Tampilkan postingan dengan label Universitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Universitas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Februari 2014

Info Acara : Talkshow Pendidikan Islami | Halalkah IP-ku?

Manteman, ada acara bagus nih buat para pelajar dan mahasiswa. Walaupun judulnya "Halalkah IP-ku?" tapi ini berlaku juga untuk perntanyaan "Halalkah nilai raporku?". Jadi jika anda pelajar atau mahasiswa jangan hanya mengejar nilai demi kesenangan dunia, tapi juga harus halal karena nilai belajar kita akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Jangan membohongi diri sendiri, ketika anda mencontek mungkin saja guru atau dosen anda tidak mengetahui perbuatan itu. Bisa saja dosen atau guru anda memberi nilai yang bagus untuk ujian anda. Tapi anda akan merasa hampa ketika melihat nilai bagus itu karena anda tahu bahwa sesungguhnya kemampuan anda tidak selevel dengan nilai bagus itu.

Jadi, bagaimana solusinya? Ikutan yuk acara ini!

MINI TALKSHOW
"HALALKAH IP-KU?"
Dinamika Kejujuran di Dunia Pendidikan

Bersama :
Dr. Syahidin, M.Pd.
Direktur Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan UPI

Moderator :
M. Ginanjar Eka Arli
Ketua Umum UKM KI Al-Qolam UPI

Waktu & Tempat :
Jumat, 7 Februari 2014
@Ruang Biro 3 Masjid Al-Furqon UPI
Pukul 16.00-17.45

Info : 089627363919

Presented by :
Subbidang Kerohanian
HME FPTK UPI

GRATIS!!!
nilai hasil mencontek halal haram

Andre Tauladan

Sabtu, 28 Mei 2011

Penjual Kayu Bakar itu Diterima di ITB

JARUM jam menunjukkan pukul 15.00 WIB, Minggu (22/11), saat Singgalang bertandang ke rumah sederhana milik keluarga Yudi April Nando, 19, anak hebat SMA 1 Pariaman peraih nilai tertinggi UN IPA SMA 2011. Rumahnya di Korong Buluah Kasok, Nagari Sungai Sariak, Padang Pariaman.
Rumah itu amat sederhana, sesederhana anak hebat yang tinggal di dalamnya. Dinding rumah diplester seadanya. Waktu gempa, rumah ini mengalami kerusakan parah. Halaman ditumbuhi gulma panjang sejengkal. Di salah satu sudut tampak seonggok biji cokelat (kakao) sedang dijemur.
Singgalang mengetok pintu rumah sederhana itu. Ingin bertemu si anak hebat yang tinggal di sini. Setelah beberapa kali diketok, muncul sosok pemuda tinggi jangkung. Lalu ia bertanya.
“Cari sia da?
“Mancari Yudi April Nando...,”
“Ambo Yudi, ado apo da?” Jawab si jangkung itu.
Setelah memperkenalkan diri, pintu rumah pun dibukakan dan dipersilahkan masuk. Melongo saya menyaksikan rumah Yudi. Kontras benar kondisinya kalau dibandingkan dengan prestasi di bangku pendidikan. Yudi mengantongi nilai UN IPA tertinggi di Sumbar 56,20. Bahkan, dua mata pelajaran, matematika dan kimia nilainya 10 pula.
Dalam rumah tak ada kursi empuk. Ada sebuah almari usang, sebuah bofet dan sebuah meja reot untuk meletakkan makanan yang ditempatkan di sudut ruangan.
Adik perempuan Yudi, Rini bergegas membentangkan tikar pandan dan mempersilahkan duduk. Setelah itu Rini berlalu membangunkan bapaknya yang lagi tidur.

Kisah pahit
Yudi yang dari tadi terlihat bingung membuka pembicaraan. Dia bertanya.
“Apo yang bisa wak bantu da?” Tanya dia.
“Ndak do, ambo nio bacurito sae nyo, seputar prestasi Yudi raih di sekolah,”.
Yudi termangu, matanya menerawang jauh menyiratkan bahagia dan galau. Dia pun melepaskan pandangan kepada ayahnya, Ali Ninih, 60.
“Apo lo ka dimalu an, memang co iko iduik wak. Carito an se lah,” kata Ali Ninih menyuruh anaknya.
Yudi pun bercerita panjang tentang keluarga dan kelangsungan pendidikannya hingga akhirnya bisa meraih nilai tertinggi UN IPA di Sumbar. Sesekali matanya terlihat berbinar menahan air mata.
“Antah lah da, semangat jo keyakinan se nan mambuek wak bisa rajin dan tekun sikola nyo,” tutur Yudi.
Panjang dan pahit lika-liku hidup yang dijalani anak hebat ini untuk bisa sekolah. Tak sedikit tetangga yang mencibir, mencimeehnya.
“Sikola yang dituruik an, iduik keluarga, untuak makan se payah,” cibir tetangga suatu waktu.
Tapi cimeeh itu dijadikan semangat oleh Yudi untuk berbuat lebih. Yudi ingin membuktikan, kalau cimeeh itu tak selamanya benar.
Ayah Yudi, Ali Ninih menceritakan, sebenarnya hatinya iba melihat Yudi. Iba tak bisa berbuat banyak mendukung biaya sekolah. Kadang-kadang untuk ongkos pergi sekolah Yudi, Ali Ninih tak jarang meminjam uang kepada tetangga. Utang kemudian ditutupi dengan kayu bakar yang ia cari di hutan.
Begitulah setiap hari, gali lubang, tutup lubang.
Melihat kondisi orangtuanya seperti itu, Yudi sebenarnya tak tega. Tapi, di sisi lain, dia ingin juga mengejar cita-citanya menjadi dosen atau ahli ilmu teknologi (IT).
Demi cita-cita itu pula, Yudi turun tangan membantu orangtuanya mencari kayu api ke hutan, atau mengambil upah mengerjakan sawah orang.
Kayu bakar yang dicari dijual ke sebuah rumah makan di dekat tempat tinggalnya Rp4.000 per ikat. Sekali ke hutan, dia dan ayahnya bisa mengumpulkan empat hingga lima ikat kayu bakar. Uang penjualan kayu bakar dipakai Yudi untuk ongkos dan belanja ke sekolah. Sisanya untuk bayar hutang dan makan.
“Kalau lah pai we e ka rimbo jo apak mancari kayu, ibo hati apak dek e. Tapi, semangat we e yo sabana kuat untuk sikola. Pai ka rimbo, we e mambaok buku juo. Panek mengumpua an kayu, inyo mambaco. Kayu takumpua, inyo nan mambaok kayu jo garobak pulang. Hampia tiok hari sarupo itu,” kata Ali Ninih.

Diterima di ITB
Buah pahit, kalau yakin bisa jadi obat. Begitu pula dengan Yudi. Pahitnya kehidupan yang dijalani ternyata berbuah manis. Sejak SD hingga SMA, Yudi selalu meraih rengking 1 di kelas. Kini, dia diundang pula untuk kuliah di ITB.
Karena prestasinya itu pula, pelbagai beasiswa bisa dia dapat untuk kelangsungan pendidikan. Bahkan, karena terenyuh melihat kondisi keluarga dan prestasi akademiknya yang luar biasa, seorang pejabat di lingkungan Pemkab Padang Pariaman berkenaan jadi donatur. Selama di SMA, Yudi diberi bantuan uang tunai tiap bulan oleh pejabat tersebut.
Setelah lulus UN, Yudi tercatat salah satu dari puluhan siswa SMA 1 Pariaman yang berkesempatan menerima tawaran dari pemerintah untuk kuliah di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di Indonesia. SNMPTN jalur undangan beda dengan PMDK. SNMPTN jalur undangan, siswa penerima dibebaskan memilih PTN favorit.
Yudi memilih ITB, kampus yang selama ini jadi cita-citanya untuk kuliah. Di ITB dia mengambil Sekolah Teknik Elektronika dan Informatika (STEI). Di ITB fakultas atau sekolah, rupanya sama. Selama ini dia bercita-cita ingin sekali menjadi dosen atau ahli TI. Kini, langkah menuju cita-cita itu sudah di depan mata Yudi.
Untuk kuliah di ITB, semua sudah ditanggung negara. Untuk keberangkatan ke Bandung mendaftar, telah ada pula donatur yang mengupayakan keberangkatan. Rencananya, Yudi dan istri pejabat yang jadi donaturnya sejak SMA itu akan berangkat ke Bandung, Jumat (27/5). Batas akhir mendaftar di ITB, Selasa (31/5).
Kini yang jadi kerisauan bagi Yudi, setelah kuliah nanti, ia membutuhkan biaya beli buku dan biaya lainnya. Jumlahnya pasti banyak dan tak akan bisa diharapkan kepada keluarga.
Yudi berharap, ke depan ada orang baik untuk membantunya. Dia sendiri akan berusaha mengumpulkan uang dengan bekerja, apapun itu nantinya.
Yudi si penjual kayu bakar nan hebat itu membuktikan pada dunia, kalau kemiskinan tak bisa menghalangi keinginan untuk mengejar cita-cita.
Dinding tinggi dan sekat tebal itu dia runtuhkan dengan semangat, keyakinan dan ketekunan belajar. Bagi dia, uang bukan segala-segalanya dalam mengejar cita-cita. Orang miskin juga bisa sukses. (*)

Semoga sukses dan berhasil di sana serta menjadi orang yang berguna baginusa dan bangsa...


Jumat, 27 Mei 2011

Wani Piro,,,!!! Kalo mau jadi sarjana, harus ada 40 Juta minimal

KOMPAS.com — "Maafkan aku, Nak, ya. Urungkan niatmu untuk menjadi sarjana. Ayah tidak sanggup menyediakan uang sebesar itu dalam waktu sekejap."

Kata itu mungkin yang sering muncul dari seorang ayah yang anaknya diterima menjadi mahasiswa jalur undangan perguruan tinggi negeri (PTN). Dulu, jalur ini dikenal dengan penelusuran minat dan kemampuan, atau kerap disingkat PMDK.

Bagaimana tidak, seorang teman di Facebook, Coen Husain Pontoh, menuliskan keluh kesahnya di statusnya. "Keponakan saya keterima di salah satu universitas terkemuka di Pulau Jawa melalui jalur "undangan". Tapi, untuk bisa masuk kuliah, ia pertama kali harus bayar Rp 40 juta kontan," tulisnya.

"Kampusnya terkenal sebagai kampus rakyat, namanya: Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta," tulisnya

Bayangkan, orangtua yang gajinya di atas upah minimum, katakanlah Rp 2,5 juta per bulan, belum tentu bisa menyediakan uang sebesar itu dalam waktu singkat. Kecuali, kalau orangtua itu nyambi korupsi tentunya. Padahal, upah minimum seorang buruh atau karyawan/karyawati di Jakarta berkisar Rp 1,2 juta.

Pada situs Pemprov DKI Jakarta tertanggal 29 November 2010 diberitakan bahwa upah minimum DKI Jakarta (UMP/UMR DKI Jakarta) tahun 2011 ditetapkan sebesar Rp 1.290.000 per bulan per orang. Apa ini artinya? Artinya, jika kita anak seorang buruh yang gajinya sesuai dengan upah minimum atau dua kalinya upah minimum yang ditetapkan pemerintah, kita dilarang untuk menjadi mahasiswa.

Kampus hanya untuk orang kaya. Orang miskin dilarang masuk kampus untuk belajar. Yang boleh belajar di kampus adalah orang-orang kaya. Sementara jika pendidikan tinggi adalah salah satu pintu masuk untuk mengubah kehidupan agar lebih baik, pintu itu sekarang sudah perlahan-lahan ditutup.

Yang kaya makin kaya dan yang miskin tetaplah miskin. Tak peduli di negeri yang mengklaim berdasarkan Pancasila, yang berdasarkan Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Keadilan Sosial. Yang jelas di negeri ini anak orang miskin silakan minggir dari pendidikan tinggi.

"Salah sendiri lu miskin, orang miskin, enyah aja lu".

Mungkin, itu kata-kata yang muncul di pikiran, hati, dan lisan para petinggi negeri ini, yang membiarkan komersialisasi pendidikan semakin menggila.

Nak, urungkan niatmu jadi sarjana ya….

Sudah jangan menangis terus, Nak….

Mungkin kita hidup di negeri yang salah.…

Di negeri yang menganggap orang-orang miskin hanya sekadar angka, bukan warga negara….
sumber : kompas
 Parah Lah,,,

Rabu, 23 Maret 2011

Do'a Tanpa Dalil : Allahumma Paksain!

Oleh Syaripudin Zuhri

Terkadang si Amat, sebut saja begitu, mau mengerjakan apa saja malesnya bukan main, mau olah raga males, takut keringatan nanti bau! Mau kemping males, nanti kesasar di jalan. Mau belajar kursus apa gitu, juga males. Habis waktunya maelm sih, sudah lelah duluan habis kerja seharian.

Mau ngaji juga males, baru berapa ayat sudah jatuh terlelap di bangku! Mau nulis di internet, sekedar berbagi kepada kawan-kawan di dunia maya, juga malesI “Ngapain nulis, di blog, sudah banyak yang nulis, bahkan semua yang ngeblog, biasanya yang nulis, lalu siapa yang baca?” Bgeitu pikir si Amat, jadi dianya tambah males nulis.

Begitu juga dengan si Amit, mahasiswa yang lagi males-malesnya, padahal baru saja tingkat pertama, eh penyakit malesnya kambuh! Penyakit males sejak SMA dulu, maunya hura-hura terus! Mau kerja apa saja males, apa lagi belajar atau membaca buku, susahnya minta ampun! Si Amat baru giat bila buka computer.... Untuk main game! Coba waktu itu di sudah SMA, sudah menjelang ujian SMA,yang dibaca di internet bukan materi yang berhubungan dengan pelajaran, yang di baca email dan chatingan dengan teman-temannya di dunia maya.

Nah penyakit itu masih di bawa samapai dia kuliah, padahal kuliah itu bukan lagi seperti anak-anak ketika di SMP atau di SMA yang masih “disuapin” terus oleh gurunya, Mahasiswa itu harus mandiri dan belajar sendiri mencari materi-materi yang berhubungan dengan mata kuliah yang sedang diambilnya, bukan malahan main game atau bersantai-santai dan baru belajar ketika masuk semesteran mau ujian, maka lahirlah apa yang diesbut SKS ( Sistem Kebut Semalam!) Kalau begitu caranya, ya apa bedanya ketika si Amit di SMA dulu, tak ada perubahan! Si Amit tetap males-malesan belajarnya, males-malesan kuliahnya.

Lain lagi dengan Dewi, kita sebut saja begitu, Mahasiswi tingkat dua pada sebuah fakultas yang beken di Ibu Kota, juga punya penyakit yang sama, seperti si Amat dan si Amit, penyakit males. Iya males ngapain-nggapain, Dewi males baca diktat, males ke perpustakaan , males kuliah, sebel ngeliatin dosennya yang itu-itu juga, malas membantu orang tua, apa lagi membantu ibu di rumah memasak,” wah mau muntah mencium bumbu-bumbunya,” katanya bersemangat. Diskusi dengan teman-teman di kampus, dia juga tak mau, “males” katanya!

Dan mungkin banyak sekali orang yang dhinggapi rasa males tersebut, kebanyakan manusia memang inginnya,ya berleha-leha, ingin santai, ingin rilex dan inginya “tidur-tiduran” saja atau ingin duduk di kursi malas, sambil minum kopi tubruk membaca koran di beranda rumah. Wah pokonya yang enek-enak saja, sementara hidup itu tidak seenak yang dibayangkan.

Banyak sekali masalah yang timbul dalam hidup dan kehidupan ini yang mesti diselsaikan. Dan itu bukan hanya menimpa atau mengena orang-orang yang memang berkerja sebagai pimpinan, baik pimpinan tingkat paling rendah dipemerintahan, seperti kepela Desa atau Lurah samapai ke tingkat paling tinggi di pemerintahan yaitu seorang Presiden!

Dan persolan juga buka hnay menimpa orang-orang miskin yang untuk mencari”sesuap dua suap nasi” Saja susahnya bukan main. Begitu juga orang-orang yang sedang mencari pekerjaan alias pengangguran, sudah mencoba mencari ke sana ke mari, ngelemar kerjaan ke berbagai perusahaan, mengirim lamaran pekerjaan berbagai perusahaan, bukan hanaya satu dua lamaran pekerjaan, bukan hanya sepuluh dua puluh lamaran pekerjaan, tapi ratusan bahakan mungkin ribuan lembar surat lamaran pekerjaan yang sudah dikirimkan, satupun tak ada jawaban! Jika adapun, hanya pemberitahuan” MAAF, TAK ADA LOWONGAN PEKERJAAN “

Iya, mencari pekerjaan bagitu sulitnya di tengah-tengah krisis ekonomi yang berkepanjangan sekarang ini. Dan seandainyapun diterima pekerjaan, itu hanya menjadi pegawai kontrakan yang hanya enam bulan saja, itupun masih harus “ memberi sesuatu” pada pihak ke tiga sebagai perantara, sebuah yayasan yang menjadi perantara pekerja dengan perusahaan!

Aneh, ngelamar pekerjaanpun harus pakai perantara, padahal pihak pencari kerja bisa dating sendiri ke perusahaan yang dituju, namun entah peraturan dari mana, sekarang ini sebuah perusahaan baru mau menerima pekerja via sebuah yayasan, ada apa ini? Sesuatu yang semula mudah, sekarang ditambah lagi dengan jalur birokrasi melalui sebuah yayasan penyalur tenaga kerja! Sehingga sang pencari kerjapun akhirnya di buat males dengan system yang ada!

Ya pengangguran menjadi tambah banyak dengan system sekarang ini dan pekerjapun seperti sapi perah yang tak punya hak bersuara! Mereka hanya bekerja, bekerja dan bekerja, padahal nasib mereka seperti berada di ujung tanduk, karena kapanpun sang majikan, dalam hal ini penguasa, memecatnya, sang pekerja hanya bisa gigit jari, tak bis menuntut ke mana-mana. Dan kaluapun di tuntut sang majikannya, bisa jadi pihak pengusaha yang akan menang di”meja hijau”.

Bagitu juga yang sudah bekerja dan banyak orang yang sudah bekerja menjadi tambah males, padahal sebelum bekerja atau ketika sedang mencari pekerjaan begitu bersemangat dan mengapa setelah bekerja, apa lagi setelah bekerja di tempat yang sama dalam hitungan tahunan, penyakit males menjadi bertambah-tambah, makanya adalah istilah” sindrom Monday” Situasi yang membuat males, ketemu hari Senin, karena Senin adalah hari pertama bekerja atau hari pertama kuliah atau sekolah.

Lalu bagaimana mengatasinya? Bagaimana mencari solusi dari penyakit males tersebut? Saya kemukan cara-cara berikut ini, semoga bermanfaat:

1. Allahumma Paksain
Ini kedengerannya seperti main-main, lucu! Kok berdoa seperti? Ya Tuhan ... paksakan! Ya itulah doa yang tak ada dalam Al Qur’an atau hadist, tapi bisa mujarab! Kok bisa? Mari kita coba, ketika anda bangun tidur, apa lagi lagi dingin-dinginnya musim dingin di Rusia, wah bisa-bisa alasan untuk tidak sholat subuh bertambah-tambah. Dalam silumut tebal dan dengan penghangat ruangan, karena di luar suhu mencapai minus 25⁰ C!

Bisa anda bayangkan betapa mengigilnya bila di luar dan di dalam kamar selimut tebal menghangatkan badan, adazan subuh tak terdengar, memang tak ada adzan jauh dari Masjid, maka bertmabah alasan untuk tidak bangun sholat subuh!
Lalu bagaimana caranya? Ya itu tadi, “ Allahumma paksain!” Singkirkan selimut, jika perlu lompat dari tempat tidur, bangun ! Paksakana untuk bangun dan minta pertolongan pada Allah agar dibangunkan! Mengapa untuk sholat subuh bangun saja susah?

Karena sholat subuh disaksikan malaikat dan ada pengiring sholat subuh, yaitu sholat fajar dua rokaat, atau sholat qobliyah subuh, sholat yang satu ini tak pernah ditinggalkan rosulullah, karena menurut beliau ganjarannya melebihi luasnya langit dan bumi, karena sangat besarnya pahala yang diberikan, maka tantangnyapun berat! Yitu tadi, susah sekali bangunnya, perlu pemaksaan diri untuk bangun!

2. Bersyukur banyak pekerjaan
“Apa-apain sih, banyak pekerjaan kok di suruh bersyukur? Mungkin ada yang berpendapat itu. “Orang sudah lelah dengan berbagai macam pekerjaan, eh malah di suruh bersyukur, ada-ada saja!” Mungkin ada juga yang komentar demikian.
“Males ah... orang lagi pusing mikirin banyak kerjaan, eh pakai disuruh bersyukur lagi, macem-macem saja!” Mungkin B protes begitu.

“Au ah. Capek-capek nih kerjaan numpuk!” si C ngamuk-ngamuk, karena di mejanya kerjaan bertumpuk-tumpuk!

“Sana nyingkir jauhan, gue lagi sibuk nih, pekerjaan gue banyak banget!” Kata si D ketika temanya mendekati mau diajak jalan-jalan.

Wah pakoknya anda bisa menemukan kalimat itu sebanyak-banyaknya, baik yang bekerja di kantor-kantor pemerintah, BUMN atau BUMS, juga yang bekerja disektor-sektor lainnya. Banyak sekali yang mungkin saja putus asa karena diserbu oleh pekerjaan yang sedemikian banyaknya. Lalu bagaimana menghapainya, solusinya? Ya bersyukur!

Kenapa haru bersyukur dengan pekerjaan yang banyak atau bertumpuk-tumpuk? Alasanya:

a. Alhamdulillah, anda masih punya kerjaan, coba lihat di luar sana, berapa banyak orang yang menganggur, bukan ribuan orang tapi jutaan orang anggur di Indonesia! Bayangkan... betapa banyak orang yang menganggur dan anda sekarang sedang bekerja, apa bukan kebahagiaan namanya? Apa bukan nikmat Tuhan namanya? Maka sukurilah ketika anda banyak pekerjaan.

b. Alhamdulillah, dengan banyak pekerjaan pahala anda akan semakin bertambah, karena pekerjaan adalah ibadah. Apa lagi kalau yang bekerja adalah bapak-bapak. Sebagai kepala keluarga seorang bapak adalah wajib mencari nafka untuk anak istrinya, seorang bapak wajib bekerja untuk keluarganya. Bukankah pengertian hukum wajib adalah fikih berarti sesuatu yang apa bila dikerjakan mendapat pahala dan kalau ditinggalkan malah berdosa! Jadi otomatis bila anda bekerja, apa lagi pekerjaannya banyak ya pahalanya juga bertumpuk-tumpuk!

c. Alhamdulillah,anda berkerja, karena bekerja juga adalah ibadah, bekerja adalah rasa sukur yang nampak dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT dan para malaikatnya menjadi saksi ketika anda bekerja karena Allah, lillahi ta’ala! Bekerja adalah ibadah, dengan motovasi tersebut semoga anda semakin giat bekerja!

3. Bahagialah
Apapun yang anda kerjakan bahagialah, sukurilah. Karena dengan bekerja selaian mendapat hasil berupa uang, kerjaan juga menghasil sesuatu diluar materi! Orang yang mempunyai pekerjaan akan bahagia, dia sudah bisa mengaktualisasikan dirinya dihadapan manusia lain. Orang bekerja akan bahagia, energy, akal, pikiran ,perasaannya ikut bersatu padu membentuk sebuah keharmonisan karya Illahi yang ada pada dirinya.

Orang yang berkerja yakin akan kebahagiaan hidup yang telah dijanjikan olehNya, apa lagi bekerja pada tempat yang halal. Coba anda bayangkan selain anda mendapat materi, anda juga mendapat kebahagiaan dan mendapat pahala dariNya? Coba apa yang kurang?

Nah berhentilah mengeluh banyak pekerjaan, berhentilah mengeluh mendapat pekerjaan yang menumpuk, berhentilah mengeluh “disuguhi” atasan pekerjaan semeja! Sambutlah dengan senyuman, katakanlah“ Alhamdulillah rezeki datang lagi!” Sambutlah dengan kebahagiaan, katakanlah”Alhamdulillah pahala datang lagi!” Ayo senyum... tuh lihat pekerjaan datang lagi, Alhamdulillah!


Sabtu, 29 Januari 2011

Horikoshi Gakuen, Sekolah SMA Terelit di Jepang

Dari : Kaskus.us
Id    : kingforaday

Hari ini ane mau memberikan info tentang Horikoshi Gakuen, yaitu sekolah terelit di Jepang sono. Banyak artis jepang juga sekolah disini silakan disimak


Horikoshi Gakuen adalah nama Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jepang untuk kalangan artis elit dan sangat mampu (sangat pintar dan kaya). Untuk masuk ke sekolah ini, kalian harus anak orang super kaya atau sangat pintar untuk bisa mendapatkan beasiswa penuh. Fasilitasnya sangat lengkap, mewah dan ekslusif, sesuai dengan biaya sekolahnya. Program studi tour-nya saja ke Eropa.
 
Alasan mereka sekolah di sini
Karena adanya kebijakan sekolah yang memperbolehkan muridnya untuk ijin atau melakukan kegiatan yang berhubungan dengan dunia entertainment. Peraturan tidak begitu ketat dan bisa menyesuaikan dengan jadwal si artis. Tapi sekolah ini tetap memprioritaskan nilai, selain ‘kelas artis’, banyak anak-anak pintar yang bersekolah di sini. Jadi, jangan kira banyak orang-orang bodoh, malas dan kaya yang bisa sekolah disini. Justru sebaliknya, para murid yang mau masuk harus melalui tes tingkat tinggi terlebih dahulu. Pilihannya adalah, super kaya atau super pintar?! 
Daftar artis alumni sini
Ada sangat banyak artis jepang yang sekolah disini, beberapa di antaranya adalah:

* Matsumoto Jun
* Yamashita Tomohisa (Yamapi) dan adiknya Yamashita Rina
* Ikuta Toma
* Fukada Kyoko
* Kato Ai
* Inagaki Goro
* Kusanagi Tsuyoshi
* Domoto Tsuyoshi
* Masami Nagasawa
* Ueto Aya
* Suzuki Anne
* Tomoka Kurokawa
* Miura Haruma
* Ayukawa Taiyou
* Kota Yabu
* Yaotome Hikaru
* Arioka Daiki
* Perfume (Ketiga-tiganya)
* Tegoshi Yuya
* Shirota Yuu
* Tanaka Koki
* Koike Teppei
* Hasegawa Jun
* Ayana Sakai (Istrinya Tetsu Laruku)

dan masih banyak lagi.

Yang masih tercatat bersekolah di sini adalah

* Shida Mirai
* Yamada Ryosuke
* Chinen Yuri
* Suzuka Ohgo
* Shougo Sakamoto
* Yuto Nakajima
* Kamiki Ryunosuke
* Ayano Hayashi
* Jingi Irie
* Saaya Irie
* Kawashima Umika
* Mizuzawa Nako
* Tanaka Asami
* Mariya Nishiuchi

dan masih banyak lagi.
Murid kelas reguler tidak bisa sekelas dengan para selebriti tersebut, kecuali kalian juga orang terkenal. Orang terkenal tersebut akan dikumpulkan ke kelas 1-D. Kalaupun kamu bisa masuk lewat tes yang super sulit, dijamin kamu akan susah menemui para artis itu.


Gambar diatas adalah angkatan terbaru Horikoshi, mereka masih duduk di kelas 1 SMA, Mau masuk kelas 2,3. Personil Hey!Say! JUMP, Chinen Yuri, Arioka Daiki (lulus tahun ini), Yamada Ryosuke. Sebenarnya ada satu lagi member HSJ yang masih bersekolah di Horikoshi, Nakajima Yuto. 6 dari 10 member Hey!Say!JUMP sekolah di Horikoshi.

Peraturan di sekolah ini
Peraturan Horikoshi Gakuen :

Sekolah ini diperuntukkan untuk selebriti, atlit dan anak orang sangat kaya. Kalau kamu seorang selebriti, kamu HANYA kan berada di bagian selebriti, kamu tidak bisa bercampur di bagian lain. Kamu hanya bisa bersosialisasi dengan yang berada di satu bagian.

1. Tidak diperbolehkan mempunyai hubungan (pacaran) di sekolah. Murid laki-laki dan perempuan mempunyai rute ke sekolah yang berbeda. Bila diketahui guru mempunyai pacar dalam satu sekolah, maka akan diperintahkan untuk putus. Bila tidak, akan dikeluarkan. Di sekolah, laki-laki dan perempuan tidak bisa saling berbicara tanpa alasan yang kuat. Bila sering bersama, akan mendapat peringatan dari guru.

2. Sekolah ini dipenuhi dengan CCTV. Guru adalah pelindung. Dan untuk melindungi para idol dan anak orang kaya di sekolah ini, maka dipasang banyak sekali CCTV.

3. Dilarang memakai handphone, hanya pada waktu tertentu saja.

4. Biaya sekolah untuk siswa di kelas TRAIT (artis) sangat mahal. Karena sekolah yang menyesuaikan dengan jadwal murid dan melindungi privasinya.
Dilarang memakan snack (makanan kecil). Di sekolah dan saat perjalanan pulang dilarang membeli snack. Bila tertangkap, akan dikenakan denda atau ditahan.

5. (Hanya berlaku di kelas TRAIT). Bila siswa ingin mewarnai rambutnya, mereka harus mengisi formulir, memberi kejelasan dari kapan dan sampai kapan rambutnya akan berwarna. Setelah tenggat waktu yang ditentukan sendiri, mereka harus mewarnai rambutnya hitam kembali.

6. Para artis akan diawasi oleh guru sebagai bodyguard, bahkan beberapa artis/idol juga membawa bodyguard sendiri. Siswa kelas reguler (kelas untuk murid2 yg menuju universitas) sekalipun tidak bisa berbicara dengan murid di kelas Olahraga atau Idol/Artis saat istirahat atau di luar sekolah. Bila ketahuan akan dikenakan denda, ditahan atau dikeluarkan.

7. Artis/Idol akan akan tiba di sekolah dengan mobil, dan bodyguard menunggu di luar kelas. Artis ini akan ditemani bodyguard bahkan pada jam istirahat. Siswa dari kelas Olahraga dan Universitas (reguler) tidak bisa berbicara dengan artis karena bodyguard hanya mengijinkan berbicara dengan teman kelas dan orang yang bekerja dengan sang artis. Artis/Idol tidak boleh berbicara dengan orang yang bukan artis (tidak terkenal). Bila melanggar, akan dikeluarkan dari sekolah.
Sekolah ini mempunyai banyak artis dan atlit terkenal. Mereka harus menerapkan metode pengajaran yang khusus bagi siswa yang kesulitan mengikuti jadwal sekolah. Diharapkan siswa tersebut tidak meninggalkan sekolah, dan di saat bersamaan, karir mereka bisa berjalan. Karenanya sekolah ini sangat terkenal di kalangan artis Jepang.

Sekolah ini telah berdiri sejak 83 tahun lalu. Tujuan pengajarannya adalah menjadikan siswa-siswanya mempunyai peran penting di masyarakat, dan yang terpenting, mereka bisa survive. Sekolah ini bisa di bilang standar internasional dan jika mengadakan study tour, mereka ke luar negeri. Yah,sepadanlah semua fasilitas dengan pendidikannya.

Horikoshi Gakuen ini terbagi menjadi 4 Kelas :
1. University
Bagi (siswa kaya/pintar) yang ingin melanjutkan ke Universitas.
2. Sports
Kelas bagi siswa terkenal di bidang Olahraga (atlit).
3. Kelas bagi Artis/Idol, Disebut TRAIT, bagi penyanyi, aktor, idol, dll.
Mempelajari hal-hal yang biasa dipelajari di sekolah biasa dan juga pengetahuan tentang pekerjaan mereka.
4. Kelas Beasiswa
Bagi para siswa yang mendapatkan beasiswa di sekolah ini.

Semangat Horikoshi :
1. Mempunyai tata krama/sikap yang baik dan pantas
2. Mengikuti peraturan
3. Apapun yang kamu lakukan, berusahalah yang terbaik
4. Mempunyai semangat tim (kerjasama)
5. Kerja keras dan latihan tanpa menyerah.


Siap2 untuk biaya sekolah gan
Tentang bla..bla.bla..
Biaya sekolah :
Biaya Ujian (Examination fee) = 30,000 Yen (sekitar 3 juta rupiah)
Biaya Masuk (Admission fee) = 450,000 Yen (sekitar 45 juta rupiah)
Biaya Sekolah tiap tahun (School Fee) = 546,000 Yen (54 juta rupiah)
Biaya Fasilitas tiap tahun (Facilities Fee) = 5,567,899 Yen (sekitar 500 juta rupiah). Biaya fasilitas ini dapat dicicil selama bersekolah dan harus lunas sebelum lulus.
Biaya tahunan = 996,000 Yen (sekitar 99 juta rupiah)
Biaya tahun pertama = 1,296,000 Yen (sekitar 129 juta rupiah)
Demikian sharing info dari saya,, kalo bagus, mohon di rate,, jangan lupa comment...
Satu yang saya suka dari sini, walaupun bukan sekolah khusus muslim, tapi nggak boleh pacaran, walaupun kelas elite, tapi aturannya ketat banget, beda dengan sekolah-sekolah di daerah kita, kalo anak pejabat, justru perlakuannya istimewa.

Selasa, 11 Januari 2011

[Tips n Trik] Buat footer yang berbeda tiap halaman

             Halo sobat bloggers, yang baik dan budiman, yang cantik dan tampan, yang menarik dan menawan. Kali ini saya mau berbagi tips buat anda yang sering kebingungan untuk mencantumkan footer yang berbeda tiap halamannya. Problem ini bisa sangat membantu bagi para mahasiswa. Dalam mencantumkan nomor halaman biasanya mereka membuat banyak dokumen. Misalnya untuk dokumen pertama biasanya berisi cover makalah atau tugas mereka. Dokumen cover ini mereka buat tanpa footer atau nomor halaman. Di dokumen kedua, mereka isi dengan kata pengantar dan daftar isi. Dalam dokumen ini mereka menyisipkan nomor halaman berupa angka romawi kecil (i, ii, iii, dst). Selanjutnya di dokumen ketiga, mereka menyisipkan nomor halaman dengan angka biasa (1, 2, 3, dst).
  
             Untuk mengatasi problem ini, saya punya trik yang bisa membantu sobat-sobat sekalian, sehingga sobat-sobat sekalian tidak perlu membuat banyak dokumen untuk satu tugas atau makalah yang sobat buat. Sobat sekalian hanya perlu satu dokumen saja.

               Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah :
  •  Buka dulu Ms. Word 2007nya... Karena cara ini hanya berlaku untuk Ms. Word 2007. Untuk Ms Word 2007 kebawah, nanti saya carikan triknya.
  • Tiap halaman yang akan dibedakan footernya harus dibuat beda juga sectionnya dengan cara klik Page Layout -> Break -> Next Page.  Dengan begitu akan terdapat section baru. Nah di section baru inilah sobat bloggers sekalian bisa menambahkan footer atau format page number yang berbeda.
  • Eits, nanti dulu, footer yang berbeda memang bisa ditambahkan, tetapi hasilnya akan sama dengan footer yang diatasnya jika sobat sekalian tidak men-disable fungsi link to previous.  Oleh karena itu, sobat sekalian harus men-disable fungsi ini dengan cara mengkliknya.
  • Okey.. sekarang sobat blogger sekalian sudah bisa menyisipkan footer atau format page number yang berbeda untuk tiap section. Dengan begitu tidak perlu membuat dokumen yang berbeda untuk Cover, Kata Pengantar + Daftar Isi, dan Pembahasan dari tugas atau makalah yang kalian buat.
        

Gambarnya : 
Gambar 1. (Klik untuk memperbesar.)
Gambar selanjutnya (klik juga ya untuk memperbesar)
           Wokeh,, semoga membantu,, tolong di-rate jika anda suka, dan jangan lupa, budayakan komentar, demi kejayaan blogger Indonesia. Oh ya, cara ini juga berlaku untuk header.

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates