Senin, 29 Juni 2015

Damai? Coba Fikir Lagi Pak!

Lagi-lagi Om WhaPhres bikin pernyataan yang ngaco. Om WhaPhres menyatakan bahwa umat Islam Indonesia patut bersyukur karena dapat berpuasa dengan damai. Ya, kalo memang yang dimaksud adalah bisa puasa tanpa ada konflik, serangan bom, atau perang memang benar. Tapi benarkah umat Islam Indonesia bisa berpuasa dengan damai?

Suasana berpuasa di Indonesia memang tidak ada konflik atau perang, tetapi 'godaan'nya tetap ada. Godaan yang dimaksud adalah perbuatan maksiat yang tidak terbatas. Di bulan ramadhan banyak orang yang berpacaran, wanita berpakaian ketat, aurat yang terbuka, dan banyak orang yang tidak berpuasa makan dengan bebas. Dengan keadaan seperti itu mustahil orang bisa berpuasa dengan tenang, kecuali orang yang diam di masjid dari subuh sampai petang.

Selain itu masih banyaknya anak-anak yang bermain petasan, sungguh tidak membuat tenang. Om WhaPhres juga nampaknya tidak tahu acara-acara TV di bulan Ramadhan banyak yang sangat merusak ibadah shaum. Mungkin jika puasa yang dimaksud oleh si Om adalah puasa yang hanya menahan lapar dan haus sih iya. Tapi puasa kan menahan yang lain juga.
Do And Donts Ramadhan

Di negara endonesah ini bukan ibadah yang bisa dilaksanakan dengan tenang, tapi maksiat. Jadi, Republika sebaiknya ganti judul artikel itu jadi "Umat Islam Indonesia bisa melakukan maksiat dengan damai".
Andre Tauladan

Sabtu, 13 Juni 2015

Murotal Kaset di Masjid? Jangan Deh...

Baru-baru ini seorang pejabat di Endonesah sebut saja namanya Pak WhaPhrez (bukan nama sebenarnya) mengutarakan pernyataan yang menjadi kontroversi di masyarakat. Pasalnya, dia mengatakan bahwa suara murotal dari kaset yang sering diputar di masjid-masjid adalah polusi suara

Walaupun tidak setuju dengan pernyataan polusi suaranya tapi saya setuju anjuran untuk tidak memutar kaset murotal di masjid-masjid. Tapi...
toa masjid

Saya sarankan buat Pak WhaPhrez sebelum anda melarang murotal kaset di masjid-masjid, sebaiknya anda lihat dulu kondisi di masyarakat. Saya lihat ada upaya de-islam-isasi dari Pak WhaPhrez. Kondisi masyarakat saat ini saya rasa sudah cukup jauh dari tuntunan agama. Keadaan ini diperparah oleh pernyataan Pak WhaPhrez yang seolah ingin membuat masyarakat nyaris tidak beragama, atau setidaknya masyarakat beragama tanpa tuntunan.

Daripada melarang pemutaran kaset murotal di masjid, sebaiknya Pak WhaPhrez mengajak membudayakan tilawah atau tadarus di negara Endonesah ini. Suatu saat, jika masyarakat sudah terbiasa tilawah manual, maka di masjid-masjid pun otomatis tidak akan ada suara murotal dari kaset-kaset lagi. Jadi, saya setuju kalo pemutaran kaset pengajian di masjid-masjid itu dihentikan, diganti oleh ngaji manual. Yah, itu saran saya kalo Pak WhaPhrez ngeles dari tuduhan saya (tuduhan deislamisasi).

Tapi, nampaknya walaupun Pak WhaPhrez nggak akan bisa ngeles. Toh, dia mengatakan bahwa suara pengajian di speaker itu polusi suara. Jadi, walaupun yang ngaji bukan kaset tapi ngaji manual, tetap akan disebut polusi suara. Sayangnya si Pak WhaPhrez ini nggak pernah bikin pernyataan bahwa konser musik, letusan kembang api, dan terompet tahun baru sebagai polusi suara. Jadi, jelaslah bahwa pernyataannya itu adalah upaya de-islam-isasi. Yah, mungkin Pak WhaPhrez hatinya sudah keras. Sehingga hatinya tidak bergetar ketika mendengar ayat Allah dibacakan. Atau, jika saya boleh menyampaikan tuduhan lain, saya rasa Pak WhaPrez ini sudah mulai mengikuti jalannya orang-orang Nasrani dan Yahudi.

Allah Swt. berfirman,
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka Ayat-ayatnya, bertambahalah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabb-lah mereka bertawakkal."
(Al-Anfal:2)

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka..
(al Baqarah 120)
Andre Tauladan

Senin, 08 Juni 2015

Indonesia, ISIS, dan Rohingya

Sobat, apakah pernah menemui fenomena lucu ketika seseorang rumahnya kemalingan, lalu polisi datang untuk membantunya tapi dia menolak kedatangan polisi, kemudian dia mengeluh di sosmed bahwa polisi tidak berguna dan tidak mau membantu? Atau seseorang yang pesan pizza ke sebuah restoran, tapi ketika pizza diantar ke rumahnya ia mengusir sang pengantar, lalu dia ngeluh di sosmed bahwa restoran tersebut pelayanannya buruk?

Saya baru saja menemui orang seperti itu. Entah karena dia kurang berfikir atau memang kebenciannya terlalu tinggi. Namanya Zahran Fahru Rizal. Berdasarkan bio di twitter, dia adalah salah seorang anggota FLP. Dalam sebuah  situs "islami" dakwatuna ia menulis sebuah artikel dengan judul "Indonesia, ISIS, dan Manusia Perahu Rohingya". Dilihat dari kontennya saya anggap dia tidak paham betul tentang apa yang dia tuliskan. Bagaimana tidak? Hampir satu tahun ISIS membubarkan diri tetapi masih saja ada orang seperti dia yang menyebutkan ISIS. Seperti orang yang sedang mengkritik sebuah masakan dari restoran yang sudah tutup.

Sekedar info nih buat sobat sekalian. ISIS sudah bubar sejak 1 Ramadhan 1435 H. Dulu memang namanya ISIS ada "Iraq and Syiria"-nya. Tapi sekarang sudah menyebar hingga ke Filipina, Libya, Yaman, Mesir, Aljazair, dan beberapa wilayah lain. Jadi, jangan katro ya!

Oke, sekarang saya bahas kenapa mas Zahran itu seperti orang linglung. Bagi anda yang punya televisi, bisa baca koran, atau mampu mengakses internet pasti tahu betul bahwa keberadaan IS (ISIS) sangat ditolak oleh masyarakat dunia. SANGAT! Di Amerika, Jerman, Belanda, dan negara kafir lainnya termasuk Indonesia faham IS ini SANGAT ditentang. Ketika IS ingin menyebarkan pasukannya ke Yordania, Yaman, atau beberapa wilayah di Irak, pemerintah setempat berusaha sebisa mungkin untuk melawannya. Intinya, peyebaran IS ini SANGAT ditolak!

Jika mas Zahran sadar, bagaimana mungkin IS mau membantu pengungsi Rohingya yang ada di perairan Indonesia, Malaysia, Ausralia dan sekitarnya, jika keberadaan mereka bahkan fahamnya saja ditolak? Logika mas Zahran ini seperti apa yang saya sebutkan di awal tulisan ini. Menolak bantuan, tapi menuduh tidak dibantu. Mungkin mas Zahran ini kurang update tentang berita ketika IS memasuki kota Mosul dan membebaskan ratusan tahanan muslim sunni yang dipenjara oleh pemerintah Syi'ah. Lalu dimana anda dan organisasi FLP anda? Hehe... Mungkin anda juga tidak sempat mencari info tentang rakyat Suriah dan Irak yang dibombardir oleh koalisi salibis, lalu IS melakukan pembalasan terhadap tentara salibis itu. Saya tanya lagi, di mana anda dan FLP anda?

Yah, mungkin anda juga sudah merasa menjadi pahlawan dengan menyalurkan sumbangan dari para dermawan (bukan uang anda sendiri). Sehingga anda merasa pantas untuk menuntut IS yang rela mengorbankan harta bahkan nyawa mereka demi tegaknya syari'at islam di wilayah yang dikuasainya. FYI, Khilafah akan tetap tegak baik dengan atau tanpa sampean. Jangankan hanya kritik kecil dari anda, serangan koalisi salibis yang terdiri dari 60 negara hingga saat ini tidak mampu menghancurkan khilafah. Ah... anda lupa ngaca ya?

Oh ya, anda juga menanyakan sesuatu yang sebenarnya sudah ada jawabannya jika anda rajin mencari. Di mana kedudukan IS dalam membela rakyat Palestina? Saya minta anda buka peta, lihat di mana posisi Gaza, Palestina, dan Irak. Sebelum anda menuntut IS untuk membantu rakyat Palestina, anda sebaiknya menuntut pemerintah Yordania untuk memberikan akses bagi IS untuk bisa lewat dan melakukan penyerangan ke Gaza. Lalu, sebelum mas nuntut IS sebagai Khilafah Islamiyah untuk membantu pengungsi Rohingya di Indonesia, mas nuntut dulu ke pemerintah Indonesia untuk mengizinkan IS untuk menguasai Indonesia. Gitu aja ya mas Zahran! Oke!?

Yah, lain kali cobalah buat artikel yang lebih logis ya mas! Jangan seperti orang linglung.

Andre Tauladan

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates