Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 September 2012

Nikah Muda

Oleh : Gus Ulil

gambar nikah muda
Nikah memang punya banyak makna. Ia bisa berarti menegakkan sunnah Rasul. Bisa juga sebagai pemenuhan tuntutan fitrah. Juga, sebagai penyambung keberlangsungan hidup umat manusia. Ada hal lain buat mereka yang nikah di usia muda. Nikah juga bermakna perjuangan.

Hampir tak satu pun manusia yang betah membujang. Selalu saja ada hasrat untuk hidup berpasangan. Pria rindu ingin bersama wanita. Dan wanita kangen disayang pria. Hasrat-hasrat alami itu akan punya nilai tinggi dalam taman indah yang bernama nikah.

Masalahnya, bagaimana keindahan taman itu jika ikatannya terjalin di saat muda. Muda usia, muda pengalaman, muda pendidikan, dan muda penghasilan. Saat itulah terjadi pertarungan yang lumayan sengit: antara idealita dengan realita. Antara cita-cita tinggi dengan kenyataan hidup yang mesti dilakoni. Dan pertarungan itulah yang kini dialami Jaka.

Dua tahun sudah calon bapak ini mengarungi bahtera rumah tangganya. Seribu satu suka dan duka ia nikmati bersama isteri tercintanya. Kadang ia berkesimpulan bahwa nikah itu anugerah indah. Sedemikian indahnya, sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Tapi, tak jarang kesimpulan sebaliknya bisa hinggap. Jaka juga kerap berkesimpulan bahwa nikah merupakan perjuangan yang teramat berat.

Awalnya, bayang-bayang indah pernikahan lebih dominan dari perjuangannya. Walau baru setahun lulus sekolah menengah atas, Jaka sudah punya tekad bulat: “Saya harus nikah, insya Allah!” Dan, tekad itu benar-benar menggulir walau mesti melalui rel yang tidak mulus.

Mungkin, banyak pihak di sekitar Jaka yang geleng-geleng kepala. Ada apa dengan anak ini? Apa ia tergolong hiper seks. Atau, jangan-jangan sudah terjadi kecelakaan. Atau…? Masih banyak lagi dugaan yang tidak enak didengar oleh seorang Jaka yang juga aktivis rohis di sekolahnya.

Dan yang tidak kalah sengitnya adalah orang tua Jaka sendiri. Ayah ibunya bingung. Kok, anak saya jadi begini. Apa ini pengaruh dari ajaran rohis? Orang tua Jaka yakin seratus persen kalau Jaka tidak mungkin melakukan penyimpangan. Jangankan hubungan gelap, hubungan terang saja tak pernah diperlihatkan Jaka. Boro-boro dua-duaan, ketemu wanita saja Jaka sudah alergi: pandangannya tertunduk, wajahnya pucat, tubuhnya banjir keringat. Lalu?

“Saya bertekad nikah karena ingin segera dapat surga dunia dan akhirat,” jawab Jaka tenang. Kontan saja, kedua orang tua Jaka tertegun. Hampir tak ada celah buat menjegal tekad Jaka. Sejak SMP, Jaka memang sudah rajin dagang. Ia memang bukan tipe anak yang suka berlidung di balik kantong orang tua. Semua biaya sekolahnya hampir seratus persen mengucur dari kocek sederhananya. Termasuk, biaya buat walimahan.

Saat itu, tak ada bayang-bayang pun yang melintas di benak Jaka kecuali keindahan. Betapa sejuknya hati ketika menatap senyum isteri. Betapa semangatnya hidup ketika cinta tak pernah redup. Betapa tenangnya pandangan mata ketika syahwat tak lagi terpenjara. Dan, betapa mantapnya iman ketika nafsu tak lagi gampang dipermainkan setan.

Berlangsunglah masa-masa indah kehidupan Jaka. Hari berganti hari dan bulan pun menjumpai tahun. Ternyata, hidup tak selamanya penuh pesona wewangian taman bunga. Ada kalanya hidup penuh bara api dan asap tebal yang menyesakkan. Idealita sering tak cocok dengan realita. Dan nada-nada itulah yang kini bersenandung mengiringi keluarga Jaka.

Bisnis serabutannya tak lagi lancar seperti dulu. Ada saja masalahnya. Madu yang biasa dilakoni Jaka kurang diminati pelanggan. Pedagang koran pun mulai bertebaran. Kian banyak saingan di sektor ini. Sementara, biaya kuliahnya kian naik. Biaya kontrak rumah pun mulai melonjak. Isteri mulai ngidam. Tubuhnya lemas, perutnya mual-mual, kepalanya sering pusing-pusing. Tentu saja, sang isteri tak lagi sempurna menunaikan urusan rumah tangga dan kampus. Apalagi mencari penghasilan sampingan.

Mulailah irama ketidakstabilan mengiringi hidup Jaka. Konflik pun kian bermunculan. Seperti saat ini saja, Jaka bingung mau pinjam duit ke siapa lagi. Bulan lalu sudah pinjam ke teman kampus. Minggu lalu pinjam ke teman pengajian. Sementara, kebutuhan terus mengalir dan tak kenal penundaan. Ke orang tua?

Ini yang paling dijaga Jaka. Seberat apa pun beban hidup, Jaka tak mau berurusan dengan orang tua. Ia bukan ragu tentang kemurahan orang tuanya. Bukan juga takut. Tapi, Jaka tak mau kalau idealismenya luntur hanya karena soal makan. Terlebih setelah Jaka janji tak mau ngerepotin orang tua.

Kadang, suasana kejepit seperti itu menumbuhkan bayang-bayang masa lalu. “Kamu yakin nggak akan menyesal, Jaka?” pertanyaan-pertanyaan ibunya dua tahun lalu tak jarang menggoda ketegarannya. Kenapa nggak selesai kuliah dulu. Kenapa nggak cari kerja yang enak dulu.Kenapa nggak beli rumah dulu.

“Benarkah saya menempuh rute jalan yang salah?” sebuah pertanyaan menukik tajam ke lubuk hati Jaka. Ah, benarkah? Sikap tegar Jaka kian sengit bertarung dengan kegelisahannya. Kadang tegar menguasai keadaan. Dan tak jarang, gelisah menyetir suasana. Dalam pertarungan imbang itu, sikap kritis Jaka kerap menjadi penengah. Mestikah roda hidup selalu bergulir secara seri dan linier? Tidakkah mungkin ada lompatan-lompatan?

Ketegarannya mulai menguasai keadaan. Masih kuat dalam benak Jaka kisah teladan Rasul dan para sahabat. Sebuah fragmen hidup masa lalu yang tak kunjung kering dari air pelajaran. Siapa yang mengira kalau seorang penggembala yatim bisa menjadi pemimpin besar umat ini. Siapa yang menyangka kalau seorang budak, Bilal bin Rabbah, bisa tampil menjadi pemimpin yang disegani. Siapa yang menyana kalau seorang budak buangan, Zaid bin Haritsah, bisa melahirkan seorang panglima perang yang ditakuti.

Hidup memang perjuangan. Suka dan duka pasti akan menjambangi setiap manusia. Tak peduli apakah manusia itu menganggap hidup sebagai perjuangan atau tempat bersantai. Jaka tersadar dengan keadaannya. Kini, bukan saatnya lagi mempersoalkan halte hidup yang telah terlewati. Ada dua resep yang akan ditebus Jaka: hadapi hidup apa adanya, dan jangan coba-coba lari dari kenyataan perjuangan.

Kesusahan dan kemudahan tak ubahnya seperti dua muka kepingan uang logam. Satu sama lain tak akan berpisah jauh. Bersama kesusahan ada kemudahan. Sungguh, bersama kesusahan ada kemudahan. Kesusahanlah yang menguatkan bahwa menikah itu perjuangan. Dan kemudahan, insya Allah, kian menguatkan warna-warni indahnya pernikahan.
Andre Tauladan

Sabtu, 11 Agustus 2012

Perjalanan Si Trader Forex

Hehe,, sekali-kali nggak apa-apa dong posting tentang forex, yah namanya juga blog bebas. ^__^

Barusan saya habis baca suatu tulisan tentang perjalanan trader forex. Dibaca sedikit-sedikit eh lucu juga, lucu buat yang pernah mengalami dan setidaknya paham tentang forex. ^___^

kaya dengan forex


Trader Pemula

Mereka mulai dengan akun demo, belajar sedikit, coba-coba untuk buy pas harga naik, dan sell pas harga turun. Dari situ dapet dikit profit, terus beranggapan "Eh, kok gampang banget, kalo gini aku pasti bisa cepet kaya". Kemudian dia buka akun live, dan deposit dengan harapan bisa terus profit.

Mulai Menggunakan Indikator

Nah, trader ini mulai tergiur sama indikator warna-warni yang dipake trader senior, banyak indi yang dia download, terus dipasang di metatrader sampe penuh tuh layar MT4, xixi. Begitu trading dan dapat minus, mulai kelabakan sampe pipis di celana, bingung kenapa kok tadi saya open. Akhirnya dia putus asa dan cutloss saja, tapi ternyata trend berbalik arah, dia pun menyesal seandainya tadi masih hold, pasti setidaknya dapat itu 150 pips. Kemudian dia ganti indikator karena dirasa indikatornya salah. Terus menerus begitu sampai balance di akunnya kosong, dan akhirnya menyalahkan orang yang ngasih indikator.

Jadi Pemburu Signal

Si trader depo lagi, masuk di beberapa grup atau forum buat cari-cari sinyal. Begitu dapat sinyal kemudian dia langsung op mengikuti sinyal itu. => Lagi-lagi akunnya habis gara-gara loss, nyalahin orang yang ngasih sinyal.

Menjadi Pengguna EA

Dia mulai sadar, bahwa kegagalannya disebabkan dia tidak taat pada sistemnya sendiri, akhirnya mencoba menggunakan EA karena dia berpikir EA sudah ada sistemnya sendiri, nggak mungkin keluar sistem, nggak mungkin terpengaruh kondisi psikologis, seperti takut atau serakah. 

Beli banyak EA tapi akhirnya loss lagi, bahkan lebih cepat.

Bangkit Kembali Setelah Terpuruk

Merasa frustasi oleh forex, berhenti trading selama beberapa bulan, tapi akhirnya kangen juga sama suasana trading, ingin mulai lagi  tapi bingung harus gimana.

Teringat kata-kata senior kalo mau jadi trader handal harus banyak belajar, teliti market, pelajari metode yang mau dipake, akhirnya dia coba untuk belajar. Akhirnya setelah 6 bulan berlalu, diawali dengan trading yang simple, hanya menggunakan satu atau dua indikator, chart bersih, mencoba tarik-tarik garis vertikal / horizontal, setting fibonaci, latihan mental dan sebagainya, akhirnya VOILA, dia berhasil memperoleh profit konsisten. Dia pun menerapkan money management, dimulai dengan trading dengan tingkan resiko 1-2%. Alhammdulillah, lahirlah trader sukses.

Bukankah seperti itu?

Pertanyaannya, kenapa nggak langsung ke tahap akhir aja daripada harus melewati tahap yang bisa bikin stres beberapa kali?

Ok, sekarang saya akan menuju tahap terakhir, moga saya bisa jadi trader sukses... Bismillah.

^______^

Andre Tauladan | THV by CobraForex  

Kamis, 12 Januari 2012

Kreatifnya Fotografer Philippe Ramette

Foto2 berikut ini dibuat berdasarkan ide gila dari seorang seniman fotografi yang bernama Philippe Ramette. Dia adalah seorang fotografer berkebangsaan Perancis yang memiliki ide2 tak masuk akal, namun dia punya imajinasi yang cukup kuat untuk mewujudkannya. Keren-keren dan "gila" lho hasilnya. Seperti editan.
Beranda di tengah lautBerdiri di pohon palm tanpa menghiraukan gravitasi. Atau, orang ini ga kenal hukum gravitasi ya?BergelantunganWah.. Berjalan di atas air..Menikmati pemandangan lagit atau kota ya?Ini dia alat-alatnya. Bukti kalo itu bukan editan.Kira-kira seperti inilah pembuatannya.

Rabu, 11 Januari 2012

[Foto] Polisi Indonesia Beraksi

Postingan ini, tadinya saya pasang di halaman gallery, tapi setelah dipikir-pikir,kalo saya simpen disana, pasti sepi, dan kalo mau lihat, pasti loadingnya lama. Akhirnya saya putuskan untuk menyimpan foto-foto gokil para anggota POLRI ini di posting individu. ^__^ Pak polisi, kalo mau postingnya diremove, bayar dulu Rp. 20.000,- . Karena damai itu 20.000. hehehe. Peace pak ^_^v.
polisi pedekate PDKTpolisi ketemu modelpolisi marissa haquePolisi DOTAPolisi RollerPolisi SkaterPolisi BecakPolisi NasgorKangen Lilistilang kamen riderpolisi gayuspolisi penjahatPolisi Tidur

Minggu, 06 November 2011

15 tips agar tidak bete saat di dalam lift:

Buat para karyawan di perusahaan besar, waktu-waktu yang menyebalkan adalah ketika berada di dalam lift dan menunggu sampai lantai sekian. Kadang-kadang kita merasa bete kalau kelaman di dalam lift. Ini saya ada tipsnya.

1. Ketika anda hanya berdua dengan orang tak dikenal, colek bahunya! Kemudian anda pura-pura melihat ke tempat lain..

2. Tekan tombol lift kemudian anda pura-pura kesetrum. Tersenyumlah, lalu..... ulangi lagi.

3. Pasanglah muka menyeringai kesakitan sambil memegangi kepala anda dan mengumpat: Diam, semuanya diam!.

4. Gunakan HP anda untuk telpon ke Psikolog sambil bertanya apakah dia tahu di lantai berapa anda sekarang ?

5. Bawalah kamera dan ambillah gambar semua orang yang ada di dalam lift.

6. Pindahkan meja kerja anda ke dalam lift. Jika ada yang masuk, tanyakan apakah mereka sudah membuat janji?

7. Bentangkan papan catur di lantai lift dan ajaklah orang-orang, barangkali ada yang mau main.

8. Letakkan sebuah bungkusan di pojok, jika ada yang masuk, tanyakan apakah mereka mendengar suara tik...tik...tik...

9. Anda pura-pura jadi pramugari! Tunjukkan prosedur keselamatan penerbangan seperti di dalam pesawat terbang.

10. Ketika pintu menutup, beri pengumuman kepada orang-orang. Tenang, jangan panik, nanti pasti terbuka lagi koq!.

11. Bukalah tas anda, sambil melihat ke dalam tas, tanyalah: Udaranya cukup nggak disitu?

12. Diam dan jangan bergerak sama sekali di pojok lift, menghadap dinding, jangan pernah keluar.

13. Bawalah wayang golek atau wayang kulit, gunakan wayang itu untuk ngobrol dengan orang di dekat anda.

14. Dengarkan suara di dinding lift dengan stetoskop.

15. Buatlah garis di lantai sekeliling anda menggunakan kapur, lalu bilang: Ini adalah wilayah SAYA

Minggu, 18 September 2011

Ibrahimovic Menjadi Imam Shalat dan Messi Jadi Makmum

Eh iya gitu? beneran,, kalo nggak percaya lihat aja gambar di bawah ini, kabarnya setelah barcelona menang, Ibrahimovic mengajak Messi masuk islam, dan dia yang jadi imam shalatnya. :D wah,,,

Klik untuk lihat gambar
Hehehe... jangan terlalu serius gan,,, senyum dikit itu bisa membantu ngilangin stress.. ^_^

Sumber ? ini sumbernya

Selasa, 23 Agustus 2011

Jilbab Saringan Tahu, Tabarruj ala Jahiliyah

 
 
Oleh: Dian Utami [twitter: @dynv]

Alhamdulillah Kita patut bersyukur dengan banyaknya muslimah yang menutup auratnya belakangan ini. Meski masih banyak kita jumpai pemandangan aneh dari muslimah itu sendiri.
Ada yang memakai jilbab tapi poni rambutnya ke mana-mana, ada yang pake jilbab tapi pakaian dalamnya terlihat, ada juga yang pakai jilbab tapi masih ikutan konser musik. Miris, kasihan, sedih, marah, campur baur rasanya. Tapi saya juga bersyukur di antara mereka masih ada yang berhijab sempurna. Semoga istiqamah!
Pertama banget saya tahu istilah ‘jilbab saringan tahu’ ini di twitter. Ada seorang kawan yang nyeletuk tentang jilbab ini. Mulanya saya nggak tahu jilbab mana yang dimaksud, sampai suatu hari saya diajak tante saya belanja di pasar. Ketika melewati penjual tahu saya sempat berhenti untuk menanyakan bentuk saringan tahu. Barulah saya tahu, jibab saringan tahu ternyata jilbab yang super tipis menerawang itu. Saya pikir modelnya yang mirip saringan tahu, karena biasanya penamaan jilbab sesuai dengan model, tapi rupanya jilbab saringan tahu adalah jilbab yang jenis kain/bahannya setipis saringan tahu.
Beberapa waktu lalu saya mengunjungi toko jilbab yang ada di dekat tempat saya kuliah. Kaget juga saya begitu memasuki tempat jilbab segi empat (bukan jilbab instan/bergo), banyak sekali jilbab saringan tahu terpajang di sana. Beuh, saya jadi kehilangan fokus. Mau langsung keluar gak enak juga, soalnya baru masuk. Akhirnya saya memilih membelikan ibu dan tante saya jilbab instan yang modelnya belum beliau punya, alhamdulillah.
Di rak-rak tersebut ada banyak macam model jilbab saringan tahu. Ada yang polos tanpa hiasan apa pun, ada yang pakai renda atau manik-manik, ada yang berhias bordiran, ada juga yang model tumpuk. Tapi bahannya sejenis, ada yang tipis ada yang lebih, bahkan sangat tipis, sama-sama bisa digunakan untuk saringan tahu mungkin. Jika dipakai ya menerawang.
Ada beberapa kawan saya yang sudah mengerti syarat berhijab syar’i, kalau pakai jilbab saringan tahu ia memakai dua jilbab sekaligus supaya tidak menerawang. Biasanya bagian dalam agak tebal. Masalahnya kan ga semua muslimah berpikiran untuk melapisi bagian dalam jilbab saringan tahu dengan jilbab yag lebih tebal. Fenomena jilbab saringan tahu ini banyak banget kita temui di jalan.
Menurut kawan saya, jilbab saringan tahu memang lebih ‘nurut’, lemas, dan adem. Harganya juga lebih murah dari jilbab yang tebal. Warna, model, dan hiasannya lebih variatif, jadi mudah dipadupadankan dengan pakaian yang digunakan. Hmm...!
“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu” (Qs Al-Ahzab 33).
...jahiliyah dahulu adalah kekafiran sebelum jaman Nabi Muhammad SAW. Jahiliyah sekarang adalah kemaksiatan setelah datangnya Islam...
Dalam keterangan catatan kaki, ‘jahiliyah dahulu’ adalah bentuk kekafiran sebelum jaman Nabi Muhammad SAW, sedangkan ‘jahiliyah sekarang’ adalah bentuk kemaksiatan setelah datangnya Islam. Atau dalam salah satu artikel yang saya baca, maksud dari ayat tersebut adalah bertabarruj ala jahiliyah. Bukankah Islam telah memberikan batasan hijab yang cukup jelas? Bukankah Islam menganjurkan para wanita untuk tidak bertabarruj?
Saat ini, banak muslimah yang memakai jilbab dengan melilitkan jilbab di leher mereka, tidak mengulurkannya seperti yang terdapat dalam An-Nur ayat 31 maupun Al-Ahzab ayat 59.
…Biarlah kain saringan tahu menjadi saringan tahu, jangan kita rampas haknya dan menjadikannya penutup kepala...
Ramadhan adalah merupakan momen yang tepat untuk melakukan perbaikan diri. Sebagai muslimah sudah semestinya kita mulai memperbaiki cara berpakaian kita. Biarlah kain saringan tahu menjadi saringan tahu, jangan kita rampas haknya dan menjadikannya penutup kepala.
Allah SWT berfirman dalam surat An-Nur 34: “Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” [voa-islam.com]

 

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates