orang yang serampangan mengamalkan jihad. Untuk terlibat dalam jihad, mereka diseleksi dan dibina dalam hal aqidah, akhlak, dan ilmu islam lain yang esensial. Apakah belum pernah sampai ke telinga orang ini pernah ada seorang amir di sana yang diberhentikan hanya karena ucapan yang tidak pantas kepada orang tua? Apakah tidak sampai juga kepadanya gambar-gambar mujahidin yang sedang shalat atau tilawah? Ataukah orang ini memiliki akses yang terbatas untuk membuka internet sehingga tidak tahu bagaimana pendidikan anak-anak di daulah islam? Saya rasa tidak.

Shalat yang bolong, tahajud yang jarang, tilawah yang 'edan eling', dan berbagai keburukan kita di negara ini dalam hal beragama tidak pernah menjadi 'beban pikiran' pemerintah. Bahkan, pemerintah cenderung membawa rakyatnya ke arah yang sekuler. Sederhanyanya, di negara ini dosa didukung, ibadah diterlantarkan. Sehingga, ketika seseorang tidak melakukan ibadah, berbuat dosa, orang itu akan cuek karena tidak ada yang mengingatkannya kecuali ustadz yang dekat dengannya, itu pun belum tentu berpengaruh. Peluang untuk berbuat dosa di negara ini sangat besar. Acara tv yang vulgar, kesempatan yang lebar untuk korupsi atau riba, juga minuman keras, rokok, dan narkoba sangat mudah didapat. Pacaran bisa bebas, pezina dipenjara sampai dibebaskan tetap dipuja, pencuri yang tertangkap dipenjara lalu setelah bebas bisa mencuri lagi. Andaikan seseorang sadar dan mau bertobat, dalam hitungan jam, hari, atau bulan dia bisa terjebak lagi dalam dosa.

Akan berbeda halnya jika kita berada di lingkungan mujahidin, khususnya yang memiliki 'kuasa' pemerintahan. Dalam hal ini contoh yang paling real adalah Daulah Islam ( IS / ISIS ). Di wilayah daulah islam, tidak akan ditemui orang yang sedang berpacaran, gambar-gambar vulgar, minuman keras, atau hal lain yang memudahkan seseorang berbuat dosa. Syari'at islam benar-benar ditegakkan. Bahkan sampai hal kecil pun ada hukumannya. Baru-baru ini diberitakan sebuah toko ditutup selama dua hari karena pemiliknya meninggalkan shalat berjama'ah. Masyarakat didakwahi tentang cara shalat, mengaji, aturan jual beli, akhlak kepada orang lain, dan aturan islam lainnya. Jika kita berada di tempat seperti itu untuk berbuat dosa akan sangat sulit, ibadah akan terjaga. Bukankan kita sama-sama tahu hadits nabi tentang sifat seseorang yang tergantung lingkungannya?

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Selama kita berada di lingkungan semacam Indonesia saat ini, sampai kapan kita akan dapat terlibat dalam Jihad yang orang ini katakan sebagai puncak agama? Kasihan sekali umat Islam yang ada di Indonesia yang tidak akan pernah merasakan nikmatnya mencapai puncak agama. Apakah kita akan berada di siklus beribadah-berbuat dosa-tobat, beribadah-berbuat dosa-tobat dan begitu seterusnya? Apakah kita tidak akan menyesal jika kita meninggal di tengah lingkungan penolak syari'at Allah tanpa sempat bertobat? Apakah kita tidak menginginkan adanya orang yang selalu mengingatkan ketika kita berbuat dosa?
Saya katakan juga TIDAK!

Orang ini mengatakan bahwa isu ISIS ini adalah pengalihan isu untuk menutupi kekalahan israel. Okelah, jika memang ini pengalihan isu. Tetapi, izinkan saya mengatakan bahwa ini adalah kabar gembira bagi umat muslim. Karena di belahan bumi lain, ada sekelompok orang yang sedang berusaha mengembalikan kejayaan Islam. Saat sebagian besar muslim di Indonesia hanya mampu berdemo untuk melawan kezhaliman pemerintah, tidak mampu melaksanakan syari'at sepenuhnya, usaha dengan 'masuk' di parlemen tak banyak membuahkan hasil, dan maksiat bertebaran di mana-mana. Muslim Indonesia menjadi golongan yang hina. Berada di bawah garis kemiskinan, sebagian besar tidak terdidik, dan menjadi budak hawa nafsu dan selalu dikendalikan oleh orang kafir. Namun, ISIS telah mampu mendeklarasikan khilafah dan menjalankan roda pemerintahan berdasarkan syari'at Islam dalam semua aspek mulai dari kesehatan, pendidikan, jual beli, hukum, dsb. Para wanitanya dimuliakan, anak-anaknya dididik, kesehatan didukung, dan infrastruktur ditingkatkan. Rakyatnya berada dalam rahmat Allah. In syaa Allah. Contoh kecilnya, jika Rupiah saat ini tertekan oleh dolar Amerika, di wilayah Daulah Islam (masyarakat sebut ISIS) diberlakukan mata uang dinar yang tidak terpengaruh sama sekali oleh dolar.

Orang ini juga mengatakan bahwa "jika melihat dari senjata yang ada maka orang palestina tidak mungkin menang melawan Israel". Anda benar saudaraku. Semua terjadi atas kehendak Allah. Senjata hanya bagian dari ikhtiar dalam melawan zionis yahudi laknatullah a'aihim. Dengan logika itu, mari kita menilai dengan seimbang. Apa yang dialami oleh tentara ISIS juga demikian. Dengan persenjataan yang ada di sana, tidak mungkin mereka mendapatkan kemenangan dalam berbagai pertempuran. Segala kemenangan adalah bentuk rahmat Allah kepada orang-orang yang rela mati demi menjaga kemuliaan Islam sebagai agama yang diridhai oleh Allah. Dengan kenyataan itu, mari kita sepakat dengan pendapat bahwa tidak mungkin orang yang terlibat di sana adalah orang-orang yang serampangan mengamalkan jihad.

Kembali saya sampaikan, saya setuju dengan orang ini bahwa untuk mengamalkan jihad memang tidak boleh serampangan. Oleh karena itu kita harus berada di tengah orang-orang yang akidahnya lurus, yang mencintai Allah dan rasulNya, yang rela mati demi agama Islam, dan tidak terpengaruh oleh harta duniawi dan penguasa thaghut. Apakah di Indonesia bisa? Di belahan bumi manapun bisa. Di Indonesia ada kelompok mujahidin, di Filipina ada, di Pakistan ada, di Somalia ada, di mana pun ada. Kalaupun tidak berada di tengah mereka, berkumpullah dengan orang-orang yang mendukung mereka. Orang-orang yang cinta dengan jihad dan mujahidin. *Siapa tahu kita akan ketularan untuk bisa mencapai puncak agama. Jangan sampai kita menyesal di akhirat nanti. Firman Allah dalam Al Qur'an.

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً
“ Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29)

Terakhir, saya sampaikan pesan khususnya bagi diri saya pribadi. Kita hidup tidak hanya di dunia. Sebagai muslim kita harus meyakini adanya kehidupan akhirat. Lakukan yang terbaik bagi kehidupan dunia dan akhirat kita. Jangan hanya mengejar kebaikan hidup di dunia tetapi membawa penyesalan di akhirat. Kelilingi diri kita dengan orang-orang yang akan membawa kebaikan bagi kita di dunia dan akhirat. Sifat manusia akan selalu terbagi dalam dua sisi, ada baik dan buruk (jahat). Kita pasti akan menemui keburukan itu bahkan dalam diri orang-orang yang kerap disebut sebagai ulama. Kita ambil pelajaran dari peristiwa 'ulama yang korupsi', namun jangan kita tiru. Setidaknya peristiwa itu membuat kita lebih waspada dan berhati-hati dalam bergaul, memilih teman, atau mengikuti ulama mana yang baik dan akidahnya lurus.

Allahu a'lam bisshawwab.
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


Andre Tauladan

Jumat, 05 Desember 2014

Perkara Jihad Bukan Hal Tabu

Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Bismillahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillah, dengan perkembangan teknologi sekarang ini kegiatan dakwah dapat lebih mudah dilakukan. Mudahnya akses internet juga sangat mendukung dalam aktivitas dakwah. Dengan facebook, twitter, dan media sosial lainnya setiap orang dapat melibatkan diri dalam menyampaikan kebenaran dan informasi seputar agama islam. Dengan internet pula setiap orang dapat lebih mudah dalam mendapatkan jawaban ketika mereka mengalami kebingungan dalam hal ibadah. Situs-situs dakwah seputar fiqih, tarikh, aqidah, akhlak, dan lain sebagainya kini semakin banyak dan saling melengkapi.
jihad
gambar : islamicrenaissance.co.uk

Namun sebagai muslim yang meyakini bahwa agama Islam adalah agama yang sempurna dan mencakup seluruh aspek kehidupan hendaknya kita tidak berat sebelah. Sayangnya dari sekian banyak situs-situs islami, sebagian besar masih enggan untuk membahas tentang jihad khususnya jihad perang. Malah ada sebagian diantara mereka yang berusaha mengalihkan semangat jihad umat islam agar melunak hingga akhirnya tidak memiliki semangat jihad. Padahal, jihad adalah bagian dari perjuangan islam. Jihad juga menjadi salah satu perintah Allah yang ada dalam Al Qur'an. Sama halnya dengan ibadah lain seperti shalat dan puasa, jihad juga memiliki hukum yang berbeda tergantung kondisi. Jika dalam shalat kita mengenal shalat wajib dan shalat sunnah, demikian halnya dalam perkara jihad. Namun yang saya lihat sekarang, masih banyak ulama (yang kemudian membuat umat islam pada umumnya) enggan membahas perkara jihad dan menjadikannya hal tabu. Alasan yang paling umum adalah "islam adalah agama damai, kita tidak suka pakai kekerasan".

Berikut ini saya salinkan dalil-dalil tentang perintah berjihad dari dakwah.info :

1. Allah SWT berfirman:
(انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالاً وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيْلِ اللهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ) (التوبة: 14)
“Berangkatlah kamu untuk berperang baik kamu merasa ringan maupun kamu merasa berat dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (At Taubah: 41).

2. Allah SWT berfirman:
(وَقَاتِلُوْا الْمُشْرِكِيْنَ كاَفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كاَفَّةً وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ) (التوبة: 26)
“Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwa Allah itu beserta orang-orang yang bertakwa” (At Taubah: 36)

3. Allah SWT berfirman:
(وَقَاتِلُوْهُمْ حَتَّى لاَ تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَيَكُوْنَ الدِّيْنُ كُلُّهُ لِلَّهِ) (الأنفال: 40)
“Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah dan sampai agama itu semuanya untuk Allah.” (Al Anfal : 39)

4. Rasulullah SAW bersabda:
لاَ هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ فَإِذَا اسْتَنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوْا .)رواه البخاري.
“Tidak ada hijrah (dari Mekah ke Madinah) setelah pembebasan kota Mekah. Yang ada ialah jihad dan niat (yang baik). Maka oleh sebab itu bila kamu diseru untuk berjihad memerangi orang kafir maka keluarlah”[5] (HR Bukhari)

5. Hukum orang yang memerangi atau memusuhi Islam
إِنَّمَا جَزَاء الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَاداً أَن يُقَتَّلُواْ أَوْ يُصَلَّبُواْ أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم مِّنْ خِلافٍ أَوْ يُنفَوْاْ مِنَ الأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya balasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, ialah mereka dibunuh atau disalib atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang berat.” (Al Maidah: 33)

Untuk dalil lebih lengkap dan rinci silakan kunjungi Dalil-dalil perintah umum berjihad.

Peran jihad qital (perang) dalam perkembangan agama Islam sangat besar. Jika pada saat Abu Jahal menyerang umat islam di Badar umat islam tidak melayani (dengan alasan tidak ingin perang) mungkin  saat ini umat Islam hanya sedikit.

Adapun, situs-situs islam yang berkenan membahas perkara jihad, pembahasannya sebatas apa arti jihad yang selanjutnya diarahkan pada pembahasan jihad dalam perkara lain (bukan perang). Misalnya, dengan mengartikan kata "jihad" sebagai "bersungguh-sungguh" mereka menjuruskan pemikiran umat muslim bahwa dengan belajar, bekerja, atau beribadah dengan sungguh-sungguh adalah bentuk jihad. Memang tidak salah, namun kurang lengkap. Dengan pemikiran seperti itu dikhawatirkan umat islam tidak akan pernah memiliki keberanian berperang. Contoh mudahnya, ketika banyak umat islam yang dibantai di Mesir, demonstrasi sering dijadikan cara untuk melawan. Mereka bersungguh-sungguh menyuarakan perlawanan, tetapi melalui demo saja. Yang akhirnya para pendemo itu justru menjadi korban pembantaian berikutnya. Berbeda halnya ketika ada seorang pelaku bom isytisyhad (bunuh diri) yang rela mengorbankan nyawanya untuk meledak bersama salah satu pejabat yang berperan dalam pembantaian di sana. Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika mereka tidak berani berperang, mereka justru masuk ke dalam lingkungan musuh. Akibatnya, alih-alih melawan musuh dia malah menjadi bagian dari musuh.

Jika masyarakat memang mau memahami lebih dalam maksud dari kata "bersungguh-sungguh" seperti yang disampaikan oleh ulama tersebut efeknya akan berbeda. "Bersungguh-sungguh dalam belajar" sehingga tahu bahwa jihad perang adalah bagian dari agama Islam. "Bersungguh-sungguh dalam bekerja" sehingga tahu bahwa pengorbanan mereka untuk pekerjaan tidak ada artinya dibandingkan pengorbanan para mujahid. "Bersungguh-sungguh dalam beribadah" sehingga tahu bahwa para mujahid lebih sungguh-sungguh sehingga rela mengorbankan nyawa mereka. Sayangnya masyarakat pada umumnya hanya "bersungguh-sungguh" untuk kepentingan dunia saja. Belajar agar dapat nilai bagus, bekerja agar dapat uang banyak, beribadah agar dianggap orang shaleh.

Satu hal lagi yang membuat miris adalah di antara sebagian ulama yang tidak berani membahas perkara jihad, ada yang malah menghina para mujahid (pelaku jihad). Seperti saat ini, ketika para mujahidin sedang berusaha menjaga kemuliaan Islam di Irak dan Suriah. Namun, banyak ulama dunia yang menyebut mereka adalah khawarij, anjing neraka, lebih parah lagi ada yang memandang para mujahidin itu lebih rendah dari atheis.

Masyarakat pada umumnya telah terpengaruhi oleh pemikiran barat yang mencoba menanamkan di benak masyarakat bahwa mujahidin adalah teroris. Sayangnya, selain diracuni pemikirannya, masyarakat pun dibutakan matanya sehingga tidak mampu melihat siapa teroris sebenarnya. Ketika mujahidin menangkap dan membunuh salah satu tawanan orang kafir, masyarakat tahu. Namun, ketika pesawat Amerika membunuh puluhan orang Pakistan, masyarakat tidak tahu. Akibatnya, masyarakat yang seharusnya senang ketika melihat kemenangan kaum muslim atas kafir, malah cenderung membenci mereka. Ketika ada perintah jihad, informasi seputar jihad dan mujahidin mereka takut untuk menyebarkannya.

Beberapa usaha telah dilakukan oleh pecinta jihad seperti menyebarkan info yang benar seputar perjuangan mujahidin. Namun, lagi-lagi informasi tersebut hanya berputar di kalangan pecinta jihad. Sedangkan masyarakat umum tidak akan menerima apalagi menyebarkan berita tersebut karena takut dengan istilah teroris.

Sebagai penutup, saya sampaikan nasihat khususnya untuk diri saya sendiri dan untuk pembaca pada umumnya. Jika kita tidak mampu berperang melawan orang kafir, setidaknya kita memberi dukukan kepada para mujahidin dengan tidak menutup-nutupi informasi tentang mereka dan tidak menghina mereka. Janganlah merasa tabu terhadap informasi seputar jihad hanya karena kita tidak menyukai peperangan.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al Baqarah : 216)


Wallahu a'lam bishshawab.
Barakallahu lii wa lakum. Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

*Tulisan ini disampaikan sebagai bentuk usaha saya dalam berdakwah. Terbuka untuk segala kritik dan koreksi.
Andre Tauladan

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates