Jumat, 12 Mei 2017

TABAYYUNLAH ! ATAU KALIAN AKAN MENYESAL

oleh: Abu Usamah JR

tabayyun
tabayyun

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman!, jika seseorang yang fasiq datang kepadamu membawa suatu berita,maka telitilah kebenarannya,agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan),yang akhirnya kamu menyesali perbuatan tersebut". (QS Al Hujurat:6).

Meneliti kebenaran suatu berita yang sampai atau tersebar di tengah kaum muslimin adalah sesuatu yang sangat penting. Karena tersebarnya suatu berita di tengah masyarakat akan menimbulkan reaksi.Apakah reaksi tersebut positif atau negatif tergantung pada berita yang tersebar.Bahkan menyebarkan berita bisa berkonsekwensi pada hukum syariat.

Jika berita yang disebarkan oleh seseorang itu benar tetapi ia adalah aib dari saudara sesama muslim,berarti ia masuk kategori menyebarkan aib. Dan bagaimana kemudian jika ternyata orang yang disebarkan aibnya telah tobat dari perbuatannya?. Dan jika berita tentang aib tersebut dusta,maka itu artinya menyebarkan fitnah dan menuduh tanpa bukti.

Begitu besarnya dampak dari sebuah berita,sehingga ia sering disalah gunakan untuk melakukan kejahatan. Ia bisa digunakan untuk melakukan pembunuhan karakter,menyebarkan isyu yang meresahkan masyarakat hingga memanipulasi antara kebenaran dan kebatilan. Dan sudah dimaklumi bahwa propaganda berupa penyebaran isyu termasuk sarana efektif untuk memenangkan peperangan. Sehingga pihak yang unggul dalam propaganda telah memenangkan sebagian dari peperangan.

Demikian besarnya dampak dari penyebaran berita yang bisa berujung pada hancurnya martabat seseorang hingga peperangan antar kelompok. Sehingga Allah mewajibkan orang-orang beriman untuk melakukan tabayyun (meneliti/check and balance) ketika mereka mendengar suatu berita. Salah satu peristiwa terbesar di dunia pada abad ini yang sangat membuat marah kaum kafir adalah kembalinya khilafah islam/daulah islam. Berbagai upaya dilakukan oleh kaum kafir untuk menghancurkan daulah islam,salah satunya melalui pemberitaan.

Melalui kekuatan media massa, kaum kafir menyebarkan berita yang menfitnah dan mencitrakan buruk tentang daulah islam. Tujuan dari penyebaran berita tersebut adalah untuk menjauhkan kaum muslimin dari mendukung daulah islam. Dan membentuk opini bahwa daulah islam adalah organisasi kejahatan yang membahayakan semua umat manusia. Karenanya bisa dibenarkan ketika umat manusia (kafir dan yang mengaku muslim) bersatu padu untuk menghancurkan daulah islam.

Dan hasil dari penyebaran berita dusta oleh kaum kafir cukup efektif untuk menjauhkan kaum muslimin dari daulah islam. Akibatnya kaum muslimin menuduh daulah islam dengan tuduhan yang sama dengan yang diopinikan oleh kaum kafir. Bahkan kaum muslimin yang tertipu mengambil posisi yang sama dengan kaum kafir,yaitu memusuhi daulah islam. Tanpa sadar banyak kaum muslimin yang kemudian justru membantu kaum kafir dalam memerangi kaum muslimin.

Dengan keberpihakan kaum muslimin bersama kaum kafir dalam memerangi daulah islam berkonsekwensi pada kekafiran pada pelakunya. Sebab ia telah membantu kaum kafir dalam memerangi kaum muslimin. Itulah akibat mereka meninggalkan petunjuk Alloh yang mewajibkan kaum beriman untuk meneliti berita yang sampai kepada mereka. Jika berita dari kaum fasiq (muslim yang berdosa) saja diwajibkan untuk melakukan tabayyun,tentu harus lebih waspada jika yang menyampaikan berita adalah kaum kafir. Dan Alloh telah mengungkap hakikat sifat kaum kafir dengan firman-Nya:

"Dan orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan rela kepada kamu sampai kamu mengikuti agama mereka...". (QS Al Baqarah:120).

Ayat ini menyebutkan bahwa orang kafir memiliki kebencian yang sangat besar kepada kaum muslimin. Mereka memiliki misi untuk memurtadkan kaum muslimin sehingga berpindah keyakinan mengikuti agama mereka. Jika misi ini tidak berhasil maka mereka berusaha untuk menghancurkan kaum muslimin dengan berbagai macam cara. Pada intinya kaum kafir tidak pernah punya niat baik kepada kaum muslimin.

Sudah bisa dipastikan kaum kafir akan berusaha keras agar kaum muslimin tidak mendapatkan kebaikan. Sehingga tidak mungkin mereka akan jujur dalam memberitakan hal-hal yang terjadi dalam dunia islam, jika itu adalah hal yang baik. Namun jika ada sesuatu yang dianggap buruk tentang kaum muslimin maka mereka akan menyebarkan dengan ditambahi seribu kedustaan untuk tambah memperburuknya.

Maka sangat disayangkan jika kaum muslimin kemudian menerima mentah-mentah setiap berita yang bersumber dari media-media kafir. Padahal berita-berita tersebut membawa kepentingan untuk menyesatkan kaum muslimin. Maka tidaklah mungkin media-media kafir akan memberitakan hal-hal yang baik tentang daulah islam. Juga tidak mungkin mereka akan memberitakan kemajuan dan kemenangan daulah islam.

Hari ini banyak kaum muslimin yang percaya bahwa daulah islam membunuh kaum muslimin, menghancurkan masjid dan membuat banyak kerusakan di iraq dan syuriah. Sebagian lagi menuduh daulah islam berpaham khawarij. Adanya anggapan dan tuduhan tersebut dikarenakan mereka termakan dengan berita yang disebarkan oleh kalangan kafirin dan munafikin.

Percaya dengan berita dusta tanpa tabayyun akan berakibat penyesalan.Sebab berawal dari berita yang salah akan menimbulkan reaksi yang salah pula. Dan reaksi yang salah akan menimbulkan konsekwensi di dunia dan di akhirat yang harus dipertanggung jawabkan. Di saat Itulah akan timbul penyesalan yang tidak ada gunanya.

Ketika seorang muslim percaya dengan opini yang diberitakan oleh kaum kafir tentang daulah islam, maka ia akan menimbulkan reaksi seperti yang diharapkan dari opini tersebut. Maka sikap mereka (kaum muslimin yang tertipu) terhadap daulah islam adalah tidak simpati,membenci dan berprasangka buruk. Dan maksimalnya adalah turut memusuhi dan memeranginya dengan perkataan maupun dengan perbuatan.

Jika kemudian akibat percaya dengan pemberitaan kaum kafir tentang daulah islam, lantas kaum muslimin turut memerangi daulah islam, maka celakalah dia. Kelak jika Allah memenangkan daulah islam dan kebenarannya nampak di mata manusia, maka dia akan menjadi pihak yang diperangi oleh daulah islam. Atau jika kelak di hari kiamat ia dihisab oleh Alloh dan ditampakkan perbuatan dia yang telah membantu kaum kafir memerangi kaum muslimin, tentu ia lebih menyesal lagi. Dan penyesalan tersebut tidak berguna sama sekali.

Itulah diantara dampak yang mengerikan yang menimpa umat islam pada hari ini akibat percaya dengan pemberitaan kaum kafir. Hal tersebut terjadi karena umat ini telah meninggalkan petunjuk Alloh ketika menerima berita. Padahal jika seseorang melakukan tabayyun ia akan bisa menyelamatkan dirinya dan menyelamatkan saudaranya muslim dari kedzalimannya.

Fenomena meninggalkan kewajiban melakukan tabayyun juga terjadi dikalangan mereka yang mengaku sebagai aktifis islam. Tidak sedikit para ikhwan yang lekas percaya dengan suatu berita yang disampaikan oleh ikhwan yang lainnya. Apalagi kemudian jika yang menyampaikan berita adalah orang yang ditokohkan seperti ustadz. Padahal tidak ada jaminan bahwa seorang ustadz terjaga dari kesalahan.

Sering terjadi di kalangan ikhwan tersebar berita yang menyebut bahwa si fulan misalnya adalah jasus. Kadang berita tersebut muncul dari praduga yang tidak disertai bukti dan saksi.Ada kalanya hanya karena seseorang berinteraksi dengan anshor thoghut lantas dituduh jasus. Padahal boleh jadi ikhwan tersebut berinteraksi dengan anshor thoghut karena urusan muamalah.

Saya sendiri sudah berulang kali mengalami ada orang yang menyampaikan berita bahwa beberapa ikhwan adalah jasus. Dan masyaa Allah... beberapa orang yang disebut jasus tersebut sebagiannya telah gugur dibunuh anshor thoghut karena terlibat amaliyah jihad. Sebagian dari mereka yang pernah dituduh jasus ada juga yang kini berada di penjara thoghut juga karena terlibat amaliyah jihad. Sedangkan orang yang menuduh tetap hidup nyaman tidak diganggu thoghut karena enggan berjihad.

Menyebarkan berita dan menuduh seorang ikhwan sebagai jasus sama artinya dengan menvonisnya kafir dan menghalalkan darahnya. Sebab seorang muslim yang menjadi jasus bagi thoghut maka ia telah kafir keluar dari islam serta halal harta dan darahnya. Dan menuduh seorang muslim sebagai orang kafir adalah kedzaliman dan dosa besar. Yang pasti ia akan dimintai pertanggung jawaban kelak di hadapan Allah. Dan bagaimana dia akan bertobat jika kemudian orang yang dituduh jasus telah mati?.

Dan alangkah celakanya jika tuduhan jasus kepada seorang ikhwan dilatar belakangi karena kebencian atau kedengkian. Apalagi kalau tujuannya untuk pembunuhan karakter agar orang-orang menjauhi si tertuduh dan berpihak kepada diri dan kelompoknya. Tentu ini adalah cara yang sangat keji dan mirip prilakunya para politikus kafir.

Allah 'azza wa jalla membimbing dan memperingatkan kita ketika mendengar berita dengan firman-Nya:

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).".(QS An nisa:83)

Pada ayat di atas Alloh mencela orang-orang yang ketika mendapatkan berita tentang keamanan atau ketakutan langsung menyebarkannya tanpa terlebih dahulu meneliti kebenarannya. Dan Alloh membimbing orang-orang beriman agar menyerahkan kabar berita tersebut kepada Rasul dan ulil amri. Sehingga ketika ada pihak yang ingin tahu kebenaran berita tersebut bisa merujuk kepada mereka. Menyerahkan informasi yang beredar kepada pihak yang memegang urusan agar tidak terjadi kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat. Serta agar informasi tersebut diteliti kebenarannya.

Berpartisipasi dalam menyebarkan suatu berita bohong termasuk dosa besar yang diancam oleh Alloh dengan azab. Hal ini dikarenakan begitu besarnya dampak yang ditimbulkan dari berita bohong. Ia bisa berupa hancurnya martabat seseorang,keresahan dan teror di masyarakat hingga terjadinya pertumpahan darah. Maka Alloh mengancam kepada orang yang turut serta menyebarkan berita bohong dengan firman-Nya:

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
"Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu dari kalangan kamu (juga). Jangan kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapatkan balasan dari apa yang diperbuatnya.Dan barang siapa diantara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya),dia mendapat azab yang besar pula".(QS An Nur:11).

Alloh 'azza wa jalla mengancam dengan azab kepada setiap orang yang memiliki peran dalam menyiarkan berita bohong. Besarnya azab tergantung besarnya peranan setiap orang dalam penyebaran berita bohong. Ayat ini menghati-hatikan kita ketika mendapatkan suatu berita,sebab boleh jadi berita itu dusta. Maka tabayyun adalah cara yang selamat agar tidak jatuh ke dalam dosa besar. Tabayyunlah sebelum anda menyesal!.


Wallahu a'lam
01 jumadilakhir 1438H

📢 @maktabahmufidah 📢
Andre Tauladan

TABAYYUNLAH ! ATAU KALIAN AKAN MENYESAL

Share:

Post a Comment

Facebook
Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saran dan kritiknya sangat diharapkan

About Me

Andre Tauladan adalah blog untuk berbagi informasi umum. Terkadang di sini membahas topik agama, politik, sosial, pendidikan, atau teknologi. Selain Andre Tauladan, ada juga blog khusus untuk berbagi seputar kehidupan saya di Jurnalnya Andre, dan blog khusus untuk copas yaitu di Kumpulan Tulisan.

Streaming Radio Ahlussunnah

Today's Story

Dari setiap kejadian di akhir zaman, akan semakin nampak mana orang-orang yang lurus dan mana yang menyimpang. Akan terlihat pula mana orang mu'min dan mana yang munafiq. Mana yang memiliki permusuhan dengan orang kafir dan mana yang berkasihsayang dengan mereka.
© Andre Tauladan All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates